70 Atlet Terbaik UMM Siap Perebutkan Juara di Pomprov Jatim

Universitas Muhammadiya Malang (UMM) optimis jadi raih juara berbagai cabang pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi Jawa Timur II (Pomprov) Jawa Timur yang diselenggarakan di Jember pada 15-22 Juli. Maka dari itu, Kampus Putih mengirimkan puluhan atlet terbaiknya, mulai dari cabang olahraga fisik hingga E-sport Melepas para atlet, Wakil Rektor III UMM Dr. Nur Subeki, M.T. menjelaskan, para mahasiswa yang menjadi wakil Kampus Putih harus menampilkan yang terbaik. Selain itu juga mampu membentuk mental juara serta merasakan atmosfer pertandingan di tingkat yang lebih tinggi. Menurutnya, terkadang instansi pendidikan sering lupa bahwa sejatinya bakat-bakat anak muda itu tidak hanya di bidang akademik saja. Ada sebagian pemuda yang memang memiliki potensi di bidang non akademik. Hal ini pula yang menjadi perhatian khusus UMM untuk tetap berkomitmen dalam memberikan wadah terbaik bagi anak-anak muda. “Ini merupakan panggung teman-teman untuk unjuk skill dalam tingkat provinsi. Nantinya kita juga harus berusaha keras agar bisa melanjtukan kiprah di tingkat nasional hingga internasional. Kami selalu sadar bahwa bakat-bakat saudara sekalian ini harus dipupuk dan diberikan wadah yang bagus” jelasnya. Terakhir, ia berharap delegasi atlet UMM bisa menampilkan performa terbaiknya. Selama tampil dengan maksimal, prestasi dan juara akan selalu mengikuti. “Jangan malu dan ragu untuk menampilkan bakat dan potensi saudara. Apalagi Pomprov adalah kompetisi yang menarik dan kompetitig,” tegasnya. Adapun UMM mengirimkan lebih dari 70 atlet yang terdiri dari cabang olahraga futsal, karate, hingga cabang E-sport. Salah satu atlet yang berangkat, Jihan Prashanti dari cabang karate menyampaikan, banyak persiapan ketat yang sudah ia lakukan. Ia bahkan harus menambah porsi latihan setiap malam dalma satu minggu penuh. “Saya sudah mempersiapkan banyak hal dengan matang. Saya sudah siap untuk bertanding dan memperebutkan juara. Mental, fisik, dan strategi sudah saya siapkan dari jauh-jauh hari,” katanya. Ia berpesan pada atlet-atlet UMM lain untuk tetap konsisten dalma berlatih dan selalu memberikan usaha yang maksimal. “Proses itu tidak mudah dan harus ada konsistensi. Untuk menggapai prestasi tentu ada sebuah pengorbanan. Maka dari itu, tetap teguh dan berjuang untuk mengharumkan nama UMM di level manapun, dalam hal ini adalah Pomprov Jatim 2023,” pungkasnya. (Faq/Wil)

Alat Pengukur Udara hingga Smart Garden, Ini Berbagai Inovasi Karya Mahasiswa Elektro UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa mewadahi dan mendorong mahasiswanya untuk mengembangkan ide dan inovasi. Salah satunya yang dilakukan oleh Prodi Teknik Elektro UMM dengan melangsungkan Capstone Design Expo yang menyajikan puluhan inovasi teknologi karya mahasiswa. Agenda yang dilaknsakan pada 15 Juli lalu ini menarik banyak animo sivitas akademika lain dan memberikan inspirasi baru. Salah satu inovasi yang menarik adalah alat pengukur kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT). Alat garapan Taris dan tim itu mampu mengukur kualitas udara secara realtime. Alat ini sudah diuji coba di beberapa daerah Malang, salah satunya Sigura-gura. Selain itu, ada juga pakan ayam otomatis yang bisa digunakan dari jarak jauh menggunakan telepon genggam atau website. Bahkan alat ini juga bisa memberikan pakan ayam sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Ada juga belasan penemuan lain seperti smart garden dan lainnya. Terkait expo tersebut, Ketua Prodi Teknik Elektro UMM Khusnul Hidayat, M.T. mengatakan, desain proyek membantu para mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Inovasi yang dibuat bisa dilanjutkan dan dituangkan dalam bentuk skripsi, sehingga para mahasiswa tidak mengerjakan dua hal yang berbeda dan menyulitkan. “Pengembangan inovasi teknologi ini sekaligus membuat saudara-saudara bisa langsung belajar bagaimana mendesain sebuah proyek engineering. Selain itu juga mendorong program kelulusan tepat waktu (KTW),” tambahnya. Hidayat menambahkan bahwa salah satu faktor terbesar yang membuat mahasiswa elektro lulus tepat waktu adalah Center of Excellence (CoE). Menurutnya, CoE memberikan banyak manfaat, mulai dari peningkatan skill yang signifikan dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan industri, hingga mempercepat proses tugas akhir para mahasiswa. Apalagi mahasiswa juga dituntut untuk magang kerja di berbagia mitra. Bukan hanya satu bulan, namun empat hingga enam bulan. Sehingga mereka bisa benar-benar mendapatkan pengalaman dan ilmu yang mendalam terkait bidangnya. Hal itu akan berakibat pada kualitas dan kemudahan dalam bersaing di dunia kerja nanti. “Capstone design expo juga menjadi cara teknik elektro UMM untuk memenuhi syarat akreditasi. Baik itu yang berada dilevel nasional atau bahkan internasional seperti Indonesia Accreditation Board for Engineering Education (IABEE),” pungkasnya. (Wil)