Dosen UMM Beri Tips Kelola Utang Modal Usaha dari Bank

Dalam dunia bisnis, opsi meminjam modal dari bank sering menjadi pilihan utama untuk mengembangkan usaha. Namun, pengelolaan utang modal usaha ini bukan perkara yang sepele. Dosen Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dra. Siti Zubaidah, MM., menegaskan pentingnya mengelola pinjaman tersebut dengan efektif. Mulai dari perencanaan hingga strategi peningkatan penjualan. Menurutnya, pengusaha perlu memiliki cara berpikir yang taktis dalam mengelola modal usaha. Uang yang dipinjam dari bank harus dimanfaatkan secara efisien untuk memperoleh kembali modal tersebut dalam jangka waktu yang wajar. Oleh karena itu, strategi pemasaran yang tepat juga diperlukan agar modal tersebut dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal. “Bank itu serba pasti, apalagi angsuran dan bunga. Sementara itu, sebuah usaha belum tentu stabil, kadang naik atau bahkan turun. Sehingga, pengelolaan uang harus dikelola dengan baik,” ungkap Ida, sapaannya. Sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman ke bank, para pengusaha sebaiknya melakukan pertimbangan matang terkait rencana keuangan dan usaha. Hal ini mencakup identifikasi kebutuhan pengembangan usaha serta dana tambahan yang diperlukan. Penting juga bagi pengusaha untuk melakukan uji coba dan memperhitungkan pemasukan serta pengeluaran setiap bulannya. Dengan cara ini, pengusaha dapat menentukan kebutuhan pinjaman dana yang tepat dan sesuai. Ida juga menyarankan, hendaknya mengenal  bank yang akan dijadikan tempat mengambil pinjaman. “Setelah mengetahui besaran modal yang diperlukan, pertimbangkan bank yang akan dijadikan tujuan. Sebaiknya pilihlah bank yang memiliki suku bunga lebih rendah agar tidak memberatkan saat mencicil,” katanya. Setelah pinjaman disetujui bank, terdapat tanggung jawab finansial yang harus dipenuhi oleh pengusaha yakni membayar cicilan sebelum jatuh tempo. Disinilah pentinya mengelola keuangan agar tidak sampai menunggak. Ketersediaan dana untuk cicilan patut di prioritaskan. Menurut Ida, dalam proses mengelola finansial bisnis penting untuk membuat dan mencatat pos anggaran bisnis. Mulai dari total dana pinjaman, tagihan, keuntungan, hingga pengeluaran per bulan. Dengan membuat pembukuan yang rapi, pengusaha bisa memperhitungkan anggaran yang dirasa harus dikurangi atau ditambahkan. “Selain itu, hal ini juga berguna untuk menghindari risiko kredit macet atau denda karena terlambat membayar cicilan. Dengan pembukuan kita bisa mengetahui sisa dana pinjaman, tenor pinjaman dan berapa yang harus dialokasikan per bulannya untuk membayar cicilan,” terangnya. Lebih lanjut, penting untuk memanfaatkan keuntungan dari usaha tersebut. Laba sebaiknya dialokasikan untuk mengembangkan usaha, seperti menambah jumlah outlet, karyawan, hingga produk dan layanan. Selain itu, laba juga bisa disisihkan untuk membayar cicilan di bulan berikutnya. “Jangan berasumsi bahwa sebuah bisnis akan selalu naik. Oleh karena itu, terus berinovasi dalam pengembangan usaha sangatlah penting untuk mengantisipasi kemungkinan bisnis mengalami penurunan. Selain itu juga agar tidak terjebak dalam upaya membayar cicilan,” pungkasnya. (lai/wil)

Dokter UMM: Waspada Toksoplasma Menyerang Ibu Hamil

Menjaga kesehatan menjadi hal mutlak yang dilakukan ibu hamil. Kebersihan lingkungan, asupan gizi, kesehatan jasmani dan rohani serta dukungan dari orang sekitar sangat diperlukan. Selain itu, ibu hamil juga harus waspada dengan kemungkinan hadirnya virus yang berbahaya. Terutama bagi yang memiliki hewan peliharaan seperti kucing dan anjing. “Hewan peliharaan itu memang lucu. Terkadang dia juga menjadi teman kita di rumah, namun kita harus hati-hati, khususnya ibu hamil. Jangan sampai terkena parasit toksoplasma,” ujar Aida Musyarrofah, SpOG dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Oksoplasmosis atau yang lebih sering disebut tokso adalah penyakit infeksi akibat parasit toxoplasma gondi yang umumnya menular dari kotoran kucing. Infeksi ini pada umumnya tidak menyebabkan keluhan yang terlihat berat pada sang ibu. Hanya ada gejala ringan yang muncul seperti demam, sakit tenggorokan, kelelahan dan nyeri otot. Sebaliknya, pada janin virus ini akan berdampak pada tumbuh kembang yang tidak sesuai usia, kecacatan dalam pendengaran dan penglihatan, pubertas dini, hingga masalah pada kemampuan berpikir atau belajar. Selain ibu hamil, orang dengan daya tahan tubuh lemah juga rentan terhadap serangan virus ini. “Bagi ibu hamil, toksoplasma akan sangat berbahaya jika terserang pada trimester satu dan dua,” tandasnya. Toksoplasma dapat menular dari berbagai hal. Misalkan tanah saat berkebun, air yang tercemar hingga kotoran kucing yang makan sembarangan.  Virus tokso adalah parasit yang hanya bisa menular dari makanan yang masuk ke tubuh manusia, tidak melalui udara. Oleh karena itu penting untuk membiasakan diri mencuci tangan sebelum makan sebagai upaya pencegahan. “Bagi pemilik hewan peliharaan, penting memperhatikan makanan yang dikonsumsi peliharaannya. Jangan sampai hewan peliharaan memakan makanan yang mentah dan sembarangan,” tambah Aida. Adapun upaya yang dapat dilakukan jika sudah terinfeksi tokso adalah dengan pemberian obat khusus bagi ibu hamil. Apabila infeksi terjadi pada proses persalinan dan anak terlahir dengan kondisi cacat baik itu dari segi pendengaran, penglihatan hingga tumbuh kembang yang tidak normal maka bisa melakukan pengobatan dan penanganan sesuai dengan penyakit yang dialaminya. Di akhir, Aida menyampaikan, penting untuk selalu menjaga kesehatan ibu hamil dan melakukan pemeriksaan rutin hingga mendekati persalinan. Sehingga ketika virus toksoplasma terdeteksi selama masa kehamilan, maka dapat segera dilakukan pengobatan. “Untuk tokso ini memang sudah ada obatnya, jadi jika seorang ibu hamil terinfeksi maka bisa langsung diberikan penanganan yang tepat dan cepat,” tutup dokter Aida. (rin/wil)