Viral Penyakit Pneumonia Mycoplasma, Ini Penjelasan Pakar UMM

Pada November 2023, dinas kesehatan DKI Jakarta melaporkan ada tiga anak yang terpapar pneumonia mycoplasma. Kejadian ini membuat masyarakat panik, mengingat kenangan buruk yang terjadi akibat Covid-19 beberapa tahun lalu. Melihat fenomena ini, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UMM) dr. Thahri Iskandar Sp.P ikut angkat bicara. Menurutnya, setelah kasus Covid-19 mereda, masyarakat mulai meninggalkan kebiasaan hidup sehat. Mereka seolah acuh dengan penggunaan masker dan tidak memperdulikan kebersihan diri seperti rajin cuci tangan dan menjaga jarak. Hal ini yang menjadi alasan utama bakteri tumbuh dilingkungan sekitar tempat tinggal. “Pneumonia itu penyakit yang sudah lama ada bahkan sebelum Covid-19 dan bukan penyakit misterius. Penyebab hingga pengobatanya pun jelas, tidak seperti Covid-19,” ujar dr.Thahri. Pada dasarnya, pneumonia mycoplasma merupakan penyakit infeksi jaringan paru yang diakibatkan oleh mikroorganisme, bisa berupa virus, bakteri, jamur hingga parasit. Umumnya pneumonia ini menyerang anak. Hal ini terjadi karena daya tahan tubuh anak yang belum stabil dan berbeda dengan orang dewasa. Adapun beberapa gejalanya adalah demam, tenggorokan nyeri, sesak, batuk, nyeri otot, pusing, lemas, dan pada anak anak bisa disertai diare. “Perlu diingat bahwa pneumonia ini penyakit yang bersifat menular, oleh karena itu orang dewasa yang terpapar wajib menjaga jarak dengan anak dan menjaga lingkungan tetap bersih,” tandasnya. Ia melanjutkan, salah satu upaya pencegahan penyakit ini adalah dengan menjaga lingkungan sekitar. Lingkungan yang kotor, akan membuat banyak bakteri tumbuh dan berkembang. Hingga pada akhinya menyerang daya tahan tubuh manusia, utamanya anak. Pola hidup sehat seperti tidur cukup, makan makanan bergizi, berprotein dan rajin olahraga juga bisa sangat mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang. “Masyarakat tidak perlu panik. Jika anak mulai merasakan gejala seperti di atas, cobalah bawa ke dokter dan jangan menduga-duga. Apalagi jika gejala berlangsung lebih dari satu munggu,” tegasnya mengakhiri. (rin/wil)
Kembangkan Ngaji.AI, Dosen Informatika UMM Raih Penghargaan Diktiristek Nasional

Universitas Muhammadiyah Malang selalu menjadi langganan penerima penghargaan di berbagai kompetisi. Mulai dari kementerian, dunia usaha dunia industri, serta dari lembaga-lembaga milik persyarikatan Muhammadiyah. Adalah Aminudin, S.Kom., M.Cs. Kepala Divisi Sistem Informasi Biro Informasi Komunikasi UMM yang memperoleh penghargaan Anugerah Inovasi Nasional dalam bidang Ekonomi Digital. Penghargaan tersebut didapatkan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Jakarta, 13 Desember lalu. Adapun penghargaan tersebut diberikan kepada penerima hibah Matching Fund 2023 dengan indikator keberhasilan yang cukup ketat. Yakni dengan memperhatikan kebermanfaatan program yang dikembangkan ini dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas. Aminudin bersama timnya sukses mengembangkan Aplikasi pembelajaran Al-Qur’an yakni Ngaji.AI. “Indikator utama dalam pemberian penghargaan ini yaitu kebermanfaatan yang dirasakan oleh masyarakat. Aplikasi kami yang bernama Ngaji.AI ini bisa diunduh di PlayStore dan bisa digunakan oleh seluruh kalangan mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa,” jelasnya Pemberian penghargaan tersebut tidak lepas dari kontribusi Aminudin yang menjadi ketua peneliti dalam proyek Aplikasi Ngaji.AI. Aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang dapat mendeteksi kebenaran pelafalan alquran dengan menggunakan suara. Latar belakang dikembangkannya aplikasi itu adalah kebutuhan pembelajaran Alquran yang susah saat masa pandemi beberapa waktu lalu. Apalagi masyarakat tidak dibolehkan keluar rumah unutk menekan angka penularan. “Mekanisme penggunaan aplikasi Ngaji.AI ini mudah. Jadi tinggal membaca ayat dan nantinya aplikasi itu bisa mendeteksi dan membenarkan pelafalan, mulai dari panjang pendek harakat, hukum bacaan atau tajwid, hingga pelafalan huruf hijaiyahnya. Inovasi tersebut juga menjadi salah satu keunggulan aplikasi pembelajaran Al-quran ini dibandingkan dengan aplikasi-aplikasi yang lain,” ungkapnya. Setidaknya sudah terdapat ribuan pengguna aplikasi tersebut yang sudah menikmati kebermanfaatan dari adanya inovasi Ngaji.AI itu. Pria yang memiliki hobi bulutangkis tersebut berharap bahwa dengan aplikasi Ngaji.AI, masyarakat dapat lebih intens dalam mempelajari Al-quran secara mandiri. Namun juga tidak lupa untuk belajar langsung ke orang yang ahli. “Aplikasi ini adalah alat penunjang dalam pembelajaran Alquran. Kami tentu terus mengembangkan fungsi Ngaji.AI ke berbagai hal lain. Utamanya bagi mereka yang waktunya dihabiskan di perangkat digital,” pungkasnya. (faq/wil)