LPK UMM Selenggrakan Pelatihan Roti Manis dan Roti Sobek

Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Universitas Muhamamdiyah Malang menyelenggarakan pelatihan roti sobek dan yang diikuti oleh 20 peserta. Kelas pertama ini diselenggarakan di UMM bakery serta rekanan DUDI yaitu Rayz Hotel, (06/07/2022). Pelatihan Roti Manis dan Roti Sobek merupakan salah satu produk unggulan LPK Universitas Muhammadiyah Malang (LPK UMM) karena dapat membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memulai usaha roti sendiri. Kursus pelatihan Roti Manis dan Roti Sobek mendukung pengembangan kewirausahaan di masyarakat dan memberikan peluang kreativitas dan peningkatan pendapatan. Selain itu, bisnis pembuatan kue berpotensi menjadi bisnis yang stabil karena permintaan roti cenderung stabil dari waktu ke waktu, meskipun tren pangan berfluktuasi. Hal ini menjadikan baking sebagai salah satu jenis kegiatan yang relatif resisten terhadap perkembangan pasar. Kegiatan kelas pertama ini dibagi menjadi dua kegiatan yaitu kelas teori dan kelas praktek. Mahasiswa peserta kelas ini juga dibekali dengan kegiatan On the Job Learning (OJL) selama 3 hari. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, mahasiswa peserta kelas Pelatihan Roti Manis dan Roti Sobek dapat memiliki keahlian di bidang bakery sehingga dapat membuka peluang pekerjaan. Hal ini juga diharapkan meningkatkan visi kampus yaitu UMM Pasti, Pasti cepat lulus, Pasti Kerja. “Untuk sementara memang target market kami adalah mahasiswa. Kedepannya kami akan menyediakan lebih banyak lagi skema pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan kerja dan masyarakat luas”, ungkap Rahmawati Khadijah Maro, S.Pd., M.P.Ed. selaku Ketua LPK UMM.
Awam akan Merawat Mobil dan Motor? Ini Kiat Mudah Ala Dosen Mesin UMM

Tidak semua pengemudi tahu cara merawat kendaraannya, termasuk para perempuan. Terlebih saat ini, masih banyak stereotip yang mengatakan bahwa “perempuan hanya bisa memakai kendaraan tapi tidak tahu cara merawatnya”. Menanggapi hal ini, Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah M. Irkham Mamungkas, ST., MT. menyampaikan bahwa pemahaman akan merawat kendaraan bermotor adalah hal yang penting. “Saya sering menemui banyak pengendara yang bingung akan cara merawat mesin. Beberapa kali menemui wanita yang kehabisan bensin di jalan, naik motor atau mobil dengan tancap gas lalu tiba-tiba rem mendadak dan lainnya. Hal-hal itu sebenarnya tidak bagus untuk performa mesin,” ujar pria yang akrab dipanggil Irkham tersebut. Meski seseorang tidak banyak tahu tentang seluk beluk kendaraan bermotor, hendaknya hal-hal dasar dalam perawatan harus dimiliki oleh seorang pengemudi. Mulai dari cara menggunakan mesin hingga perawatan berkala, baik untuk mobil maupun sepeda motor. “Mobil dan motor itu perawatannya memang berbeda, tetapi pada dasarnya sama. Misalnya sebelum digunakan, mesin kendaraan perlu dipanaskan terlebih dahulu. Jangan langsung dipakai dan digas saja. Ini hal yang dipel dan mudah namun sering diabaikan,” tambahnya. Selain itu, Irkham juga menyampaikan akan pentingnya mengganti oli dan service secara berkala. Begitupun dengan mengecek tekanan ban. Jika diabaikan, hal ini bisa berakibat fatal, bahkan bisa menjadi penyebab kecelakaan. “Tekanan ban depan dan belakang itu punya angka yang berbeda. Ini penting diperhatikan. Selain karena alasan keamanan dan performance, hal ini dapat menjaga menjaga kualitas velgnya dan bisa memperpanjang umur velg,” jelasnya. Hal yang tak kalah penting dalam memelihara kendaraan bermotor adalah jangan sampai kendaraan tersebut kehabisan bensin. Meskipun tidak merusak keseluruhan mesin kendaraan secara langsung, keteledoran ini membuat performa mobil atau motor semakin berkurang. Di samping itu, jika kendaraan terdengar berisik, hendaknya segera diservis karena dipastikan terjadi kerusakan pada suatu mesin. “Biasanya jika ini terjadi, berarti ada bagian yang harus diganti atau dibersihkan. Kalau ingin kendaraan tahan lama, saat menggunakannya kita juga harus hati-hati, utamanya untuk para pengendara perempuan yang seringkali dianggap tidak memperhatikan mobil atau motornya,” pungkasnya mengakhiri. (nel/wil)
Unik dan Klasik, Safari Kayutangan Garapan Mahasiswa UMM Jadi Pilihan Asyik

Bosan berkeliling pusat Kota Malang menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi saja? Mungkin konsep “Safari Kayutangan” bisa memberikan pengalaman unik. Yakni berkeliling mengitari Kajoetangan mengendarai mobil VW Safari, VW Combi, dan VW Kodok sembari menikmati suasana klasik. Adapun konsep asyik tersebut digagas dan dikembangkan oleh tim mahasiswa Ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka yang tergabung dalam Alea Team juga menggaet komunitas Campervan Malang dan warga sekitar. “Kita membuka trip yang latarnya di keramaian, menyaksikan hiruk pikuk perkotaan dengan harga yang terjangkau. Kami berusaha kasih pengalaman tak terlupakan untuk customer. Kita launching short trip dengan durasi 30 sampai 35 menit mengelilingi Kayutangan. Para penumpang juga diberi kesmepatan untuk berhenti di dua spot foto didampingi dengan fotografernya juga,” jelas Tata, Humas Alea Team. Adapun safari tersebut telah diluncurkan pada 25 Juni lalu di RW 2 Banyu Biru, Kampoeng Heritage Kajoetangan dengan gelaran Camphoria! Yang didukung Kampoeng Heritage Kajoetangan. Di sana, diadakan mini bazar yang menyuguhkan berbagai jajanan dan makanan tradisional seperti cenil, gulo kacang, getuk lindri, dan ontbijtkoek. Tak hanya itu, yang membuat mini bazar ini menarik adalah penggunaan mata uang kreweng untuk semakin melekatkan nuansa tradisional yang diusung. Sebelumnya, Alea team bersama Campervan Malang telah melakukan uji coba beberapa hari. Dari situ, mereka mendapatkan data bahwa ada banyak wisatawan yang berasal dair berbagai daerah. Sebagian besar hanya punya waktu singkat namun menginginkan momen yang berkesan. “Maka dari itu, kami hadirkan unit-unit VW klasik ini yang cocok banget dengan Kayutangan yang juga klasik. Apalagi kalau sore, bangunan-bangunan heritagenya lebih terlihat jelas dan indah. Kalau malam, lampu kota jadi daya tarik tersendiri,” beber Tata. Trip dengan VW Safari ini bisa memuat sebanyak empat orang. Rute tripnya dimulai dari Kayutangan, kemudian ke Jalan Ijen, Stasiun Malang Kota Baru, Balai Kota Malang dan berakhir di Toko Oen Kayutangan. Saat ini, trip ini hanya disediakan pada akhir pekan saja, yakni pada hari Sabtu dan Minggu. Harga paket yang disediakan yakni Rp450 ribu sudah termasuk foto dokumentasi profesional. (wil)