UMM Dapat Penghargaan dari Lapas Perempuan

Selain memberikan pendidikan berkualitas dan penelitian menarik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga fokus melakukan pengabdian ke masyarakat. Salah satunya yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A, Malang. Bahkan UMM mendapatkan penghargaan mitra kerja pada 25 September 2024 lalu karena berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Lapas. Adapun penghargaan itu diterima langsung oleh Wakil Rektor III UMM Dr. Nur Subeki, M.T. Terkait penghargaan itu, Ketua Lapas Perempuan II A Malang Yunengsih, Bc.ID., S.Sos., M.H. mengapresiasi UMM yang sudah melaksanakan berbagai program selama ini. Mulai dari pelatihan untuk menambah skill, buka bersama, memberikan kurban Idul Adha, pembuatan musik dan video klip, hingga sukses mengajak warga Lapas lebih kreatif. Salah satunya dengan meluncurkan buku antologi kisah menarik para warga Lapas. “Beragam program yang dilaksanakan UMM di sini tentu mendorong produktivitas warga Lapas prepmuan. Semoga semua kerjasama ini bsia berlanjut dan semakin memberikan manfaat,” katanya melanjutkan. Di sisi lain, Kepala Humas UMM Dr. M. Isnaini, M.Pd. mengatakan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata pengabdian Kampus Putih yang tidak pilih-pilih pada masyarakat. Berupaya memberikan pelatihan dan wadah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani hukuman di Lapas. “Sederet kegiatan sudah kami lakukan di Lapas perempuan kelas II A Malang dan kami berharap hal itu bisa meningkatka produktivitas dan kepercayaan diri teman-teman. Tentu, akan ada beragam program kerjasama lain yang bisa kami lakukan ke depannya,” katanya. Selain di Lapas perempuan Malang, UMM juga rutin mengunjungi berbagai lokasi di Malang dan kota-kota sekitarnya. Salah satunya melalui mobil Kamis Membaca (KaCa) dan mobil Bioskop Keliling (Bioling) yang menyediakan ratusan bacaan serta film yang edukatif. Mobil tersebut mengunjungi desa-desa, panti asuhan, sekolah, dan lain sebagainya. Bahkan juga menghibur par akorban bencana dan menggaet kerjasama dengan pihak lain. Ini juga menjadi cara UMM dalam memberikan pengabdian maksimal pada masyarakat. “Ada puluhan bahkan ratusan program lain yang kami jalankan di berbagai wilayah di Indonesia. Mulai dari pengembangan PLTMH hingga peningkatan kualitas pertanian yang sudah berjalan di Situbondo, Jember, Bahkan Bali. Semoga apa yang kami lakukan bisa memberikan manfaat yang banyak untuk Indonesia,” pungkasnya. (wil)

Dosen UMM Ini Masuk 2% Peneliti Terbaik Dunia

Kabar baik kembali hadir dari Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini seorang dosen UMM berhasil masuk ke dalam 2% top researchers list seluruh dunia yang dirilis Elsevier dan Stanford University. Adalah Dana Marsetiya Utama yang merupakan dosen Teknik Industri UMM yang sejak 2019 telah menekuni dunia penelitian internasional. Sertifikasi ini diikuti oleh kurang lebih 150 ribu peneliti yang ada di seluruh dunia dan 150 peneliti dari Indonesia telah masuk ke dalam 2% top scientists tersebut. Dalam sertifikasi 2% top scientists tersebut ia masuk ke dalam kategori nuclear and particle physics. Hal itu tak lepas dari penelitiannya yangberkaitan dengan energi. Beberapa yang menarik adalah penelitian mengenai pengelolaan energi yang lebih efisien sehingga nantinya dapat menghemat energi. Maka dari itu, banyak penelitiannya disitasi oleh orang lain karena dianggap penting serta dapat berpengaruh dalam suatu penelitian. Apalagi dalam penilaian top 2% researcher, jumlah publikasi, sitasi, dan dampak keseluruhan menjadi pertimbangan. Dana, sapaan akrabnya, mengungkapkan alasan mengapa ia jatuh cinta dengan kegiatan penelitian. Salah satunya karena ia menjalani mimpi menjadi seorang dosen. Menurutnya dosen harus mampu melaksanakan tri darma perguruan tinggi, yakni menjadikan riset sebagai suatu bahan pengajaran serta pengabdian seorang dosen. “Kegiatan belajar mengajar dapat diperoleh dari hasil penelitian kita. Jadi akan ada pandangan pemahaman baru yang diperoleh mahasiswa,” katanya. Ia juga mengungkapkan rasa penuh syukur dan bangga atas pencapaiannya. Menurutnya, hanya ada segelintir peneliti saja yang masuk ke dalam daftar ini. Bahkan beberapa kampus yang ada di Malang belum tentu masuk ke dalam top researchers list ini. Tentunya hal tersebut menjadi sebuah kehormatan tersendiri baik bagi diri sendiri maupun kampus. Dana telah membuktikan bahwa SDM yang dimiliki UMM merupakan SDM unggul dan mampu bersaing di tingkat global. Meski berhasil masuk ke daftar peneliti terbaik dunia, Dana tidak puas dengan penelitian yang dilakukannya dan terus melakukan hilirisasi. Dengan begitu, hasilnya dapat berguna bagi banyak orang. “Harapannya, ide dan penelitian saya benar-benar bsia diterapkan di masyarakat dan industri. Tidak hanya dilakukan secara teori tetapi juga dapat diaplikasikan. Semoga teman-teman dosen UMM lain bisa masuk ke daftar tersebut di waktu yang akan datang,” pungkasnya. (zaf/wil)