Audisi Indonesian Idol 2025 Telah Dibuka

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

Cara UMM Jadi Kampus Berdampak, Luncurkan Direktorat Saintek

Untuk mengokohkan komitmen bermanfaat bagi masyarakat, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah mendirikan dan menjalankan berbagai program yang tertuang dalam Direktorat Saintek UMM. Wadah itu juga mengukuhkan UMM sebagai Kampus Berdampak. Hal itu juga turut mendukung program pemerintah, utamanya dalam mencapai Asta Cita yang fokus pada pangan, kesehatan masyarakat, energi, serta pelestarian lingkungan. Di sisi lain, juga menjadi program andalan UMM di bawah komando Prof Dr Nazaruddin MSi sebagai rektor. ”Selama ini, sivitas akademika UMM memang sudah banyak melakukan riset di berbagai aspek. Direktorat Saintek ini akan menjadi wadah untuk mengelolanya dan terintegrasi mulai hulu hingga hilir, bahkan hingga menghasilkan produk,” kata Nazar. Dengan begitu, UMM mampu mengakselerasi pembangunan nasional dan benar benar membuktikan diri sebagai kampus berdampak. Lebih lanjut, proses hilirisasi produk UMM itu juga berkolaborasi dengan PT Hintek UMM agar bisa terlaksana dengan lebih sistematis. Direktorat memiliki berbagai output yakni paket teknologi yang implementatif dan produk riset yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, juga mampu menghasilkan hilirisasi secara komersial dan meningkatkan kemanfaatan untuk pembangunan nasional. Direktorat itu tentu mengelola dan menyelenggarakan proyek-proyek reiset pengembangan yang dilakukan peneliti dan ekspert multidisiplin secara terintegrasi. Dengan begitu, muncul berbagai produk yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat. Misalnya di bidang ketahanan pangan dan hortikultura yang mencakup bibit tanaman UMMSeeds, produk saprodi, sandang UMMFAbrics, dan lainnya. Adapula di bidang pangan peternakan dan perikanan yang mencakup UMMChick, UMMFish, UMMMachinery, dan lainnya. Begitupun di bidang kesehatan masyarakat seperti obat-obatan UMMMedicine maupun UMMHealth. ”Ditektorat ini sudah dikuncurkan dan berjalan. ditargetkan pada awal 2026, Direktorat Saintek bisa langsung menghilirisasi produk-produk riset yang bermanfaat. Jangan sampai, riset-riset yang sudah dilakukan hanya berhenti di laboratorium. Berbagai riset ini harus bisa memberikan dampak dan solusi atas pelbagai masalah masyarakat yang ada,” tegas Nazar. (*/adn)   Sumber: https://radarmalang.jawapos.com/pendidikan/amp/816308967/cara-umm-jadi-kampus-berdampak-luncurkan-direktorat-saintek

Juara di Porprov Olahraga Ekstrem, Begini Cerita Mahasiswi UMM

Nama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali bergema karena torehkan beragam prestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jatim IX 2025. Kali ini, prestasi gemilang lahir dari Mahasiswa Sosisologi UMM yang sukses meraih Medali Perak pada Cabang Olahraga Gantole, kategori ketepatan mendarat Perorangan Putri Kelas B. Adalah Febyan Ayudya Muharram, mahasiswa asal Kota Malang yang berhasil dan sangat menyukai olahraga ekstrem sejak duduk di bangku sekolah. Menyukai hal-hal menantang adalah bagian dari dirinya. Untuk itu, Febyan mengaku tak ragu menjajal olaharaga ekstrem seperti gantole, bahkan rela menempuh jarak jauh setiap akhir pekan demi latihan. Dengan penuh semangat, Ia rutin mengasah keterampilannya di Bandara Notohadinegoro, Jember, setiap Sabtu dan Minggu. Kecintaanya pada olahraga udara bermula sejak SMA, saat dirinya aktif di ekstrakulikuler dirgantara. Ia sempat bergabung dalam aeromodelling dan bahkan ikut persiaan menuju Porprov kala itu. Sayangnya, impian itu harus ditunda karena fokus menghadapi ujian akhir sekolah. Meski demikian, Ia kembali menemukan jati dirinya dan mulai menekuni olahraga gantole sejak Agustus 2023 lalu. Lebih lanjut Febyan mengaku, dapat berpartisipasi dan meraih juara dalam ajang bergengsi Porprov adalah impiannya sejak kecil. Sebelum menjejak langit, Ia lebih dulu mengasah ketahanan fisik lewat karate. Ia bahkan pernah ikut seleksi Porprov, meski belum berjodoh lolos. Meski sudah terbiasa menghadapi tantangan, gantole pernah memberinya pengalaman pahit, seperti cedera ringan. “Pernah cedera saat landing, karena sudah lama vakum latihan saat itu. Tapi, ikut saran dokter tetap gerak agar otot tidak kaku. Alhamdulillah, sekarang sudah pulih,” jelasnya. Disamping itu, Ia sangat bersyukur dan merasa senang bercampur haru atas pencapaian yang sudah menjadi impiannya sejak kecil yang berhasil Ia wujudkan pada saat menjadi mahasiswa UMM. Apalagi dari cabang olahraga yang tak pernah diduga sebelumnya. Sementara itu, Ia menyebut kompetisi berlangsung seru dan menyenangkan, meski beberapa momen perlombaan harus tertunda karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Tak hanya juara di Porprov, sebelumnya ia juga meraih Medali Perunggu mata lomba Sambar Pita Kelas B pada Kejuaraan Daerah Gantole Jawa Timur 2024 di Bandara Notohadinegoro, Jember. Lebih lanjut, Ia mengaku menemukan kekeluargaan yang sebenarnya di gantole. Apalagi memiliki tim yang solid, suportif, dan saling menguatkan satu dengan yang lain. Bagi Febyan, gantole bukan sekedar hobi namun juga bentuk ekspresi diri, melawan rasa takut, dan menyatu dengan semangat dirgantara. Ia juga sangat berterimakasih atas partisipasi aktif kampus UMM dalam mendukung dan memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk mengeksplor keterampilan mereka. “Dukungan UMM luar biasa jos, bahkan sejak persiapan Porprov. Buat teman-teman, jangan malas berprestasi. Kesempatan dan peluang itu banyak menanti, tinggal kita mau ambil atau tidak,” kata Febyan. (din/wil)