Wisudawan UMM Dapat Undangan Studi Lanjut dari Dubes Spanyol

Menyelesaikan studi di Universitas bukanlah sebuah akhir, namun sebuah awal untuk kehidupan yang baru. Hal itu ditegaskan Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, HE. Mr. Fransisco De Asis Aguilera Aranda dalam sambutannya di wisuda ke-108 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dalam agenda yang dilaksanakan pada 30 Mei 2023 itu, ia juga mengajak para wisudawan untuk bisa melanjutkan studi di negeri matador. Menurutnya, anak muda tidak perlu takut untuk menghadapi masa depan. Kepercayaan diri jadi kunci agar semua rintangan bisa diatasi. Itu juga yang akan dihadapi para lulusan setelah prosesi wisuda. Mereka harus bisa menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi bangsa dan negara. “Jika memang ingin menimba ilmu kembali dan ingin mendapat pengalaman profesional, sebagai duta besar, saya menyarankan anda untuk datang ke Spanyol. Spanyol merupakan negara yang kaya akan budaya. Bahkan terkenal dengan pemain sepak bolanya. Spanyol juga merupakan negara yang nyaman untuk tinggal dan bagus untuk dikunjungi. Selain itu masyarakatnya juga memiliki toleransi dengan berbagai keberagaman yang ada ,” ungkapnya. Fransisco juga senang dengan kedatangannya ke Kampus Putih. Menurutnya, UMM memiliki potensi besar untuk melebarkan sayap kerjasamanya ke Spanyol. Apalagi dengan berbagai inovasi, ide, dan program yang dilaksanakan. Ia bahkan juga sudah banyak berdiskusi dengan jajaran rektorat UMM untuk menindaklanjuti kemungkinan kolaborasi di masa depan. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP. menjelaskan bahwa para wisudawan saat ini akan menjadi generasi emas tahun 2045. Yakni saat usia bangsa Indonesia menginjak 100 tahun. “Siapkanlah diri dengan sebaik-baiknya. Jangan berhenti dalam belajar dan terus mengasah kemampuan yang dimiliki. Ingat bahwa ada jutaan wisudawan dari perguruan tinggi lain yang punya tujuan yang sama dengan kalian. Gunakan berbagai ilmu dan pengalaman yang anda dapat di UMM untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah bangsa,” jelas Muhadjir. Lebih lanjut, Muhadjir mengatakan bahwa memilih UMM sebagai tempat menimba ilmu adalah pilihan tepat. Mahasiswa dan wisudawan pasti memiliki bekal cukup. Apalagi dengan hadirnya Center of Excellence (CoE) sejak beberapa tahun belakang. Program tersebut mendorong mahasiswa untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan industri di era sekarang. “Siapa tahu keahlian penting dari program yang sediakan oleh UMM bisa menjadi sebuah lapangan kerja baru. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk membantu masyarakat sekitar dan cara memajukan Indonesia. Manfaatkanlah peluang dengan baik dan jangan lupa bekerja keras,” pesan Muhadjir. Sejalan dengan yang disampaikan Muhadjir, Rektor UMM, Prof. Dr. Fauzan M.Pd. menyampaikan, indonesia akan menghadapi tantangan bonus demografi. Oleh karena itu, sejak tahun 2019 UMM meluncurkan program yang disebut dengan Center of Excellence (CoE).  Dimana program tersebut merupakan upaya UMM untuk berkontribusi dalam kemajuan bangsa Indonesia. “Sampai saat ini, sudah ada lebih dari 54 CoE yang bisa diikuti oleh mahasiswa UMM. Bahkan program tersebut juga dapat diikuti oleh para alumni dan anak muda dari perguruan tinggi lain. Mereka yang ikut CoE juga diperbolehkan dari jurusan yang berbeda. Hal tersebut karena UMM memiliki tekad penuh dalam menyiapkan SDM unggul untuk memenuhi kebutuhan zaman, ” terang Fauzan. (zak/wil)

Sederet Anak Muda Inovatif di SINATION UMM Wujudkan SDGs 2030

Anak muda memegang peran penting dalam menemukan ide-ide dan solusi bagi permasalahan di masyarakat. Maka dari itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang gelar Final Scientific Idea Competion (SINATION) 2023 pada Mei ini sebagai wadah pengembangan inovasi. Terhitung, kompetisi nasional ini diikuti 198 tim dari berbagai daerah se-Indonesia dan terbagi menjadi dua kategori, mahasiswa dan siswa. SINATION dinilai menjadi langkah mengoptimalkan potensi generasi muda dalam mengeksplorasi diri. Utamanya dalam sektor agrokompleks sebagai kontirbusi mewujudkan sustainable development goals (SDG’s) 2023. Begitu juga yang diharapkan oleh Dekan FPP UMM Dr. Ir. Aris Winaya, M.M. M.Si. Menurutnya, kompetisi mampu mendorong embrio lahirnya berbagai ide besar dari anak-anak muda Indonesia. “Mewujudkan SDG’s memang menjadi salah satu alasan kami menyelenggarakan ini. Melalui ajang ini, kami ingin anak muda, mahasiswa dan siswa, untuk berkontribusi aktif melahirkan ide-ide brilian yang bisa diimplementasikan,” tegasnya. Salah satu ide menarik datang dari perwakilan Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Mereka membuat inovasi berupa formulasi fleur de sel (bunga garam) dan vitamin B kompleks lorjuk sebagai imunostimulan intramuscular. Formulasi itu menjadi upaya pencegahan wabah penyakit mulut dan kuku dan LSD pada sapi di Madura. Inovasi ini berhasil menjadi juara pertama kategori mahasiswa. Ketua tim UTM, Ika Masruroh bersyukur atas kemenangan timnya di ajang tersebut. Ia mengaku sangat terpacu untuk bisa menghadapi dan memenangkan persaingan dengan peserta lain yang notabene berasal dari kampus-kampus terbaik. “Kami berusaha terus optimis hingga babak akhir. Kuncinya adalah mepresentasikan apa yang sudah kami pelajari tanpa ragu,” tambahnya. Sementara itu, di kategori siswa ada tim dari SMAN 1 Lamongan yang sukses menjadi juara pertama. Muhammad Kevin selaku ketua tim sangat bersyukur karena ini menjadi ajang pertama tim tersebut. “Persaingannya ketat sekali, jurinya juga mumpuni sehingga membuat kami terpacu untuk bisa memberikan yang terbaik. Alhamdulillah kami memenangkan juara pertama,” katanya. Harapan besar juga datang dari ketua pelaksana SINATION, Dyas. Menurutnya, generasi muda harus berani melakukan banyak hal dengan kretivitasnya. Karena tak jarang, akan muncul inovasi unik yang bisa menyelesaikan masalah di masyarakat. “Jangan mudah terjebak di zona nyaman. Jika sudah terjebak, saya yakin kita tidak akan mau berusaha menemukan hal menarik dalam hidup,” pungkasnya. (Rul/Wil)