Dari Raisa hingga Tiara, Alumnus UMM Ini Sukses Bikin MV Artis Ternama

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tak pernah berhenti melahirkan generasi emas, baik di dunia pendidikan maupun dunia kerja. Salah satunya alumnus Ilmu Komunikasi UMM satu ini yang sukses berkarir di dunia industri audio visual sebagai sutradara atau film director. Ia adalah Wahyu Taufani Prialangga yang sukses menyutradarai video musik berbagai penyanyi kondang Indonesia. Ia yang menyukai dunia musik itu sudah melakoninya selama lima tahun belakangan. Angga, sapaan akrabnya, mengaku sudah membuat ratusan MV selebritas papan atas tanah air. Di antaranya, Raisa, Noah, Rossa, Lyodra, Tiara Andini, JKT48, Slank, Rizky Febian, Coldiac, dan masih banyak lagi. Kesuksesan karirnya berawal dari masa masa mudanya yang sangat menyukai musik dan tumbuh besar di lingkungan pertemanan dengan para musisi Malang seperti Coldiac dan Sal Priadi. Di samping itu, beberapa director film menginspirasinya untuk berkecimpung di indusri ini, seperti Angga Dwimas Sasongko dan Yandy Laurens. “Pertama tentu karena saya suka musik dan memang berada di lingkungan pertemanan musisi di malang seperti Coldiac dan Sal Priadi. Akhirnya, saya mencoba meng-handle MV kedua musisi luar biasa Malang tersebut. Selain itu, saya juga terinspirasi dari Angga Sasongko dan Yandy Laurens dan harapnnya bisa turut mengikuti jejak mereka. Dimulai dengan berkarir dan bikin MV,” sambungnya. Lebih lanjut, pria asal Lamongan yang besar di Malang tersebut menganggap pekerjaannya sebagai hal yang menyenangkan. Untuk itu, Ia mengaku tidak merasa kesulitan karena seru bisa bekerja sama dengan banyak orang baru dengan latar belakang dan karakter pribadi yang berbeda. Selain itu, banyak hal baru yang Ia dapatkan dan pelajari tentang industri ini setelah lima tahun lebih terjun di dalamnya. Ia juga memiliki pandangan tentang bagaimana karakter MV yang dihasilkannya. Menurutnya, komponen terpenting dalam menciptakan suatu MV yang bagus dan indah adalah kejujuran, sehingga menghasilkan karakter MV yang ‘hidup’. “Dari pengalaman saya, ranah industri ini luas sekali. Selain banyak belajar hal baru, menjadi bagian dari industri ini menuntut kita untuk belajar dan terus belajar. Bagus itu soal selera. Saya sendiri, ingin lebih jujur dalam membuat MV dan menuangkan melalui simbol-simbol dan pengadeganan sesuai segmen audience MV tersebut,” tambahnya. Berbagai pengalaman dan materi yang ia dapatkan seama kuliah di UMM sangat bermanfaat. Hal itu dapat menjadi bekal yang bagus untuk berkarya di dunia tersebut. Adapun ke depannya, Ia berharap semoga bisa mengerjakan film panjang di bioskop. “Kuncinya adalah konsisten. Karena tidak ada yang tidak mungkin kalau kamu mau terus mencoba. Intinya, konsisten membuat suatu karya secara terus menerus,” pesannya. (*)
Bening, Mahasiswa UMM yang Jalani Kuliah di Italia

Mendapat beasiswa pertukaran pelajar ke luar negeri merupakan hal yang membanggakan dan banyak diimpikan oleh sebagian besar mahasiswa. Adalah Bening Qolbu Adinda seorang mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang kini sedang menjalankan program IISMA di Italia. Ia kini menjalani perkuliahan di University of Padova Italy sejak September lalu hingga beberapa bulan ke depan. Selama dua minggu di Itali, ada banyak hal menarik yang telah ia temui dan rasakan. Misalnya hal kecil seperti budaya menyeberang. Ia mengatakan bahwa pejalan kaki di sana sangat diutamakan. Jadi tidak heran apabila banyak ditemui para pejalan kaki. Masyarakat di sana juga lebih sering memakai transportasi umum dibandingkan transportasi pribadi. Hal itu tak lepas dari transportasi umum yang memadai dan terjangkau. “Saya juga kagum dengan para orang tua di sini yang masih aktif melakukan berbagai aktivitas di luar ruangan. Seperti bekerja, pergi berbelanja, dan lain sebagainya,” katanya. Hal menarik lain adalah sistem perkualiahan. Jika di kampus Indonesia banyak yang menerapkan sistem kehadiran, di Italia tidak begitu. Selama para mahasiswa dapat mengikuti dan mengerjakan ujian dengan baik, maka kehadiran tidak begitu diperhatikan. Sistem pembelajarannya juga menyenangkan dengan bermain games, mengadakan quiz, dan lain sebagainya yang dapat membuat para mahasiswa merasa nyaman. Bening juga tak melewatkan untuk mencicipi berbagai makanan, termasuk pasta. Menurutnya, harga pasta di Italia sangat terjangkau. Bahkan jenis pasta seperti spaghetti, penne, dan lain-lain harganya hanya disekitar satu euro saja dan akan lebih terjangkau apabila membeli porsi yang besar. Ia menjelaskan bahwa harga terjangkau itu karena memang pasta menjadi makanan pokok masyarakat. “Saya juga kaget porsi makanan di sini besar-besar. Bahkan bisa dimakan 2-3 orang,” katanya. Sebagai penutup ia berkomitmen untuk menerapkam dan mengajak masyrakat Indonesia untuk mencontoh budaya hidup sehat layaknya orang-orang Italia. Yakni dengan jalan kaki, sering olahraga, dan juga mulai menggunakan transportasi umum. Ia juga berpesan kepada para mahasiswa UMM terutama yang sedang mencari beasiswa pertukaran pelajar agar selalu semangat, berjuang dan mau berkorban untuk mencapainya. (zaf/wil)