UMM-Siemens Kerjasama Percepatan Era digitalisasi

Siap hadapi masa depan dan melangkah maju menuju dunia kerja di industri teknologi 4.0., Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gandeng kolaborasi dengan PT Siemens Indonesia and partners. Kolaborasi ini diperkuat dengan gelaran Kuliah Tamu bertajuk “Prospek Masa Depan Industri Listrik Tegangan Rendah di Indonesia” kepada para mahasiswa Teknik Elektro, pada 17 April lalu. Agenda ini dikemas secara menarik menjadi sesi Dialogue Talk bersama empat panelis, termasuk diantaranya CEO PT Siemens Indonesia, Surya Fitri. Ia menegaskan bahwa saat ini industri dunia sudah memasuki percepatan trasnformasi era digitalisasi, bukan lagi konvensional. Hal ini juga berdampak pada prospek kerja di masa depan. Menurut Surya, dunia kerja masa depan tidak lepas dari aspek pertumbuhan ekonomi, transformasi digital, serta pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Ini merupakan peluang besar dan sangat menguntungkan bagi mahasiswa lulusan teknik elektro yang sejalan dengan kebutuhan industri. “Realita di sepuluh tahun terakhir ini semakin menuntut kita untuk mengembangkan teknologi dan inovasi. Sehingga, berbicara tentang industri 4.0 terhadap prospek kerja teknik elektro, itu sangat besar. Seperti inovasi lifehouse factory yang sudah menerapkan teknologi fully automatic,” sambungnya. Sementara itu, untuk menjawab ekspektasi dunia kerja industri ada tiga modal utama yang harus dimiliki. Yakni knowledge (pengetahuan), kompetensi, dan attitude. Ketiganya berlaku di semua aspek pekerjaan. Artinya, industri membutuhkan tenaga kerja berpengetahuan luas, kompeten dalam tugas pekerjaan, serta memilki attitude yang baik. Attitude baik yang dimaksud tak hanya baik dan santun perilakunya, tetapi juga open minded terhadap kolaborasi, inovasi dan kreativitas. Menurutnya, komposisi yang baik ketiga elemen tersebut menjadi value kepada potensi individu di dunia kerja. Menariknya, selain itu terdapat juga penandatanganan MoU hibah teknologi Democode SIMOCODE kepada Prodi Teknik Elektro UMM. SIMOCODE sendiri adalah inovasi perangkat manajemen dan kontrol motor. Alfando Lumbanraja selaku Head of Electrical Product PT Siemens Indonesia menyebut ini sebagai upaya bersama antara dunia industri dan lembaga pendidikan tinggi untuk melahirkan calon tenaga kerja yang berkualitas. “SIMOCODE technology adalah inovasi yang menarik. Sebagaimana, kunci komitmen Siemens dalam menjawab tantangan dan peluang masa depan terletak pada efisiensi dan safety dapat memberikan wawasan dan pengalaman lebih kepada para mahasiswa,” jelasnya. Adapun Simaris Training by Siemens Smart Infrastructure Electrical Products (SI EP) diadakan sebagai penutup kuliah tamu.  Simaris merupakan software perencanaan yang memiliki tools yang bervariasi dan berfungsi untuk perencanaan, perhitungan, serta desain jaringan listrik. Simaris Planning Tools terdapat tools diantara yaitu Simaris Design, Simaris Project, Simaris Sketch, dan masih banyak lagi. Dengan beragam tools yang ditawarkan, pengguna dapat dengan mudah membuat gambar desain panel atau trafo secara lengkap dengan informasi kebutuhan ruang, serta spesifikasi teknis. Di sisi lain, Dekan Fakultas Teknik Prof. Ilyas Masudin, ST., MLogSCM.Ph.D menyambut positif kolaborasi ini. Dengan segala bentuk kerjasama kampus putih dengan PT Siemens and Partners, Ia berharap dan percaya bahwa lulusan Teknik Elektro UMM mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan dalam percepatan kemajuan teknologi. “Terjun dalam dunia kerja tidak cukup hanya dengan ilmu yang didapatkan dari bangku perkuliahan. Untuk itu, melalui kolaborasi dan kerjasama ini diharapkan dapat memberikan benefit bagi para mahasiswa calon penerus bangsa,” ungkapnya. (din/wil)

Dua Mahasiswa HI Wakili Indonesia Unjuk Gigi di Korea Selatan

  Prestasi membanggakan datang dari Aloysius Gonza Alnabe dan Muhammad Zair Baitil, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka sukses mewakili Indonesia di kancah Internasional lewat ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Korean Economic Daily, kegiatan ini diadakan pada tanggal 2-8 April 2025. Korean Economic Daily merupakan salah satu agensi berita ternama di Korea Selatan, setara Media massa berita yang ada di Indonesia. Agensi berita ini, hanya memfokuskan berita pada bidang ekonomi seperti bisnis, ekspor-impor, dan perdagangan internasional antara Korea dengan negara lain. Menurut Gonza, kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang perlombaan, namun juga sebagai wadah bagi mahasiswa dari seluruh dunia untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang ekonomi serta mengasah kemampuan bisnis mereka secara langsung. Proses seleksi untuk perlombaan ini sangat ketat, hanya empat kelompok dari setiap negara yang berhak melaju ke Korea, termasuk dari Indonesia. Setelah melewati berbagai tahap penyaringan, Alnabe dan tim akhirnya terpilih untuk berangkat dan berkompetisi secara langsung di hadapan juri-juri profesional ditingkat Internasional. Setibanya di Korea, mereka tak hanya bersaing dengan peserta dari berbagai negara, tetapi juga dengan sesama tim dari Indonesia untuk memperebutkan gelar juara dan kesempatan membawa pulang penghargaan berupa uang pembinaan guna pengembangan bisnis ke depan. Korean Economic Daily berlangsung selama satu minggu. Kegiatan dibagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama, perkenalan antar peserta dan dilanjutkan dengan games untuk menambah  keakraban pada para peserta. Sesi kedua, dilanjutkan dengan presentasi dari 17 kelompok dari berbagai negara. Sesi presentasi ini cukup menegangkan karena, para peserta diminta untuk menyampaikan ide bisnis mereka dihadapan juri tingakat Internasional. Dan yang terakhir sesi awarding serta eksplorasi, sesi ini para peserta dibawa untuk berwisata dan menikmati pameran kopi khas Korea yang seluruh biayanya ditanggung penyelenggara. “Kami juga diberikan tugas mewawancarai pedagang lokal lalu, memilih salah satu stand bazar dengan potensi bisnis terbaik untuk kami wawancarai,” katanya. Gonza mneilai, kegiatan ini sangat menarik. Para peserta diberikan tugas untuk menelusuri profil CEO terkenal dari negara lain dalam sesi Protrail CEO. Tim Alnabe memilih ikon fashion dari Mongolia, menggali kisah perjalanan hidup, bisnis, visi misi, hingga alasan mendirikan brand yang sukses dikancah Internasional. Acara ditutup pada tanggal 4 dengan presentasi akhir serta pentas seni dari tiap negara sebuah penampilan lintas budaya yang mempererat solidaritas antar bangsa. Ia mengatakan banyak sekali mendapat pelajaran berharga dari ajang ini. Tak hanya belajar pitching dan berpikir strategis, dia juga semakin yakin dalam membangun Conatus Academy, bisnis bidang jasa kursus Bahasa Inggris yang sedang ia rintis. Selain itu, selama menjalani kompetisi ini ada tantangan terbesar yaitu menyatukan ide antar anggota tim. “Setelah diskusi, kami sepakat memilih tema food management yakni untuk mengurangi limbah makanan dari restoran melalui pengelolaan makanan sisa yang lebih bijak dan bermanfaat. Harapannya, dengan mengikuti kompetisi ini kami dapat menumbuhkan semangat yang lebih tinggi lagi dalam berbisnis dan keinginan untuk membuat dampak nyata jadi motivasi terbesar bagi banyak orang,” katanya. (nam/wil)