Mahasiswa UMM asal NTT ini Dapat Beasiswa ke Barcelona

Aloysius Gonzaga Alnabe, Mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses terbang ke Barcelona melalui program beasiswa Indonesian International Student Award (IISMA) 2024. Gonza, sapaan akrabnya, bersama 40 rekan mahasiswa student exchange Indonesia berkesempatan menikmati belajar selama tiga bulan di Universitat Pompeu Fabra (UPF) Barcelona, Spanyol sejak September. Lebih lanjut, Gonza mengaku sangat bersyukur mendapatkan kesempatan emas dan mendapatkan pengalaman belajar yang luar biasa ini. Di samping itu, Gonza juga membagikan tiga hal menarik tentang Barcelona yang membuatnya terkesan dan menikmati perjalanan belajarnya disana. Pertama kali menginjakkan kaki di kota terbesar kedua Spanyol itu, Ia mengaku kagum terhadap tata ruang kota yanag didesain pedestrian-friendly sehingga memudahkan pejalan kaki. Hal menarik lainnya adalah banyak bangunan bersejarah berusia ratusan tahun berdiri kokoh sangat indah. Kemudian, hal menarik ketiga berasal dari budaya dan sistem pendidikan, serta suasana belajar di perguruan tinggi UPF based on full discussion antara dosen dan mahasiswa. “Saya sangat menikmati belajar di UPF Barcelona ini. Kami (mahasiswa) tidak merasa terintimidasi serta diberi keluasan kebebasan untuk bertukar pikiran dan argument dengan para dosen. Saya merasa enjoy dengan suasana atau budaya mengajar dan belajar di sini,” tambahnya. Lebih lanjut, mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur itu membagikan kesannya dan pengalaman menarik selama di Barcelona. Menurutnya, Tapas adalah satu tradisi unik dan menarik khas Spanyol yaitu menyantap makanan porsi kecil sebagai hidangan pembuka. Selain makanan, Gonza juga menjelajahi salah satu destinasi wisata yang menawarkan pemandangan deretan pegunungan cantik terkenal di Catalonia, barat laut Barcelona yaitu Montserrat. “Menurut saya, Spanyol terutama Barcelona adalah salah satu tempat di dunia ini yang nyaris sempurna. Monumen-monumen bersejarah berdiri sedemikian rupa dengan arsitektur yang indah, tata ruang kota yang terstruktur rapi didukung juga pedestrian-friendly, makanan yang mendunia, serta destinasi wisata yang worth it banet untuk dikunjungi ketika teman-teman ke Barcelona,” sambungnya antusias. Tak hanya senang dapat menikmati keindahan kota Barcelona, Gonza juga bertekad untuk mampu menyalurkan segala ilmu dan wawasan baru yang Ia dapatkan untuk bisa juga sama-sama dipelajari bersama. Menariknya, selain sebagai mahasiswa HI UMM, Gonza juga giat mengajar bahasa Inggris di beberapa tempat. Dibalik kesuksesaannya pertukaran pelajar di UPF, Gonza mengaku kerap kali sangat rindu kampus dan kampung halamannya. Terakhir, Gonza berpesan kepada anak muda untuk jangan ragu dan jangan takut untuk memulai sesuatu yang kamu sukai. Menurutnya, aktif dalam organisasi, kegiatan sosial, dan aktif mengikuti lomba-lomba menjadi nilai tambah yang cukup berpengaruh dalam perjalanan kehidupan. Sehingga bisa bertahan menghadapi permasalahan yang muncul. “Lalu, saya juga berterimakasih kepada UMM yang telah senantiasa menjadi wadah dan memberikan dukungan kepada para mahasiswanya untuk memperoleh pendidikan setinggi-tingginya. Saya harap teman-teman mahasiswa UMM lainnya memanfaatkan segala fasilitas kampus. UMM sudah sangat luas mewadahi dengan beragam program beasiswa internasional, jangan ragu, ambil dan daftarkan dirimu. Apapun hasilnya, jadikan itu sebagai wadah untuk mengukur kemampuan diri,” tegasnya. (din/wil)

Tahun ini, Lima Prodi FPP UMM Raih Akreditasi Internasional

Rekognisi kembali diraih oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini lima prodi Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM berhasil meraih akreditasi internasional dari Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik (ASIIN). Pencapaian ini semakin memperkuat posisi FPP UMM dalam kancah pendidikan tinggi global, terutama di bidang pertanian, peternakan, dan teknologi pangan. Lima Prodi yang terakreditasi yakni Agroteknologi, Teknologi Pangan, Kehutanan, Peternakan, dan Akuakultur. Penilaian akreditasi ini menekankan pada beberapa aspek. Dimulai dengan kurikulum yang dijalankan oleh masing-masing prodi. Kemudian juga jumlah lulusan dan tingkat keterserapannya di dunia kerja serta keberlanjutan berbagai program yang ada. Tak lupa juga fasilitas-fasilitas mumpuni yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa. Terkait hal ini, Wakil Dekan I FPP UMM, Ir. Henik Sukorini, M.P., Ph.D. mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraih fakultas yang ia pimpin. Apalagi akreditasi ASIIN merupakan salah satu akreditasi internasional yang diakui oleh Dikti. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi UMM dan FPP, sekaligus menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan di FPP UMM telah memenuhi standar internasional. ASIIN sendiri merupakan lembaga akreditasi dari Jerman yang berfokus pada program studi dalam bidang teknik, sains, matematika, biologi, dan pertanian. Akreditasi ini juga akan memberikan dampak positif pada pengembangan karier mahasiswa FPP UMM di masa mendatang. Dengan akreditasi internasional, lulusan akan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar kerja global. Henik menekankan bahwa akreditasi ini hanyalah langkah awal dan pihaknya akan terus mengembangkan program-program internasional lainnya. Salah satu program internasional yang sedang berjalan di FPP UMM adalah summer course yang diikuti oleh puluhan mahasiswa asing. Dalam program ini, mahasiswa asing akan diajar langsung oleh dosen-dosen FPP UMM. Mereka berasal dari berbgaai negara dan benua seperti Jepang, Jerman, Thailand, Singapura, dan lainnya. “Kami ingin memperkenalkan lebih banyak mahasiswa internasional kepada potensi pertanian dan peternakan Indonesia. Oleh karena itu, kami terus membuka pintu bagi kolaborasi internasional,” tambah Henik. Selain summer course, FPP UMM juga akan mengundang lima dosen dari luar negeri untuk mengajar di program reguler. Kehadiran para dosen asing ini diharapkan dapat memperkaya wawasan dan perspektif mahasiswa FPP, serta meningkatkan interaksi lintas budaya di lingkungan kampus. “Setelah mendapatkan akreditasi ASIIN, kami akan terus melaksanakan program-program internasional lainnya. Kami ingin memastikan bahwa FPP UMM tidak hanya diakui secara internasional, tetapi juga terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan industri,” ungkapnya. Adapun program-program internasional yang terus berjalan ini merupakan bagian dari strategi UMM untuk membangun jejaring global yang lebih luas. Upaya tersebut bertujuan untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan institusi dan akademisi internasional. Ke depannya, Henik berharap akreditasi ini dapat menjadi batu loncatan bagi FPP UMM untuk terus berinovasi. “Kami ingin membawa lebih banyak program studi kami ke jenjang internasional. Tentunya, ini memerlukan kerja keras dan komitmen dari semua pihak, tetapi dengan semangat dan dedikasi yang FPP miliki, saya yakin kita bisa mencapai lebih banyak,” pungkasnya. (ri/wil)