Di Hadapan Wisudawan UMM, Pimpinan Sebuku Group Sebut Adaptasi Kunci Meriah Mimpi

Riuh kegembiraan para wisudawan serta wali mahasiwa terlihat dalam Wisuda Ke-111 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang diselenggarakan pada 26 Desember 2023. Hadir dalam kesempatan tersebut Head Of Corporate Project Development Sebuku Group (Salim Group) Ir. Agung Jaka Raharja, ST., MW., CIPM, IPM, Asean. Eng. yang juga merupakan alumnus UMM jurusan Teknik Sipil. “Saya ingat sekali pada tahun 2001 lalu lulus dari Universitas Muhammadiyah Malang ini. Rasanya tentu saja haru dan dan bangga sekali saat sudah menyelesaikan pendidikan S1. Hal yang sama pasti dirasakan oleh para wisudawan dan wali mahasiswa di Dome ini,” kisahnya di depan ribuan wisudawan. Agung, sapaan akrabnya, memberikan berbagai tips yang harus disiapkan bagi lulusan UMM untuk memenangkan dunia kerja. Terutama terkait sikap adaptasi yang harus ditekankan kepada seluruh wisudawan. Dia menegaskan bahwa adaptasi itu sangat penting, terutama dalam memasuki dunia kerja serta bermasyarakat. “adik-adiku, jangan pernah kalian naif dalam kehidupan terutama dalam sikap untuk beradaptasi. Idealisme itu bukan apa-apa saja yang ada di pikiran kita secara pribadi, namun adalah bisa memaknai segala perbedaan yang ada. Terutama kita harus mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar,” jelasnya. Tak lupa, bahwa dia menyampaikan bahwa wisudawan UMM harus mampu untuk menjadi pribadi yang berbeda dengan yang lain. Berbeda yang dimaksud adalah mampu menciptakan gagasan, inovasi, serta ide-ide cemerlang yang kosmopolit. Ia juga sempat menyinggung berbagai tantangan baru yang saat ini sudah terjadi, mulai dari geo-politik hingga digitalisasi. Mengapa itu dianggap sebagai ancaman? Hal itu tak lepas dari kenyatan bahwa masih banyak anak muda yang saat ini terlena dengan perkembangan digital dan hanya menjadi konsumen. Hal itu secara otomatis menciptakan alur kehidupan yang tidak produktif. Dia menekankan, anak muda saat ini harus berani dalam mengambil keputusan sekaligus mengambil peran dalam visi Indonesia emas 2045. Terakhir, dia menyatakan bahwa para wisudawan ini sangat beruntung menjatuhkan pilihan kepada UMM sebagai tempat menimba ilmu. UMM memberikan asuransi kepada seluruh mahasiwanya berupa jaringan yang luas serta nama besar yang tidak banyak dimiliki oleh kampus lain. Selain itu, UMM juga memberikan berbagai program pengembangan bagi mahasiswanya seperti Center of Excellence (CoE). “UMM ini keren, punya nama besar yang banyak sekali iketahui para pengusaha. Saya istilahkan itu sebagai ‘asuransi’ yang bisa dipakai oleh alumninya saat lulus dari kampus ini. Terlebih lagi. ada juga CoE yang itu diproyeksikan untuk DUDI. Kalau boleh jujur, kami memang salah satu perusahaan yang dalam proses perekrutan membutuhkan waktu 6-8 bulan untuk menyiapkan SDM. Dan kini, UMM sudah memberikan jawaban dan mampu menyiapkan lulusannya langsung bekerja di DUDI,” tutupnya. (*faq/wil)

FKIP UMM Kukuhkan Guru Besar Sastra Matematis

Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM) tak berhenti menambah guru besarnya. Kali ini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) kembali mengukuhkan dua guru besar, yakni Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si. dan Prof. Dr. Mohammad Syaifuddin, M.M., 27 Desember. Keduanya memiliki pembahasan khusus terkait dunia pendidikan sesuai dengan bidang yang ia tekuni. Misalnya saja, Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si yang membahas terkait apresiasi sastra dan penerapannya dalam kehidupan. Dia menegaskan bahwa peningkatan kualitas apresiasi terhadap karya sastra akan berdampak signifikan ;ada pencapaian literasi dan penerapannya dalam kehidupan. Ketepatan mengapresiasi berujung pada pencapaian membaca secara reading beyond in the line, dapat menyelamatkan ribuan orang dari tindakan negatif, tercela, pelanggaran peraturan, kehancuran masa depan bahkan jiwa. “Pembaca didorong untuk mampu menangkap pesan-pesan yang disampaikan pengarang lewat karyanya. Kemudian menjadikannya inspirasi dan menuangkannya dalam tindakan nyata berupa  sistem yang bisa mencegah orang terjerumus dalam tindakan tercela. Aktivitas ini merupakan fungsi preventif,” tegasnya. Menurutnya, jika apresiasi dalam sastra diimplementasikan oleh orang-orang yang memiliki wewenang atau pengambil kebijakan, maka tentu bisa mencegah tidankan melanggar yang berakibat pada kerugian bagi diri sendiri dan masyarakat. Begitupun dengan peningkatan dalam aspek moral bagi masyarakat dan sebagai alat untuk mendidik. Dikaitkan dengan pesan dan muatannya, hampir secara keseluruhan karya sastra merupakan sarana-sarana etika. “Dengan demikian, memahami karya sastra pada gilirannya merupakan pemahaman akan nasihat dan peraturan, larangan dan anjuran, kebenaran yang harus ditiru, jenis -jenis kajahatan yang harus ditolak, dan sebagainya,” ungkap Joko. Di sisi lain, Prof. Dr. Mohammad Syaifuddin, M.M. meneliti mengenai ‘Keterampilan Abad Ke-21: Tantangan Asesmen Kelas Yang Mencerdaskan”. Perkembangan abad ke-21 telah membawa perubahan dan tantangan yang signifikan dalam masyarakat. Untuk menavigasi perubahan positif, individu perlu memperoleh dan mengembangkan seperangkat keterampilan yang dikenal sebagai keterampilan abad ke-21. “Keterampilan ini mencakup berbagai bidang, termasuk pembelajaran dan inovasi, informasi dan teknologi, dan keterampilan hidup dan karir.  Keterampilan abad ke-21 sangat penting bagi individu untuk berkembang di dunia saat ini,” jelasnya. Dalam bidang pembelajaran dan inovasi, individu perlu memiliki kreativitas, berpikir kritis, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan kemampuan untuk belajar bagaimana belajar. Mereka harus mampu berpikir di luar kotak, menghasilkan ide-ide inovatif, dan beradaptasi dengan situasi baru. Dalam hal keterampilan informasi dan teknologi, individu harus mahir dalam menggunakan teknologi dan media, serta dapat menganalisis dan mengevaluasi informasi secara efektif. Terakhir, dia menyampaikan bahwa asesmen untuk kehidupan merupakan upaya mencapai kecerdasan spiritual. Yang mana memainkan peran penting pengembangan dimensi spiritual anak didik. “Salah satu hal penting lain dari asesmen yang mencerdaskan adalah bagaimana asesmen menuntun manusia untuk menuju tujuan hidup yang sesungguhnya. Tujuan hidup sesungguhnya manusia adalah kembali kepada Allah dalam keadaan husnul khotimah,” tutupnya. (*faq/wil)