Dosen UMM Jelaskan Pentingnya Matematika untuk Manusia

Matematika tidak hanya memiliki peran penting dalam dunia akademik dan profesional, tetapi juga di setiap aspek kehidupan. Pandangan ini memberikan pandangan baru. Meski dinilai sulit dan rumit, keberadaan matematika juga memberikan manfaat yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu ditegaskan Dosen Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang, Dwi Reni Susanti, M.Pd. Menurutnya, relevansi matematika tidak terbatas pada situasi formal, tetapi juga meluas ke berbagai aspek kehidupan yang mungkin tidak disadari. “Matematika memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan dalam mengembangkan kreativitas. Bahkan, dalam hal sepele seperti membuat secangkir kopi di pagi hari, terdapat takaran dan kombinasi yang harus dipertimbangkan secara matematis,” jelasnya. Pemahaman matematika secara dasar memiliki peran sentral dalam keterampilan memecahkan masalah sehari-hari. Kemampuan untuk berpikir kreatif, teliti, dan sistematis dalam mencari solusi.  Misalnya saja teori Polya dalam matematika yang memberikan tahapan dalam memecahkan suatu masalah. Mulai dari pemahaman masalah, penyusunan rencana penyelesaian, pelaksanaan rencana, dan pengecekan kembali. Reni juga menyampaikan, salah satu ilmu dasar yang penting dipahami dalam matematika adalah aljabar. Yakni sebagai cabang matematika yang memanipulasi simbol-simbol matematika. Pemahaman aljabar memungkinkan individu untuk mengatasi masalah keuangan dengan merumuskan persamaan matematika yang relevan. “Dalam dunia bisnis, aljabar membantu merumuskan hubungan antara variabel seperti permintaan dan harga produk,” katanya mencontohkan. Matematika juga sangat krusial dalam dunia programming. Ilmu logika yang diterapkan dalam algoritma menjadi dasar dan pondasi untuk memahami bahasa pemrograman. Penguasaan matematika yang baik tentu membantu seseorang dalam memahami logika pemrograman, merancang algoritma yang efisien, dan memecahkan masalah dalam pengembangan perangkat lunak. “Dengan begitu, akan muncul aplikasi, perangkat lunak, dan inovasi teknologi yang baik pula,” tegasnya. Matematika juga diyakini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis. Sisi positifnya adalah memiliki kemampuan untuk menganalisis masalah dengan mendalam, mengidentifikasi pola-pola yang relevan, dan mengembangkan solusi yang logis dan terukur. “Dengan matematika, seseorang dapat mengambil keputusan yang lebih rasional. Mampu melihat berbagai sudut pandang dan mengevaluasi implikasi dari setiap langkah yang diambil,” tutup Reni. (Lai/Wil)

Tingkatkan Kualitas Guru, 385 Peserta PPG UMM Ikuti Kursus Pembina Pramuka

Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dan membangun sebuah negara. Hal itu ditegaskan Dr. Trisakti Handayani, M.M. dalam apel pembuka Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Lanjut (KML), 8 Agustus lalu. Ada lebih 385 peserta kursus dari berbagai daerah yang juga merupakan mahasiswa program profesi guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Trisakti yang juga Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM melanjutkan, guru memiliki peran penting untuk mencetak generasi masa depan yang unggul. Maka dari itu, kualitas guru harus diperhatikan dan senantiasa ditingkatkan. Sehingga anak-anak didik didampingi dan mampu meraih potensi terbaik yang dimiliki. “Saudara adalah calon guru-guru profesional yang diharapkan mampu melahirkan generasi yang apik dan cakap. Selain bekal keilmuan, saudara juga harus memiliki kepribadian yang tangguh dan pantang menyerah. Maka, kursus pembina pramuka ini menjadi wadah yang tepat untuk mengembangkan skill-skill terkait,” tambahnya. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat mendorong mahasiswa PPG menjadi pribadi yang tekun, rela berkorban, suka menolong sesama, dan teladan bagi orang lain. Semua itu akan bermuara pada meningkatnya kualitas pendidik dan berkontribusi pada upaya menjadikan Indonesia jaya. “Dalam program ini, saudara akan dibentuk agar bisa menghadapi tantangan global. Melalui KMD dan KML ini, upaya pembentukan karakter akan berhasil. Semoga saudara bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” tutur Trisakti. Selama tiga hari dua malam, para peserta tidak hanya diberi materi, namun juga diajari bagaimana menjadi pembina yang kompeten. Ada berbagai permainan dan agenda yang melatih mental mereka. Salah satu peserta, Nurul Himmatul menilai, serangkaian program yang diikuti sangat seru. Kemasan yang disajikan oleh PPG UMM juga menarik dan membuat mereka bersemnagat untuk turut serta. “Jujur saja, saya terakhir kali ikut kemah pramuka saat SMA. Hingga akhirnya bisa kembali berkemah bersama teman-teman. Bedanya, dulu kami dilatih sebagai peserta. Namun sekarang kami dilatih untuk menjadi pembina bagi anak-anak didik,” katanya. Nurul juga senang bisa saling bantu membangun puluhan tenda dan menghabiskan waktu bersama  teman-teman peserta lain. Menurutnya, ada banyak pengalaman yang bisa diperoleh berkat diskusi dengan calon guru lainnya. Ditambah lagi dengan games serta tantangan yang diberikan oleh para pelatih pramuka, sehingga menambah wawasan mereka tentang pramuka. (Wil)