Ratusan Pemuda Tampilkan Karawitan, Cara PGSD UMM Lestarikan Kebudayaan

Ratusan mahasiswa terlihat menggunakan kostum adat dan tradisional di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pemandangan itu merupakan bagian dari acara Seni dan Karawitan garapan Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), 18 Januari lalu. Acara bertajuk Pagelaran Sandya Widangga menarik banyak perhatian dan menampilan puluhan kesenian. Terkait pegaleran itu, Delora Jantung Amelia, M.Pd. selaku salah satu dosen menjelaskan, tuuan utamanya adalah untuk membangkitkan kreativitas para mahasiswa. Ada beberapa luaran yang diinginkan yakni melatih mahasiswa agar kreatif dalam mengeksplor kearifan lokal daerahnya masing-masing. “Kami memilih tema kearifan lokal sebagai cara agar mereka berpikir dan mencari tahu adat istiadat masing-masing. Sekaligus mengenalkan kekhasan dari berbagai daerah,”  tambahnya. Pagelaran tahunan hasil kolaborasi dosen mata kuliah Kajian Seni dan Kajian Karawitan ini menampilkan seni rupa kriya, kreativitas batik, tari kreasi, dan aransemen karawitan. Adapula kreativitas batik yang bercorak kearifan lokal. Bedanya, corak batik yang ditampilkan tidak hanya bersumber dari batik pakem saja, namun harus menampilkan corak setiap daerah. Contohnya seperti NTB yang memiliki Uma Lengge yaitu bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal dan lumbung. Mahasiswa akan menampilkan corak tersebut dan dituangkan ke dalam batik mereka. Uniknya lagi, pagelaran ini menampilkan hasil tari dan karawitan yang mereka aransemen secara mandiri. Mereka bebas berkreasi atas irama maupun gerakan tari yang akan dibawakannya. Delora menjelaskan, hal ini untuk melatih skill kreativitas dan keberanian yang mana akan dibutuhkan bagi tenaga pendidik. Khususnya bagi mereka tenaga pendidik sekolah dasar. Maka dari itu, mahasiswa PGSD dituntut agar dapat melakukan berbagai hal untuk melatih tingkat kepedulian dan mengeksplor kekayaan budaya nusantara. Kedepannya, Delora berharap agar pagelaran Seni Budaya dan Karawitan ini tak hanya ditujukan bagi mahasiswa saja. Tapi manfaatnya juga dapat dirasakan bagi warga luar UMM. “Nantinya kami juga ingin mengundang para pegiat seni yang ada di luar UMM agar turut berkolaborasi,” tegasnya. Sementara itu, salah satu mahasiswa yang tampil Norma Laksmi mengaku senang dan tertantang dengan adanya pagelaran ini. Ia dan tim berhasi menampilkan karawitan hasil latihan selama dua bulan lamanya. Meski merasa grogi, tapi ia puas dengan penampilan yang dilakukan. “Ini tentu menjadi cara yang bagus untuk melestarikan serta mengenalkan budaya. Apalagi anak-anak muda zaman sekarang banyak yang tidak peduli dengan kebudayaan Indonesia. Semoga ini menjadi inspirasi pihka lain untuk melakukan hal serupa,” tegas mahasiswa asal Tulungagung itu. (*tri/wil)

Program Jelajah Nusantara Antarkan Mahasiswa UMM ini Jadi Duta Putri Jawa Timur

Kabar membanggakan kembali datang dari mahasiswa prodi Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adalah Amelia Salsaba Anatasya yang berhasil meraih predikat sebagai Putri Nusantara Jawa Timur tahun 2023. Dalam ajang itu, ia membawakan Inovasi media pembelajaran online melalui website dengan menampilkan indahnya wisata alam pelosok untuk masyarakat, khususnya anak remaja. Program kerja yang ia bawakan bernama Jelajah Nusantara. Bella, sapaan akrabnya mengatakan, saat ini anak remaja menggunakan gadget dengan waktu yang lama namun hanya digunakan untuk bermain game atau media sosial saja. Hal ini menggerakkan hatinya untuk mengubah kebiasaan mereka dengan penggunaan gadget yang lebih bermanfaat. Menyajikan sebuah artikel yang dikombinasikan dengan gambar serta bahasa yang menarik adaah solusi yang ia tawarkan. Dengan begitu, literasi anak remaja bisa meningkat. Tidak hanya itu, Bella juga menyajikan cuplikan hasil keindahan alam ke dalam artikel, Tiktok, dan Instagram. “Anak remaja menjadi target utama karena gawai yang hampir tidak pernah lepas dari genggamannya. Mereka juga penerus bangsa yang bertanggung jawab menjaga bumi,” ujarnya. Lebih lanjut, Bella telah menyajikan enam tempat wisata alam yang indah ke dalam artikel dan media sosialnya. Di antaranya, Coban Nirwana berlokasi di Malang, Kedung Cinet di Jombang, Ranu Manduro di Mojokerto, Candi Rimbi di Jombang, Kebun Raya Purwodadi di Pasuruan, dan Pemandian Air Panas Padusan di Pacet. “Aku sangat berdemangat untuk mengimplementasikannya secara langsung melalui program yang aku buat di Putri Nusantara Jawa Timur. Pengetahuan mengenai kekayaan alam yang kita miliki penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air kepada remaja,” katanya. Menurutnya, juri tertarik dengan inovasi yang ia bawakan karena mampu memperkenalkan wisata pelosok bagi masyarakat. Sekaligus menjadi media pembelajaran bagi generasi muda sehingga menumbuhkan rasa cinta tanah air.  Bella juga mengatakan bahwa saat sesu penilaian juri, pertanyaan yang diberikan dapat ia jelaskan dengan jelas karena berhubungan dengan materi di kelas perkuliahannya. “Inovasi yang aku tawarkan dapat memikat hati juri karena skill public speaking yang aku punya. Kunci utama saat penjurian adalah kepercayaan diri dan penyampaian program kerja dengan menarik dan jelas. Skill itu aku dapatkan melalui organisasi yang aku ikuti di UMM dan aktif menjadi volunteer di berbagai kegiatan,” ungkapnya. Selanjutnya, keberhasilannya menjadi Putri Nusantara Jawa Timur mbuat tekadnya semakin kiat. Ia akan melanjutkan karirnya sebagai putri di Duta Pemuda Pendidikan Indonesia. Ia mengatakan bahwa ingin membawa sebuah inovasi yang dapat membantu mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Kampus UMM sangat mendukung dan mengapresiasi setiap jenjang karir saya, mulai dari materi, biaya, dan fasilitas yang membantu saya untuk selalu berkembang. Dengan begitu saya semakin semangat dan percaya diri untuk membangun karir saya dengan belajar mengambil ilmu sebanyak-banyaknya di UMM,” pungkasnya. (*ri/wil)