Indonesia Raya Diputar di Gedung DPR, Begini Kata Dosen UMM

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) harus bisa mempelopori sikap nasionalisme diseluruh elemen bangsa Indonesia yang mempresentasikan kepentingan rakyat. Hal itu ditegaskan Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M. selaku dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia mengapresiasi terkait kebijakan baru yakni peraturan menyanyikan lagu Indonesia Raya di Gedung DPR. Diputarnya lagu kemerdekaan Indonesia Raya di gedung DPR ini dapat menumbuhkan dan membangkitkan semangat nasionalisme di lingkungan tersebut. Dekan FKIP UMM itu menjelaskan, peraturan menyanyi Indonesia Raya ini harusnya jadi pengingat kinerja anggota DPR. Meski tugas seorang DPR sangat berat dalam mewakili aspirasi setiap dapil di seluruh Indonesia, namun itu bukan menjadi halangan dalam memberikan kinerja yang terbaik. Ia menilai, selain dapat membangkitkan rasa nasionalisme, kebijakan ini juga dapat menjaga kebersamaan di lingkungan DPR ditengah adanya perbedaan fraksi ataupun kepentingan setiap anggota dewan. “Adanya kebijakan menyanyikan lagu kebangsaan ini tidak hanya dilakukan di negara Indonesia. Negara ASEAN lainnya seperti Thailand sudah lebih dulu menerapkan kebijakan itu. Bahkan lagu kebangsaan Thailand setiap harinya diputar di ruang-ruang publik, sehingga semua masyarakat ikut mendengarkan dan menyanyikan lagu nasional tersebut,” jelasnya. Lebih lanjut, ia jugamenyoroti sikap saat ada nyanyian lagu kebangsaan. Dalam Pasal 62 UU Nomor 24 Tahun 2009 dikatakan bahwa setiap warga Indonesia yang mendengar dan menyanyikan lagu Indonesia Raya harus berdiri tegak dengan sikap hormat. Sehingga makna lagu Indonesia Raya bagi rakyat Indonesia sangatlah sakral. Apalagi meningat jasa para pahlawan yang selalu berjuang demi tumpah darah untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Inilah alasan yang mengharuskan warga negara Indonesia harus menjaga sikap nasionalismenya saat lagi Indonesia Raya diputar. Meski begitu, Trisakti menegaskan bahwa menyanyi saja tidak cukup. Ada hal lain yang dapat dilakukan untuk mendorong kinerja DPR agar semakin optimal. Salah satunya dengan melakukan pengawasan secara berkelanjutan. Sekaligus mempertimbangkan hukum serta kebijakan yang diterapkan sesuai dengan kepentingan rakyat. “Apabila ada kebijakan yang merugikan dan tidak sesuai dengan kepentingan rakyat, maka fungsi pengawasan ini menjadi poin penting. Pihak DPR tidak boleh membuat polemik di tengah masyarakat. Apalagi disebabkan oleh adanya kebijakan yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat,” ujarnya secara tegas. Sementara itu, Dosen PPKN UMM lain Wahyu Kurniawan, S.Pd., M.Pd. mengatakan bahwa ke depannya lagu Indonesia Raya ini harusnya tidak hanya diputar dan dinyanyikan di Gedung DPR, tapi juga di berbagai ruang publik lainnya. Utamanya untuk menanamkan sikap nasionalisme bagi generasi muda sekarang. Maka, demi menjaga keutuhan NKRI, sangat penting untuk menumbuhkan sikap kebiasaan nasionalisme. Jadi, harapannya akan ada banyak tempat umum lain di mana Indonesia Raya bisa diputar setiap hari pada jam tertentu. “Harapan lainnya tentu kita semua berharap lagu Indonesia Raya jadi pengingat bagi DPR untuk memberikan kinerja yang terbaik. Tidak malah meneruskan stigma negatif DPR selama ini sehingga kepercayaan publik terhadap DPR semakin tinggi,” tegasnya. (zaf/wil)

Dosen UMM Raih Gelar Dosen Inspiratif berkat Inovasi Produk Mawar

Memanfaatkan kekayaan sumber daya alam lokal yang melimpah, Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menangkan penghargaan sebagai ‘Dosen Inspiratif’ berkat ciptakan produk inovatif dari pigmen bunga mawar. Adalah Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP. guru Besar UMM yang berhasil menangi piala serta piagam penghargaan atas inovasinya pada bazar dan pameran produk Usaha Kecil Menengah (UKM) di ajang Indonesia Mental Health Summit (IMHS) pada 10 November lalu. Produk minuman sari mahkota mawar antioksidan tinggi yang diberi nama Elviza tersebut sukses menarik perhatian juri dan masyarakat. Adapun IMHS 2024 merupakan event perdana pertama kali digelar di Indonesia yang diselenggarakan oleh salah satu komunitas asosiasi psikologi Indonesia yang bekerjasama dengan Alisa Khadijah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Malang Raya. Ada sederet rangkaian acara, mulai dari webinar internasional dan nasional, berbagai perlombaan mengasah kreatifitas dan bidang olahraga, serta bazar pameran produk UKM lokal juga dihadirkan. Masing-masing kegiatan dikompetisikan dengan beberapa indikator berbeda. Elfi bersama tim mewakili UKM dan bidang usaha Malang dengan kreasi produk Elviza, berhasil memenangkan kategori penilaian karakter ‘Sisi Kronologis Kreasi Produk’. Kreasi produk sari bunga mawar tersebut berangkat dari penelitian berbasis pigmen antosianin bunga yang jarang sekali dimanfaatkan sebagai sumber pangan. Elfi juga mengaku terinspirasi dari ayat Alquran dan fenomena alam dimana bunga-bunga seringkali banyak dihinggapi kupu-kupu dan hewan lainnya. Mawar tabur lokal organik menjadi fokus pengembangan penelitiannya sebagai sumber pangan alternatif, pewarna alami produk pangan, herbal, kosmetik dan pewarna batik organik. “Saya terinspirasi dan meyakini kalam Allah SWT bahwa, madu itu dari sari bunga. Selain indah dipandang, tak disangka bunga mawar tabur lokal juga kaya akan antioksidan dan banyak mengandung vitamin C. Untuk itu, saya tergerak mengembangkan produksi beragam produk mulai dari minuman, suplemen herbal, effervescent, hingga pewarna batik organik yang dipasok dari para petani mawar lokal seperti Pasuruan, Lawang, hingga Nganjuk,” sambungnya. Beragam produk pangan yang telah berhasil Elfi kembangkan adalah hasil dari tekad kuat dalam penelitian yang telah Ia tekunkan selama puluhan tahun sejak tahun 2002. Hasil penelitian minuman ini mengandung antioksidan tinggi hingga sekitar 82-87%. Dalam ilmu kesehatan, persentase tersebut sudah dikategorikan sebagai sumber antioksidan. Selain sebagai produk pangan, pigmen mahkota mawar lokal bermanfaat sebagai handbody lotion. “Kandungan luar biasa pada mahkota bunga mawar lokal ini juga dimanfaatkan sebagai skincare. Hingga pada saat itu, saya berkesempatan teken kerjasama dengan brand kosmetik terkait hal tersebut. Saat ini saya tengah mengembangkan pigmen mawar ini menjadi formula obat yang bisa dimanfaatkan dalam dunia kesehatan,” ungkapnya. Terakhir, Elfi mengaku sangat senang mengetahui kekayaan alam hayati yang sudah tersedia di tanah air yang dulunya masih belum banyak dieksplor. “Alhamdulillah, kini masyarakat mulai peka dengan harta karun alam di sekitar. Saya merasa senang telah diamanahi penghargaan ini. Selebihnya, saya banyak berharap generasi muda potensial bisa berinovasi. Tentu dengan semangat gotong royong dan tekad yang kuat untuk membantu perekonomian lokal tanah air,” pesannya. (din/wil)