Film Karya Dosen Ikom UMM Diputar di IWAFF Australia

KLIKMU.CO – Sineas asal Jawa Timur kembali menorehkan prestasi di ajang internasional. Indonesia–Western Australia Film Festival (IWAFF) 2025 yang digelar di Perth dan Fremantle, Australia Barat, menjadi panggung penting diplomasi budaya sekaligus memperkuat kolaborasi sister province antara Jawa Timur dan Australia Barat. Salah satu perwakilan Jawa Timur dalam festival ini adalah Novin Wibowo, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sekaligus sineas film. Novin hadir bersama empat pemenang Komfilasi (Kompetisi Film Asli Jawa Timur) 2024. Dua karya yang ia produseri, yakni Kepaten Obor dan Mbiyodo, terpilih melalui kurasi panitia festival. Keduanya disutradarai oleh Lukman Hakim. Keberangkatan delegasi ini merupakan inisiatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur. Acara pembukaan yang digelar di Emily Taylor Courtyard, Fremantle, dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Konsul Jenderal RI Perth, Magenta Marshall (anggota Parlemen Rockingham yang mewakili Menteri Industri Kreatif Australia Barat), serta perwakilan Department of Energy and Economic Diversification, Duta Besar Singapura untuk Indonesia, dan ScreenWest. Dalam sambutannya, Konjen RI menekankan pentingnya film sebagai sarana diplomasi budaya. “Siang hari ini kami mempertemukan dua sister province, Australia Barat dan Jawa Timur, melalui karya film sebagai jembatan pertukaran budaya,” ujarnya. Selain pemutaran film, delegasi Jawa Timur juga menggelar serangkaian pertemuan strategis. Produser film terkemuka Australia, Megan Wynn, memberikan apresiasi atas karya sineas Jawa Timur dan membuka peluang kerja sama produksi bersama yang mengangkat tema budaya, pariwisata, hingga isu sosial. Wynn bahkan berencana mengunjungi sejumlah destinasi di Jawa Timur seperti Bromo, Ijen, dan Tumpak Sewu. Pada hari kedua, delegasi Jawa Timur bertemu beberapa tokoh kreatif, termasuk aktris sekaligus filantropis Elisabeth dan pengusaha kuliner David Wijaya. Pertemuan ini membahas rencana pengembangan wisata gastro-tourism ke Jawa Timur serta peluang produksi film di wilayah tersebut. Sementara itu, pemutaran film di Luna On SX Cinema mendapat sambutan positif. Seluruh tiket terjual habis. Diplomasi kuliner bertajuk Spice Stories di restoran Emily Taylor, Fremantle, turut memeriahkan rangkaian festival dengan menyajikan menu khas Jawa Timur seperti rujak ikan, krengsengan daging sapi, dan tetel tape. Festival yang diinisiasi Konsulat Jenderal RI Perth ini berlangsung hingga 4 Oktober 2025. Pemutaran film digelar di dua lokasi, yakni Luna On SX, Fremantle (27 September–1 Oktober) dan Backlot Cinema, Perth (2–4 Oktober). Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap keikutsertaan ini dapat memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat kerja sama di bidang budaya, pariwisata, dan industri kreatif antara Jawa Timur dan Australia Barat. (Wildan/AS)
Rakernas Asosiasi Prodi Bahasa Indonesia se-Nasional Bahas Pemanfaatan AI untuk Pendidikan

Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 18–19 Oktober 2025 di Kapal Garden Sengkaling milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 program studi PBSI dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah di seluruh IndonesiaRakernas tahun ini mengusung tema “Revitalisasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Berbasis Kecerdasan Artifisial (AI) dan Nilai Kemuhammadiyahan Menuju Era Indonesia Emas.” Tema tersebut menjadi refleksi atas pentingnya integrasi teknologi dan nilai-nilai Islam dalam pendidikan bahasa Indonesia di era digital. Kegiatan dibuka oleh Ketua Umum Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) PTMA, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. Ia menyoroti pentingnya pemartabatan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Ia mendorong agar asosiasi dosen bahasa Indonesia mampu memenuhi standar internasional serta memperluas jejaring kerja sama antarpengajar dan antarperguruan tinggi Muhammadiyah di berbagai negara. Menurutmya, asosiasi PBSI harus mampu berdaya saing baik secara nasional maupun global, sesuai dengan tuntutan pengguna jasa pendidikan. “Kita perlu menghidupkan kembali penelitian dan pengembangan bahasa Indonesia di luar negeri. Mengingat pentingnya inovasi dalam menghadapi persaingan global, terutama dengan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Maka Asosiasi PBSI harus berani melakukan terobosan yang inovatif, kreatif, dan inspiratif agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini,” ujarnya Sementara itu, Ketua Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia LPTK PTMA, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si. menegaskan bahwa inovasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Kehadiran AI tidak dapat dinafikan. Justru itu, teknologi ini harus dimanfaatkan untuk pengembangan asesmen, laboratorium, dan peningkatan keterampilan mahasiswa. Program tersebut meliputi penyempurnaan basis data, pertukaran dosen dan mahasiswa, riset dan pengabdian kolaboratif, hingga berbagai kompetisi akademik dan nonakademik bagi mahasiswa. “Asosiasi perlu menyiapkan kompetensi inti bagi mahasiswa maupun dosen PBSI, seperti literasi digital dan media, keterampilan abad ke-21, serta pedagogi inovatif. Selain hal itu, Rakernas kali ini membahas penyusunan program kerja untuk lima tahun ke depan (2025–2029),” ujarnya. Kepengurusan baru tersebut akan segera menyusun langkah strategis berdasarkan rekomendasi Rakernas. Seluruh program diarahkan untuk memperkuat pengembangan Asosiasi PBSI agar lebih adaptif dan transformatif dalam menghadapi perubahan zaman, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai Kemuhammadiyahan. Rangkaian Rakernas yang berlangsung selama dua hari itu ditutup dengan pemilihan kepengurusan baru Asosiasi PBSI periode 2025–2029. Secara musyawarah dan mufakat, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si. kembali terpilih sebagai ketua umum. (*/vin/wil)
Unik, Tim UMM Atasi Stunting di NTT dengan Ajari Bikin Makanan Penuh Gizi

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali hadir mengambil peran vital dalam upaya penurunan risiko stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebuah program pengabdian masyarakat difokuskan pada Pelatihan Pengolahan Nutricorn yang secara inovatif memanfaatkan kekayaan bahan baku lokal NTT. Para warga diajari cara mengolah makanan kaya gizi berbahan dasar bahan yang ada di wilayah tersebut. Adapun agenda yang termasuk dalam Profesor Penggerak pembangunan Masyarakat (P3M) ini diawali pada Oktober 2025 dan terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Dahlia Elianarni, S.T.P., M.Sc. selaku dosen Ilmu Teknologi Pangan UMM, memaparkan fokus utama kegiatan ini. Dahlia menjelaskan urgensi dari program tersebut, mengingat data stunting di NTT yang masih mengkhawatirkan. Angka stunting di NTT ini cukup tinggi yaitu 18% sehingga NTT ini punya target untuk mengentaskan stunting sampai 14%. Untuk mencapai target tersebut, tim UMM memperkenalkan dua jenis olahan pangan yang diformulasikan khusus untuk balita sereal dan nugget. Inovasi pangan ini mengandalkan bahan-bahan lokal yang melimpah di NTT, seperti kelor, tepung jagung, dan tepung ikan. Kombinasi bahan-bahan tersebut dirancang untuk memberikan asupan gizi optimal. “Salah satunya kita bikin olahan produk yaitu yang pertama adalah sereal yang biasanya disukai oleh balita dan juga nugget,” ujar Dahlia. Pendekatan ini menjadi faktor penting dalam mencapai keberhasilan karena tidak hanya memastikan makanan yang dihasilkan tetap terjangkau dan mudah diakses. Namun juga memberdayakan ekonomi daerah melalui pemanfaatan bahan baku lokal yang melimpah. Respon positif dan semangat belajar datang dari para peserta pelatihan. Salah satu peserta, mewakili ibu-ibu rumah tangga setempat, mengungkapkan rasa terima kasih dan komitmennya. “Kesan kami untuk pembuatan makanan stunting, untuk mencegah stunting ini sangat baik dan sangat bagus untuk kami dan kami akan menerapkan kegiatan atau pelaksanaan makanan ini di tempat kami bekerja,” tuturnya dengan semangat. Lebih dari sekadar penurunan angka stunting, program ini memiliki dampak ekonomi berganda. Output dari kegiatan ini adalah mengentaskan angka stunting, selain itu juga bisa membuka usaha baru untuk warga sekitar, harapan setelah program ini disosialisasikan. Selain itu, program ini adalah transfer ilmu agar ibu rumah tangga di NTT dapat memproduksi dan menjual produk ini secara mandiri. Melalui sinergi antara akademisi dan masyarakat, program pengabdian ini membuktikan bahwa penurunan stunting dapat diiringi dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Harapannya, Nutricorn dapat menjadi ikon gizi lokal yang sukses menurunkan angka stunting dan membuka lapangan-lapangan usaha baru di NTT. (ali/wil)
Maharesigana UMM Borong Penghargaan di Ajang Nasional

KLIKMU.CO – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Maharesigana (Mahasiswa Relawan Siaga Bencana) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka sukses mencatatkan capaian gemilang dengan meraih gelar Juara Umum pada Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2025 yang diselenggarakan di Mojokerto, Jawa Timur. Ajang nasional tersebut diikuti oleh berbagai kontingen relawan dan lembaga kebencanaan dari seluruh Indonesia. Dalam ajang tersebut, Maharesigana UMM berhasil membawa pulang tiga penghargaan utama sekaligus, yakni Juara 1 Stand Kreatif Terbaik, Juara 1 Program Inovatif Terbaik, dan Juara 2 Media Edukasi Terbaik. Kemenangan ini diraih pada 2 Oktober 2025 lalu setelah bersaing ketat dengan berbagai peserta dari lembaga dan komunitas relawan lainnya. Ketua Umum Maharesigana UMM, Rindya Ferry Indrawan, menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan buah dari komitmen dan semangat kemanusiaan yang kuat di antara seluruh anggota. “Pencapaian ini tidak lepas dari kerja keras dan semangat kemanusiaan seluruh tim. Kami ingin terus membuktikan bahwa generasi muda harus siap, sigap, dan tangguh dalam menghadapi bencana. Hal itu juga harus disebarkan ke masyarakat,” ujarnya. Salah satu inovasi terbaik datang dari anggota tim, Ana, yang meraih Juara 1 Program Inovatif Terbaik. Ia menjelaskan bahwa program tersebut merupakan hasil kolaborasi demi menghadirkan solusi praktis di lapangan. “Harapannya, karya ini benar-benar bisa diaplikasikan untuk membantu masyarakat dalam memitigasi dan merespons bencana secara lebih efektif,” jelasnya. Keberhasilan Maharesigana UMM juga mendapat apresiasi dari Ketua Bidang Mitigasi dan Kesiapsiagaan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Wahyu Heniwati SE MM. Ia menilai capaian ini menunjukkan pentingnya peran perguruan tinggi dan generasi muda dalam membangun ketangguhan bangsa. “Pencapaian Maharesigana UMM ini sangat menggembirakan. Ini membuktikan bahwa sinergi antara akademisi dan gerakan kerelawanan mampu melahirkan solusi inovatif, baik di bidang kesiapsiagaan maupun mitigasi. Generasi muda seperti Maharesigana adalah aset krusial dalam mewujudkan ketangguhan bangsa menghadapi spektrum ancaman bencana,” ungkapnya. (Wildan/AS)
BSI Gandeng 164 Kampus Muhammadiyah untuk Perkuat Digitalisasi Pendidikan Islam

KETIK, MALANG – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi menjalin kerja sama dengan 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia. Penandatanganan perjanjian dilakukan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional Forum Rektor PTMA 2025. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat ekosistem pendidikan Islam melalui percepatan digitalisasi kampus, pengembangan sumber daya manusia unggul, dan hilirisasi riset. BSI akan menyediakan layanan keuangan syariah terintegrasi untuk mendukung kegiatan akademik dan operasional di lingkungan PTMA. Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menyebut kerja sama ini sebagai wujud komitmen BSI menjadi mitra strategis bagi dunia pendidikan Islam. “Kami ingin hadir sebagai sahabat finansial, spiritual, dan sosial bagi perguruan tinggi Muhammadiyah,” ujarnya. Acara tersebut turut dihadiri oleh Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, serta lebih dari 130 rektor PTMA. Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan juga diramaikan dengan seminar nasional, pameran layanan BSI, dan layanan kesehatan gratis dari BSI Maslahat. Langkah ini diharapkan mampu membantu kampus Muhammadiyah menghadapi tantangan era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 melalui transformasi digital yang berkelanjutan.
Peran Vital Dosen UMM di Balik Keberhasilan EMT Muhammadiyah Dapat Pengakuan WHO

KLIKMU.CO – Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) kembali mencatat sejarah baru. Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah dinyatakan lulus verifikasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Ahad (19/10/2025) di Aula Masjid KH Sudja’, Bantul, Yogyakarta. EMT Muhammadiyah yang terverifikasi ini merupakan EMT Type 1 Fixed, yaitu tim medis darurat yang memberikan pelayanan medis dasar dan kegawatdaruratan di satu lokasi secara menetap. Keberhasilan tersebut menandai EMT Muhammadiyah sebagai tim medis darurat pertama di Indonesia yang diakui secara internasional dan menjadi bagian dari jaringan EMT global dengan nomor urut ke-63 di dunia. Dalam proses penting ini, dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Zakarija Achmat SPsi MSi, yang juga Koordinator Bidang Pelatihan Penanggulangan Bencana MDMC PP Muhammadiyah, memainkan peran strategis. Ia bertanggung jawab memastikan kesiapan dan kesejahteraan psikologis seluruh anggota tim sejak tahap persiapan hingga pasca-misi. Menurut Zakarija, peran psikolog dalam EMT sangat vital, terutama untuk menjaga psychological well-being para anggota. “Sebelum berangkat, setiap anggota harus melalui proses screening psikologis untuk memastikan kesiapan mereka menghadapi situasi bencana yang berat dan tidak menentu. Setelah kembali, kami juga melakukan asesmen untuk memastikan kondisi mental mereka tetap stabil,” jelasnya. Selain melakukan pemantauan psikologis, Zakarija turut berperan dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) bidang kesehatan mental yang menjadi bagian dari dokumen verifikasi WHO. Ia juga menyiapkan panduan triase pasien serta protokol pelayanan Psychological First Aid (PFA) bagi masyarakat terdampak. “Karena jumlah psikolog di tim terbatas, kami melatih seluruh anggota agar mampu memberikan bantuan psikologis awal di lapangan,” tambahnya. Verifikasi WHO terhadap EMT Muhammadiyah meliputi dua tahap utama: pemeriksaan dokumen dan verifikasi lapangan pada 18–19 Oktober 2025. Dokumen yang diuji mencakup SOP, ketersediaan peralatan penunjang, hingga instrumen asesmen seperti DASS-21, yang diperiksa secara detail untuk memastikan kesesuaian dengan standar internasional. Proses tersebut berlangsung lancar dan berujung pada pengakuan resmi dari WHO. Ketua PP Muhammadiyah Prof Syafiq Mughni menyebut capaian ini sebagai bukti nyata profesionalitas dan komitmen Muhammadiyah dalam bidang kemanusiaan global. Bagi Zakarija, keberhasilan ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab baru. “Dengan verifikasi WHO ini, EMT Muhammadiyah harus siap jika sewaktu-waktu ditugaskan di kawasan Asia-Pasifik untuk misi kemanusiaan lintas negara,” ujarnya. Ia berharap pencapaian ini dapat menginspirasi banyak pihak untuk turut serta dalam misi kemanusiaan seperti yang dilakukan Muhammadiyah. Keberhasilan EMT Muhammadiyah menjadi hadiah istimewa menjelang Milad ke-113 Muhammadiyah, sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan gerakan sosial-keagamaan mampu melahirkan karya nyata bagi kemanusiaan—baik di tingkat nasional maupun global. (Wildan/AS)
Program CoE Menjadi Cara UMM Malang Jembatani Mahasiswanya ke Dunia Industri

KEDIRI, JP Radar Kediri– Dunia industri menjadi fokus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menyiapkan kompetensi mahasiswanya. Kampus ini memiliki salah satu program unggulan yang dijuluki Centre of Excellence (CoE). Yang fokus pada peningkatan mutu pendidikan dan kompetensi mahasiswa melalui kerjasama dengan industri. Serta, pelatihan hard skill dan soft skill bagi mahasiswa. Staf UPT PMB Universitas Muhammadiyah Malang Eni Kristyowati mengatakan, program unggulan itu mencakup berbagai bidang. Mulai dari peternakan, ilmu pemerintahan, dan ilmu yang berbasis bahasa Inggris. Program itu dihadirkan dengan tujuan menciptakan lulusan yang siap bekerja dan kompetitif. “Selain itu, UMM juga tetap menyediakan beasiswa dari jalur prestasi, akademik, maupun non akademik. Dan untuk akreditasi pun yang di dalam negeri pastinya sudah unggul untuk universitas. Dan hampir semua prodi (program studi) sudah unggul semuanya,” ungkap Eni. Belum lagi deretan akreditasi internasional yang dikantongi UMM juga kian memvalidasi keunggulan kampus ini. Saat ini, ada total 63 prodi di kampus UMM dari jenjang S-1 hingga S-3. Dan program unggulan CoE juga sudah diterapkan di seluruh prodi yang ada. “Melalui CoE ini pengajarnya juga langsung dari praktisi. Di mana mahasiswa nanti juga bisa langsung magang di situ. Misalnya prodi Psikologi. Nanti ada kelas praktisi HRD,” bebernya sembari menyebut, mahasiswa akan lebih mudah menentukan karir di masa depan.
Unik, Student Day UMM 2025 dibuka oleh Puluhan Rektor

SEVIMA.COM – Helipad Kampus Putih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipenuhi ribuan mahasiswa baru, Sabtu (18/10/2025). Mereka tumpah ruah mengikuti pembukaan Student Day 2025 yang berlangsung meriah dan penuh semangat. Yang membuat acara ini istimewa, pembukaannya dihadiri langsung oleh puluhan Rektor dari 168 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Mereka hadir di UMM dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Rektor PTMA. “Unik dan bersejarah, karena pembukaan Student Day kali ini dibuka oleh para Rektor Muhammadiyah dari seluruh Indonesia,” ujar Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi, saat memberi sambutan. Kegiatan diawali dengan Jalan Sehat yang mengelilingi area Kampus Putih hingga ke unit bisnis milik UMM, Taman Rekreasi Sengkaling. Dalam suasana cerah dan penuh keceriaan, ribuan mahasiswa berjalan santai sambil menyapa para dosen dan pimpinan universitas yang ikut serta. Prof Nazaruddin menyampaikan, Student Day bukan sekadar agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga wadah untuk mengenal nilai-nilai kampus, organisasi, dan potensi diri. “Kita ingin mahasiswa UMM tumbuh menjadi insan mandiri, sehat, bahagia, dan berdaya saing. Mulailah dengan semangat belajar dan kebersamaan hari ini,” pesannya. Program Student Day sendiri menjadi tradisi tahunan di UMM. Selama satu semester, setiap Sabtu mahasiswa baru akan mengikuti beragam kegiatan pembinaan karakter, pengembangan diri, hingga eksplorasi minat dan bakat melalui kegiatan prodi dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Di area UKM Fair, ratusan mahasiswa tampak antusias mendatangi stan-stan berbagai UKM, mulai dari seni, olahraga, hingga kewirausahaan. “Seru banget! Bisa kenalan dengan banyak teman baru dan lihat penampilan UKM-UKM keren,” kata Sindikirana, mahasiswa baru Prodi Pendidikan Biologi. Hal senada disampaikan Echa Evitasari. Ia mengaku menikmati momen jalan sehat sambil menikmati keasrian kampus. “Kampus UMM hijau banget, adem, dan suasananya bikin semangat. Apalagi tadi ada senam bareng dan pertunjukan dari UKM Tapak Suci, Teater, Tari, dan Marching Band,” ujarnya antusias. Acara pembukaan ditutup dengan berbagai penampilan atraktif yang menggambarkan semangat mahasiswa baru untuk berkarya dan berprestasi. Melalui Student Day 2025 ini, UMM berharap mahasiswa Gen 25 dapat lebih siap menempuh kehidupan perkuliahan dan aktif dalam kegiatan akademik maupun nonakademik. “Inilah langkah awal menjadi mahasiswa sejati Kampus Putih,” tutup Prof Nazaruddin.
Forum Rektor PTMA Tegaskan Posisi Sebagai Mitra Strategis dan Kritis Pemerintah

SEVIMA.COM – Di tengah permasalahan kebangsaan, akademisi berperan sebagai mitra strategis dalam menemukan solusi. Hal ini yang dilakukan oleh Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (FR PTMA). Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FR PTMA yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang, Kamis hingga Jumat, 16-17 Oktober 2025, Forum Rektor PTMA menegaskan posisinya sebagai mitra strategis dan kritis bagi pemerintah. Sejalan dengan arahan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. Saat membuka secara resmi Rakernas Forum Rektor PTMA di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (16/10/2025), Haedar menerangkan PTMA perlu bermitra dengan pemerintah dan lembaga pendidikan. “Yang diperlukan sekarang adalah kemitraan strategis antar seluruh lembaga pendidikan di Indonesia, baik negeri maupun swasta tanpa ada sekat demi bangsa Indonesia. Kalau ingin Indonesia Emas, seluruh lembaga pendidikan harus bekerja sama,” kata Haedar. Penegasan FR PTMA sebagai mitra pemerintah secara lengkap disampaikan dalam Pernyataan Sikap FR PTMA sebagai hasil dari Rakernas, Sabtu, 18 Oktober 2025. Ketua Umum FR PTMA, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si. menerangkan, sebagai insan akademis, perguruan tinggi perlu menjalin kerja sama dengan pemerintah secara proporsional. “Kami mencoba mengambil sikap proporsional. Tentu kami harus jalin kerja sama dengan pemerintah, tapi di sisi lain kami sebagai insan akademik memiliki kebebasan akademik yang harus dipertanggung jawabkan. Kami harus tetap kritis pada pemerintah secara proporsional,” ungkap Ma’mun yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). FR PTMA mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memajukan mutu pendidikan di Indonesia secara transformatif dengan mendorong pemerintah untuk merealisasikan amanat konstitusi terkait alokasi anggaran secara efektif, transparan, tepat sasaran, dan berpihak pada peningkatan mutu serta pemerataan akses pendidikan tinggi di seluruh Indonesia. FR PTMA juga mendesak pemerintah untuk membuat kebijakan penerimaan mahasiswa baru yang berkeadilan dan inklusif, sehingga tidak menimbulkan disparitas antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN), PTN Badan Hukum (PTN-BH), dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), serta menjamin keberlanjutan ekosistem pendidikan tinggi nasional yang sehat dan kompetitif. “Dengan komitmen ini, PTMA akan maju. Tantangannya cukup besar, terutama tentang jumlah mahasiswa. Saya berharap ada kebijakan tegas dari Kemendiktisaintek soal alokasi jumlah mahasiswa. Mestinya PTMA dan Perguruan Tinggi Swasta lainnya menjadi mitra bagi Perguruan Tinggi Negeri,” kata Ma’mun saat sambutan dalam pembukaan Rakernas FR PTMA, Kamis (16/10/2025). Berdasarkan pernyataan Ma’mun saat sambutan, terdapat berapa kementerian yang akan bekerja sama dengan FR PTMA di antaranya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Selain itu Permodalan Nasional Madani dan Komisi X DPR RI. Kerja sama yang akan dilakukan ialah untuk menguatkan kolaborasi riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Beberapa persoalan kebangsaan yang menjadi fokus dalam hal ini ialah kemiskinan, ketimpangan sosial, degradasi moral, dan tantangan globalisasi. Poin pernyataan sikap lainnya ialah FR PTMA dalam mendorong adanya kaji ulang UUD NRI 1945 agar sejalan dengan semangat Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 dengan melibatkan berbagai kalangan, terutama kalangan perguruan tinggi. FR-PTMA berpandangan bahwa hulu persoalan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia saat ini adalah politik berbiaya mahal. Maka FR-PTMA mendesak kepada DPR RI dan pemerintah untuk membuat “Paket Undang-Undang Politik” (UU Pemilu, UU Partai Politik, UU Pilpres, UU Pilkada) dengan semangat anti politik berbiaya mahal. Diketahui FR PTMA adalah forum yang dibentuk atas inisiasi rektor-rektor di lingkungan PTMA. Forum ini berfungsi sebagai lembaga pendukung (supporting body) Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan tinggi Muhammadiyah. Melalui forum ini, kolaborasi antar perguruan tinggi dapat diperkuat untuk mengembangkan riset, inovasi, serta pemberdayaan masyarakat.
Di UMM, Ratusan Rektor PTMA Bahas Pendidikan untuk Indonesia Maju

SEVIMA.COM – Di tengah tantangan pendidikan tinggi yang kian kompleks, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi episentrum pertemuan gagasan dan strategi nasional melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Diselenggarakan pada 16–19 Oktober 2025, forum ini mengusung tema “Inovasi dan Kolaborasi PTMA Bergerak Berdampak untuk Indonesia Maju” sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi Muhammadiyah dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkemajuan. Adapun acara yang dihadiri oleh 112 perwakilan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 200 orang. Membuka acara, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menekankan bahwa Forum Rektor PTMA memiliki posisi penting sebagai supporting structure bagi Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa forum ini bukan lembaga struktural, melainkan fungsional yang bertugas memperkuat sinergi, memperdayakan, dan mengakselerasi kemajuan seluruh PTMA, terutama yang masih berkembang. Forum ini diharapkan mampu menjadi mitra kritis pemerintah dalam kebijakan pendidikan tinggi tanpa terjebak dalam kepentingan politik praktis yang bersifat partisan. Lebih lanjut, Haedar menyoroti perlunya penguatan ekosistem pendidikan tinggi Muhammadiyah yang berlandaskan nilai, budaya, struktur, manusia, dan lingkungan yang harmonis. Ia mengingatkan bahwa kemajuan PTMA tidak boleh berhenti pada capaian administratif, melainkan harus berakar pada internalisasi nilai Islam dan kepribadian Muhammadiyah dalam seluruh sistem pendidikan. “Muhammadiyah telah membuktikan perannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya pada ranah kognitif, tapi juga dalam membangun totalitas kehidupan berbangsa. Karena itu, tugas kita bukan lagi mulai berbuat, melainkan terus berbuat lebih baik, lebih optimal, dan lebih unggul berkemajuan,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Forum Rektor PTMA, Prof. Dr. Ma’mun Murod Al-Barbasy, S.Sos., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakernas kali ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas kampus dan mitra strategis. Ia menuturkan bahwa forum ini terbentuk dari keresahan para rektor Muhammadiyah atas perlunya wadah koordinasi dan konsolidasi yang mampu memperdayakan kampus di bawah naungan persyarikatan. Ma’mun menegaskan bahwa posisi Forum Rektor adalah membantu dan memperkuat kerja-kerja Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Menurutnya, kebijakan atau sikap forum akan selalu sejalan dengan garis perjuangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. “Forum Rektor ini ibarat Hizbullah, sementara Majelis Diktilitbang adalah pemerintahnya. Maka tugas kita adalah membackup kerja-kerja Majelis secara serius, terutama dalam penguatan dan kemitraan strategis pendidikan tinggi Muhammadiyah,” ujarnya. Selain membangun jaringan internal, Forum Rektor PTMA juga menjalin kerja sama eksternal dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pendidikan, Kementerian KKP, dan BUMN seperti Permodalan Nasional Madani (PNM). Kerja sama ini diharapkan membuka ruang bagi ribuan mahasiswa baru dan peluang kolaborasi riset. Sebagai tuan rumah, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan pentingnya sinergi antar-PTMA untuk memperkuat daya saing dan dampak sosial pendidikan Muhammadiyah di tingkat nasional. Ia menilai bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga wadah untuk meneguhkan komitmen kebangsaan dan keislaman dalam dunia pendidikan tinggi. “Universitas Muhammadiyah Malang siap menjadi ruang kolaborasi inovatif bagi seluruh PTMA. Karena UMM tidak hanya membuka pintu, tetapi juga hati dan sumber dayanya untuk memperkuat gerakan pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan dan berdaya saing global,” ungkapnya. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang diusung, Rakernas Forum Rektor PTMA di UMM 2025 menjadi penanda penting kebangkitan perguruan tinggi Muhammadiyah. Melalui sinergi ide, nilai, dan kerja kolektif, PTMA diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia—mewujudkan pendidikan yang mencerahkan, membebaskan, dan berdampak luas bagi umat serta bangsa.