Penutupan DQLP, Dorong Dosen dan Karyawan Jadikan Alquran Kurikulum Kehidupan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi menutup Development Qur’anic Literacy Program batch 1 pada Sabtu, 22 Februari. di Masjid AR Fachruddin. Program yang berlangsung selama satu semester ini bertujuan meningkatkan kompetensi dosen dan karyawan dalam literasi Alquran, khususnya dalam membaca, memahami, maupun menghafal. Kegiatan penutupan hari ini, terbagi dalam dua sesi dan diikuti setidaknya oleh sekitar 750 peserta DQLP dalam kurun 16 pertemuan. Terkait hal ini, Wakil Rektor V UMM, rof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. menuturkan bahwa program ini adalah ikhtiar Kampus Putih untuk menjadikan Alquran sebagai kurikulum kehidupan. Menurutnya, tidak ada permasalahan yang tidak bisa dijawab oleh Alquran. Harapannya dengan, pembelajaran ini dapat mendorong dosen dan karyawan dalam melakukan aktivitasnya di kampus dengan lebih baik. Menjadikan Alquran sebagai pedoman. “Mengapa diadakan di masjid? Sebab ini juga bagian dari upaya untuk memakmurkan masjid kita. Masjid yang ramai tentu akan memberikan gairah beribadah dan bermanfaat bagi sesama,”imbuhnya. Di sisilain, salah satu peserta Rizki Febriani, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan. Melalui program ini, ia memiliki kesempatan untuk belajar memahami bacaan dan hukum dalam membaca Alquran. Menurutnya, bergabung di kelas tahsin membuatnya bisa belajar lebih intensif memperbaiki cara membaca Alquuran. Setelah selesai dari kelas tahsin ini, ia akan melanjutkan ke program berikutnya yaitu kelas tahfidz atau menghafal. Adapun program DQLP menyediakan enam program pilihan yang dapat diikuti oleh dosen dan civitas akademika UMM. Keenam program itu adalah tahsin, tartil, tafhim, tafsir, tahfidz dan tilawah. Sebelum masuk ke dalam program, tiap peserta mengikuti placement test dengan metode tasmi. Setelah mengikuti tes, para peserta dimasukkan ke dalam kelas-kelas sesuai minat dan level kemampuan. Selama program berlangsung, para peserta mendapatkan pembelajaran intensif dari para fasilitator yang kompeten. (*/wil)

Ilmu Komunikasi UMM Ajari Cara Manajemen Event yang Baik

Mengelola sebuah event bukan hanya tentang teknis pelaksanaannya saja, tetapi juga tentang bagaimana event manager menyampaikan cerita yang kuat agar berkesan di benak audiens. Hal itu ditegaskan Founder Analogi Organizer Ahmad Faiz Firojabi dalam diskusi public relations (PR) prodi Ulmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adapun agenda yang dilaksanakn pada 14 Februari itu diikuti ratusan mahasiswa yang aktif bertanya dan berdiskusi. Menurut Faiz, storytelling dalam manajemen event merupakan aspek penting. Karena hal itu akan berefek pada event yang akan dijalankan. Faiz menekankan ada tiga hal utama dalam menyusun sebuah event yang tepat. Tiga hal itu adalah memahami product knowledge, target audiens, dan permasalahan yang dihadapi klien.\ “Jika kalian bisa memahami ketiga aspek ini, maka menentukan konsep event yang sesuai akan menjadi jauh lebih mudah. Selain itu, tiga hal ini bisa menjadi pedoman agar jelas maksud dan tujuan event yang kita lakukan,” jelasnya yang juga alumnus Ilmu Komunikasi UMM. Selain tiga hal itu, ia juga menyoroti pentingnya key message dalam setiap event. Menurutnya, keberhasilan suatu event tidak hanya diukur dari pelaksanaan di hari H, tetapi juga dari strategi yang diterapkan setelah acara selesai. “After event harus menjadi bagian dari strategi utama. Perlu ada evaluasi untuk memastikan apakah pesan utama yang ingin disampaikan sudah diterima dan dipahami oleh audiens,” tambahnya. Hal penting lain yang boleh dilupakan adalah adanya keberhasilan mencapai tujuan serta melihataspek legalitas seperti Memorandum of Understanding (MoU). Sekalipun budget event yang dikelola terbatas. Faiz menilai bahwa MoU dapat menghindarkan dari risiko yang tidak diinginkan dan memastikan semua pihak memahami perannya masing-masing. Adapun diskusi ini bertujuan untuk memberi gambaran dasar sebagai bekal mahasiswa untuk menjalani praktikum ilmu komunikasi berbasis real client. Dengan begitu, para mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman praktis yang langsung bersentuhan dengan dunia bisnis dan usaha yang ada. Melalui kuliah perdana ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM juga diharapkan dapat memahami konsep event management secara lebih mendalam. Mampu merancang dan melaksanakan event yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki dampak positif bagi masyarakat. Sementara itu, dosen koordinator praktikum Jamroji juga menekankan pentingnya publikasi dalam keberhasilan event. Event dikatakan sukses, kata Jamroji, ketika tujuannya tercapai dan partisipan mendapatkan informasi yang jelas melalui publikasi yang dilakukan. “Pastikan publikasi kalian unggul, karena itu adalah salah satu komponen nilai terpenting dalam praktikum ini,” tegasnya. (*/wil)