Pertama di Indonesia, FH UMM Ciptakan Aplikasi Simulasi E-Court untuk Pembelajaran Persidangan

Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) resmi meluncurkan aplikasi simulasi pembelajaran persidangan bernama e-Court (SIMU COURT) pada 28 Mei 2025. Platform ini menjadi bagian dari Digital Praktikum Hukum yang dikembangkan oleh Laboratorium Hukum FH UMM. Sistem ini semakin memperkuat FH UMM sebagai pelopor laboratorium digital pertama di Indonesia. Sistem inovatif ini diluncurkan dalam rangkaian kuliah praktisi  bertajuk Digitalisasi Proses Peradilan: Inovasi Teknologi dalam Praktik dan Pendidikan Hukum. Adapun SIMU COURT merupakan media dan aplikasi simulasi persidangan berbasis sistem elektronik yang memungkinkan mahasiswa merasakan pengalaman praktik hukum secara realistis dan responsif . Utamanya terhadap perkembangan digitalisasi proses peradilan. Inovasi ini melengkapi platform sebelumnya seperti Metaverse Ruang Sidang Mahkamah Konstitusi dan Pengadilan Negeri Virtual. Sebagai platform yang dikembangkan secara internal, SIMU COURT memperkuat posisi FH UMM sebagai pelopor laboratorium hukum digital pertama di Indonesia. Platform ini dapat diakses melalui perangkat gawai maupun laptop, memberi fleksibilitas tinggi bagi mahasiswa dalam berlatih hukum acara perdata secara profesional. Terkait sistem ini, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., dalam sambutannya mengapresiasi usaha FH UMM dalam memajukan pendidikan hukum. Ia menyebut sistem ini sebagai langkah strategis untuk menjadikan UMM sebagai bagian dari fakultas hukum terkemuka di tingkat global. “Saya sengaja hadir hari ini karena ingin belajar langsung mengenai SIMU COURT, sistem manajemen simulasi e-Court yang menurut saya adalah sebuah terobosan penting. Fakultas hukum, atau law school, idealnya tidak hanya menjadi yang terbaik di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global. UMM ingin menjadi bagian dari deretan fakultas hukum terkemuka dunia dan ini adalah awal yang baik,” ujarnya. Dalam kuliah praktisi itu, turut hadir tiga pemateri andal. Di antaranya Patanuddin, M.H. selaku Ketua Pengadilan Negeri Kota Malang Kelas 1A dan Leo Angga Permana, M.Hum. selaku Ketua Advokat Indonesia DPD Jawa Timur. Hadir juga Nur Putri Hidayah, S.H., M.H. selaku founder Legal Metaverse. Dalam paparannya, Putri menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi seperti VR dan metaverse dalam simulasi ruang sidang menjadi solusi atas keterbatasan sarana praktik di banyak fakultas hukum. “Mahasiswa hukum harus mampu lebih dari sekadar menghafal pasal. Mereka harus bisa memahami dan menyelesaikan sengketa hukum di ruang persidangan secara nyata dan tak gagap menghadapi teknologi,” ujarnya. Putri juga mengungkapkan, inovasi metaverse ruang sidang ini telah diakui secara nasional, bahkan telah dicoba langsung oleh Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Agung. Metaverse ini menghadirkan ruang sidang 3D imersif, mendekati realitas, dan bisa digunakan untuk praktik sidang Mahkamah Konstitusi maupun Pengadilan Negeri. Ia menegaskan ini bukan konsep masa depan—ini sudah nyata. “Platform ini juga mendukung praktik kolaboratif secara real-time, dilengkapi toga hakim, ruang belajar, hingga fitur penilaian langsung oleh dosen. Dengan ini, mahasiswa bisa belajar lebih fleksibel, termasuk saat mempersiapkan diri menghadapi kompetisi moot court. Metaverse menjembatani antara dunia pendidikan dan praktik hukum secara langsung dan imersif. Hukum tidak hanya perlu dipahami, tetapi juga perlu dialami,” kata Putri. (vin/wil)

Pelantikan Perhimpunan Indonesia Tionghoa Indonesia di UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkomitmen kuat sebagai kampus inklusi yang berdampak besar bagi bangsa. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dan sinergi dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI). Pada 27 Mei lalu, UMM menjadi tuan rumah pelantikan pengurus INTI PC Kota Malang. Adapun pemilihan UMM ini tak lepas dari kiprahnya yang berkontribusi sebagaimana semboyan ‘UMM dari Muhammadiyah untuk Bangsa’. Turut hadir Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M. yang menyampaikan apresiasi atas kiprah Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Kota Malang dalam bidang sosial, kesehatan, pendidikan dan pelatihan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan komunitas, termasuk UMM dan INTI dalam membangun bangsa. Wahyu berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan. “Menjaga persatuan dalam keberagaman adalah upaya bersama dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Kolaborasi INTI, UMM, dan pemerintah diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam mendorong pembangunan Kota Malang yang inklusif dan beekelanjutan,” katanya. Adapun pada pelantikan itu, dosen UMM Prof. Wahyudi Winarjo M.Si. juga dilantik sebagai Ketua INTI PC Kota Malang. Ketua Umum INTI Pusat Teddy Sugianto menyampaikan apresiasi atas hubungan baik antara INTI dan UMM. Ia menegaskan pentingnya penandatanganan MoU kerja sama sebagai komitmen bersama. Teddy juga mengucapkan terimakasih kepada UMM yang telah memberi ruang bagi INTI mempererat persaudaraan lintas budaya. Ia juga mengajak semua pihak bersama-sama memberdayakan seni dan budaya lokal demi menciptakan Indonesia yang nyaman dan iklusif bagi semua. Ia menilai visi INTI sejalan dengan Muhammadiyah, yakni mendorong bangsa Indonesia yang modern dan moderat. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyambut hangat kunjungan dan kesempatan dari INTI, serta mengajak semua pihak merefleksikan semangat kebangkitan nasional dan pendidikan. Nazar menekankan bahwa UMM sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah menjunjung tinggi nilai ‘Dari Muhammadiyah untuk Bangsa’. Menurut Nazar, pendidikan adalah pusat peradaban, dan perguruan Tinggi harus menjadi ruang iklusif bagi semua latar belakang baik agama, sosial, bidaya, ras, suku, dan lainnya.  Ia menyoroti fakta bahwa mahasiswa UMM berasal dari berbagai latar belakang agama dan suku, namun hidup dengan harmonis tanpa konflik. Melalui acara perhimpunan INTI ini, ia menyambut baik segala gerakan anak bangsa yang bertujuan menggugah kesadaran kolektif bersama. Utamanya bahwa kaum terdidik dari latar belakang aapaun harus lah dapat mengentaskan Indonesia menjadi negara yang saat ini dan masa depan. Maka dari itu, UMM juga tengah membuka Direktorat Saintek baru untuk memperkuat teknologi di bidang ketahanan pangan, energi terbarukan, dan kelestarian lingkungan. Ia berharap UMM menjadi pelopor lahirnya generasi unggul demi Indonesia yang kuat dan beradab. (din/wil)