Mahasiswa UMM Teliti Pelepah Pisang Raja Untuk Pembalut Organik

Pohon pisang dikenal sebagai tanaman serbaguna dengan ribuan manfaat. Mulai dari akar, batang, pelepah, daun, hingga buahnya. Tak heran jika tanaman ini menjadi salah satu sumber penting dalam kehidupan sehari-hari. Melihat hal tersebut, kelompok mahasiswa dari Program Studi Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan penelitian terkait pelepah pisang raja yang dijadikan sebagai bahan serap pembalut organik sekaligus bermanfaat untuk mencegah tumbuhnya Jamur Candida Albicans. Mereka adalah Alisha Maryam sebagai ketua, Faiza Rahma Maulida, Sevayahe Ayuning Vinosa, Felix Natha Niela Fawwaz, dan Vera Miftakul Rahma Kamali. Penelitian mereka dilatarbelakangi oleh data internasional yang menyebutkan bahwa secara global, 70% wanita berusia 25-34 tahun pernah terjangkit penyakit kandidiasis vulvovaginal. Alisha Maryam menjelaskan bahwa meskipun penyakit tersebut sudah memiliki obat, seperti coconazole yang digunakan secara oral dan clotrimazole secara intravagina, namun keduanya memiliki efek samping yang membuat wanita menjadi kurang nyaman. “Keduanya memiliki efek samping seperti mual, muntah, diare, sensasi terbakar, dan iritasi. Dengan menggunakan pelepah pisang raja sebagai bahan serap pembalut organik yang memiliki kandungan Flavonoid, diharapkan dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans yang merupakan penyebab penyakit kandidiasis vulvovaginal,” Alisha menerangkan bahwa pemilihan pelepah pisang raja dibandingkan jenis pisang lainnya karena selain terbukti mampu menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans, pelepah ini juga memiliki daya serap yang lebih baik dibandingkan dengan pelepah pisang jenis lain. Mereka menggunakan berbagai metode seperti ekstraksi, wheel stator, pembuatan suspensi, dilusi, dan uji scanning electron microscope. “Daya serapnya cukup banyak yakni 16,98 gram yang nilainya tidak jauh berbeda dengan bahan serap kapas pembalut pada umumnya. Namun dengan melihat nilai manfaatnya yang bisa menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Ini menjadi lebih aman untuk digunakan oleh para wanita,” jelasnya. Lebih lanjut, ia menyebut berdasarkan hasil penelitian itu dapat memberikan pandangan serta inovasi baru dalam dunia kesehatan wanita. Terlebih lagi bahwa seorang wanita harus lebih memperhatikan diri dalam kebersihan daerah kewanitaan. “Manfaat yang kami harapkan dari penggunaan pembalut organik berbahan dasar serat pelepah pisang raja ini adalah dapat mengurangi prevalensi kandidiasis vulvovaginal, baik di Indonesia maupun secara global,” ujar Alisha. Terakhir, Alisha berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk tidak ragu dalam berinovasi dalam dunia riset. Semua hal yang bersifat terbarukan pasti melewati kondisi trial and error. Dan itu juga menjadi tantangan tersendiri dalam meneliti serta menciptakan hal-hal yang baru. “Jangan pernah takut untuk berinovasi dalam dunia riset. Tantang diri kalian untuk berpikir kreatif dan mencari solusi baru. Terus belajar, dan kolaborasi dengan orang lain. Ingat, setiap penemuan besar dimulai dari ide kecil yang dikembangkan dengan dedikasi dan semangat pantang menyerah,” pesannya. (Zaf/Faq)

Kenalkan Teknologi, Mahasiswa UMM Inovasikan Tempat Sampah Pintar di SD Sumbersuko

Pengabdian Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil inovasikan Tempat Sampah Pintar untuk menarik perhatian siswa SD Sumbersuko, Malang. Mereka sengaja dengan menggunakan proyek ini untuk membangkitkan minat siswa kelas 5 dan 6 terhadap robotika dan cinta lingkungan. Mahasiswa UMM itu adalah Putri Nayla Sabri, Ayu Lestari, Rukiah Oktoviani Saputri Namakule, Sofiatul Fadhila, dan Siti Soviana Romlah Putri Nayla Sabri menerangkan bahwa itu terinspirasi dari proyek yang digarapnya bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robotik UMM. Ia memperkenalkan teknologi sederhana melalui tempat sampah pintar tersebut. Meskipun tempat sampah yang mereka buat itu terlihat sederhana. Yakni dengan fungsi dapat membuka dan menutup tempat sampah secara otomatis dengan menggunakan sensor. Hal tersebut dapat menarik perhatian para siswa untuk lebih sering membuang sampah pada tempatnya. “Saya ingin anak-anak di sini bisa mengenal teknologi sejak dini. Tempat sampah pintar ini adalah langkah awal untuk membangkitkan minat mereka terhadap robotika dan teknologi,” ungkapnya. Menariknya, inovasi mereka mendapatkan sambutan positif dari pihak sekolah. Para murid terlihat antusias mengikuti penjelasan Nayla tentang cara kerja tempat sampah pintar. Dengan pengetahuan dasar tentang sensor dan mekanisme otomatis, Nayla berhasil menyederhanakan konsep yang kompleks agar mudah dipahami oleh siswa SD, sambil memperlihatkan wujud tempat sampah pintar secara langsung. Tidak hanya itu, mereka juga menyediakan panduan praktis berupa video tutorial di berupa video yang berisi langkah-langkah pembuatan tempat sampah pintar, memungkinkan sekolah maupun para siswa untuk mencoba membuatnya sendiri di rumah. “Sengaja juga kami ajarkan mereka dalam pembuatan tempat sampah pintar itu, mulai dari bahan apa saja yang dibutuhkan hingga perakitan. Dan kami juga buatkan video tutorial yang bisa mereka akses kapan saja,” jelasnya. Terakhir ia berharap bahwa dengan inovasi tersebut dapat memberikan ketertarikan para siswa kepada dunia teknologi. Menyadari pentingnya pengenalan teknologi sejak dini, terutama di era digital saat ini. Ia berharap program Tempat Sampah Pintar ini dapat menjadi langkah awal yang baik bagi siswa SD untuk lebih memahami dan tertarik pada dunia teknologi “Saya percaya bahwa dengan pendekatan yang tepat, anak-anak bisa belajar teknologi dengan cara yang menyenangkan dan aplikatif. Saya ingin mereka merasa bahwa teknologi itu tidak sulit dan bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan,” pungkasnya. Respons positif juga datang dari para wali kelas yang mengapresiasi upaya Nayla. Menurut salah satu wali kelas, program ini sangat membantu meningkatkan minat belajar anak-anak terhadap ilmu pengetahuan. Anak-anak sangat senang dan tertarik dengan program ini. Mereka jadi lebih semangat belajar, terutama dalam hal teknologi dan sains. “inovasi seperti ini dapat terus berlanjut, memberikan wawasan baru, dan membantu murid-murid lebih dekat dengan teknologi,” pungkasnya. (Ri/Faq)

UMM Pastikan Diri Masuk pada Perangkingan Internasional

Sukses di kancah nasional maupun internasional, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memantapkan sumberdaya dengan indikator tambahan pada perangkingan global. Dalam upaya mempertahankan sinergi. UMM gelar giat Workshop Perangkingan International pada 13 Agustus lalu. Kegiatan itu meliputi sharing session dan penyelarasan konstruksi mengenai perangkingan, serta tata kelola berbasis kinerja sebagai atau Key Performance Indicator (KPI) strategi di tingkat internasional. Saat ini, UMM menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang lolos melampaui standar indikator kinerja nasional dan masuk pada indikator internasioal. Kepala Biro Riset Pengabdian, dan Kerjasama, Dr. Salahudin S.IP, M.Si., M.P.A. menjelaskan bahwa, hal ini didukung oleh sumberdaya yang meyakinkan dengan langkah-langkah strategis yang perlu diupayakan. Termasuk di dalamnya, penguatan dari berbagai sisi UMM dalam memaksimalkan perangkingan internasional. “Kami sudah merumuskan langkah-langkah strategis, serta sudah melakukan konsolidasi ditingkat pimpinan, hingga tingkat program studi dan mahasiswa. Untuk itu, Kami sudah pastikan perangkingan global UMM berkelanjutan dan terus meningkat kedepannya,” jelasnya. Menariknya, kegiatan workshop juga disertai konsolidasi tim Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) secara sistematis. Dengan harapan menambah sinergi antar sesama PTMA untuk senantiasa mendukung UMM berada pada jalur yang terarah fokus pada perangkingan internasional. Sehingga, dengan terlaksananya agenda tersebut, tim UMM semakin memantapkan diri membawa UMM lebih kuat pada perangkingan internasional. “Saya berharap, dengan adanya agenda workshop ini tim kami semakin solid dan bisa bekerja yang mengarah pada target utama dimana bagaimana UMM ini bisa diakui dunia, salah satunya adalah perangkingan global,” tambahnya. Disisi lain, Wakil Rektor 4 UMM Muhammad Salis Yuniardi, S.Psi., M.Psi, PhD. Menerangkan bahwa Workshop ini diadakan sebagai wadah sharing dan juga meningkatkan sinergi sesama PTMA dalam meningkatkan ranking di percaturan global. Khususnya bagi perguruan tinggi semacam UMM yang telah terakreditasi Unggul. Selain itu, sudah ada prodi-prodi yang terakreditasi internasional dan sumberdaya yang sangat memadai sehingga, sudah saatnya bagi UMM masuk ke kompetisi internasional. “Dua tahun ini UMM berhasil terdaftar dalam cluster 500 hingga 600 perguruan tinggi terbaik di Asia. kedepan ranking ini terus bisa meningkat kedepannya. Selain itu juga bisa masuk ke perankingan lain seperti Webometric ataupun Unirank yang juga diakui banyak perguruan tinggi. Saat ini UMM selalu masuk jajaran atas di Indonesia dan Asia,” pungkasnya. (Din/Faq)

Mahasiswa UMM Teliti Pelepah Pisang Raja Untuk Pembalut Organik

Pohon pisang dikenal sebagai tanaman serbaguna dengan ribuan manfaat. Mulai dari akar, batang, pelepah, daun, hingga buahnya. Tak heran jika tanaman ini menjadi salah satu sumber penting dalam kehidupan sehari-hari. Melihat hal tersebut, kelompok mahasiswa dari Program Studi Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan penelitian terkait pelepah pisang raja yang dijadikan sebagai bahan serap pembalut organik sekaligus bermanfaat untuk mencegah tumbuhnya Jamur Candida Albicans. Mereka adalah Alisha Maryam sebagai ketua, Faiza Rahma Maulida, Sevayahe Ayuning Vinosa, Felix Natha Niela Fawwaz, dan Vera Miftakul Rahma Kamali. Penelitian mereka dilatarbelakangi oleh data internasional yang menyebutkan bahwa secara global, 70% wanita berusia 25-34 tahun pernah terjangkit penyakit kandidiasis vulvovaginal. Alisha Maryam menjelaskan bahwa meskipun penyakit tersebut sudah memiliki obat, seperti coconazole yang digunakan secara oral dan clotrimazole secara intravagina, namun keduanya memiliki efek samping yang membuat wanita menjadi kurang nyaman. “Keduanya memiliki efek samping seperti mual, muntah, diare, sensasi terbakar, dan iritasi. Dengan menggunakan pelepah pisang raja sebagai bahan serap pembalut organik yang memiliki kandungan Flavonoid, diharapkan dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans yang merupakan penyebab penyakit kandidiasis vulvovaginal,” Alisha menerangkan bahwa pemilihan pelepah pisang raja dibandingkan jenis pisang lainnya karena selain terbukti mampu menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans, pelepah ini juga memiliki daya serap yang lebih baik dibandingkan dengan pelepah pisang jenis lain. Mereka menggunakan berbagai metode seperti ekstraksi, wheel stator, pembuatan suspensi, dilusi, dan uji scanning electron microscope. “Daya serapnya cukup banyak yakni 16,98 gram yang nilainya tidak jauh berbeda dengan bahan serap kapas pembalut pada umumnya. Namun dengan melihat nilai manfaatnya yang bisa menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Ini menjadi lebih aman untuk digunakan oleh para wanita,” jelasnya. Lebih lanjut, ia menyebut berdasarkan hasil penelitian itu dapat memberikan pandangan serta inovasi baru dalam dunia kesehatan wanita. Terlebih lagi bahwa seorang wanita harus lebih memperhatikan diri dalam kebersihan daerah kewanitaan. “Manfaat yang kami harapkan dari penggunaan pembalut organik berbahan dasar serat pelepah pisang raja ini adalah dapat mengurangi prevalensi kandidiasis vulvovaginal, baik di Indonesia maupun secara global,” ujar Alisha. Terakhir, Alisha berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk tidak ragu dalam berinovasi dalam dunia riset. Semua hal yang bersifat terbarukan pasti melewati kondisi trial and error. Dan itu juga menjadi tantangan tersendiri dalam meneliti serta menciptakan hal-hal yang baru. “Jangan pernah takut untuk berinovasi dalam dunia riset. Tantang diri kalian untuk berpikir kreatif dan mencari solusi baru. Terus belajar, dan kolaborasi dengan orang lain. Ingat, setiap penemuan besar dimulai dari ide kecil yang dikembangkan dengan dedikasi dan semangat pantang menyerah,” pesannya. (Zaf/Faq)

UMM Pastikan Diri Masuk pada Perangkingan Internasional

Sukses di kancah nasional maupun internasional, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memantapkan sumberdaya dengan indikator tambahan pada perangkingan global. Dalam upaya mempertahankan sinergi. UMM gelar giat Workshop Perangkingan International pada 13 Agustus lalu. Kegiatan itu meliputi sharing session dan penyelarasan konstruksi mengenai perangkingan, serta tata kelola berbasis kinerja sebagai atau Key Performance Indicator (KPI) strategi di tingkat internasional. Saat ini, UMM menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang lolos melampaui standar indikator kinerja nasional dan masuk pada indikator internasioal. Kepala Biro Riset Pengabdian, dan Kerjasama, Dr. Salahudin S.IP, M.Si., M.P.A. menjelaskan bahwa, hal ini didukung oleh sumberdaya yang meyakinkan dengan langkah-langkah strategis yang perlu diupayakan. Termasuk di dalamnya, penguatan dari berbagai sisi UMM dalam memaksimalkan perangkingan internasional. “Kami sudah merumuskan langkah-langkah strategis, serta sudah melakukan konsolidasi ditingkat pimpinan, hingga tingkat program studi dan mahasiswa. Untuk itu, Kami sudah pastikan perangkingan global UMM berkelanjutan dan terus meningkat kedepannya,” jelasnya. Menariknya, kegiatan workshop juga disertai konsolidasi tim Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) secara sistematis. Dengan harapan menambah sinergi antar sesama PTMA untuk senantiasa mendukung UMM berada pada jalur yang terarah fokus pada perangkingan internasional. Sehingga, dengan terlaksananya agenda tersebut, tim UMM semakin memantapkan diri membawa UMM lebih kuat pada perangkingan internasional. “Saya berharap, dengan adanya agenda workshop ini tim kami semakin solid dan bisa bekerja yang mengarah pada target utama dimana bagaimana UMM ini bisa diakui dunia, salah satunya adalah perangkingan global,” tambahnya. Disisi lain, Wakil Rektor 4 UMM Muhammad Salis Yuniardi, S.Psi., M.Psi, PhD. Menerangkan bahwa Workshop ini diadakan sebagai wadah sharing dan juga meningkatkan sinergi sesama PTMA dalam meningkatkan ranking di percaturan global. Khususnya bagi perguruan tinggi semacam UMM yang telah terakreditasi Unggul. Selain itu, sudah ada prodi-prodi yang terakreditasi internasional dan sumberdaya yang sangat memadai sehingga, sudah saatnya bagi UMM masuk ke kompetisi internasional. “Dua tahun ini UMM berhasil terdaftar dalam cluster 500 hingga 600 perguruan tinggi terbaik di Asia. kedepan ranking ini terus bisa meningkat kedepannya. Selain itu juga bisa masuk ke perankingan lain seperti Webometric ataupun Unirank yang juga diakui banyak perguruan tinggi. Saat ini UMM selalu masuk jajaran atas di Indonesia dan Asia,” pungkasnya. (Din/Faq)