UMM Ajari UMKM Pentingnya Sertifikasi Halal

Mayoritas penduduk Indonesia merupakan seorang muslim, maka tidak heran apabila sertifikasi halal pada produk makanan dan minuman dianggap sangat penting. Maka dari itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Malang, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Malang, dan Pusat Studi Penelitian dan Pengembangan Produk Halal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) saling berkolaborasi. Mereka melangsungkan workshop dan pelatihan mengenai sertifikasi halal pada 31 Agustus lalu. “Pelatihan itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran halal dan pentingnya sertifikasi halal bagi para pelaku UKM serta wirausaha sekitar. Tidak hanya itu, kami juga ingin membangun ekosistem halal dan kawasan industri halal, khususnya yang ada di Malang,” kata Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Sa’ati, M.P. selaku Kepala Pusat Studi Penelitian dan Pengembangan Produk halal UMM. Adapun workshop itu tidak hanya memberikan penjelasan mengenai apa itu sadar halal, pentingnya halal, dan cara membranding suatu usaha. Tetapi juga penjelasan secara teknis terkait bagaimana para UKM dapat menyiapkan beberapa berkas yang dibutuhkan untuk nantinya diunggah ke dalam formulir sistem jaminan produk halal (SCPH). Apalagi melihat realita bahwa para peserta seminar belum mengantongi sertifikat halal. Sehingga harapannya, mereka bisa memulai mendaftarkan produk dan didampingi oleh tim. Elfi, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa sertifikasi halal penting sebagai peningkatan mutu dari aspek perizinan, syarat legalitas produk, dan meningkatkan keperceyaan konsumen, baik lokal maupun global. Ia melihat bahwa masih banyak masyarakat yang kurang mengerti akan pentingnya mengonsumsi makanan halal. Apalagi ini merupakan salah satu syariat Islam dan Indonesia memiliki penduduk muslim yang banyak. Adapun UMM senantiasa mendukung pengembangan produk halal di Indonesia. Misalnya dengan mendirikan Pusat Studi P3 Halal UMM yang aktif melibatkan para dosen dan mahasiswa dalammelaksanakan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Tidak hanya itu, sejak tahun 2010 UMM juga telah menyediakan kurikulum terkait manajemen produk pangan halal. Sehingga ini sesuai dengan visi-misi yang dimiliki oleh kampus dalam mendukung Iptek yang berlandaskan keislaman dan kemuhammadiyahan. Sebagai penutup, ia berpesan agar semua masyarakat dapat saling bergotong royong dalam menyadarkan pentingnya ekosistem halal ini. “Para pelaku usaha harus paham bahwa sertifikasi halal adalah hal penting. Mampu mempertanggungjawabkan produknya dengan standarisasi halal. Bekerja di dunia kuliner tidak hanya mencari keuntungan semata, tapi juga mampu menyisipkan unsur ibadah untuk meraih ketenangan dan cita-cita di akhirat,” pungkasnya. (Zaf/Wil)

Ini Sosok Syifa, Wisudawati UMM dengan Pengalaman Internasional Melimpah

Berangkat dari dorongan motivasi emosional yang diberikan para dosen, Syifa Cahya Ramdhati sukses menjadi salah satu wisudawati terbaik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 2024 dengan pengalaman internasional yang banyak. Ia yang diwisuda pada 29 Agustus lalu itu menyebut bahwa niat kuat, target terukur, dan usaha sungguh-sungguh adalah kunci. Perjalanan akademik internasionalnya di mulai sejak semester awal perkuliahan. Dia aktif mengikuti International Short Course Winter & Spring program Asia University Taiwan di tahun 2020-2021. Kemudian ia aktif ikut dan berkecimpung di program-program internasional lain. Salah satu yang menarik adalah keberhasilannya menyelesaikan proses satu semester di di Kadir Has Universitesi Türkiye. Selama satu semester di Turki, Syifa begitu rajin mengikuti perkuliahan dengan sistem belajar based on full discussion selama 2-3 jam pelajaran di forum kelas. Selain itu, Dia mengaku mendapatkan mata kuliah baru yang tidak ditemui selama kuliah di UMM yaitu moral psychology dan group process. Ia bahkan tergabung menjadi bagian dari Erasmus Student Network (ESN) yaitu, forum paguyuban mahasiswa internasional di Turki, khususnya di lingkup Kadir Has Universitesi. “Saya sangat menikmati setiap kegiatan dan pertukaran informasi baru seputar kebudayaan dunia yang didapat dalam forum tersebut. Kegiatannya itu meliputi sharing session, dance class, penampilan kebudayaan dari masing-masing negara asal, field trip, hingga open donation untuk isu-isu peristiwa internasional,” ungkapnya. Selanjutnya, perempuan asal Bandung itu berkesempatan terlibat dalam International Short course & Internship Universitas Muhammadiyah Malang x Asia University Taiwan 2023. Ia bertugas sebagai interpreter yang mendampingi 25 mahasiswa Taiwan selama di Indonesia. Di antaranya, mengkaji beberapa fenomena kasus psikologi yang terjadi di Indonesia dan Taiwan. Di tahun yang sama, ia juga terpilih menjadi delegasi mewakili Psikologi UMM dalam Program Akreditasi International FIBAA tahun 2023. Ia menceritakan, dalam proses ini dibutuhkan persiapan panjang dibimbing tim fakultas dan penilaiannya sangat ketat. Ia bersyukur bisa berkuliah di UMM yang senantiasa menyediakan privilese dengan beragam kegiatan dan informasi international scholarships. Ia biasanya mendapatkan informasi melalui International Relations Office (IRO) UMM yang selalu up to date tentang informasi-informasi dan beasiswa. Ia berpesan agar anak-anak muda tidak pernah lelah berhenti mencapai impian. Menurutnya, UMM sudah sangat apik menfasilitasi dan membebaskan mahasiswanya. Memberikan wadah untuk berbagai potensi yang dimiliki anak muda. “Pesan Saya bagi teman-teman mahasiswa adalah jangan hanya menunggu informasi juga. Adakalanya kita sebagai mahasiswa harus mengambil inisiatif,” katanya menegaskan. (Din/Wil)