Renjana Askala, Pagelaran Drama Cerita Anak dari PGSD UMM

Konsep menarik disajikan program studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang. Berupaya menjadi anak muda kreatif dan terampil, para mahasiswa menampilkan berbagai cerita fabel dalam pagelaran pementasan drama bertema “Renjana Askala” pada akhir Juni lalu. Adapun drama ini merupakan realisasi tugas akhir para mahasiswa untuk mata kuliah kajian bahasa Indonesia sekolah dasar yang diampu oleh Innany Mukhlisina, M.Pd dan Delora Jantung Amelia, M.Pd. Keduanya mengaku bahwa anak muda harus menggapai potensi yang dimilikinya,termasuk dalam aspek drama dan kreativitas. “Pagelaran ini bertujuan untuk mewujudkan generasi yang memiliki keterampilan, berjiwa seni, serta mampu mengapresiasi karya-karya yang ada. Bukan hanya drama fabel, para mahasiswa bahkan menampilkan tari-tarian sebagai pelengkap drama,” jelas salah satu pengampu, Innany. Para mahasiswa PGSD UMM membawakan cerita fabel berbeda dari berbagai pulau di Indonesia. Antara lain cerita dari pulau Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Salah satu dongeng fabel yang dibawakan berjudul Cara Cerdik Kancil Menaklukan Harimau. Menceritakan seekor harimau yang dikenal sebagai raja rimba Nusantara. Semua penghuni hutan tidak adaa yang berani denganya, sekalipun si Badak yang berbadan besar. Hanya si kancil yang berani menantangnya berkompetisi berburu. Banyak yang tidak percaya, namun si Kancil berhasil membuktikannya. Di samping itu, setiap mahasiswa juga menciptakan karya berupa cerita anak jenjang sekolah dasar. Nantinya, kumpulan cerita tersebut akan dibukukan dan menjadi salah satu alternatif bacaan bagi anak-anak. “Apalagi saat ini, mereka lebih sering terpapar konten yang tidak sesuai dengan usia anak-anak,” tegas Inany. Pagelaran tersebut disambut baik oleh Kaprodi PGSD, bapak Bustanul Arifin, M.Pd. ia berpesan kepada mahasiswa untuk terus berani mengembangkan kualitas dan kreativitas yang dimiliki. Utamanya yang bisa menunjang kemampuan dalam pembelajaran di kelas nanti. “Aktivitas seperti ini akan membantu mahasiswa dalam mengembangkan drii. Pun dengan proses pembelajaran yang mereka lakukan nantinya saat magang maupun mengajar,” pungkasnya mengakhiri. (Wil)
Tapfirts, Kartu Nama Digital Kaya Fitur Ciptaan Mahasiswa UMM

Kartu nama adalah salah satu hal penting bagi masyarakat, terutama mereka yang ergelut di bidang bisnis. Sayangnya, kartu nama konvensional cukup ribet dibawa, harus dicetak berulang kali, dan biasanya berakhir dibuang begitu saja. Berangkat dari itu, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi yang bernama Tapfirst Digital Smart NFC Card. Menariknya, inovasi ini berhasil menembus tahap pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Kemendikbud-Ristek RI. Ketua tim Ghalib Baharuddin menjelaskan, Tapfrist ini memudahkan para customer karena tidak perlu membawa setumpuk kartu nama. Mereka hanya perlu membawa satu kartu. “Saat sudah membeli, customer akan mendapatkan satu kartu yang mendukung fitur NFC. Mereka juga mendapatkan satu landing page yang berisi kartu nama. Tepatnya di web tapfirst.id,” katanya. Ghalib, begitu ia kerap disapa, mengatakan bahwa kartu nama konvensional memiliki banyak kekurangan. Misalnya saja harus dibawa ke mana-mana dengan jumlah banyak hingga susah untuk mengubah data yang sudah tertulis. Kartu nama konvensional juga menyulitkan ketika ingin memindah data tulisan ke dalam ponsel. “Memasukkan nomor dari kartu ke ponsel seringkali membuat ribet. Namun hal itu tidak terjadi jika menggunakan produk kami, Tapfirst. Dengan teknologi NFC, kita bisa dengan memudah tap di ponsel kita masing-masing. Kemudian membawa kita pada website yang menampilkan data-data, seperti nomor handphone, perusahaan di mana kita bekerja, email, dan lainnya,” kata mahasiswa asal Yogyakarta itu. Ketika customer ingin mengubah data atau desain, mereka bisa dengan mudah menkustomisasinya di website tapfirst.id. Ghalib mengatakan mengubah data yang ada di produknya semudah mengganti foto profil atau status di media sosial. Adapun inovasi tersebut sukses menembus P2MW kategori bertumbuh, yakni kategori berisikan bisnis-bisnis mahasiswa yang sudah berjalan. Menariknya, Tapfirst sudah Ghalib kembangkan sejak lama. Namun kurang begitu maksimal karena belum ada modal yang signifikan. Berkat suntikan program ini, ia dan tim kini tengah sibuk mengembangkan dan menambah fitur-fitur baru. Sampai saat ini, sudah ada lebih dari 50-an customer yang bergabung. “Harga satu akun dan satu kartu berada di kisaran Rp89.000. Namun kami sering mengadakan diskon dan promo sehingga kadang bisa jadi Rp79.000 atau bahkan Rp75.000,” katanya menambahkan. Mahasiswa manajemen UMM itu tidak sendiri dalma mengembangkan Tapfirst. Ia ditemani dua anggota lainnya, yakni Muhammad Farrel Yusuf Reyhan dari produ Manajemen dan Miftahul Andiko Putra dari prodi Teknik Informatika. Mereka berharap, produk tersebut membantu masyarakat, entrepreneur dan pebisnis dalma mengembangkan jaringan. Utamanya yang memerlukan kartu nama. (Wil)