UMM Luncurkan Program Beasiswa Indonesia Emas

Untuk membuka peluang pendidikan bagi anak-anak muda Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sediakan beasiswa baru yakni Beasiswa Pendidikan Indonesia Emas. Adapun kesempatan ini sudah bisa diraih sejak 21 Agustus 2025 hingga September mendatang. Kuota untuk beasiswa ini juga banyak dan memberikan pengalaman menarik. Terkait hal ini, Kepala Humas UMM Dr. M. Isnaini, M.Pd. mengatakan, anak-anak muda yang punya impian besar untuk Indonesia memiliki peluang besar untuk diterima. Apalagi beasiswa ini memang dirancang untuk menjaring talenta terbaik tanpa terkecuali. Baik itu anak-anak SMA yang di Aceh, Kalimantan, Sulawesi, hingga papua. “Kami percaya bahwa setiap anak bangsa apapun latar belakangnya, layak mendapatkan akses ke pendidikan tinggi yang berkualitas dan UMM siap menjalankan hal itu. Utamanya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” katanya. Adapun beasiswa pendidikan Indonesia emas ini menawarkan beberapa hal. Pertama, bisa langsung daftar tanpa uang pendaftaran. Kemudian juga pengurangan biaya studi semester (BSS) semester I sebesar 50% dan mendapat kemudahan dan peluang mengembangkna potensi kemampuan bahasa asing dan teknologi dihgital. Terakhir, mereka juga mendapatkan beasiswa lain selama kuliah. Krisna, sapaan akrabnya melanjutkan, beasiswa ini terbuka bagi siapapun dan berbagai jurusan di UMM. Paling tidak, ada lebih dari 27 prodi yang bisa didaftar dengan beasiswa ini. “Semoga beasiswa ini menjadi pintu yang tepat dan luas untuk anak-anak muda bertalenta dengan potensi terbaik,” katanya mengakhiri. (wil)

Penasihat Presiden di Pelantikan BEM UMM: Aktivis adalah Sosok yang Cerdas

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mendorong anak-anak muda untuk jadi generasi unggul masa depan. Slaah satunya dengan resmi melantik jajaran fungsionaris Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) periode 2025-2026, pada 19 Agustus lalu. Agenda yang penuh khidmat ini menjadi meomentum penting bagi mahasiswa untuk meneguhkan komitmen dalam mengabdi, berinovasi, serta berkontribusi nyata bagi kampus, masyarakat, dan bangsa. Pelantikan itu turut dihadiri Penasihat Presiden Bidang Hai sekaligus Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. yang memberi motivasi. Ia menekankan bahwa aktivis adalah sosok yang cerdas, karena berorganisasi adalah proses seleksi alam yang mengasah fisik, mental, dan intelektual. Dalam masa pengabdian yang singkat, detik demi detik waktu sangat berharga untuk membangun program berdampak dan membentuk impian yang besar. “Lingkungan organisasi yang baik dan sehat adalah sebagai pusat pengembangan diri yang didalamnya tidak ada diskriminasi, bersaing sehat, dan dengan semangat membangun kemajuan bangsa,” katanya. Sementara itu, dalam pengarahannya, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. mengapresiasi dedikasi BEM dan Senat periode 2024-2025, sekaligus memberikan pesan kepada fungsionaris baru. UMM sebagai wadah sudah dengan luas memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berproses, mengasah diri dan memperdalam ilmu pengetahuan di segala bidang keilmuan. Ini merupakan upaya kampus untuk membekali para mahasiswa menghadapi tantangan serta kebutuhan kemajuan zaman yang menuntut keterampilan berpikir kritis dan solutif. “Mahasiswa harus memanfaatkan masa kuliahnya untuk mengasah ilmu dan kepemimpinan. Jadilah provider solution, pribadi yang mampu memberi solusi dan pencerahan bagi masyarakat,” pesannya. Pelantikan ini juga menjadi refleksi pasca peringatan ke-80 tahun kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan pahlawan harus dilanjutkan oleh generasi muda, termasuk mahasiswa UMM untuk membawa bangsa lebih maju dan berdaya saing global. BEM UMM 2025-2026 diharapkan mampu menjadi motor penggerak kreativitas, produktivitas, dan kepemimpinan mahasiswa. UMM mendukung penuh aktivitas positif mahasiswa yang siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Di sisi lain,  Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMM, Wahyuddin Fahrurrijal dalam orasinya menegaskan bahwa BEM merupakan ruang kolektif yang dihidupkan oleh semangat mahasiswa. Tempat ini bukan hanya wadah berorganisasi, tetapi juga arena tumbuh, berkreasi, dan mengasah kepemimpinan. “Kami percaya, mahasiswa bukan sekedar bagian dari sivitas akademika, tetapi juga mitra stratgis sekaligus kritis dalam membangun atmosfer kampus berkemajuan,” ujarnya melajutkan. Selain itu, dengan landasan Tridarma Perguruan Tinggi dan spirit tajdid Muhammadiyah, BEM UMM bertekad menghadirkan gerakan reflektif dan kolektif. Arah perjuangan akan difokuskan pada penguatan internal, pengembangan program, pelayanan mahasiswa, serta pengabdian yang berdampak luas. Presiden BEM itu menambahkan bahwa, organisasi ini akan menjadi simpul kebersamaan di tengah perbedaan, bergerak secara transformatif dan futuristik. (din/wil)