Bioling Turun ke Gresik, UMM Jadi Pembina Sekolah

Mobil Bioskop Keliling (Bioling) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ramaikan Fantastic Day di Gresik, 6-7 Oktober ini. Acara yang dilaksanakan oleh SMA Muhammadiyah 3 Bungah (SMADIGA) ini juga turut diikuti oleh puluhan siswa SMP, para alumni, hingga warga sekitar. Selain menyajikan film edukatif, Bioling UMM juga memberikan beragam doorprize bagi para peserta. Kedatangan bioling diapresiasi oleh kepala sekolah SMADIGA Mufrikha, S.Pd. MM. Menurutnya, hal itu meningkatkan antusiasme peserta dan penyelenggara karena keunikan bioling. Apalagi ada sederet film yang disajikan dan membuat penonton senang. Selain itu, Mufrikha juga bersyukur karena UMM ambil bagian untuk memberikan pembinaan khusus untuk sekolahnya. Utamanya dalam pengembangan lanjutan bagi SMADIGA. “Kami siap untuk memberikan yang terbaik dan siap diarahkan untuk kemajuan sekolah. Program-program seperti Fantastic Day yang kami lakukakan ini juga tak lepas dari binaan dan dukungan dari UMM. Semoga apa yang kita lakukan bersama memberikan manfaat yang baik,” katanya menjelaskan. Di sisi lain, UMM memang memiliki komitmen penuh dalam pengembangan sekolah-sekolahdi seluruh Indonesia, termasuk sekolah Muhammadiyah. Salah satu yang sedang dikembangkan yakni SMADIGA. Hal itu ditegaskan Faizin, M.Pd. selaku koordinator program sekolah binaan UMM. Menurutnya, ini merupakan manfesto nyata UMM dalam keikutsertaan pengembangan pendidikan. Faizin optimis, pengembangan ini memberikan banyak keuntungan bagi siswa atau calon siswa yang akan bersekolah di SMADIGA. Misalnya saja beragam event dan program unggulan yang akan digagas bersama UMM dalam upaya meningkatkan segala potensi yang dimiliki oleh sekolah dan siswa. Sehingga para lulusan juga bisa terampil serta unggul dalam banyak sektor. “Kami siapkan berbagai event penunjang untuk peningkatan sekolah, baik dari manajemen sekolah maupun pengoptimalan bakat siswa. Kami juga sediakan hal-hal menarik seperti salah satunya dengan bioling ini untuk turut meramaikan sekolah serta kegitatan-kegiatan rutin untuk meningkatkan mutu dan tidak lain mewujudkan SMADIGA yang unggul,” jelasnya. Kedatangan UMM juga disambut baik oleh para siswa. Salah satu siswa SMADIGA Nadine Roosmita Hajir mengaku sangat senang akan kehadiran biskop keliling dari UMM. Dia merasa enjoy dengan berbagai film yang ditayangan serta mendapat pengalaman baru dan ilmu menarik dari film yang ditayangkan. “film nya sangat edukatif, saya dan teman-teman sangat senang dan antusias. Apalagi ada sederet doorprize yang disediakan. Pagi sebelumnya, kami juga mendapatkan tiga kelas coaching clinic yang belum pernah kami dapatkan. Seperti kelas bikin pupuk, jurnlasitik cilik, dan lain sebagainya. Ini juga pengalaman pertama kami menonton film layar lebar di ruang terbuka,” ungkapnya. (Faq/Wil)

HI UMM Gaet 9 Pemda, Branding Kota Berstandar Internasional

Sebanyak 32 mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM) yang tergabung di program Center of Excellence (CoE) Kelas Profesional Paradiplomasi diterjunkan ke 9 kota dan kabupaten di Indonesia. Mereka akan turut serta pemagangan selama empat bulan periode September-Desember 2023. Para peserta bertugas membranding kota-kota terkait agar bisa mencapai standar internasional. Hafid Adim Pradana, koordinator CoE Paradiplomasi, mengatakan bahwa para mahasiswa akan dikirim ke sederet pemda. Seperti misalnya Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Probolinggo, dan Malang. Begitupun juga dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Dinas Pariwisata Kota Batu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang. Sebelum terjun, para peserta juga dibekali dengan pemahaman dan pelatihan. Utamanya terkait peranan diplomasi substate actor, regulasi dan undang-undang, dan manajemen kerjasama luar negeri untuk pemerintah daerah. Selain itu juga skill untuk inventarisir potensi daerah dalma kaitannya untuk branding kota berstandar internasional. Sementara itu, salah satu mahasiswa yang bertugas di Surabaya, Hilal Wahid mengaku senang dan tertantang. Apalagi selama bertugas di sana, ia dan rekan-rekannya menjadi jembatan anatara Kota Surabaya dengan sederet kota di luar negeri. “terbaru, kami juga sudah sering berkoordinasi perihal agenda sister city bersama dengan Kota Kitakyushu, Jepang,” katanya menjelaskan. Dalam kemitraan itu, ia dan tim fokus pada branding Kota Surabaya menjadi kota berstandar internasional melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM), transfer teknologi, optimalisasi pariwisata, hingga pertukaran pelajar. “Kami juga ikut mengatur strategi pengembangan kerja sama Kota Surabaya dengan kota-kota mancanegara lainnya, termasuk strategi media sosial,” pungkas Hilal. Adapun melalui program CoE Paradiplomasi ini, diharapkan mahasiswa HI UMM dapat berkontribusi aktif dalam implementasi Permendagri No. 25 Tahun 2020 tentang Tata Cara Kerja Sama Daerah dengan Pemerintah Daerah di Luar Negeri dan Kerja Sama Daerah dengan Lembaga di Luar Negeri. Sehingga, setelah lulus nanti para mahasiswa dapat menjadi diplomat muda yang berdaya saing internasional, namun tetap strategis bagi pengembangan daerah. (*/Wil)