Songsong Indonesia Emas 2045, Mendag RI Sebut CoE UMM Terobosan Apik

Pada tahun 2045 yang bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan, Indonesia diprediksi akan menjadi negara maju. Satu kunci yang harus dipegang dan diusahakan adalah menguasai perekonomian dunia. Hal itu ditegaskan Menteri Perdagangan Republik Indonesia (RI), Dr. (H.C) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 13 Mei 2023 lalu. Talkshow yang bertajuk “Restorasi Sumber Daya Manusia Unggul Untuk Kemandirian Ekonomi” itu diikuti oleh ribuan mahasiswa di Dome Kampus Putih. Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi Center of Excellence (CoE) garapan UMM karena kontribusinya mencetak SDM unggul. Hal itu menunjukkan upaya serius UMM untuk berkontribusi mewujudkan Indonesia emas 2045. “Program CoE ini adalah terobosan apik dan dijalanlan oleh kampus yang bagus pula yakni, UMM,” tambahnya. Zulkifli, begitu ia kerap disapa, menjelaskan, pandemi Covid-19 yang mengguncang perkenomian dunia memberikan dampak yang tidak kecil. Beruntung, Indonesia menjadi negara yang masih mampu bertahan. Bahkan memiliki pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi yaitu 5,3 %, dengan angka inflasi yang relatif rendah yaitu 5,51 %. Angka ini lebih baik jika dibandingkan negara lain. Hal ini tentu menjadi modal dasar yang kuat bagi perekonomian Indonesia,” ungkapnya. Berdasarkan data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2019, Indonesia menempati peringkat kelima di dunia terkait Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product. Bahkan pada tahun 2022, Indonesia mencatat rekor baru untuk ekspor dan surplus neraca perdagangan yaitu senilai USD 54,53 Miliar. “Pada tahun 2045, dunia benar-benar akan berubah. Kekuatan ekonomi dunia secara berurutan akan diambil alih oleh Tiongkok, India, dan Amerika. Pun jika memang sesuai skema, Indonesia akan bergabung menjadi negara super power dan berada di urutan keempat dunia,” tegasnya. Maka dari itu, pemerintah terus melakukan kerja sama dan berkolaborasi dengan berbagai negara. Salah satunya dengan United Arab Emirates (UAE). Menurutnya, UAE merupakan negara modern sebagai pusat jasa keuangan syariah. UAE juga menjangkau pasar halal ke 57 negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Dengan begitu, cita-cita Indonesia menjadi negara Halal Lifestyle Global akan semakin mudah terwujud jika berkolaborasi dengan UEA. “Selain itu SDM di Indonesia harus terus dilatih dan dikembangkan agar memiliki daya saing. Indonesia memiliki anak muda dengan segudang talenta yang luar biasa dan harapan besar bangsa ada pada anak muda. Saya kira CoE UMM bisa turut serta menjawab ketersediaan SDM ini,” harap Zulkifli. Hal yang tak jauh berbeda disampaikan Rektor UMM Dr. Fauzan M. Pd. Menurutnya, Indonesia harus bisa memnafaatkan bonus demografi dengan baik hingga nanti 2045 datang. Oleh karena itu, UMM membuat program CoE sebagai jawaban kegelisahan para lululsan perguruan tinggi. Utamanya dalam upaya menjadi pribadi unggul yang mampu bersaing di dunia kerja. “Ada 54 CoE yang sudah dijalankan UMM. Tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa UMM saja, tapi mahasiswa non UMM dan luar negeri juga bisa bergabung. Sekalipun mereka berasal dari jurusan yang berbeda dengan CoE terkait. CoE adalah solusi nyata unutk menjawab tantangan masa depna,” tegas Rektor asal Kediri itu. Disisi lain, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMM, Rifqi Al-Akbar mengatakan, dunia sedang dihadapkan dengan adanya resesi. Namun, anak muda harusnya tidak menganggapnya sebagai halangan, namun sebagai tantangan baru. Utamanya dalam melahirkan berbagai terobosan perkembangan ekonomi Indonesia. “Dan UMM turut berkontribusi nyata untuk membantu anak-anak muda dan mahasiswa. Mulai dari menggagas CoE, membangun Halal Center untuk memperkuat halal style global yang dicanangkan pemerintah, dan lain sebagainya. Tentu anak muda juga menjadi basis besar dalam mewujudkan Indonesia emas 2045,” pungkasnya. (zak/wil)
Hermawan Kartajaya, Pakar Marketing Internasional Apresiasi CoE UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mampu bergerak mandiri dengan mengembangkan berbagai usaha di berbagai sektor. Mulai dari perhotelan hingga pariwisata. Bahkan menciptakan terobosan bidang sumber daya manusia, Center of Excellence (CoE). Hal itu diungkapkan oleh pakar pemasaran internasional, Hermawan Kartajaya dalam kuliah umum entrepreneural marketing pada 13 Mei 2023 lalu. Ia yang juga founder dan chairman MCorp dan ACSB Indonesia itu, mengapresiasi program CoE yang digarap oleh Kampus Putih UMM. Menurutnya, anak muda bisa belajar banyak dari program itu dan lebih mudah terserap dalam dunia kerja. “UMM ini unik karena tidak hanya fokus pada pendidikan saja, tapi juga berbagai hal. Melakukan manajemen dengan apik serta melahirkan inovasi-inovasi terkait kewirausahaan. Ini menjadi kelebihan dan daya tarik tersendiri,” tambahnya. Hermawan juga sempat menyinggung mengenai perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) di seluruh Indonesia. Menurutnya, PTM-PTM ini bisa lebih fleksibel dalam mengembangkan institusi, utamanya untuk menjawab kebutuhan era 5.0. “Saya rasa PTM, termasuk UMM relatif dapat lebih cepat tanggap dan menyediakan solusi di tengah problem masyarakat,” katanya menegaskan. Kedatangan Hermawan juga menjadi bukti bahwa meskipun UMM adalah kampus dengan nilai-nilai Islam, namun Kampus Putih selalu menjunjung tinggi inklusifitas. Mengundang pembicara yang memiliki background agama berbeda, ras yang berbeda, bahasa yang berbeda dan lainnya. Saling berbagi ilmu dan mampu berkolaborasi demi memajukan negeri. Hal senada juga disampaikan CEO MarkPlusInc. Dr. Jacky Mussry. Ia menjelaskan bahwa kunci kesuksesan berwirausaha itu diawali dengan perencanaan yang baik. Kemudian juga harus bisa melihat potensi pasar, optimalisasi sumber daya hingga pembukuan catatan keuangan yang baik. Semua itu perlu dilakukan agar tidak muncul gambling saat membuka sebuah bisnis. “Hal-hal inilah yang seringkali terlewatkan oleh para pebisnis baru. Hal-hal kecil dan detail yang seharusnya sudah dikuasai dan dijalankan sejak bisnis didirikan,” katanya Menurutnya, bisnis bukanlah suatu hal yang dimulai dari hal-hal yang besar seperti start-up. Namun bisa juga dimulai dari hal-hal kecil seperti jual beli online dan membuka toko sederhana. Pola pikir itulah yang harus ditanamkan di benak para anak muda agar berani dan mampu membuka bisnis. Dalam kesempatan yang sama, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan, banyak orang yang ingin membuka bisnis, tapi hanya berhenti pada tahap keinginan. Mereka tidak mau dan sukar untuk bergerak mewujudkan keinginannya. “Berkeinginan tidaklah cukup. Harus diiringi dengan keberanian untuk mulai bergerak. Mencari peluang, mencari partner, berkolaborasi, dan lain sebagainya. Anak-anak muda, termasuk mahasiswa UMM harus berani melangkah dan mengambil risiko. Dengan begitu, bisni yang dimuali sejak dini akan memberikan banyak pengalaman agar bisa mengembangkannya di masa depan,” tegasnya mengakhiri. (faq/wil)