Konsumsi Alkohol Sebabkan Kerusakan Mata? Ini Penjelasan Dokter UMM

Belakangan, banyak masyarakat yang bertanya-tanya kaitan konsumsi alkohol dan pengaruh buruknya untuk mata. Apakah alkohol benar-benar memperburuk penglihatan? Apa zat yang juga berdampak negatif untuk indera penglihatan kita? dr. Aryani Vindhya Putri, Sp.M selaku dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut angkat bicara mengenai hal ini. Untuk menjawab hal tersebut, Aryani memberikan edukasi secara umum terkait penurunan penglihatan secara mendadak. Sebagai gambaran umum, penyakit mata dapat disebabkan oleh banyak hal. Seperti misalnya infeksi mata, trauma akibat benturan, konsumsi zat tertentu, atau bisa jadi ada gangguan pada saraf optik. Gejala yang dapat dialami oleh pasien dengan penurunan penglihatan mendadak biasanya disertai mata merah atau tidak merah, mual, muntah, pusing, nyeri pada mata, ataupun penglihatan menjadi putih seketika. Selain itu, perlu adanya pemeriksaan menyeluruh seperti riwayat penyakit, CT-scan otak, pemeriksaan laboratorium, dan lain sebagainya. Lebih khusus, jika hal ini disebabkan karena konsumsi zat tertentu maka akan berbeda cara penanganan dan gejala yang dialami oleh pasien. Semisal, orang yang meminum alkohol, satu dengan lain bisa jadi memiliki gejala atau bisa juga mengalami hal yang berbeda. Alkohol ada yang memiliki kandungan methanol maupun ethanol, di mana jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama dan jumlah yang banyak, maka dapat menumpuk dan menyebabkan gangguan seperti gangguan pada mata. Terutama alkohol oplosan yang biasanya terdapat kandungan methanol, yang memiliki sifat lebih beracun. Apalagi jika tidak diketahui kadar alkoholnya secara pasti, yang mana justru dapat memperburuk efek yang dialami oleh pasien. “Efek paling fatal dari mengonsumsi alkohol ialah ketika zat methanol tersebut sampai menyerang saraf optik kita. Bisa jadi, hal ini akan mengakibatkan papilledema atau pembengkakan pada saraf mata dan susah untuk kembali normal dan bahkan mengancam nyawa,” tambahnya Jika sudah dalam kondisi seperti ini, untuk mengembalikan penglihatan seratus persen tergantung dari kondisi pasien, jumlah zat yang dikonsumsi, berapa lama zat tersebut telah dikonsumsi, dan kondisi atau reaksi pasien sendiri. Maka dari itu, bila terjadi kerusakan saraf mata lanjut, maka penanganan yang dilakukan adalah mempertahankan sisa penglihatan seperti memberi vitamin dan memberi obat lain yang diperlukan. Jika masih pada fase awal, penanganan yang dilakukan dapat berupa cuci darah ataupun pemberian obat secara teratur. Sementara, jika disebabkan karena adanya kekeruhan atau pendaharan, maka penanganannya ialah pembersihan dengan jalan operasi. Untuk itu, dokter spesialis mata tersebut menyarankan agar masyarakat menghindari konsumsi zat berbahaya seperti alkohol. Tak hanya itu, beberapa zat lain seperti obat yang diminum rutin untuk penyakit tertentu, NAPZA, atau bahkan tembakau juga dapat menjadi cikal bakal penyakit pembengkakan mata. Tips yang bisa diberikan Aryani ialah selalu rutin melakukan pengecekan pada mata. Apalagi bagi pasien yang memiliki riwayat penyakit lain seperti hipertensi atau TBC. Mereka memang diharuskan untuk mengonsumsi obat secara rutin untuk mengatasi penyakti itu. Maka, Aryani menjelaskan bahwa wajib hukumnya bagi mereka untuk memeriksakan mata secara rutin. (tri/wil)
Sahur on The Road UMM di Jodipan, Sajikan Masakan Hotel Bintang Empat

Terus menebar manfaat di bulan Ramadan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kunjungi Kampung Jodipan bersama dengan Hotel Rayz UMM dan melaksanakan sahur bersama warga. Tim Kampus Putih UMM mengajak warga untuk sahur bersama, live cooking oleh chef hotel bintang empat Rayz, mendongeng cerita rakyat, hingga membuat konten Tiktok. Adapun kegiatan sahur on the road UMM itu dilaksanakan pada 15 Maret 2024 ini. Terkait kegiatan itu, Parin selaku Ketua RW Kampung Jodipan mengatakan bahwa kedatangan UMM selalu dinanti para warga. Isi kegiatan yang luar biasa dan menarik membuat para warga senantiasa menanti kedatangan tim Kampus Putih. “Kami selalu diberikan kejutan dari UMM beberapa kali. Bahkan sekarang para warga diberikan menu makanan khas hotel bintang empat UMM. Tentu saja para warga di sini jarang mendapatkan jamuan seperti ini,” katanya menjelaskan. Rangkaian aktivitas sahur bersama ini menjadi salah satu momen penting bagi masyarakat kampung Jodipan karena dapat berkumpul antar tetangga dan makan bersama. Chef Sobari Abdul yang memasak menu spesial kali ini juga menegaskan bahwa menu-menu yang ia masak dibuat dengan sepenuh hati. Hidangan yang dihadirkan juga merupakan menu favorit yang ada di Rayz Hotel. Live cooking yang ia lakukan sukses menarik banyak perhatian dari para ibu dan anak-anak. Permainan api dan beberapa atraksi memasak ia tampilkan. Hal itu sontak membuat para warga berdecak kagum, termasuk tentang rasa dan sajian makanan yang ada. Selain itu, anak-anak yang turut serta juga merasa senang berkat adanya sesi mendongeng. Dengan alat peraga boneka dan cara penyampaian yang asyik, membuat anak-anak lebih mudah mengerti akan pesan yang diberikan. Hal itu juga diapresasi para warga yang ramai datang. “Alhamdulillah, kegiatan UMM tiap tahun di sini seru sekali. Selalu ada hal unik yang diberikan. Para warga juga menyukai masakan ayam panggang ala Rayz. Ditambah dengan games dan cerita rakyat dengan boneka tangan,” kata Rini, salah satu warga setempat. Terakhir, digital team UMM juga tak lupa mengajak para warga untuk membuat konten. Hal itu sebagai cara untuk menyambut Ramadan dengan ceria dan bahagia. Dengan begitu, berbagai ibadah bisa dilakukan dengan lebih ringan dan memberikan banyak manfaat. Menariknya, para warga Jodipan juga mudah untuk memahami berbagai gerakan Tiktok karena memang sering menghabiskan waktu di aplikasi tersebut. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. mengatakan bahwa ini menjadi cara UMM menabar manfaat. Menurutnya, dalam menjalankan ibadah Ramadan, setiap insan memang harus bisa memasuki ruang publik Mewujudkan kesalehan sosial dan kesalehan lingkungan. “Semoga apa yang sudah dilakukan mampu memberikan manfaat dan kesan bagi warga. Kegiatan ini akan terus dilaksanakan di berbagai titik di daerah Malang dengan konsep yang berbeda. Mulai dari ngabuburit bareng seniman jalanan, sahur di kampung tematik, dan sahur barbeque bersama komunitas difabel,” katanya mengakhiri. (ri/wil)