Rektor UNMUH Barru Hadiri Forum Rektor PTMA di Malang, Perkuat Kolaborasi Pascasarjana dengan UMM

SEVIMA.COM – Gelaran Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi magnet penting bagi para pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah dari seluruh Indonesia. Dalam forum yang berlangsung sejak 16 hingga 19 Oktober 2025 ini, para rektor berdiskusi serius tentang arah baru pendidikan tinggi Muhammadiyah di tengah derasnya arus globalisasi dan transformasi digital. Forum yang dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., serta sejumlah menteri kabinet, termasuk Menteri Pendidikan Tinggi dan Menteri Keuangan, menyoroti pentingnya kolaborasi strategis antar-PTMA untuk memperkuat ekosistem akademik dan riset nasional. “Perguruan tinggi Muhammadiyah harus tampil sebagai pelopor kemajuan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kokoh dalam karakter dan kontribusi sosial,” tegas Prof. Haedar di hadapan ratusan peserta forum. Rektor Universitas Muhammadiyah Barru, yang turut hadir dalam forum tersebut, menilai ajang tahunan ini sebagai momentum reflektif bagi PTMA dalam memperkuat sinergi antar kampus di bawah panji Muhammadiyah. “Forum ini bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi ruang strategis untuk merumuskan arah baru pendidikan Muhammadiyah. Kami datang untuk belajar, berkolaborasi, dan membawa pulang semangat inovasi,” ujarnya. Forum Rektor PTMA tahun ini mengusung tema “Transformasi Pendidikan Tinggi Muhammadiyah Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut menjadi benang merah dari setiap sesi diskusi, mulai dari tata kelola kampus modern, penguatan riset dan inovasi, hingga integrasi nilai Islam berkemajuan dalam sistem pendidikan nasional. Dalam pandangan Menteri Pendidikan Tinggi, keberadaan PTMA merupakan salah satu pilar penting dalam memperluas akses pendidikan berkualitas dan membentuk generasi unggul berkarakter moderat. “PTMA telah membuktikan diri sebagai kekuatan besar pendidikan swasta nasional. Pemerintah mendukung penuh upaya penguatan SDM, riset, dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah,” ujarnya. Dari forum besar di Malang ini pula, Universitas Muhammadiyah Barru memantapkan langkah penting dengan menandatangani kerja sama pendidikan Pascasarjana dengan Universitas Muhammadiyah Malang. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) itu dilakukan langsung oleh Rektor UNMUH Barru dan Direktur Pascasarjana UMM, Prof. Lathipun, Ph.D., di Gedung Kuliah Bersama 4 UMM, Sabtu (18/10/2025). Rektor UNMUH Barru menegaskan, kerja sama ini akan membuka peluang luas bagi dosen dan tenaga akademik di Barru untuk menempuh studi lanjut di program S2 dan S3 UMM. “Peningkatan kualitas SDM adalah fondasi kemajuan universitas. Melalui sinergi dengan UMM, kami ingin mencetak tenaga akademik unggul dan adaptif terhadap tantangan zaman,” ucapnya. Sementara Prof. Lathipun menyebut kerja sama ini sebagai bagian dari semangat kolektif Muhammadiyah dalam membangun kemandirian akademik. “Sinergi antarperguruan tinggi Muhammadiyah adalah wujud nyata semangat berkemajuan. Kita tidak bersaing, tetapi saling menguatkan,” tuturnya. Dekan FISIP UMM, Prof. Dr. Muslimin, S.Sos., M.Sc., yang turut hadir, menambahkan kerja sama ini akan diperluas ke ranah riset kolaboratif, publikasi ilmiah, hingga pertukaran dosen. Ia menegaskan, langkah UNMUH Barru dan UMM merupakan bentuk konkret transformasi pendidikan tinggi Muhammadiyah yang berpihak pada mutu dan pengabdian. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari di kampus UMM ini menghasilkan sejumlah rekomendasi penting untuk memperkuat sinergi PTMA se-Indonesia. Forum itu bukan hanya menegaskan kembali posisi Muhammadiyah dalam membangun peradaban ilmu, tetapi juga menghidupkan semangat kolektif untuk melangkah bersama menuju masa depan pendidikan Islam yang unggul, modern, dan berdampak. Sumber: katasulsel.com
Sepak Terjang Dosen UMM Novin Wibowo sebagai Produser yang Filmnya Tampil di Australia

RADAR MALANG – Dapat Bantuan Pendanaan setelah Karyanya Tampil di Australia Beberapa film pendek karya Novin Wibowo mendapat ganjaran prestasi di sejumlah ajang. Terbaru, ada film berjudul Mbiyodo yang ditampilkan di Indonesia Western Australia Festival Film (IWAFF). Sejak 30 Juli lalu, karya Novin itu bisa dinikmati lewat Vidio. Tema budaya Jawa mengantarkan Novin ke panggung festival film Australia awal Oktober lalu. Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengambil cerita yang cukup familiar. Yakni mbiyodo atau membantu orang yang punya hajatan. Dalam film pendek berdurasi 10 menit itu, Novin menggambarkan fenomena yang biasa terjadi di dalam mbiyodo. Pertama, yang ditampilkan adalah kebiasaan gosip antar-tetangga. Kemudian timbul fitnah dari perbincangan seperti itu. Hingga problem yang sering terjadi saat hajatan adalah bahan berupa daging yang menghilang. Itu sering dihubungkan dengan hal mistis atau gangguan makhluk halus. Namun dalam film Mbiyodo itu, terjadi plot twist terkait hilangnya daging. Kesimpulan ceritanya bisa ditonton lewat streaming di Vidio. ”Ada dua film saya, Mbiyodo dan Kepaten Obor yang ditampilkan di IWAFF (Indonesia Western Australia Festival Film). Diambil dari pengalaman pribadi, saya ingin menyampaikan uniknya budaya Jawa kepada masyarakat luar negeri,” ujar Novin. Sebelum diputar di IWAFF, film Mbiyodo harus melalui beberapa proses penyaringan. Mulanya, film tersebut mengikuti Kompetisi Asli Film Jawa Timur (Komfilasi). Pada event itu, Mbiyodo meraih juara ketiga. Tak berhenti di situ, ada proses screening terakhir yang perlu dijalani. Penyaringan itu dilakukan Konsulat Jenderal Australia di Perth. Setelah lolos dua tahap itu, kemudian Mbiyodo ditayangkan pada 4 Oktober lalu di Luna SX, Fremantle, Australia. ”Alhamdulillah dalam dua kali penayangan seluruh tiket habis terjual, ada 140 kursi. Yang datang ada warga Indonesia dan warga Australia,” terang dosen jurusan ilmu komunikasi itu. Dari IWAFF itu, pintu Novin dalam dunia film semakin terbuka. Untuk pertama kalinya, karya garapannya masuk layanan streaming. Bukan kaleng-kaleng, layanan itu yakni Vidio, aplikasi streaming film, serial, dan olahraga terbesar di Indonesia. Total ada 33 film yang ditayangkan dalam IWAFF. Dari jumlah itu, Vidio melakukan seleksi ulang hingga tersisa 10 film. Mbiyodo menjadi salah satu yang terpilih dan bisa ditonton melalui aplikasi tersebut sejak 30 Juli lalu. Berkat karyanya ditayangkan di IWAFF, pria kelahiran Kediri tersebut bakal mendapat pendanaan untuk proyek film. Bantuan itu diberikan oleh badan film di Australia, yakni Screenwest. Saat ini, masih dilakukan beberapa pertemuan dengan pihak Screenwest untuk membahas film yang akan digarap. ”Pendanaan yang akan diberikan bisa mencapai 90 persen (biaya operasional). Saat ini sedang disusun (teknisnya), mudah-mudahan bisa segera diproduksi (film),” ujar produser film Darah Biru Arema (DBA) tersebut. Penayangan karya di IWAFF hanya sebagian dari prestasi Novin. Sebelumnya, film pendek karyanya yang berjudul Persenan juga ditayangkan di festival film mancanegara. Tepatnya di Dhaka International Film Festival (DIFF), Bangladesh. Persenan mengambil tema melawan praktik korupsi. Menceritakan tentang dua sahabat yang terlibat konflik praktik korupsi proyek di pemerintahan. ”Selain DIFF, Persenan meraih juara ketiga ide cerita terbaik pada Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) yang dilaksanakan KPK tahun 2021,” beber Novin. Selanjutnya ada film dokumenter Menjemput Ilmu di Sarang Peluru yang mengambil setting di Aceh. Film itu juga menang di Kemenpora Film Festival. Ada lagi film berjudul Presiden Singkong yang pernah ditayangkan pada Festival Film Nusantara (FFN). Bukan hanya karya, Novin juga aktif dalam komunitas ekonomi kreatif. Dia merupakan salah satu mentor di Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Singosari, Kabupaten Malang. Dia turut menginisiasi Ismaya (Insan Sinema Malang Raya). Wadah gabungan untuk pelaku film. Seperti pembuat, pengamat, pemutar, dan distributor. Bagi Novin, film memberikan ruang untuk berekspresi dan interpretasi yang lebih luas. Sebab di dalamnya turut menggabungkan audio dan visual. Tidak sebatas cara mengambil gambar. Di situ juga diperlukan cara membuat cerita, akting, menata pencahayaan, ilustrasi musik hingga tahap akhir proses editing. ”Sebelumnya saya pelukis, kemudian beralih ke film karena yang dikembangkan lebih luas. Dengan tantangan itu, saya mengambil fokus untuk membuat film,” pungkas dosen yang berdomisili di Kecamatan Karangploso tersebut. (*/by)
UMM Ajak Masyarakat NTT Turunkan Stunting melalui Pelatihan Pengolahan Nutricorn

Sudutkota.id – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil peran aktif dalam menurunkan angka stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui program pengabdian masyarakat, tim UMM menggelar Pelatihan Pengolahan Nutricorn Inovatif dengan memanfaatkan bahan baku lokal. “Pelatihan ini kami rancang agar masyarakat bisa mengolah bahan pangan sekitar menjadi makanan bergizi,” ujar Dahlia Elianarni, S.T.P., M.Sc., dosen Ilmu Teknologi Pangan UMM. Dahlia menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian kampus terhadap persoalan gizi anak di daerah timur Indonesia. “Angka stunting di NTT cukup tinggi, mencapai 18 persen, dan pemerintah menargetkan turun ke 14 persen,” katanya. Program ini, lanjut Dahlia, termasuk dalam skema Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M) yang dimulai sejak Oktober 2025 dan akan terus berlanjut. “Lewat program ini, kami tidak hanya memberikan penyuluhan, tapi juga pelatihan yang aplikatif dan berkelanjutan,” jelasnya. Dalam kegiatan tersebut, tim UMM memperkenalkan dua jenis olahan pangan bergizi untuk balita, yaitu sereal dan nugget. “Salah satunya kami buat sereal yang disukai anak-anak, dan satunya lagi nugget berbahan lokal yang kaya protein,” tutur Dahlia. Bahan-bahan yang digunakan berasal dari hasil bumi NTT seperti kelor, tepung jagung, dan tepung ikan. “Kami ingin menunjukkan bahwa bahan sederhana di sekitar kita bisa menjadi makanan bergizi tinggi,” ungkapnya. Pendekatan ini juga diharapkan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat setempat. “Kalau masyarakat bisa memproduksi dan menjual hasil olahan ini, maka dampaknya bukan hanya pada gizi, tapi juga penghasilan keluarga,” ujarnya. Kegiatan pelatihan ini disambut antusias oleh warga, terutama ibu rumah tangga yang menjadi peserta utama. “Kesan kami untuk pelatihan ini sangat baik, kami akan menerapkan cara-cara pembuatan makanan bergizi ini di tempat kami,” kata salah satu peserta dengan semangat. Lebih dari sekadar upaya menekan angka stunting, program ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. “Harapan kami, setelah sosialisasi ini, ibu-ibu bisa memproduksi secara mandiri dan menjadikannya peluang ekonomi,” tutur Dahlia. Melalui kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, UMM berharap Nutricorn menjadi contoh keberhasilan inovasi pangan lokal dalam mengatasi stunting. “Kami ingin Nutricorn menjadi ikon gizi lokal yang membantu menurunkan stunting sekaligus menumbuhkan ekonomi warga NTT,” pungkasnya.
Prodi Manajemen UMM Perdana Gelar GEM 2025, Jadi Ajang Pengembangan Potensi Mahasiswa

KETIK, MALANG – Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Gebyar Event Manajemen (GEM) 2025. Kegiatan tersebut perdana digelar oleh Laboratorium Manajemen bersama HMPS Manajemen UMM untuk mengembangkan potensi mahasiswa. Melalui event tersebut, mahasiswa diajak untuk menggali potensi di bidang manajemen. Mulai dari penerapan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, hingga pengendalian. Terdapat 19 kelas mengikuti implementasi dari praktikum Pengantar Manajemen pada 25 Oktober 2025 itu. Masing-masing kelas diminta untuk menggagas suatu event yang berada di beberapa titik lingkungan kampus, seperti Digdo FEB UMM, GKB 2, GKB 4, dan Mentari Mart. Ketua Program Studi Manajemen, Nurul Asfiah turut memberikan apresiasi atas kinerja para mahasiswa. Kegiatan tersebut membuktikan keunggulan mahasiswa bukan sekadar teori, namun juga terwujud dalam aksi nyata. “Kegiatan ini The First GEM, merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa manajemen tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga mampu berinovasi dan berkolaborasi dalam praktik manajerial yang sesungguhnya, dan inilah yang disebut dengan Kurikulum Berdampak,” ujarnya. Hal senada disampaikan olek Kepala Laboratorium Manajemen UMM, Warsono. Menurutnya, GEM 2025 ini menjadi penerapan dari fungsu manajemen melalui pelaksanaan event. “Praktikum ini merupakan penerapan fungsi Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, dan Pengendalian melalui pelaksanaan event. Laboratorium Manajemen akan selalu berupaya menjadi wadah prakti tiap teori yang sudah diajarkan pada kelas regular,” tambahnya. (*)
Profesor UMM Gelar Pelatihan Pengolahan Inovatif Nutricorn: Manfaatkan Kekayaan Lokal NTT

MALANG POST – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali hadir mengambil peran penting dalam upaya penurunan risiko stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebuah program pengabdian masyarakat difokuskan pada Pelatihan Pengolahan Nutricorn yang secara inovatif memanfaatkan kekayaan bahan baku lokal NTT. Para warga diajarkan cara mengolah makanan bergizi berbasis bahan yang tersedia di wilayah tersebut. Adapun agenda yang termasuk dalam program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M) ini diawali pada Oktober 2025 dan akan berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Dahlia Elianarni, S.T.P., M.Sc., selaku dosen Ilmu Teknologi Pangan UMM, memaparkan fokus utama kegiatan ini. Dahlia menjelaskan urgensi dari program tersebut, mengingat data stunting di NTT yang masih mengkhawatirkan. Angka stunting di NTT cukup tinggi, yaitu sekitar 18 %, sehingga NTT menargetkan pengentasan stunting hingga 14 %. Untuk mencapai target tersebut, tim UMM memperkenalkan dua jenis olahan pangan yang diformulasikan khusus untuk balita: sereal dan nugget. Inovasi pangan ini mengandalkan bahan-bahan lokal yang melimpah di NTT, seperti kelor, tepung jagung, dan tepung ikan. Kombinasi bahan-bahan tersebut dirancang untuk memberikan asupan gizi yang optimal. “Salah satunya kita bikin olahan produk yaitu yang pertama adalah sereal yang biasanya disukai oleh balita, dan juga nugget,” ujar Dahlia. Pendekatan ini menjadi faktor penting dalam mencapai keberhasilan karena tidak hanya memastikan makanan yang dihasilkan terjangkau dan mudah diakses, tetapi juga memberdayakan ekonomi daerah melalui pemanfaatan bahan baku lokal yang melimpah. Respon positif dan semangat belajar datang dari para peserta pelatihan. Salah satu peserta, mewakili ibu-ibu rumah tangga setempat, mengungkapkan rasa terima kasih dan komitmennya. “Kesan kami terhadap pembuatan makanan stunting, untuk mencegah stunting ini sangat baik dan sangat bagus untuk kami. Kami akan menerapkan kegiatan atau penyiapan makanan ini di tempat kami bekerja,” tuturnya dengan semangat. Lebih dari sekadar penurunan angka stunting, program ini memiliki dampak ekonomi berganda. Output dari kegiatan ini adalah pengentasan stunting; selain itu, program ini juga membuka peluang usaha bagi warga sekitar setelah sosialisasi berjalan. Program ini juga menjadi transfer ilmu agar ibu rumah tangga di NTT dapat memproduksi dan menjual produk ini secara mandiri. Melalui sinergi antara akademisi dan masyarakat, program pengabdian ini membuktikan bahwa penurunan stunting dapat diiringi dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Harapannya, Nutricorn dapat menjadi ikon gizi lokal yang sukses menurunkan angka stunting dan membuka lapangan kerja baru di NTT. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)
Rektor UMKO Hadiri Rakernas Forum Rektor PTMA 2025 di UMM

SEVIMA.COM – Rektor Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO), Dr. Irawan Suprapto, M.Pd., menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (FR-PTMA) tahun 2025 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 16–19 Oktober 2025. Kegiatan bergengsi ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta, termasuk 112 pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dari seluruh Indonesia. Rakernas tahun ini mengangkat tema besar tentang arah kebijakan pendidikan tinggi Muhammadiyah di tengah dinamika perubahan global. Sejumlah tokoh nasional turut hadir dan memberikan arahan, di antaranya Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. (Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah), Prof. Dr. Ma’mun Murod Al-Barbasy, M.Si. (Ketua Forum Rektor PTMA), serta Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. (Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah). Selain para tokoh Muhammadiyah, Rakernas juga diwarnai dengan paparan dari sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Menteri Keuangan RI, serta Menteri Diktisaintek RI. Para pembicara membahas berbagai isu strategis, meliputi kebijakan pendidikan tinggi nasional, digitalisasi kampus, akreditasi global, serta sinergi perguruan tinggi dengan dunia industri. Salah satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan Rakernas adalah peresmian gerai MentariMu Mart oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., pada 16 Oktober 2025. MentariMu merupakan program ekonomi Muhammadiyah yang terus dikembangkan di berbagai daerah sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi umat. Peresmian gerai di UMM tersebut menjadi simbol dimulainya babak baru penguatan ekonomi berbasis kampus, dengan mengintegrasikan fungsi bisnis, pendidikan, dan dakwah. Dalam arahannya, Prof. Haedar Nashir mendorong agar PTMA lebih aktif berperan dalam ranah politik kebangsaan. Ia menegaskan bahwa keterlibatan Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan wujud tanggung jawab moral untuk memperkokoh peran Muhammadiyah dalam keumatan dan kemanusiaan universal, khususnya di bidang pendidikan tinggi. Selain itu, Haedar juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem pendidikan tinggi Muhammadiyah yang berlandaskan nilai, budaya, struktur, manusia, dan lingkungan yang harmonis. Menanggapi pelaksanaan Rakernas ini, Rektor UMKO Dr. Irawan Suprapto, M.Pd., menyampaikan apresiasinya. Ia menilai forum ini sebagai wadah strategis untuk memperkuat integrasi antar-PTMA, memperluas jejaring kerja sama, serta menyelaraskan arah kebijakan pendidikan tinggi Muhammadiyah ke depan. “Rakernas ini menjadi sarana konsolidasi penting bagi PTMA dalam merespons perubahan zaman. UMKO siap mendukung agenda-agenda strategis Muhammadiyah, terutama dalam penguatan mutu akademik, inovasi, dan layanan pendidikan yang inklusif serta unggul,” ujar Dr. Irawan. Dengan semangat kolaborasi dan kemajuan, Universitas Muhammadiyah Kotabumi berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang berkemajuan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dalam membangun generasi bangsa yang berintegritas, cerdas, dan berdaya saing.
Gebyar Event Manajemen 2025: Ajang Kreativitas dan Kolaborasi Mahasiswa Manajemen UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah — Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Laboratorium Manajemen bersama HMPS Manajemen UMM menyelenggarakan kegiatan bergengsi bertajuk “Gebyar Event Manajemen (GEM) 2025”. Acara ini menjadi wadah pengembangan potensi mahasiswa dalam bidang manajemen, untuk menerapkan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Gebyar Event Manajemen 2025 digelar pada Sabtu, 25 Oktober 2025, dan diikuti oleh seluruh kelas (19 kelas) praktikum Pengantar Manajemen. Setiap kelas menyelenggarakan satu event dan dilaksanakan pada hari yang sama di berbagai titik lokasi di lingkungan kampus, seperti area Digdo FEB UMM, GKB 4, dan Mentari Mart. GEM 2025 menghadirkan 19 event yang melibatkan mahasiswa dari berbagai kelas praktikum. Kegiatan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari edukasi, olahraga, seni, kuliner, hingga kompetisi, meliputi: One Step Run dan Zumba Event – kegiatan fun run dan senam untuk membuka semangat pagi. Foodtopia Festival, Booth Thrift dan Cooking Contest – ajang eksplorasi kewirausahaan dan kreativitas kuliner. Talkshow Kopi Bicara dan Seminar Eksis – kegiatan edukatif dan inspiratif yang menghadirkan narasumber profesional. Fun Games Abhirama, Turnamen Futsal, Tournament Glory Arena PES, Free Fire, dan MLBB – rangkaian kegiatan fun games, sport dan e-sport. Makeup Class, Halloween Mini Festival, Fashion Show, Poster Competition, Workshop Activity dan Art Space – ruang ekspresi seni dan kreativitas mahasiswa. Soundscape – lomba musik. Setiap kegiatan dijalankan oleh mahasiswa manajemen sesuai kelas praktikum masing-masing dengan bimbingan langsung dari instruktur dan assitan Laboratorium Manajemen. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Manajemen, Dr. Nurul Asfiah, M.M. menyampaikan apresiasi atas kerja keras panitia dan seluruh peserta yang telah berkontribusi menyukseskan GEM 2025. “Kegiatan ini The First GEM, merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa manajemen tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga mampu berinovasi dan berkolaborasi dalam praktik manajerial yang sesungguhnya, dan inilah yang disebut dengan Kurikulum Berdampak,” ujarnya. Kepala Laboratoium Manajemen UMM juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa GEM 2025 ini adalah pertama kalinya diselenggarakan secara bersamaan dan merupakan penerapan dari fungsi manajemen. “Praktikum ini merupakan penerapan fungsi Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, dan Pengendalian melalui pelaksanaan event. Laboratorium Manajemen akan selalu berupaya menjadi wadah prakti tiap teori yang sudah diajarkan pada kelas regular” ujar Drs. Warsono, MM. Melalui Gebyar Event Manajemen 2025, diharapkan mahasiswa Manajemen UMM terus menumbuhkan semangat berkarya, berinovasi, dan berkontribusi positif bagi masyarakat melalui kegiatan yang kreatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan soft skill serta belajar sejak dini untuk membuat sebuah Event Organizer. (diko) Artikel ini telah tayang di suaramuhammadiyah.id dengan judul: Gebyar Event Manajemen 2025: Ajang Kreativitas dan Kolaborasi Mahasiswa Manajemen UMM, https://www.suaramuhammadiyah.id/read/gebyar-event-manajemen-2025-ajang-kreativitas-dan-kolaborasi-mahasiswa-manajemen-umm
Sivitas Akademika UMM Tegaskan Ikrar Sumpah Pemuda untuk Bangsa

Rilis berita UMM 28 Oktober 2025 Sivitas Akademika UMM Tegaskan Ikrar Sumpah Pemuda untuk Bangsa Bangun pemuda pemudi Indonesia, sepenggal lirik lagu perjuangan itu seakan mencerminkan Kampus Putih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 28 Oktober 2025. Semangat yang terkandung di dalamnya diwujudkan nyata oleh civitas akademika melalui Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025 yang dirangkai dengan Pelantikan Wakil Dekan, Ketua Program Studi, dan Sekretaris Program Studi Periode 2025–2029. Ini juga menjadi ajang meneguhkan kembali nasionalisme, persatuan, serta tanggung jawab generasi muda dalam mengisi kemerdekaan. Momentum yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda tersebut dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai organisasi kampus—mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU), Senat Mahasiswa Universitas (SEMU), BEM Fakultas (BEMFA), Senat Fakultas (SEFA), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Mereka turut menghadiri acara dengan mengenakan pakaian adat daerah dan kostum pejuang. Nuansa kebangsaan terasa kuat di seluruh area kegiatan, menggambarkan keberagaman Indonesia yang berpadu dalam semangat persatuan dan cinta tanah air. Acara juga diisi dengan pembacaan Ikrar Tekad Mahasiswa UMM untuk Bangsa oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU), Wahyuddin Fahrurrijal yang menegaskan komitmen mahasiswa terhadap Pancasila, bangsa, dan bumi Indonesia. “Kami, generasi muda dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang berjiwa satria dan bersemangat kebangsaan yang membara, akan senantiasa setia pada Pancasila dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami bertekad menjadi pelopor perubahan yang berkarakter kerja keras dan berkemajuan, serta siap bergotong royong membangun peradaban bangsa yang adil, makmur, dan berkeadaban tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan. Kami berjanji melestarikan bumi, air, dan kekayaan alam Indonesia sebagai warisan suci untuk generasi mendatang,” katanya. Isi ikrar tersebut mencerminkan semangat Sumpah Pemuda yang dihidupkan kembali dalam konteks zaman modern. Mahasiswa UMM menegaskan kesetiaan mereka pada dasar negara Pancasila, sekaligus berkomitmen untuk menjadi motor perubahan sosial yang berkeadaban. Adapun kegiatan dilanjutkan dengan seluruh perwakilan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) melakukan penandatanganan naskah Ikrar Tekad Mahasiswa UMM untuk Bangsa sebagai simbol komitmen kolektif. Melalui kegiatan ini, UMM menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan historis, melainkan prinsip hidup yang terus dihidupkan dalam setiap langkah akademik dan kepemimpinan. Pergantian kepemimpinan fakultas yang bersamaan dengan deklarasi tekad mahasiswa menjadi pesan kuat bahwa regenerasi di kampus harus berjalan seiring dengan semangat kebangsaan, keberlanjutan, dan perubahan yang bermakna bagi Indonesia. (vin/wil)
Peningkatan Kapasitas Kader Panti Asuhan: Dosen UMM Gelar Pelatihan Pemeriksaan Mata dan Gizi Anak-Anak Panti Asuhan

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Oktober 2025, tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan mahasiswa Fakultas Kedokteran UMM melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk Pelatihan Pemeriksaan Mata dan Gizi Anak bagi para kader kesehatan pengurus panti asuhan Muhammadiyah–‘Aisyiyah se-Malang Raya. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini terdiri dari tiga dosen yang berada dalam naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UMM dan dua orang mahasiswa Fakultas Kedokteran UMM. Menurut Ketua tim PKM, Dr. dr. Alfa Sylvestris, SpM, disapa dokter Alfa menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program PKM pendanaan Direktorat Jendral Riset dan Pengembangan, Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi tahun anggaran 2025, yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan kader kesehatan di lingkungan panti asuhan dalam memantau kesehatan dan menapis gangguan kesehatan mata dan gizi anak-anak asuh. Pelatihan yang dilaksanakan di Panti Asuhan Muhammadiyah Kota Malang, Jl. Bareng Tenes Kota Malang ini diikuti oleh dua puluh pengurus panti yang berasal dari sepuluh panti asuhan Mauhammadiyah-Aisyiyah di Malang Raya. Mereka mendapatkan pembekalan teori serta praktik langsung mengenai pemeriksaan refraksi sederhana pada anak-anak, pengenalan tanda-tanda gangguan penglihatan, serta pemeriksaan status gizi secara mandiri dengan metode yang mudah diterapkan. Selain melibatkan dosen UMM, kegiatan ini juga melibatkan dua orang mahasiswa FK UMM yang membantu dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan PKM ini. Dijelaskan dokter Alfa, bahwa kegiatan ini berangkat dari kepedulian terhadap kondisi kesehatan anak-anak panti yang sering kali belum mendapatkan pemeriksaan rutin, khususnya terkait penglihatan dan gizi. “Kami ingin para pengurus panti tidak hanya berperan dalam pengasuhan, tetapi juga mampu menjadi kader kesehatan yang tanggap terhadap kebutuhan dasar anak-anak, termasuk kesehatan mata dan gizi mereka,” ujarnya. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan cara melakukan skrining penglihatan sederhana menggunakan kartu E (E-chart), serta bagaimana menilai status gizi dengan mengukur berat dan tinggi badan, lalu membandingkannya dengan standar WHO. Setelah pelatihan, peserta mendapatkan alat kesehatan berupa Snellen box, alat pengukur status gizi (pengukur berat badan, tinggi badan, dan pita pengukur), dan modul pemeriksaan mata dan gizi anak. Hasil pemeriksaan digunakan untuk deteksi dini gangguan penglihatan dan gizi kurang agar segera mendapat rujukan ke tenaga medis profesional. Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi, lembaga sosial, dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak panti asuhan. “Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi panti asuhan untuk memiliki sistem pemantauan kesehatan yang berkelanjutan. Anak-anak yang sehat tentu akan lebih siap tumbuh dan belajar,” tambah dr. Hawin Nurdiana, M.Kes, SpA. Para peserta menyambut positif kegiatan ini. Mereka mengaku pelatihan tersebut sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di panti. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dengan dukungan dari berbagai pihak, sehingga semakin banyak panti asuhan di Malang Raya yang memiliki kader kesehatan terlatih dan peduli terhadap kesehatan anak-anak asuh mereka. (tim pkm dosen umm)
Mahasiswa Ekonomi Syariah UMM Implementasi Matkul Akuntansi-Aplikom Saat Magang Kerja Bidang Keuangan di Bandara Batam

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG –Salah satu mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (Ekos FAI UMM) atas nama Ari Andresta banyak merasakan manfaat menempuh pendidikan di Prodi Ekos UMM saat magang kerja di PT Bandara Internasional Batam. Sebab beberapa mata kuliah yang sudah ditempuhnya sangat implementatif dalam dunia kerja. Sehingga ketika melaksanakan magang kerja bulan Juli-Agutus 2025 lalu dirinya langsung cepat beradaptasi dengan budaya kerja di tempatnya magang kerja di bagian keuangan PT Bandara Internasional Batam. Mata kuliah dimaksud adalah Pengantar Akuntansi dan Aplikom sebab saat melaksanakan tugas di bagian keuangan ini banyak menggunakan aplikasi software keuangan. “Dua mata kuliah tersebut sangat related dengan dunia kerja saat ini. Hal ini membuktikan bahwa kuliah di Prodi Ekonomi Syariah UMM sangat prospek di bidang keuangan,” ujar Ari Andresta disapa Ari. Menurut Ari saat magang kerja ini juga merasakan lima keunggulan Center for Future Works (CFW) Prodi Ekonomi Syariah UMM, yakni unggul digital marketing dan fintech syariah, unggul perencanaan keuangan syariah, unggul perbankan dan keuangan syariah, unggul industry dan produk halal, serta unggul manajemen filantropi. Menariknya semua keunggulan ini tidak lepas dari para dosen yang pakar dalam bidang Ekonomi Islam, serta ditunjang fasilitas digitalisasi untuk praktikum mahasiswa dan program magang kerja dengan sejumlah mitra industry. (humas ekos umm/don)