UMM Juara Nasional Bikin Business Plan Platform Edukasi

Kabar prestasi kembali diraih Sherpa Academy yang diciptakan oleh mahasiswa UMM. Setelah berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Kemendikbud-Ristek RI. Sherpa Academy berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi business plan tingkat Nasional. Kompetisi yang bertajuk Expo Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa itu diselenggarakan oleh Universitas Ahmad Dahlan pada tanggal akhir Juli 2023 lalu. Samsul Huda yang akrab dipanggil Samsul mengatakan, keikutsertaannya dalam kompetisi ini bertujuan untuk menarik banyak perhatian dan meningkatkan brand awareness Sherpa Academy. Karena kompetisis ini bersifat individu, dirinya dipilih untuk menjadi perwakilan tim untuk mempresentasikan Sherpa Academy yang dituang dalam bentuk business plan. “Alhamdulillah senang karena berhasil menorehkan prestasi untuk diri saya sendiri dan juga bagi tim serta untuk kampus putih UMM. Ini merupakan sebuah awal baru bagi saya untuk terus meningkatkan kualitas diri terutama dalam bidang bisnis dan entrepreneurship,” ungkap Samsul. Lebih lanjut, mahasiswa program studi Manajemen itu menjelaskan Sherpa Academy merupakan lembaga atau platform yang menyediakan layanan mentorship persiapan beasiswa yang berfokus pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Sherpa Academy memiliki visi untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia melalui pembekalan komprehensif yang mencakup pengetahuan, keterampilan teknis, dan pembentukan karakter (character building). “Sherpa Academy berkomitmen untuk membuka jalan bagi pejuang beasiswa dalam meraih impian mereka. Platform ini hadir sebagai sebuah jawaban dan solusi bagi mereka yang masih bingung mempersiapkan beasiswa,” jelas Samsul. Mahasiswa yang memiliki hobi membaca itu menambahkan, Sherpa Academy memiliki konsep sebagai lembaga edutech. Dalam pembelajarannya, platform itu erat dengan penggunaan teknologi. Misalnya saja, kelas mentoring yang dilaksanakan melalui zoom meeting , tools slido, dan padlet sebagai bagian dari kurikulum pembelajaran yang diberikan. “Tidak banyak kendala atau masalah yang dihadapi selama persiapan maupun pada saat lomba. Mungkin lebih ke teknis dalam persiapan expo. Saya juga mendapat dukungan penuh dari tim, dosen pembimbing dan juga fakultas di kompetisi ini,” terang Samsul. Terakhir, Pemuda asal Trenggalek itu berharap dari kemenangan ini dapat meningkatkan skillnya. meraih prestasi-prestasi lain, utamanya di ranah bisnis dan entrepreneurship. Ia juga berpesan bagi mahasiswa lainnya untuk terus belajar untuk meningkatkan kemampuan diri serta tidak takut dalam mencoba sesuatu. “Jadilah mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan ataupun perlombaan. Percayalah hasil yang akan kamu dapatkan akan menjadi suatu prestasi dan kebanggaan bagi diri sendiri, orang tua dan juga kampus putih UMM,” pungkasnya. (Zak)
UMM Kukuhkan Guru Besar Bidang Self Recovery

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah guru besar baru. Kali ini adalah Prof. Latipun, Ph.D. yang menjadi guru besar bidang psikologi. Ia dikukuhkan pada 9 Agustus lalu dan menyampaikan orasi Ilmiah terkait konseling dan terapi berorientasi pada kemampuan self-recovery. Ini juga menjadi strategi implementasi sustainable development goals (SDGs) dalam bidang kemanusiaan. Berdasarkan penelitiannya, Latipun menerangkan, pada hakekatnya setiap manusia berkemauan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Prinsip ini bisa juga dikembangkan dalam praktik konseling dan terapi. Meski melibatkan pihak lain dalam menyelesaikan masalah, namun konseling dan terapi sepatutnya mengembalikannya pada klien. Dengan begitu, klien bisa mengatasi problem dan mengembangkannya di kemudian hari. “Itulah yang disebut dengan sel-recovery, yakni usaha individu untuk menangani, memulihkan, atau mengembalikan kondisi dirinya ke dalam kondisi yang normal dan optimal. Meski begitu, bantual awal dari kalangan profesional dan orang-orang di sekitarnya tetap diperlukan untuk meningkatkan kemauan individu untuk menyelesaikannya sendiri,” jelasnya. Adapun konseling dan terapi berorientasi pada self-recovery mengikuti empat prinsip utama. Pertama, menekankan keterlibatan diri dalam menghadapi tantangan kehidupannya. Kedua, mengandalkan kekuatan internal klien ketimbang kekuatan luar. Tiga, mengutamakan proses individu untuk eksplorasi diri, belajar dari pengalaman, serta peningkatan keterampilan koping. Terakhir, setiap individu bertanggung jawab menyelesaikan masalah sendiri dan mampu berkembang optimal. Terkait hubungannya dengan SDGs, Latipun mnejelaskan bahwa konseling memiliki relevansi dengan SDGs, terutama pada bidang kemanusiaan. Secara umum, tujuan konseling adalah menghasilkan pribadi yang matang dan sehat secara mental. Hal ini sejalan dengan rumusan SDGs yang menjamin kehidupan sehat serta mendorong kesejahteraan bagi semua kalangan dan usia. “Strategi konseling berbasis pada self-recovery ini sangat sesuai dengan tujuan yang dirumuskan PBB terkait SDGs. Kesehatan secara mental dan kemampuan individu self-recovery dalam menghadapi berbagai masalahnya adalah strategi yang urgen,” tegasnya. Pada kesempatan itu, turut hadir secara daring Menteri Koordinator PMK RI sekaligus ketua Badan Pembina Harian UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. Ia menegaskan bahwa menjadi guru besar adalah cita-cita yang harus dimiliki oleh setiap dosen. Hal ini merupakan capaian yang luar biasa, maka ia tidak memberikan selamat kepada Latipun yang telah melewati perjalanan akademik. Lebih lanjut, Muhadjir mengatakan, psikologi adalah bidang yang tidak mudah tergantikan, sekalipun oleh AI. Para pakar psikologi akan selalu dibutuhkan dalam dinamika kehidupan. Psikologi juga memiliki hubungan dengan upaya SDGs, misalnya saja tujuan program kesehatan dan kesejateraan. “DI era sebelumnya, kita tahu bahwa kesehatan mental tidak dianggap begitu penting dibandingkan dengan kesehatan fisik. Namun sekarang, pemahaman itu bergeser. Muncul kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental,” pungkasnya mengakhiri. (Wil)