Bioskop Keliling UMM Hibur Warga Kejapanan Pasuruan

Mobil Bioskop Keliling (Bioling) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengaspal. Kali ini mereka hadir di Desa Kejapanan, Pasuruan pada 24 Agustus lalu. Banyak warga yang datang karena penasaran akan acara yang diprakarsai kampus putih. terhitung ada ratusan yang datang dan turut serta. Tidak hanya memberikan tontonan, tapi juga menyediakan beragam doorprize menarik. Kedatangan UMM ini juga hasil kerjasama dengan Paravan Cinema Pasuruan. Dalam nonton bareng film itu, ada enam film ringan nan edukatif yang ditampilkan. Keenamnya mampu memicu gelak tawa masyarakat. Apalagi beberapa di antaranya juga dialami oleh sebagian warga. Turut datang dan meramaikan, Kepala Desa Kejapanan Randi Saputra mengapresiasi upaya Kampus Putih untuk menghibur para warga. Menurutnya, momen berkumpul bersama dapat menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi. Ia juga ingat, beberapa tahun lalu Bioling juga sempat datang ke tempatnya pada 2021 lalu. “Dengan berkumpul seperti ini, saya yakin warga bisa saling kenal dan saling sapa. Memperkuat persaudaraan dan mampu bahu-membahu membangun lingkungan. Dalam hal ini yakni lingkup desa Kejapanan,” tegas Randi menambahkan. Ia yang juga pernah menimba ilmu di Malang itu juga menilai, UMM selalu konsisten melakukan pengabdian kepada masyarakat. Mulai dari pelatihan, workshop, pengembangan desa wisata, dan lain sebagainya. Selain itu juga program seperti Bioling ini yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Sementara itu, salah satu warga, Kholida mengaku antusias dengan adanya Bioling UMM. Bukan hanya karena filmnya saja, tapi juga rangkaian kegiatan yang mampu menghidupkan animo warga. Ia yang kebetulan mendapatkan doorprize kaos juga sukses menjawab pertanyaan-pertanyaan dan games seru. “Acaranya seru dan ramai. Apalagi ada hadiah menarik di sela-sela penayangan film. Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan. Tidak hanya di sini saja, tapi juga mungkin di kota dan kabupaten-kabupaten lain,” kata Kholida. Hal serupa juga disampaikan salah satu anak-anak bernama Naufal. Ia bahkan berlomba-lomba maju dan menjawab pertanyaan lucu demi mendapatkan doorprize yang disediakan. “Seru banget. Teman-teman saya juga senang bsia nonton film lucu-lucu. Hadiahnya banyak, kakak-kakanya juga baik,” pungkasnya. (Faq/Wil)

UMM Dilirik Perusahaan Belanda Novo Kembangkan Aplikasi Ngaji.AI

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jajaki kerjasama dengan perusahaan IT asal Belanda, Novo. Diskusi antara keduanya juga sudah dilaksanakan pada 23 Agustus lalu. Sebelumnya, Novo juga telah bekerjasama dengan Prodi Teknik Informatika UMM dalam mengerjakan proyek Ngaji.AI yakni aplikasi belajar ngaji untuk anak-anak. Turut hadir perwakilan dari program Kedaireka Dikti. Direktur Operasional (COO) PT. Novo Indonesia Maria Vanessa mengatakan, pertemuan tersebut juga membahas tentang penyempurnaan aplikasi Ngaji.AI. Nantinya, kerjasama ini akan menyasar aspek pada pengumpulan dataset rekaman guru mengaji dan pengembangan modul belajar. Dengan begitu, anak-anak bisa lebih mudah menggunakannya. “Adapula perbaikan di fitur pelatihan vokal yang lebih akurat untuk memberikan masukan bagi pengguna. Rencana kami yakni membuat aplikasi yang dapat menunjukkan kesalahan pengguna ketika belajar menggunakan aplikasi. Maka peran dataset dalma aplikasi ini sangatlah krusial,” tambahnya. Vanessa melanjutkan, pengumpulan data yang diprakarsai UMM ini nantinya bisa juga dipromosikan ke masyarakat. Apalagi, jika nantinya Ngaji.AI digunakan untuk pembelajaran tingkat lanjut di area universitas. Ia berharap, kerjasama yang dijalin bisa menjadi awal yang baik. Utamanya terkait impkementasi aplikasi di tingkat universitas dan juga masyarakat umum. Sehingga, pembelajaran Al-Quran bisa lebih terarah dan terintegrasi dengan baik. Novo juga ingin agar nantinya Ngaji.Ai bsia digunakan di berbagai lini. Misalnya saja dalam pembelajaran Al-islam dan Kemuhammadiyaan (AIK) Kampus Putih. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. mengapresiasi langkah kolaborasi yang sudah dilakukan Novo dan prodi teknik informatika UMM. Menurutnya, gagasan seperti ini memang harus lahir sebagai wujud solusi permasalah yang terjadi di masyarakat. Semua hal memang harus mengikut perkembangan zaman, karena jika tidak, akan menyulitkan. “Aplikasi ini menadi terobosan bagus. Apalagi anak-anak zaman sekarang tentu sudah mengerti cara menggunakan gawai. Mereka akan mendapatkan kemudahan untuk belajar mengaji Alquran. Tinggal bagaimana nanti implementasinya,” pungkasnya mengakhiri. (Tri/Wil)