Hadir di UMM, Direktur BCA Sebut Ketahanan Ekonomi Indonesia Kuat

Saat ini, Indonesia menjadi negara yang kuat dalam sektor ekonomi meskipun dilanda dengan pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. Hal itu ditegaskan Direktur Bank Central Asia (BCA) Antonius Widodo Mulyono di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 25 Oktober lalu. Gelaran kuliah tamu tersebut bertajuk “Resilience in the Era of Encertainty”. Lebih lanjut, Widodo mengatakan bahwa Indonesia diprediksi oleh banyak ahli ekonomi hanya akan mengalami inflasi sebanyak 2%. Hal itu juga dibuktikan dengan dengan gross domestic product (GDP) Indonesia yang berada di angka diatas rata-rata dibandingkan negara-negara lain. “Covid masuk ke indonesia tahun 2020 dan aktivitas mulai kembali normal pada tahun 2023 awal. Yang mengejutkan adalah saat ini inflasi kita kecil, yakni berada di kisaran 2% yang mana itu sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Dan GDP kita berada di lebih dari 5% di saat negara-negara lain ada di bawah 3% saja. Itu menjadi bukti bahwa indonesia bisa bertahan dari goncangan pandemi covid,” tegasnya. Menurutnya, hal itu menjadi prestasi yang harus dibanggakan dan itu tidak lepas dari spirit masyarakat Indonesia dalam berjuang untuk menstabilkan ekonomi. Baik itu para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), industri, pihak swasta, hingga pelaku menyedia layanan keuangan atau bank. Widodo juga sempat berpesan kepada seluruh anak muda untuk mengambil peran pada visi Indonesia Emas 2045. Langkah, inisiatif, dan inovasi anak muda menjadi penentu keberlangsungan suatu bangsa. Termasuk negara Indonesia yang akan menyongsong generasi terbaik. Dihadapan ribuan audiens, Widodo Mulyono juga member apresiasi tinggi kepada Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berhasil menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat. “Di tengah ketidakpastian ekonomi ini, saya takjub dan apresiasi penuh UMM yang menciptakan ekosistem ekonomi. Bagaimana UMM memiliki banyak unit usaha dan mampu memperkuat ekonomi,” katanya. Hal itu dibuktikan dengan UMM yang mampu memberikan kebutuhan pokok berupa fasilitas, sarana prasana, mulai dari stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), hotel, rumah sakit, hingga tempat wisata. Menurutnya, semua jelas memberikan efek ekosistem ekonomi yang optimal sehingga perputaran aset yang ada di lingkungan kampus putih menjadi efektif dan terjaga. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. menyampaikan bahwa saat ini dunia memasuki zaman yang sangat kompetitif. Jika tidak selalu update dengan kebutuhan masyarakat, pasar, hingga dunia usaha dunia industri (DUDI), pastinya akan mengalami ketertinggalan yang  jauh. Maka untuk mengatasi hal tersebut, UMM menciptakan suatu program yakni Center of Excellence (COE) sebagai ikhtiar dalam memberikan wadah kepada mahasiswa untuk menghadapi dunia yang semakin dinamis. (*Faq/Wil)

Mahasiswa UMM Terbitkan Buku 17 Juta Pembaca, Jadikan Tugas Akhir Pengganti Skripsi

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tak pernah habis melahirkan mahasiswa yang kreatif dan potensial. Salah satunya Eldelafimeta, mahasiswa baru jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia yang sukses menerbitkan dua buku novel. Menariknya, buku tersebut sudah dibaca hingga 17,6 juta kali. El, begitu ia kerap disapa, mengatakan kalau hobi menulisnya dimulai dari keisengan di tahun 2018 yang ia unggah di platform online yaitu Wattpad. Saat itu, baginya menulis hanya untuk mengisi kekosongan waktunya saja, namun tidak disangka di tahun 2021 tulisannya viral di Tiktok. Dari situlah awal mula perjalanannya menjadi seorang penulis buku. “Aku juga tidak tahu kenapa tulisan aku viral di Tiktok. Dari situ akhirnya aku dihubungi Coconut Books untuk bekerja sama dalam penyusunan dan pembuatan buku pertamaku,” katanya dengan riang. Ia merasa seperti mimpi bisa menerbitkan sebuah buku. Awalnya ia menulis hanya untuk mengisi kekosongan, apalagi ia juga menunda kuliah selama beberapa tahun. “Langkah awalku untuk menulis juga terinspirasi dari Kak Luluk, alumnus UMM yang juga menulis buku novel Mariposa saat menjadi mahasiswa. Kemudian novel Kak Luluk juga sukses dibikin film. Dari situ aku bertekad untuk bisa menjadi seperti dia,” tegasnya. Lebih lanjut, El mengatakan bahwa untuk buku keduanya, ia bekerja sama dengan beberapa penulis hebat, salah satunya penulis buku Dear Nathan. Mereka akan menerbitkan buku series. Adapun ia termasuk di series kedua yang saat ini sudah dibaca hingga kurang lebih 32 ribu pembaca. “Dengan buku kedua ini, aku tambah semangat dan menargetkan diri untuk bisa menerbitkan tiga buku dalam satu tahun. Kalau bisa, tulisanku ini juga bisa dijadikan film seperti karya Kak Luluk,” ucapnya optimis. Tidak hanya itu, gadis asli kota Kediri itu juga telah menyiapkan siniar yang diunggah ke berbagai platform, termasuk Spotify. Harapannya ia bisa mengembangkan tulisan ke berbagai genre dan memotivasi orang-orang lewat podcast-nya. Menurutnya, satu dari banyak cara untuk berguna bagi sekitar yakni membuat karya yang positif. Mendorong masyarakat untuk bisa belajar dari novel dan mengamalkan kebaikan yang ada di dalamnya. El juga berencana untuk menjadikan karyanya sebagai tugas akhir di perkuliahan. Apalagi mengingat komitmen UMM untuk selalu mendukung serta mengapresiasi mahasiswanya. Termasuk mendorong mahasiswanya untuk bisa lulus tanpa skripsi, yakni dengan karya. “Aku sangat berterimakasih kepada UMM karena selalu mendukung setiap karyaku. Insyaallah aku akan terus menyumbangkan karya yang bermanfaat dan prestasi yang membanggakan,” pungkasnya. (*ri/Wil)