Dubes Polandia Ajak Wisudawan UMM Lanjut Studi ke Poland

Untuk menjadikan dunia yang lebih baik, manusia harus fokus pada kolaborasi bukan kompetisi. Hal tersebut ditegaskan oleh Duta Besar Polandia untuk Indonesia, HE. Mrs. Beata Stoczynka dalam acara wisuda ke-107 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Acara wisuda yang dihadiri oleh ribuan wisudawan itu dilaksanakan pada 23 Februari 2023 lalu. Lebih lanjut, duta besar yang akrab dipanggil Beata itu mengatakan bawa Polandia dan Indonesia memiliki beberapa kesamaan. Menurutnya Indonesia adalah negara pemimpin di Asia Tenggara dan negara yang besar bagian dari ASEAN. Begitu pula dengan Polandia yang merupakan bagian dari European Union. “Selain itu, kesamaan lainnya ada pada masyarakatnya. Orang Indonesia sangat ramah dan terbuka kepada orang lain. Oleh sebab itu, selama saya bekerja di Indonesia kurang lebih lima tahun, saya selalu mencoba untuk membuat orang-orang di sekitar saya selalu dekat,” ungkap Beata. Lebih lanjut Beata menyampaikan bahwa kedatangannya ke Kampus Putih yaitu untuk melakukan kerja sama terkait pendidikan. Ia berharap bisa membukakan lebih banyak peluang mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikannya di Polandia. Baik di bidang kemanusian, teknik maupun kesehatan. Tak lupa ia juga memberikan nasehat kepada para wisudawan. “Hari ini adalah momen yang penting di hidup anda. Kalian harus bangga karena lulus dari kampus yang memiliki reputasi internasional. Namun ini sebenarnya adalah awal dari perjalananmu, maka jangan pernah berhenti belajar dan berusaha agar bisa memenangkan kompetisi,” tegas Beata. Menurutnya, bahwa pendidikan memang menjadi hal penting. Tapi ada yang lebih penting, yakni sikap menghormati dan menghargai orang lain di manapun berada. Dengan begitu jalan menuju kesuksesan akan dimudahkan. “Saya banyak belajar bagaimana cara toleransi dalam keberagaman dari Indonesia yang memiliki kekuatan pancasila di dalamnya. Saya berharap kalian juga belajar dari hal itu. Sukses untuk kalian semua, semoga mimpi-mimpi anda bisa tercapai,” harap Beata. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. berpesan kepada para wisudawan untuk menjadi pribadi yang sukses dan luar biasa di masa depan. Menurutnya, alumni UMM harus memiliki kekuatan dan kemampuan yang tidak biasa-biasa saja agar bisa menghadapi dunia yang tidak pasti di luar sana. “Oleh karena itu, jika saudara merasa belum cukup belajarnya dan masih ingin menambah ilmu, kami telah menyiapkan program Center of Excellence (CoE) berbasis bidang studi. Ini menjadi upaya kami untuk melahirkan sumber daya manusia unggul dan profesional,” terang Fauzan mengakhiri. (zak/wil)
Hanif, Wisudawan UMM yang sudah Miliki Bisnis Beromzet Ratusan Juta

Jurusan saat kuliah tidak membatasi Hanif Arfan Himawan untuk mengembangkan potensinya. Wisudawan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini kini telah memiliki bisnis jual beli laptop yang dirintis sejak 2016 lalu. Saat itu, ia masih belajar dan menimba ilmu di UMM. Menariknya, omzet yang diperolehnya cukup tinggi yakni di angka lebih dari 700 juta rupiah tiap bulannya. Hanif, begitu ia kerap disapa, menceritakan, saat awal menjalankan usaha ia ditemani oleh beberapa teman yang membantunya. Mereka juga memiliki usaha masing-masing, ada yang terjun di dunia otomotif, adapula yang di bidang kuliner. Ia juga bergabung dalam organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). “Di sana, saya bertemu banyak pelaku bisnis, mulai dari yang baru membuka usaha hingga mereka yang sudah ahli dalam hal jual beli. Dari situ, saya juga banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman mengenai bagaimana mengembangkan sebuah bisnis. Utamanya di bidang elektronik laptop,” katanya. Bisnisnya juga tidak tiba-tiba menjadi besar. Banyak proses yang harus dilalui. Salah satunya saat menggunakan hasil penjualan laptop ayahnya untuk modal. Beruntung, ayahnya sangat suportif sehingga keuntungan penjualan laptop itu bisa ia gunakan sebagai modal awal, yakni sebesar tiga juta rupiah. Kembali dan mendapat keuntungan. “Apalagi waktu itu saya lihat pasar laptop sangat luas dengan banyaknya kampus dan mahasiswa di Malang. Hal itu semakin mendorong saya untuk terus mengembangkan jual beli laptop ini. Ditambah lagi pada 2016, hanya ada sedikti toko yang fokus berjualan melalui media daring dan market place. Jadi, saya pikir ini peluang yang besar bagi saya,” tegas Hanif. Setelah berjalan selama lebih dari tujuh tahun, kini ia sudah memiliki empat karyawan. Penualannya juga tidak hanya di sekitar Malang saja, tapi juga menyasar pasar di luar Jawa Timur, seperti Jawa tengah, Sulawesi, Maluku, Sumatera hingga Papua. Bahkan ia juga pernah mengirim barang ke luar negeri seperti Selangor, Malaysia. Meski ia bergelut di dunia yang tidak sesuai dengan jurusan kuliah, tapi Hanif masih menggunakan ilmu yang pernah ia dapat. Misalnya saja terkait pasal penadahan yang membuatnya berhati-hati dalam menjalankan bisnisnya. “Tentu saja saya memperhatikan aspek hukum dalam menjalankan usaha laptop saya ini. Banyak ilmu dari FH UMM yang masih saya ingat dan gunakan sampai saat ini,” tegasnya. Hanif juga merasa bersyukur karena di UMM para mahasiswa didorong untuk mengembangkan potensinya. Sekalipun di luar bidang yang sedang dipelajari. Bahkan Kampus Putih juga menyediakan kelas kewirausahaan bagi mahasiswa untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship. “Lewat bisnis saya ini, saya juga ingin memotivasi para mahasiswa dan anak muda lain untuk memaksimalkan potensi dan peluang. Semua hal itu berawal dari diri sendiri, kalau kita percaya kalau kita bisa, maka kesempatan dan peluang akan terus bermunculan. Saat itulah kita harus memanfaatkannya dengan baik,” pungkasnya mengakhiri. (wil)