Semarak HUT ke-79 RI, UMM Kibarkan Giant Flag di Pujon Hill

Dilokasi yang berbeda, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kibarkan bendera raksasa di wilayah Pujon Hill UMM. Bersama dengan Divisi Mahasiswa Pencinta Alam (DIMPA) UMM, bendera berukuran 22 meter x 8 meter tersebut membentang gagah di salah satu tebing Pujon Hill UMM. Itu merupakan salah satu bentuk semarak Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia (HUT ke-79 RI). Pujon Hill sendiri merupakan lokasi hutan pendidikan yang dikelola oleh UMM. Memiliki luas 78 hektar, lokasi tersebut dikenal sebagai Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK). Oleh UMM, kawasan tersebut dimanfaatkan sebagai laboratorium alam hutan dataran tinggi khususnya bagi mahasiswa Program Studi Kehutanan. Tatag Mutaqin, S.Hut., M.Sc. selaku penanggung jawab kegiatan upacara HUT ke-79 RI di Pujon Hill UMM mengatakan bahwa giat tersebut merupakan bukti rasa cinta UMM terhadap alam. Terkait pengibaran giant flag, ia menyebut bahwa ini kali ketiga bendera merah putih dipasang di Pujon Hill UMM. Hal itu juga menandai spirit sivitas akademika UMM yang mencintai lingkungan. “Teman-teman dari DIMPA ini sangat semangat dan antusias dalam berpartisipasi untuk semarak kemerdekaan. Mulai dari latihan yang dilakukan berbulan-bulan hingga hari ini dilangsungkan. Selama proses itu tentu ada aksi saling kerjasama dan bahu-membahu untuk bisa mengibarkan bendera indonesia yang sangat besar itu ditebing,” jelasnya. Tatag sapaan akrabnya berharap bahwa budaya gotong royong yang ada di Indonesia ini tetap terus lestari selamanya. Mengingat bahwa kemerdekaan ini didapat raih oleh para pahlawan dengan cara saling membantu satu sama lain. Tidak ada individualisme dalam merebut kemerdekaan, dan kita saat ini juga tidak boleh individualisme dalam mengisi kemerdekaan. Disisi lain, Wakil Rektor III UMM Dr. Nur Subeki, ST., MT dalam amanatnya menekankan pentingnya memahami makna kemerdekaan yang sebenarnya. Untuk mengisi kemerdekaan, ia menjelaskan bahwa warna negara Indonesia harus memiliki karakter kompetitif, yang mendorong semangat belajar tinggi, dan karakter inovatif, yang mendorong terciptanya inovasi baru. “Agar kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan dapat lestari, kita harus memiliki dua karakter penting. Pertama, karakter kompetitif, yaitu mentalitas dan watak yang mendorong semangat belajar tinggi. Kedua, karakter inovatif, yaitu mentalitas yang mendorong kita untuk selalu berinovasi dalam berbagai hal,” jelasnya. Dia juga berpesan kepada seluruh peserta upacara untuk senantiasa mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat. Terlebih lagi untuk menyambut Indonesia Emas tahun 2045. “Kampus Putih UMM dipastikan memainkan peran penting dalam mempersiapkan generasi yang mandiri dan berinovasi, sejalan dengan visi UMM dari Muhammadiyah untuk Bangsa,” jelasnya. (Faq)

Ribuan Peserta Berbaju Adat dan Kostum Profesi, Meriahkan HUT ke-79 RI di UMM

Ribuan peserta upacara dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia padati Helipad Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 17 Agustus lalu. Menariknya, mereka yang terdiri dari Dosen, Karyawan, hingga Mahasiswa kampus putih tersebut mengenakan berbagai kostum. Mulai baju adat daerah, budaya, hingga profesi. Terkait hal itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menjelaskan bahwa ini juga menjadi salah satu mewujudkan misi memperkokoh nilai kebangsaan. Keanekaragaman budaya dan tradisi di Indonesia sangatlah beragam, semua bersatu dalam Bhineka Tunggal Ika. “Memperkokoh kebangsaan adalah fondasi penting untuk menjembatani perbedaan yang ada secara dinamis untuk satu Indonesia yang berjaya makmur dan berkeadilan. Kecerdasan intelektual emosional dan spiritual haruslah secara proaktif dipraktikan, terlebih kita semua berada pada institusi pendidikan sebuah tempat sakral untuk melahirkan generasi emas Indonesia,” tegasnya. Lebih lanjut, Nazar sapaan akrabnya juga mengingatkan kepada seluruh peserta upacara untuk senantiasa bersama-sama, saling bahu-membahu untuk kemajuan bangsa Indonesia. Mengingat bahwa negara yang kuat merupakan hasil dari kerjasama antar seluruh warga negara. Selain itu, Ia juga menyampaikan terkait misi utama dakwah pendidikan muhamadiyah. Yakni Mewujudkan pribadi yang berjiwa hidup dan dinamis dalam susasana lahiriah dan batiniyah. Sekaligus memperkokokoh ukhuwah sebagi pondasi penting dalam menjembatani perbeda. Hal itu tidak lain bertujuan untuk satu Indonesia berjaya makmur dan keadialan “Dari pakaian ini baru menggambarkan sedikit keanekaragaman Indonesia, sebetulnya ada banyak sekali suku budaya bahasa yang ada di Indonesia. Kita semua harus bersatu dalam merawat keharmonisan bangsa dan negara,” tegasnya. Sementara itu, Abdurrohman Muzakki M.Pd selaku koordinator pelaksana Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia (HUT ke-79 RI) UMM menyampaikan bahwa ternyata. Proses pelaksanaan upacara kemerdekaan yang dilakukan UMM secara serentak dilaksanakan pada dua lokasi berbeda, pertama di Kampus 3 UMM dan juga di Pujon Hill UMM. Serta ada juga pemberian beberapa anugerah penghargaan bagi Program Center of Excellence (CoE) terbaik. Selain ribuan pakaian adat, hal menarik yang disajikan peringatan tersebut adalah belasan macam makanan daerah. Sederet pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kampus diundang dan diborong dagangannya untuk para peserta upacara. Ada yang menyajikan pecel, soto, rawon, bakso, dan lain sebagainya. Para peserta bisa langsung mengambil ribuan prosi makanan usai mengikuti upacara dan saling berfoto bersama. (Faq)