Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Sandang Akreditasi Internasional FIBAA

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih akreditasi internasional dari The Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Akreditasi ini berlaku sejak 5 Juni 2025 hingga 4 Juni 2030. Capaian ini menunjukkan keseriusan prodi dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus membuka peluang kerja sama internasional dan memperkuat reputasi di tingkat global. Ketua Program Studi PBI, Arif Setiawan, M.Pd., menyatakan bahwa akreditasi ini merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan komitmen tinggi dan kerja kolektif. Ia mengatakan bahwa akreditasi ini bukan sekadar label internasional, tapi bentuk pengakuan bahwa sistem pendidikan kami telah memenuhi standar global. Prodi kini berada pada posisi strategis untuk mengambil peran dalam pengembangan bahasa Indonesia secara internasional. Ia menjelaskan bahwa FIBAA dipilih karena telah diakui oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Lembaga yang berbasis di Bern, Jerman, ini juga telah mengakreditasi berbagai kampus di Eropa dan Asia. Arif menegaskan bahwa pemilihan FIBAA dilakukan secara selektif karena memiliki kredibilitas tinggi serta pengaruh besar dalam dunia pendidikan tinggi internasional. Ia juga menyebut bahwa keputusan ini memperkuat posisi UMM dalam jejaring akademik global. “Akreditasi ini saya kaitkan dengan keputusan UNESCO pada Oktober 2023 yang menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Pengakuan itu menjadi momentum penting bagi prodi untuk meningkatkan kapasitas. Kalau Bahasa Indonesia sudah diakui dunia, maka prodi pengampu harus ikut naik kelas. Kita tidak bisa lagi berpikir lokal. Langkah ini adalah bagian dari tanggung jawab intelektual dan budaya,” kata Arif. Ia juga menekankan pentingnya internasionalisasi prodi melalui penguatan akses informasi dan keterlibatan global. Prodi kini memiliki situs dalam enam hingga tujuh bahasa asing dan aktif dalam program unggulan seperti BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Hal ini menunjukkan kesiapan prodi dalam menyambut mahasiswa dari berbagai negara. “Terdapat lima aspek utama dinilai dalam proses akreditasi FIBAA, mulai dari kelembagaan, sistem informasi, kurikulum, sumber daya manusia, hingga penjaminan mutu. Kurikulum kami memadukan linguistik, pedagogik, teknologi pembelajaran, serta pendekatan internasional seperti BIPA dan interkultural studies,” ujarnya. Terkait sumber daya manusia, prodi memiliki 22 dosen aktif dengan latar belakang pendidikan dalam dan luar negeri. Arif menekankan bahwa seluruh dosen diwajibkan memiliki portofolio akademik terbuka serta aktif dalam jejaring internasional. Karena menurutnya dosen tidak cukup hanya mengajar. Sekarang dosen harus berperan sebagai duta ilmu dan budaya di level global. “Sistem penjaminan mutu UMM menjadi salah satu nilai tambah penting dalam proses akreditasi ini. FIBAA sangat mengapresiasi penerapan Audit Mutu Internal (AMI) yang sudah kami jalankan sejak tahun 2010. Mereka ingin tahu bagaimana kami menjamin kualitas dalam jangka panjang. AMI menjadi bukti kesiapan kami dalam menjaga mutu Pendidikan,” ujarnya. Ia menceritakan bahwa proses menuju akreditasi telah berlangsung hampir dua tahun. Prodi memulainya dengan mengikuti pelatihan FIBAA pada tahun 2023, kemudian menyusun dokumen akreditasi, hingga akhirnya menjalani visitasi pada Januari 2025. Ia menjelaskan bahwa visitasi dilakukan secara luring dan daring selama tiga hari. Ia juga menambahkan bahwa tim asesor menilai seluruh dokumen serta berdialog langsung dengan dosen, mahasiswa, dan alumni. “Saya berharap akreditasi ini menjadi awal dari langkah yang lebih besar. Saya ingin pengabdian dan pendidikan kita melintasi batas negara. Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadikan Bahasa Indonesia sebagai kekuatan diplomasi budaya. Kami berkomitmen untuk terus tumbuh sebagai garda depan internasionalisasi bahasa Indonesia,” pungkasnya. (vin/wil)
Psikologi UMM Buka Jalan Mahasiswa Belajar ke Taiwan, Turki, dan Malaysia

Di tengah ketatnya persaingan global, memiliki pengalaman internasional menjadi nilai tambah yang signifikan bagi lulusan perguruan tinggi. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menawarkan program yang tidak hanya membuka wawasan, tetapi juga menjamin setiap mahasiswanya untuk merasakan atmosfer pendidikan di luar negeri. Berbeda dengan program sejenis di kampus lain di mana mahasiswa terkadang harus berkompetisi secara mandiri untuk bisa berangkat, program di Psikologi UMM justru memberikan kepastian bahwa semua dapat berangkat keluar negeri. Mulai dari Turki, Malaysia, hingga Taiwan. Melalui International Psychology Program (IP2), fakultas secara proaktif membantu mahasiswa menemukan kampus mitra yang tepat untuk mereka menempuh studi minimal selama satu semester di luar negeri. “Kalau di UMM program IP2-nya, International Psychology Program itu, teman-teman pasti akan berangkat ke luar negeri,” tegas Sakinah Nur Rokhmah, S.Psi., M.Sc., selaku Sekretaris Prodi Psikologi UMM. Sakinah melanjutkan, program yang dijalankan sejak tahun 2020 ini dirancang untuk memfasilitasi mahasiswa yang memiliki minat belajar di tingkat global, sejalan dengan rekognisi internasional yang telah dimiliki oleh fakultas seperti sertifikasi AUN-QA dan FIBAA. Untuk bergabung dengan program ini, calon mahasiswa harus melalui proses seleksi yang lebih ketat, mencakup psikotes dan wawancara dalam bahasa Inggris, selain seleksi umum universitas. Meski begitu, motivasi belajar yang kuat dan kesiapan finansial juga menjadi pertimbangan utama, karena SPP dan fasilitas yang didapatkan berbeda dari kelas reguler. Mahasiswa yang diterima akan masuk ke dalam kelas eksklusif dengan jumlah maksimal sekitar 20 orang. Seluruh proses pembelajaran, mulai dari materi, diskusi, hingga tugas, disajikan sepenuhnya dalam bahasa Inggris. Ini bertujuan untuk melatih dan mempersiapkan kemampuan berbahasa mereka sebelum berangkat ke universitas mitra. IP2 menawarkan dua jalur utama yang bisa dipilih mahasiswa sejak awal pendaftaran: credit transfer dan double degree. Program credit transfer memungkinkan mahasiswa untuk belajar selama satu semester di kampus mitra, biasanya pada semester lima, dan tetap mendapatkan satu gelar, yaitu Sarjana Psikologi (S.Psi). “Sementara itu, program double degree memberikan kesempatan mahasiswa untuk berkuliah selama dua tahun di luar negeri dan akan memperoleh dua gelar sekaligus, yaitu S.Psi dari UMM dan Bachelor of Psychology dari universitas mitra. Program gelar ganda ini pun telah terdaftar secara resmi di DIKTI,” katanya. Jaringan mitra kerja sama yang luas menjadi salah satu keunggulan program ini. Untuk program credit transfer, UMM telah menjalin kemitraan dengan hampir 10 universitas di Malaysia, tiga di Turki, serta beberapa di Taiwan. Sementara untuk program double degree, mitra utamanya saat ini adalah Asia University. Kerja sama ini tidak terbatas pada mobilitas mahasiswa, tetapi juga mencakup kolaborasi riset dengan berbagai universitas ternama dan penyusunan kurikulum bersama untuk program gelar ganda. Selain dua program utama tersebut, mahasiswa IP2 juga dibekali dengan berbagai kesempatan pengembangan diri lainnya yang biayanya sudah termasuk dalam SPP. Di antaranya adalah short course selama dua hingga tiga minggu di kampus mitra saat liburan, magang internasional (international internship) di berbagai instansi seperti KJRI Johor dan Penang, hingga kesempatan melaksanakan KKN Internasional. Mahasiswa hanya perlu menanggung biaya tambahan untuk akomodasi, dan visa. Dukungan fakultas tidak berhenti pada penyediaan program. Sebelum keberangkatan, mahasiswa mendapatkan pendampingan intensif yang tidak hanya mencakup kesiapan akademik, tetapi juga psikologis dan sosial. Fakultas bahkan membekali mereka dengan materi khusus seperti fiqih minoritas untuk membantu adaptasi sebagai seorang muslim di negara lain. Proses pengurusan visa pun turut didampingi untuk meminimalisir risiko. “Selama berada di luar negeri, fakultas tetap melakukan pemantauan melalui sesi evaluasi untuk mengetahui perkembangan dan kendala yang dihadapi mahasiswa,” tambah Sakinah. Lulusan dari program ini terbukti memiliki daya saing yang tinggi. Banyak di antara mereka yang berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S2 di kampus tempat mereka melakukan credit transfer atau direkrut langsung oleh perusahaan internasional. Pengalaman belajar dengan mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Eropa, memberikan mereka jaringan internasional yang luas dan pemahaman budaya yang mendalam. (bil/wil)