UMM Salurkan Kurban hingga Filipina

Lebih dari 100 hewan kurban siap disalurkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bahwan UMM terus meneguhkan komitmennya dalam menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan dan dakwah melalui aksi distribusi hewan kurban. Menariknya, tahun ini UMM tidak hanya menyasar wilayah lokal dan nasional, tetapi juga menyalurkan hewan kurban ke luar negeri, tepatnya ke Filipina—negara yang mayoritas penduduknya non-Muslim. Distribusi ke luar negeri ini merupakan bentuk dukungan kepada komunitas Muslim minoritas di Filipina. Hal tersebut dijelaskan oleh M.S. Wahyudi, M.E., Ph.D., yang menjadi ketua pelaksana di hari raya Idul Adha kali ini. Ia menyebut, distribusi dilakukan melalui Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di Filipina, yang salah satu pengurusnya merupakan alumni UMM. Ia menambahkan, budaya makan bersama saat kurban menjadi momen penting bagi masyarakat lokal di sana untuk mempererat hubungan antarwarga. Menurutnya, pemilihan wilayah minoritas seperti Filipina adalah langkah strategis dalam menyebarkan rahmat ke daerah-daerah yang jarang tersentuh bantuan. “Negara mayoritas muslim seperti Malaysia dan Singapura umumnya sudah tercukupi secara kurban. Justru tantangannya adalah menjangkau wilayah yang kurang mendapat perhatian,” ujarnya. Wahyudi juga berharap, distribusi ke luar negeri seperti ke Filipina dapat terus diperluas di masa mendatang, khususnya ke negara-negara dengan komunitas Muslim minoritas yang masih membutuhkan dukungan. Harapannya, distribusi ke luar negeri ini bisa menjadi agenda tahunan yang menjangkau lebih banyak komunitas muslim di negara-negara yang mengalami keterbatasan akses terhadap ibadah kurban. “Ini adalah bagian dari misi kemanusiaan dan dakwah lintas batas yang perlu terus dikembangkan. Ke depan, kami ingin memperluas jangkauan ke lebih banyak negara dengan komunitas Muslim minoritas,” tutupnya. (wil)

Lebih dari 2 Ribu Calon Mahasiswa Asing Serbu UMM

Terus berkomitmen bergerak maju di kancah internsional, Univeristas Muhammadiyah Malang (UMM) diserbu ribuan pendaftar asing dari 62 negara di dunia, diantaranya Saudi Arabia, pakistan, Afganistan, Turkey, Cyprus, dan terbanyak dari Nigeria. Lebih dari 2.000 calon mahasiswa ini bersaing untuk mengisi bangku pendidikan Program Sarjana, Magister, hingga Doktoral di Kampus Putih. Jumlah ini bahkan bisa terus melonjak mengingat pendaftaran masih akan dibuka beberapa bulan ke depan. Kepala Unit Perekrutan Mahasiswa Baru (PMB) UMM, Wahyu Kurniawan, M.Pd. menyebut jumlah ini merupakan hasil dari prestasi dan eksistensi UMM sebagai kampus inklusi berbasis global. Ini dikuatkan UMM dengan masuk dalam barisan kampus terbaik berdasarkan sistem perangkingan Asia dan dunia, seperti QS Top Universities Asian University Rangking (701), AppliedHe Asean Rangking (73), Times Higher Education (1501+), dan lainnya. Tak hanya itu, UMM juga menyediakan berbagai fasilitas akademik dan nonakademik demi menunjang pengembangan mahasiswa asing. Bahkan juga adanya Direktorat Saintek yang fokus menghasilkan produk berbasis riset. “Program ini ditujukan untuk mengasah hard skill dan soft skills mahasiswa, serta memperkokoh kompetensi alumni di era modern berdasarkan fokus keilmuan masing-masing,” katanya. Lebih lanjut, Wahyu menyampaikan bahwa salah satu langkah utama adalah memperluas jejaring internasional melalui kerjasama dan kemitraan dengan universitas luar negeri. Kerjasama ini memberikan manfaat ganda, yaitu mahasiswa asing dapat menempuh studi di UMM, dan juga sebaliknya melalui program pertukaran pelajar. Tak hanya itu, UMM juga menawarkan program berbasis kearifan lokal yang menarik perhatian mahasiswa asing untuk mendalami kebudayaan Indonesia. Yakni melalui berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berbasus seni dan budaya menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, UMM juga menyediakan berbagai beasiswa baik dari pemerintah, negara asal mahasiwa, dan beasiswa ungguan seperti sUMMit Scolarship yang memberi kesempatan mahasiswa asing untuk belajar di lingkungan akademik UMM yang dinamis dan asri. Di samping itu, publikasi jurnal dari program riset dan pengabdian yang dilakukan dosen maupun mahasiswa menjadi indikator minat bagi calon mahasiswa mancanegara. “Empat srategi ini menjadi bukti nyata upaya UMM dalam menjadikan kampus sebagai tujuan studi global yang nyaman dan terjamin,” ujarnya. Wahyu juga berharap para mahasiswa asing untuk tidak hanya mengembangkan kompetensi akademiknya, tetapi juga berkontribusi nyata melalui karya-karya yang berdampak bagi masyarakat. Dengan demikian, kolaborasi ide dan gagasan dengan mahasiswa UMM menjadi ruang strategis untuk melahirkan inovasi lintas keilmuan. “Melalui riset, pengabdian, dan jejaring global, mahasiswa asing menjadi bagian penting dari visi UMM sebagai kampus berkelas dunia yang humanis dan inklusif,” katanya. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik, M.Si. menegaskan bahwa Kampus Putih UMM senantiasa meningkatkan kualitas pendidikannya. Termasuk meraih berbagai prestasi dan rekognisi agar semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.“Hal-hal inilah yang membuat UMM banyak peminat, termasuk mereka para pendaftar dari berbagai negara Asia, Eropa, Amerika, Afrika dan lainnya,” tuturnya. (wil)