Bahas Efek Tidur untuk Pasien Paru, Mahasiswa UMM Juara Lomba Nasional

Adalah Gendhis Endtrinasari Almira Dewanty, mahasiswi Program Studi (Prodi) Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berhasil meraih juara 2 dalam kejuaraan nasional Fisio Olympics pada cabang lomba esai. Kejuaraan tersebut diselenggarakan oleh Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta beberapa waktu lalu. Dia berhasil mengalahkan ratusan peserta dari berbagai universitas yang ada di penjuru Indonesia. Mahasiswa yang memiliki hobi membaca jurnal itu menjelaskan, isu yang ia angkat dalam esainya mengenai kualitas hidup pada pasien dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Di dalamnya, ia membahas “Tidur yang Penting atau yang Penting Tidur?”. Hal terebut seringkali dilupakan oleh pasien PPOK untuk menyongsong hidup berkualitas saat menua. Seseorang yang terjangkit PPOK akan mengalami beberapa gangguan tambahan di luar gejala utamanya yaitu batuk. Gangguan tambahan ini seperti depresi, tanda-tanda vital yang tidak stabil, dan masih banyak lagi. Namun, terdapat satu gangguan berupa gangguan tidur yang seringkali terlupakan untuk dirawat tenaga kesehatan, karena menganggap gangguan tidur adalah hal yang sepele. “Padahal, dalam meningkatkan kualitas hidup, manusia perlu tidur yang cukup. Oleh karena itu saya mengangkat esai ini agar orang-orang sadar akan pentingnya tidur dalam meningkatkan kualitas hidup pasien PPOK,” Jelasnya. Lebih lanjut, dia juga menyampaikan bahwa nantinya output dalam esai tersebut yakni melakukan pengembangan ke tahap penelitian. Utamanya untuk mengetahui bagaimana menciptakan kualitas tidur yang terbaik bagi penderita PPOK. Sekaligus sebagai anjuran agar tidak meremehkan impak dari kualitas tidur terhadap peningkatan kualitas hidup. Gendhis juga berterimakasih kepada UMM yang telah memberikan dukungan penuh kepadanya. Baik dari segi fasilitas atau bimbingan yang membuatnya mendapatkan ide dan bahasan yang lebih baik. “Banyak sekali dukungan dari UMM, terutama terkait diskusi-diskusi dari para dosen yang memiliki kompetensi tinggi. Mereka membimbing, mengarahkan, sekaligus menjadi fasilitator bagi saya dalam mengikuti berbagai kejuaraan,” imbuhnya Terakhir, dia berpesan kepada para anak muda dan mahasiswa untuk terus berusaha untuk breprestasi di berbagai kancah kompteisi. Dengan begitu mereka bisa mengharumkan nama diri sendiri, membanggakan orang tua, dan juga kampus. “Kita harus sadar diri bahwa kita berada di bawah naungan sebuah institusi dan membawa nama institusi di berbagai kompetisi hingga memenangkannya adalah hal yang membanggakan. Semoga teman-teman lain bsia terpacu dan mampu memberikan yang terbaik,” pesannya. (*faq/wil)

Kapal Cepat dan Mobil Hemat Energi UMM Ikuti Laga Nasional

Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kirimkan tim terbaik untuk berlaga di kejuaraan yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Melalui Lembaga Semi Otonom (LSO) Mekatronik yang ada di FT UMM, mereka siap untuk bertanding dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) dan Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN). Kejuaraan tersebut dilaksanakan di Universitas Indonesia (UI) pada 22 Oktober hingga 03 November 2023. Dalam ajang tersebut, tim UMM akan bersaing dengan berbagai kampus terbaik di seluruh negeri. Ada UI, ITS, UGM, Undip, UB dan kampus lainnya. Setidaknya, tim Mekatronic akan mengikuti dua kategori perlombaan dalam masing-masing kontes. Untuk KMHE, mereka bersaing di kategori proto etanol dan urban gasoline. Sedangkan KKCTBN berlaga pada kategori electric remote control dan fuel engine remote control. Dalam momen pemberangkatan, Wakil Rektor III UMM Dr. Nur Subeki, ST. MT. menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari mahasiswa, dosen pendamping, dan pihak-pihak sponsor. Keberangkatan tim tersebut menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan kurikulum FT UMM yang tidak hanya memberikan teori saja. Namun mahasiswa juga bisa mengimplementasikannya menjadi sebuah temuan dan alat. Apalagi dilombakan di kejuaraan nasional hingga internasional. “Ini pasti diapresiasi, terutama saat lolos membawa pulang juara. Juara yang diraih akan sangat berarti untuk UMM. Berikan yang terbaik dan berusahalah dengan apik,” jelasnya. lebih lanjut, dia juga menegaskan bahwa UMM selalu siap memberikan wadah sekaligus fasilitas bagi mahasiswa yang ingin unjuk gigi dalam berbagi bidang akadamik dan non-akademik. “Mahasiswa boleh ikut lomba apa saja dan tentu akan kami dukung sepenuhnya,” tegas Eki, sapaannya. Di sisi lain, salah satu mahasiswa dari Tim Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional yakni Abi Mufid Octavio menegaskan bahwa ia dan tim sudah siap seratus persen. Kesiapan tersebut dibuktikan dengan melakukan latihan sebanyak tiga kali dalam sehari dengan memanfaatkan danau kampus serta danau yang ada di taman rekreasi UMM. Selain itu juga dengan melakukan upaya trial and error untuk mendapatkan efisiensi serta performa maksimal yang dimiliki oleh mesin kapal. “Kami sudah siap untuk bertanding di kejuaran tersebut. Latihan juga sudah kami maksimalkan serta juga melakukan banyak sekali riset. Mulai dari peingkatan performa dari mesin hingga arena yang nanti akan digunakan untuk pertandingan. Kami tentu optimis bisa meraih juara di kompetisi ini,” tegasnya mengakhiri. (Faq/Wil)