Dokter UMM: Bukan Hanya Makanan, Stres juga Bisa Sebabkan Maag Akut

Maag atau gastritis adalah peradangan dari dinding-dinding bagian dalam lambung. Berdasarkan waktunya, gastritis diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu gastritis akut dan gastritis kronis. Maag akut yang dibiarkan terus-menerus dan tidak di tangani dengan baik akan berubah menjadi maag kronis. dr. Fatimah Masyhur selaku dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengatakan bahwa gastritis ini bukanlah penyakit, melainkan kumpulan dari gejala. Disebut sebagai gejala, sebab terdapat proses peradangan di lambung. Masyarakat umumnya mengalami maag akut yang gejalanya masih terbilang ringan. Maag akut ini tidak akan menyebabkan kematian. Bahkan biasanya sangat jarang terjadi komplikasi atau penyakit yang lebih berat. “Karena ini bukanlah penyakit, saat gejalanya sudah hilang, ya sudah kondisinya membaik. Mungkin gejalanya akan muncul lagi beberapa kali. Namun jika bisa melakukan tata laksana dengan baik, otomatis akan muncul pada jangka waktu yang lama atau bahkan tidak muncul sama sekali,” jelasnya. Tata laksana awal yang dapat dilakukan penderita maag sebelum menemui dokter ialah mengonsumsi obat-obat golongan antasida. Di mana obat golongan tersebut akan menyerap kelebihan asam lambung. Selanjutnya segera periksakan ke dokter, untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik. Fatimah juga mengatakan bahwa pola hidup dan tingkat stress, menjadi penyebab terbanyak maag akut terjadi di masyarakat. Pola hidup yang dimaksud seperti mengonsumsi makanan dengan minyak berlebih, makanan asam, makanan pedas yang berlebih, dan makanan dengan kadar pengawet berlebih. Begitupun dengan garam yang berlebih, merokok, kondisi medis yang tidak bisa dihindari, serta penggunaan zat-zat berbahaya dalam konsumsi makanan. “Selain mengatur pola makan, kita juga harus mengendalikan tingkat stres. Yakni dengan cara rajin berolahraga, istirahat yang cukup serta hindari konsumsi obat tanpa resep dokter. Terutama obat anti inflamasi non-steroid maupun steroid,” tambahnya. Fatimah pun memberikan beberapa tips untuk mencegah terjadinya maag akut. Pertama, selalu ingat untuk mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Kemudian menghindari untuk mengonsumsi makanan pedas, kecut, berminyak dan lemak berlebih. Terutama saat kondisi tubuh sedang tidak baik. “Misalnya saat memiliki banyak aktivitas yang padat, istirahat yang kurang, atau makan tidak teratur. Jangan sembarangan mengonsumsi makanan. Kurangi juga konsumsi kafein, alkohol dan rokok,” pesannya mengakhiri. (Dev/Wil)
Sukses di Bondowoso dan Bali, Kini UMM Gaet Pemda Nganjuk Jalankan Pertanian Organik

Tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggaet pemerintah daerah untuk pengmbangan pertanian organik. Kali ini, mereka bekerjasama dengan pemerintah daerah Nganjuk untuk mengembangkan sistem pertanian bawang organik. Kerjasama tersebut telah diawali dengan penanaman di demonstration plot (demplot) pada 11 September lalu di Desa Sukorejo, Rejoso, Nganjuk. Kegiatan ini juga menjadi salah satu program Profesor Pengerak Ekonomi Masyarakat yang terus dijalankan oleh UMM. Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kab. Nganjuk, Muslim Harsoyo dan sederet perwakilan Kampus Putih dalam penanaman perdana tersebut. Ketua tim Prof. Dr. Ir. Indah Prihantini, M.P. menjelaskan, kegiatan ini merupakan implementasi dari program Matching Fund Kedaireka yang dilaksanakan di 2023. Beberapa kegiatan yang sudah dan sedang dilakikan adalah penyluhan pertanian organik, penggunaan pupuk cari organik dan lainnya. “Tim kami juga sudah mendampingi 20 petani bawang merah untuk mengelola dan menjalankan pertanian organik. Jadi ini kerjasama yang strategis karena menggandeng beberapa pihak seperti pemda, dinas pertanian, koperasi serta para petani,” tambahnya. Adapun lahan awal yang akan digarap seluas 5 hektar. Penanaman bawang organik tersebut akan diberi pupuk yang telah Indah kembangkan, yakni Rebost. Ia berharap, para petani bisa belajar dan akhirnya beralih ke pertanian ramah lingkungan. Sebelumnya, ia dan tim juga sudah sukses menjalankan pertanian organik di Bondowoso dna memberikan hasil yang maksimal dan menggembirakan bagi petani. “Sebenarnya, program yang di Nganjuk ini mirip dengan yang sudah terlaksana di Bondowoso sejak 2017 lalu. Bedanya, jika di Bondowoso fokusnya pada padi sementara di Nganjuk kami fokus pada pertanian bawang. Semoga program ini bisa berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat di tahun pertama ini,” kata Indah. Di sisi lain, Kadinas Pertanian Muslim Harsoyo menyambut gembira kerjasama ini. Ia juga berharap pertanian organik ini bisa memberikan hasil yang sehat, bagus, dan menguntungkan. Apalagi dengan adanya peraturan menteri yang mengurangi jenis dan jumlah komoditas pupuk bersubsidi. Maka menurutnya, pupuk organik menjadi salah satu solusi yang bisa digunakan. Muslim mengatakan bahwa penggunaan pupuk kimia juga memberikan dampak negatif, baik bagi petani maupun produktivitas tanah. Seiring waktu, par apetani mau tidak mau harus menambah biaya untuk melanjutkan aktivitas pertanian. “Semoga kolaborasi ini bisa memberikan hal baik bagi semua pihak, terutama untuk para petani,” tegasnya mengakhiri. (Tri/Wil)