UMM Lima Besar Kampus Terbaik Indonesia Bidang Kualitas Riset

Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Terbaru, UMM sukses masuk lima besar kampus dengan kualitas riset terbaik di Indonesia, tepatnya pada posisi keempat. Penilaian ini berdasarkan pemeringkatan World University Rankings (WUR) 2025 yang dirilis oleh Times Higher Education (THE). Kualitas riset UMM sukses mengungguli berbagai kampus negeri maupun swasta se-Indonesia. Adapun untuk ranking semua aspek, Kampus Putih berada di peringkat delapan belas Indonesia. Dalam pemeringkatan itu, UMM memperoleh skor 39,6 pada aspek riset. Wakil Rektor IV UMM Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi, Ph.D. menjelaskan penialian kualitas riset menjadi dimensi penting dalam pemeringkatan WUR 2025 tersebut. Bahkan THE memberikan bobot paling besar pada aspek terkait. Ada empat indikator yang diukur dalam aspek riset yakni citation impact, research strength, research excellence, dan research influence. “Raihan ini membuktikan bahwa riset-riset yang dikerjakan dan diproduksi oleh sivitas akademika UMM memiliki kualitas yang mumpuni. Tidak hanya banyak menciptakan riset tapi benar-benar memiliki nilai yang baik untuk memberikan solusi bagi masyarakat,” katanya. Adapun keempat indikator di atas mengukur seberapa besar kontribusi akademik universitas terhadap penelitian. Selain itu juga seberapa besar dampaknya secara global. Poin-poin terkait juga menggambarkan kemampuan kampus dalam menghasilkan penelitian dengan kualitas tinggi. Berbagai riset yang dilakukan harus diakui oleh sivitas akademika internasional. Kemudian juga harus mampu memberikan efek bagi perkembangan ilmu pengetahuan di masing-masing bidang. Salis berharap, capaian ini bisa menjadi bahan bakar warga UMM untuk terus meningkatkan kualitas. Dengan begitu, seiring berjalannya waktu Kampus Putih mampu mendapatkan berbagai rekognisi nasional maupun internasional lainnya. “Keberhasilan ini menunjukkan dedikasi Kampus Putih UMM dan Muhammadiyah dalam membangun pendidikan dan kampus yang berkualitas serta unggul. Ini juga menjadi angin segar bagi seluruh warga Muhammadiyah yang sudah berjuang memajukan pendidikan bagi bangsa,” katanya mengakhiri. (wil)
Safari RBC di Madura: Sediakan Ratusan Buku Menarik

Ruang Baca Cerdas Institute Universitas Muhammadiyah Malang dan PPI AMF melanjutkan agenda Safari Literasi. Kali ini mereka berkunjung ke dua sekolah di Jawa Timur, pertama ke SD Muhammadiyah 1 Candi dan Perguruan Muhammadiyah di Bangkalan. Kegiatan ini adalah kelanjutan dari safari literasi yang sukses dilaksanakan di Surabaya. Ratusan buku dihadirkan untuk merangsang minat baca para siswa, terutama untuk menanamkan kecintaan membaca di kalangan pelajar. Direktur Eksekutif RBC Subhan Setowara MA mengatakan, rangkaian safari ini memang sudah dilaksanakan timnya secara rutin. Tidak hanya di wilayah Malang, tapi juga berbagai kota bahkan berbagai provinsi lainnya. Mobil Terbang, sebagai bagian dari kegiatan ini, membawa koleksi buku yang beragam dan menarik. Mulai dari buku-buku novel, cerita bergambar, hingga motivasi-motivasi. Sehingga anak-anak sangat antusias untuk menjelajahi buku-buku yang disediakan. Salah satu daya tarik utama dari safari literasi ini adalah sesi baca bersama dan fun games berhadiah. Kegiatan ini tidak hanya menambah keseruan, tetapi juga memotivasi adik-adik untuk lebih mengenal dan mencintai dunia literasi. Anak-anak tampak bersemangat mengikuti setiap permainan dan aktivitas. Bermian bola, tali, dan tebak-tebakan. Hal ini menunjukkan bahwa belajar bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Subhan berharap, melalui safari literasi ini, anak-anak dapat menemukan kecintaan terhadap membaca yang akan membawa mereka jauh ke depan. Literasi adalah kunci untuk membuka banyak pintu kesempatan. Dengan kegiatan ini, kami ingin mendorong mereka untuk tidak hanya menjadi pembaca yang baik, tetapi juga penulis dan pemikir kritis di masa depan. Apalagi melihat peringkat PISA Indonesia yang hanya bertengger di posisi 7 se-ASEAN. Adapun PISA merupakan survey yang mengukur numerasi, literasi, dan bahasa. “Ini menjadi upaya kami untuk bisa membantu meningkatkan literasi. Namun, usaha kami tidak cukup, maka kami mengajak pihak-pihak lain untuk bisa melakukan hal yang sama. Semoga inisiatif RBC dan PPI AMF mendatangkan mobil membaca bisa dicontoh dan ditiru oleh institusi lain,” katanya. Sementara itu, salah satu siswa asal Bangkalan Adinda senang ada mobil buku yang datang ke sekolahnya. Apalagi ada beberapa buku yang sangat ia baca tapi susah mendapatkan aksesnya. Misalnya buku-buku Harry Potter yang punya sederet seri. “Semoga mobil membaca seperti ini bisa datang lagi ke sini karena kalau satu hari rasanya kurang. Terimakasih RBC UMM dan PPI AMF sudah mengunjungi sekolah kami,” pungkasnya berharap. (*/wil)