Konjen Jepang Kaget UMM Punya Banyak Unit Bisnis

Terobosan Center of Excellence (CoE) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapat apresiasi dari Mr. Takeyama Kenichi, Konsulat Jenderal Jepangyang berkantor di Surabaya. Hal itu ia sampaikan saat berkunjung ke Kampus Putih UMM pada Selasa, 4 Juli 2023. Apalagi UMM juga aktif mengirim SDM terbaik ke negeri Sakura untuk berkarya. Ia bahkan juga mengunjungi gedung vokasi yang menjadi salah satu pusat pelatihan anak-anak muda unggul. Takeyama, sapaannya, menegaskan bahwa ia mendukung program CoE dan terus merekomendasikan UMM ke banyak orang. Terutama mereka yang mencari pelatihan untuk SDM unggul. “Saya rasa CoE menjadi inovasi bagus karena para peserta bisa mendapat banyak pengalaman dan tentunya jaminan pekerjaan yang sesuai. Saya juga sempat menyapa langsung para peserta dan mahasiswa pelatihan. Mereka sangat antusias dan menikmati program ini,” kata Takeyama. Saat mengitari kampus UMM, ia sempat terkejut karena ternyata Kampus Putih luas. Dilengkapi dengan sederet fasilitas yang menunjang proses pendidikan mahasiswa. Begitupun dengan unit usaha yang terus dikembangkan, seperti hotel, bengkel, rumah sakit, hingga taman rekreasi. “Saya diajak mengunjungi wisata milik UMM yakni Taman Rekreasi Sengkaling dan juga menikmati makanan serta minuman di Kontainer Café UMM. Ini keren karena kampus tidak hanya berkutat pada pendidikan, tapi mampu mengembangkan usaha yang bermacam-macam. Ini tentu menjadi daya tarik tersendiri untuk menjalin kerjasama, utamanya program CoE,” jelas pria asal Jepang itu. Adapun CoE memang menjadi bukti komitmen UMM menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan zaman. Utamanya pada aspek dunia usaha dan dunia industri. Salah satu langkah menari adalah dengan menggaet sederet perusahaan mancanegara, termasuk Jepang. Di sisi lain, Rektor UMM, Prof. Dr. Fauzan M.Pd. berharap, kunjungan konsulta jenderal Jepang bisa menarik banyak perusahan Jepang dan mempererat jalinan kerjasama yang ada. Hal itu akan meningkatkan kualitas CoE dan semakin menebar manfaat bagi sesama. “Kami memang optimis bisa mendapatkan rekognisi dari konsulat Jepang, terutama yang berkaitan dengan kerja sama bersama pemerintahan Jepang. Hal itu tentu membuat jaringan kita lebih luas dan mudah untuk menyiapkan lapangan yang lebih besar lagi untuk alumni. Jadi tidak hanya menyiapkan manusia unggul, tapi juga menciptakan iklim dan lapangan yang banyak,” pungkasnya mengakhiri. (zak/wil)
Terpilih di Program Pemerintah AS, Mahasiswa UMM Ini Pelajari Keberagaman

Banyak hal baru dan menyenangkan didapat ketika ikut program internaisonal. Hal itu juga yang dirasakan oleh Eginuari Ilhani, seorang mahasiswa program studi Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia berhasil menjadi salah satu peserta dalam Study of U.S Intitute (SUSIs) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS). Di sana, ia belajar tentang sejarah dan agama yang ada di AS mengingat ia masuk dalam cabang Religious Diversity and Democratic. “Jadi saya diajak untuk mengunjungi berbagai lokasi bersejarah dari semua agama di AS. Saya akan mengabdi di Dialogue Institute, tepatnya dia kota Pennsylvania selama satu bulan ke depan. Sejauh ini, kami diajak ke salah satu masjid tertua di AS yakni Masjid Kuba. Kemudian belajar tentang Islam yang ada di AS beserta sejarahnya,” jelasnya. Egi, begitu ia kerap disapa, mengatakan bahwa nantinya para peserta juga akan mengunjungi tempat ikonik dari umat kristiani dan belajar agama mereka. Hal itu bertujuan agar mereka bisa memahami lalu saling menghargai budaya serta ajaran agama masing-masing. Selain berupaya memahami banayak agama, pada program tersebut, Egi juga diajari cara menjadi pemimpin yang baik di era sekarang. Kemudian juga cara menggunaka media sosial yang baik dan benar agar bisa mengajak orang pada kebaikan. Hal tersebut sesuai dengan harapan dan tujuan egi, yakni menjadi agent of change yang berdiri di barisan paling depan untuk menggerakkan perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik. Egi bersyukur bisa diterima dan berkontribusi dalam program tersebut. Menurutnya, ini adalah buah dari kerja keras dan keberkahan Tuhan. Ia mengaku bahwa ia tidak banyak berharap. Ia hanya mengisi formulir pendaftaran, ikut seleksi wawancara dan menuggu pengumuman. “Saya menunggu pengumuman cukup lama dan beranggapan bahwa saya tidak lolos. Apalagi sangannya juga banyak dari berbagai negara. Namun ternyata nasib saya cukup baik dan bisa terpilih,” katanya sumringah. Mahasiswa asli Pontianak itu mengatakan bahwa keberhasilannya tak lepas dari dorongan American Corner (Amcor) UMM yang terus memberikan informasi dan tips. Bahkan Amcor juga menyediakan informasi keren lainnya yang bisa didapat dan dicoba oleh ara sivitas akademika yang ada. “Saya beruntung berada di Kampus Putih UMM yang menyediakan banyak kesempatan program internasional. Lewat program-program inilah, para mahasiswa bisa mengambil peran penting dalam mengawali perubahan baik. Baik itu di tingkat regional hingga internasional. Jangan takut untuk mencoba berbagai hal mumpung masih berada di usia mudam” pungkas Egi mengakhiri. (ri/wil)