Wisuda UMM ke-114: Begini Cara Hadapi Ketidakpastian Masa Depan

Di hadapan ribuan wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 16 Juli ini, Prof. Dr. Widodo Muktiyo selaku Anggota Majelis Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sanjung program Center of Excellence (CoE) milik Kampus Putih. Menurutnya, program itu merupakan salah satu bentuk nyata menjawab tantangan dunia yang perkembangannya sangat masif. Adapun agenda tersebut merupakan wisuda UMM ke-114. “Terlebih lagi, UMM merupakan salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) yang saat ini sudah diakui secara nasional hingga internasional. Bahkan juga terbutki mampu mencetak kader bagi Muhammadiyah dan Bangsa,” tegasnya. Menurutnya, visi yang digaungkan yakni menjadi Center for Future Work sangat bagus. Tidak sekadar omong kosong belaka, namun hasilnya sudah bisa dirasakan lewat program dan kerjasama bersama pelaku Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Dalam kesempatan itu, Widodo juga menyebut beberapa kunci menghadapi dunia yang masif. Di antaranya dengan kreativitas serta inovasi terbarukan. Ke depan, akan ada 83 juta lapangan pekerjaan yang hilang dan hanya ada 69 juta lapangan pekerjaan baru yang muncul. Ada selisih yang cukup jauh antara lapangan pekerjaan yang hilang dan yang baru. “Sekarang ini, sudah banyak bidang yang bisa diotomatisasi dan menjadi tantangan bagi saudara sekalian. Pekerjaan yang diotomatisasi itu adalah hal yang monoton dan sederhana, maka kalian harus mampu menguasai sektor yang kreatif dan inovatif. Di sektor itulah tidak akan terjadi otomatisasi oleh teknologi,” pesannya. Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK)  Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. Menurutnya, wisuda bukanlah momen akhir bagi seseorang dalam berproses. Namun malah menjadi momen awal dalam menjalani proses berikutnya yang lebih menantang. “Saya Kutipkan dari surat Surat Al-Insyirah Ayat 7, Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Itu harus kalian pegang teguh. Anda semua harus terus belajar, bekerja, dan berinovasi lebih besar lagi. Saya percaya saudara mampu. Terlihat dari wajah-wajah saudara yang optimis dalam menghadapi masa depan,” tegasnya. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. mengungkapkan bahwa UMM sebagai ibu kandung kedua bagi para mahasiswa sangat bangga kepada para wisudawan sudah menyelesaikan masa studinya. Selama ini, UMM sudah mengupayakan bekal terbaik bagi seluruh wisudawan dalam menghadapi masa depan. Menurutnya, dalam kehidupan manusia, segala hal yang bersifat fisik dapatlah dibeli. Namun segala bentuk dedikasi, pengabdian, dan kesetiaan tidaklah dapat dibeli dengan apapun bahkan tidak dapat dijangkau berapapun nilainya. Itu juga menjadi harapan besar UMM kepada para alumni untuk memperhatikan sektor yang tidak dapat dibeli tersebut. (Faq/Wil)

Mahasiswa Baru UMM Mulai Digembleng

Sudah menjadi ciri khas bagi Universitas Muhammadiyah Malang untuk menyambut mahasiswa baru (Maba) dengan Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK). Sebuah program yang dilakukan demi mencetak anak-anak muda potensial untuk jadi pemimpin masa depan. Adapun pembuaan P2KK batch pertama dibuka pada 15 Juli lalu dengan diikuti lebih dari 400 orang. Zen Amirudin, S.Sos., M. Med. Kom. selaku Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusdiklat Pengembangan SDM) mengatakan bahwa program tersebut bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa yang kuat dan unggul. “Program ini wajib bagi seluruh mahasiswa UMM. Selama satu minggu, mereka ditempa dengan berbagai aktivitas untuk meningkatkan kepribadian. Mulai dari bangun pagi untuk sholat tahajjud, terus nanti ada kegiatan belajar di kelas dengan materi seputar keislaman, kemuhammadiyahan, dan lain sebagainya. Ada juga kegiatan khusus untuk mengasah komunikasi dan kerja sama tim,” ungkapnya. Lebih lanjut, program P2KK juga sangatlah penting bagi mahasiswa, Menurutnya, mahasiswa memerlukan banyak skill dan pembentukan mental serta karakter yang baik sehingga bisa jadi bekal selama berkuliah di Kampus Putih. Apalagi melihat mahasiswa UMM berasal dari daerah yang berbeda-beda baik dari segi asal, suku, dan budaya. “Mereka tidak diperkenankan untuk membawa gadget selama mengikuti program ini. Dengan begitu, para mahasiswa bisa bisa fokus bersosialisasi langsung dengan sesamanya. Menciptakan kedekatan langsung dan menambah teman baru,” kata Zen. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. menekankan kepada seluruh peserta P2KK untuk mengikuti serius dan menikmati berbagai rangkaian dengan baik. Menurutnya, tidak ada keberhasilan tanpa melalui proses yang panjang. Dia juga tidak lupa mengingatkan untuk tetap menjunjung tinggi perihal adab yang baik. “Kedisiplinan, ketekunan, dan sabar dalam menjalani proses itu sangat penting. Jangan lupa juga hal-hal yang berkaitan dengan adab karena adab menjadi hal pertama yang diperhatikan oleh masyarakat. Hanya dengan adab, saudara akan memahami ilmu,” ungkapnya. Terakhir, dia berpesan kepada seluruh mahasiswa baru untuk tetap memperhatikan output ciri khas lulusan UMM. Yakni dapat menjadi panutan bagi masyarakat, memberi ketenangan, serta kesejukan dalam setiap kehadirannya. Tidak lupa juga senantiasa memberikan kontribusi positif dan berkemajuan bagi seluruh lapisan masyarakat. (Faq/Wil)