Mata Najwa on Stage hadir di UMM, Putri Ariani Nyanyikan Loneliness

Penggalan lagu loneliness “You break my heart, break my my hope” diputar saat Putri Ariani memasuki panggung Mata Najwa on Stage Malang. Sontak lagu tersebut membuat riuh gemuruh ribuan penonton yang memenuhi Dome Universitas Muhammadiyah Malang, 12 Juli kemarin. Putri Ariani juga melengkapi sederet tamu keren dalam acara yang yang mengusung tema besar “Anak Muda Bisa Apa”. Dalam sesi talk show, Najwa Shihab sebagai pemandu acara langsung melontarkan pertanyaan sesuai tema “Anak muda bisa Apa?” kepada para bintang tamu. Pemilik nama lengkap Ariani Nisma Putri atau yang akrab disapa putri itu menjawab bahwa anak muda bisa melakukan apapun yang disukai dan sesuai passionnya. “Anak muda bisa melakukan apapun yang dia mau tanpa ada paksaan dan batasan. Apalagi kalau mereka mencintai apa yang mereka kerjakan,” ungkap peraih golden buzzer America’s Got Talent itu. Lebih lanjut, penyanyi solo penyandang tunanetra itu mengatakan, keterbatasan bukan jadi batasan untuk melakukan sesuatu. Tidak ada batasan dalam membuahkan karya. Justru, yang menjadi batasan seringkali muncul dari diri sendiri. Sebagai disabilitas, Putri tidak pernah merasa dirinya berbeda dengan orang lain. Hal itu ia buktikan dengan segudang karya, kemampuan, dan prestasi yang ia capai. Acara semakin menarik saat Najwa Shihab memberikan pertanyaan “Bagaimana cara memulainya?.” Karena banyak anak muda saat ini yang masih bingung dan takut untuk memulai. Pertanyaan tersebut langsung di jawab remaja kelahiran 2005 itu dengan singkat dan jelas. “Memulai itu mudah, yang susah itu konsistensi. Tapi menurutku kita pasti bisa, karena sesungguhnya we are able, we are capable and we are equal. Setiap orang mempunyai hak untuk ikut berkontribusi untuk Indonesia dan dunia.  Saya juga tak pernah menyangka mendapatkan apresiasi sebesar ini dari Indonesia dan juga dunia,” tegas Putri. Anak sulung itu juga mendorong anak-anak muda untuk memulai sesuatu dengan hati dan cinta. Menurutnya, banyak penyanyi yang punya suara bagus dan penampilan yang menarik. Tapi jarang yang memiliki ciri khas. Maka, ia memotivasi anak muda lainnya untuk menemukan ciri khas sendiri. “Bikin sesuatu yang berbeda dan membuat orang  langsung tertarik padamu,” tuturnya. Terakhir, penyanyi yang memulai karirnya sebagai pemenang Indonesia’s Got Talent musim kedua itu mengajak para anak muda untuk berhenti insekyur dan mulai bersyukur serta berhenti overthingking. Di akhir talk show, Putri juga sempat menyanyikan lagu loneliness yang menjadi single hitsnya dan menjadi trending di lebih dari 30 negara. Suara emas Putri membuat takjub para penonton dan turut benyanyi bersamanya. (*zak/wil)

Gunakan E-voting, UMM Cetak Pemimpin Bangsa lewat Pemira

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selenggarakan Pemilihan Umum Raya (Pemira) sebagai manifesto dari miniatur negara bagi mahasiswa dilingkungan UMM. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, M.T. Adapun Pemira tersebut diselenggaran pada 12-13 Juli 2023. Menariknya, dalam kegiatan Pemira ini sepenuhnya berbasis teknologi digital dengan metode E-voting. Hal ini juga menjadi salah satu inovasi dalam pemanfaatan teknologi serta mengurangi penggunaan kertas yang dapat menimbulkan limbah. Lebih lanjut, Eki, sapaannya, menjelaskan bahwa dalam prakteknya, pemira ini benar-benar menggadopsi dari pemilihan umum yang diselenggarakan oleh negara. Mulai dari adanya badan pelaksana, badan pengawas, hingga terdapat partai politik yang berpartisipasi dalam mencalonkan delegasi untuk menjadi kandidat pemimpin. “Pemira ini kami desain sedemikian rupa seperti pemilihan umum, ada Komisi Pemilihan Umum Raya Univeritas/Fakultas (KPRU/F) sebagai Tim Pelaksana, ada juga Badan Pengawas Pemilihan Umum Raya Universitas/Fakultas (BPPU/F), ada juga Partai Politik Mahasiswa (Parpolma). Apalagi mengingat pemimpin harus memiliki basis massa yang banyak dan sudah diketahui segala kompetensi dan integritas yang dimiliki,” jelasnya. Selain itu, hirarki organisasi mahasiswa di UMM juga mengadopsi sistem pemerintahan. Terdapat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai penggambaran lembaga eksekutif serta Senat Mahasiswa sebagai lembaga legislasi. Pengadopsian sistem tersebut tidak lain untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa dan menjadi laboratorium khusus dalam mengembangkan skill kepemimpinan. Termasuk membuat program-program yang membawa perubahan progresif yang nyata. Nantinya, penerapan pemira dengan model itu bisa mendorong mahasiswa untuk terjun di dunia kepemimpinan. Utamanya untuk memajukan bangsa dan memahami segala dinamika yang ada di demokrasi. “Ini menjadi wadah khusus bagi mahasiswa, UMM sudah mendesain sedemikian rupa menyiapkan kader-kader berkualitas untuk menjadi pemimpin-pemimpin bangsa. Kampus Putih juga sudah mencetak tokoh-tokoh bangsa yang sangat berpengaruh,” ungkapnya. Terakhir, dia berpesan kepada seluruh mahasiswa serta para legasi yang diusung untuk tetap menjunjung tinggi demokrasi dalam pemilihan umum raya ini. Mengedepankan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. “Pemira ini harus dilaksanakan dengan bijak. Dengan begitu para calon yang maju bisa memaksimalkan wadah ini untuk meningkatkan skill leadership,” pesannya. (*faq/wil)