UMM Siapkan Belasan Skema Beasiswa

Beragam beasiswa selama studi tersedia di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bahkan jumlahnya ada belasan yang bisa diraih dan didapatkan oleh mahasiswa. Ini menjadi cara Kampus Putih UMM untuk mendorong anak-anak muda agar bisa melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. “Jadi selain menyediakan beasiswa studi, ada beasiswa lain selama studi yang bisa dicapai oleh mahasiswa. Termasuk beasiswa hasil kerjasama UMM dengan pihak lain hingga beasiswa yang disediakan institusi lain untuk berkuliah di sini,” kata Kepala perekrutan mahasiswa baru (PMB) UMM Moh. Wahyu Kurniawan, M.Pd. Salah satu beasiswa tersebut adalah program Barista dari BRIN yakni bantuan pembiayaan dan riset bagi mahasiswa aktif tingkat akhir berbasis kerjasama riset. Adapula beasiswa Djarum bagi mahasiswa yang berprestasi yang sedang menempuh pendidikan sarjana dan diploma. Selain itu juga beasiswa lain yang menyasar ribuan mahasiswa aktif jenjang pendidikan sarjana dan vokasi. Beasiswa lain yang bisa diperoleh mahasiswa selama studi yakni beasiswa Bakti BCA, beasiswa BSI, beasiswa BPI, hingga LPDP. Sederet lainnya adalah beasiswa BAZANAZ yang diberikan oleh badan amil zakat nasional, beasiswa pemerintah daerah, Charoen Pokpand Foundation Indonesia, hingga beasiswa alumni UMM. Adapula beasiswa-beasiswa lain yang bisa diusahakan oleh mahasiswa ketika sudah menjadi mahasiswa nanti. Berbagai beasiswa ini menjadi salah satu bukti komitmen UMM untuk mendukung segala potensi dan kerja keras mahasiswa untuk bisa melanjutkan studi. “Semoga semakin banyak anak muda yang bisa melanjutkan pendidikannya, termasuk pada jenjang sarjana. Meraih ilmu, mendapat pengalaman, kemudian memberikan pengabdian bagi masyarakat. Tidak hanya ketika akan masuk kuliah saja, tapi bisa juga mendapat beasiswa di masa studinya,” kata Wahyu. Hal ini semakin membuka pintu pendidikan bagi para mahasiswa. Termasuk mereka yang tergolong dalam ekonomi tidak mampu. Ada banyak beasiswa yang bisa diusahakan dan diupayakan demi masa depan yang lebih baik. (wil)

Puluhan Mahasiswa UMM Digembleng di Daihatsu Jepang

Lebih dari 10 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) diberangkatkan ke Kyushu, Jepang untuk menjalani program magang industri bersama Daihatsu, 23 Juni ini. Ini sekaligus menjadi komitmen kuat UMM sebagai kampus berdampak global melalui kolaborasi. Adapun program ini merupakan hasil kerjasama resmi antara UMM dan Daihatsu Jepang, ditandai dengan penandatangan MoU pada Desember tahun lalu. Ketua Prodi Teknik Mesin UMM Ir. Iis Siti Aisyah, M.T., Ph.D., IPM., menyebut magang berbasis bekerja selama satu tahun ini mencakup empat departemen utama yang sangat relevan dengan keilmuan mahasiswa Teknik Mesin UMM. Yakni welding, assembly, quality Control, dan molding (pembuatan dies/cetakan). Program ini sendiri dirancang terintegrasi kurikulum kampus melalui skema konversi SKS, sehingga mahasiswa tetap dapat menyelesaikan studi tepat waktu. Dari ratusan mahasiswa yang mendaftar, 10 diantaranya berhasil lolos take- off ke Jepang. Sebelum berangkat, mereka terlebih dahulu sudah menjalani proses seleksi ketat yang meliputi psikotes, uji fisik, serta pelatihan intensif kelas bahasa Jepang hingga mencapai level N4.  Pelatihan ini berlangsung selama lima bulan di UMM dengan menghadirkan tenaga ahli profesional. Kemudian, satu bulan setelahnya digunakan untuk pengondisian tambahan di Bandung. Program magang internasional UMM x Daihatsu Batch 1 dilangsungkan selama satu tahun, dimulai pada 6 Juli 2025 nanti. “Kami juga mempersiapkan mahasiswa dengan capstone design yang nantinya bisa mereka kembangkan menjadi Tugas Akhir (TA) saat kembali ke Indonesia di semester 8. Dengan begitu, pengalaman magang ini tidak hanya memperkaya wawasan industri mereka, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses akademik tanpa menghambat waktu kelulusan,” sambungnya. Lebih lanjut, Iis menyebut program ini adalah wujud bukti dari kurikulum berdampak. Tidak hanya memberikan manfaat akademik, namun juga membuka peluang global bagi mahasiswa untuk bermanfaat bagi dirinya, keluarga, masyakarat, dan bangsa. Di dalamnya, mereka tidak hanya saving experience, tetapi juga membangun portofolio internasional yang bernilai strategis di dunia kerja dan wirausaha. Sementara itu, program magang UMM x Daihatsu Batch 2 akan dilaksanakan September mendatang. Demi memastikan kesinambungan akademik, perkualiahan semester berjalan tetap berlangsung secara luring dan daring. Mahasiswa menyelesaikan 11 pertemuan secara tatap muka, sebelum beralih ke sistem project-based learning sebagai pendukung pelatihan bahasa dan persiapan keberangkatan. Sebelumnya, pihaknya sukses mengirimkan mahasiswanya ke industri nasional, seperti PT PAL, INKA, PTDI, dan lain sebagainya. Kini, Teknik Mesin UMM menapaki babak baru di level internasional, memperkuat eksistensi Kampus Putih di kancah global. Terakhir, meski menantang, program ini sangat layak untuk memperkuat posisi UMM di level internasional. (din/wil)