Menteri Bahlil Diteriaki Hoaks Saat Jelaskan Etanol di Hadapan Mahasiswa UMM

Ketik.Malang – Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Ri Bahlil Lahadalia diteriaki hoaks ketika menjelaskan pencampuran etanol pada Pertalite di hadapan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). ‎Diketahui, Ketua Umum Golkar tersebut menjadi keynote speaker pada pembukaan Tanwir XXXIII Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) yang digelar di Dome Universitas Muhammadiyah Malang, Rabu 29 Oktober 2025. ‎Di tengah pemaparannya, terdengar sekelompok mahasiswa yang berteriak hoak. Namun, Bahlil tidak bergeming. ‎”Saya mau jelaskan ini (Etanol). Enggak apa apa, om suka kalau kalian agak sedikit gimana-gimana gitu,” ucapnya menanggapi teriakan tersebut. ‎”Biar kalian tidak liar dengar di sosmed apa itu etanol,” tambah Ketum Partai Golkar tersebut. ‎Bahlil menjelaskan, Etanol adalah bahan baku yang didapatkan dari jagung, tebu dan singkong. Etanol dicampur dengan pertalite dalam rangka menurunkan emisi dan energi yang bersih. Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Tinjau Langsung Tambang Nikel di Raja Ampat ‎Bahlil menekankan bahwa penggunaan etanol sebagai campuran BBM merupakan praktik umum di berbagai negara dan bukan hal baru dalam industri energi global. ‎”Di Amerika sekarang sudah ada mandatori E 20. Di Brasil itu sudah ada E85. Di India sudah E30, di Thailand sudah mandatori E20,” jelasnya. ‎Menurut Bahlil, jika ada masyarakat yang mengatakan hoax, itu adalah orang-orang yang tidak ingin untuk kuota impornya dipangkas. ‎Pencampuran etanol selain mendukung program transisi energi berkelanjutan, dikatakannya juga untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah. ‎”Kalau kita campur ini dengan etanol, maka kuota impor bensin yang selama ini diambil alih oleh importir, maka berlahan lahan importir kita kurangi. Maka ruang pekerjaan mereka berkurang dan mereka tidak pingin agar Indonesia mengurangi impor,” jelasnya. ‎Bahlil menegaskan, penemuan manfaat etanol pada BBM bukan hanya berasal dari ahli minyak Indonesia. Hampir semua negara menemukan etanol tersebut. ‎”Saya juga meminta kepada mahasiswa Cipayung Plus. Silakan bikin diskusi saya datang untuk kita bisa beradu argumentasi. saya siap untuk berdiskusi yang kalian. Yang penting punya data, enggak ada masalah,” tegasnya. (*) Sumber: Ketik.com | Media Kolaborasi Indonesia. https://ketik.com/berita/menteri-bahlil-diteriaki-hoaks-saat-jelaskan-etanol-di-hadapan-mahasiswa-umm

Di Hadapan Kader IMM, Bahlil Dorong Pemuda Jadi Pelopor Kemandirian Energi

Metrotvnews – Malang: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan masa depan bangsa berada di tangan pemuda yang siap berproses dan berkontribusi nyata. Pernyataan itu disampaikannya saat membuka Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). “IMM adalah kader yang kelak menjadi pemimpin negara ini. Jangan hanya berhenti pada wacana, tapi harus turun tangan mengeksekusi gagasan. Negara ini butuh anak muda yang punya visi dan keberanian mengambil keputusan,” ujar Bahlil, Rabu, 29 Oktober 2025. Dalam orasinya, Bahlil menyoroti dua fokus kebijakan energi nasional: kemandirian energi dan transisi energi berkelanjutan. Ia menegaskan Indonesia tidak boleh terus bergantung pada impor bahan bakar yang dapat melemahkan kedaulatan ekonomi. “Saya tegaskan, kita tidak bicara soal oplos bensin. Yang sedang kami kembangkan adalah etanol energi bersih yang bisa dibuat dari jagung dan singkong. Ini bukan akal-akalan, tapi langkah nyata agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor,” tegas Bahlil. Etanol mampu menggantikan sebagian kebutuhan bensin sekaligus menekan emisi karbon. Bahlil mencontohkan kesuksesan Brasil dan India dalam memanfaatkan etanol untuk mengurangi biaya impor dan meningkatkan nilai ekonomi pertanian. “Indonesia punya bahan baku melimpah dari hasil pertanian. Saya ingin mahasiswa, termasuk kader IMM, ikut terlibat dalam pengembangan energi alternatif ini,” tambahnya. Sebagai bentuk dukungan, Bahlil memberikan 10 beasiswa bagi kader IMM berprestasi di bidang energi dan kepemimpinan. Ia berharap generasi muda Muhammadiyah mampu menjadi pelopor inovasi yang memadukan nilai-nilai Islam, nasionalisme, dan kemajuan teknologi. Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik mengapresiasi terselenggaranya Tanwir IMM di kampusnya. Menurutnya, forum ini menjadi ruang strategis untuk mengonsolidasikan gagasan besar tentang masa depan Indonesia. “Tanwir IMM bukan sekadar forum seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan peran mahasiswa sebagai penggerak perubahan. Kami di UMM berkomitmen mendukung lahirnya generasi muda yang berani, cerdas, dan siap memimpin masa depan Indonesia,” pungkas Nazaruddin.

Khofifah dan Jas IMM Tanpa Kepala: Simbol Pemimpin Baru yang Akan Lahir

pwmu.co –Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi dan pesan penuh makna dalam sambutannya pada pembukaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XXXIII di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Dalam suasana hangat dan penuh semangat, Khofifah mengawali sambutan dengan menyoroti desain panggung Tanwir yang menarik perhatian. Di atas panggung terdapat gambar jas merah khas IMM dengan kepala kosong—sebuah simbol terbuka yang menunggu untuk diisi oleh kader terbaik IMM masa depan. “Di sini ada jaket bukan UMM tapi IMM. Tinggal nanti kalau yang di situ dipasang fotonya Prof. Muhadjir, maka nasabnya Mendikbud dan Menko PMK, amin. Kalau yang dipasang adalah foto almarhum Pak Malik Fadjar, maka nasabnya Mendikbud dan Menteri Agama, amin,” tutur Khofifah disambut tawa hadirin. Ia menilai desain tersebut sangat penuh makna. Kekosongan kepala pada jas IMM itu, menurutnya, menggambarkan ruang bagi kader-kader IMM sebagai calon pemimpin masa depan bangsa. “Sengaja sepertinya dikosongkan karena kader dan pemimpin masa depan ada pada pertemuan pembukaan Tanwir IMM ini. Jadi silakan pasang di sana fotonya masing-masing,” ucapnya sambil tersenyum. Khofifah memuji ide kreatif panitia yang menghadirkan simbolisme kuat itu. Dalam sambutannya, Khofifah juga mengenang kedekatannya dengan almarhum Prof. Dr. A. Malik Fadjar, mantan Mendikbud dan tokoh Muhammadiyah. Ia bercerita dengan hangat tentang persahabatan mereka yang dilandasi rasa saling menghormati meski berasal dari latar organisasi berbeda. “Beberapa kali kami bertemu, beliau merokok. Padahal di Muhammadiyah, merokok itu kan haram. Saya sering bercanda, ‘Pak Malik, kok merokok? Di Muhammadiyah kan haram.’ Lalu beliau menjawab, ‘Mbak Khofifah, kalau saya sedang merokok berarti saya sedang jadi NU. Setelah itu saya Muhammadiyah lagi,’” kenangnya disambut tawa dan tepuk tangan peserta Tanwir. Dari kisah itu, Khofifah ingin menegaskan bahwa persaudaraan antara NU dan Muhammadiyah adalah pilar penting dalam menjaga persatuan bangsa. “Persaudaraan ini begitu kuat, persahabatan ini begitu erat. Maka antar-pilar bangsa ini harus terus membangun kebersamaan dalam berbagai program,” ujarnya. Ia pun mengajak seluruh kader IMM untuk terus menjaga semangat kolaborasi lintas organisasi, terutama dalam mewujudkan keputusan-keputusan strategis hasil Tanwir. “Tetaplah membangun sinergi, tetaplah membangun kolaborasi. Bangun negeri ini dengan seluruh energi yang sahabat-sahabat miliki,” pesan Khofifah. Di akhir sambutannya, Khofifah menegaskan kembali pentingnya semangat persaudaraan yang diwariskan para pendiri organisasi Islam besar di Indonesia. “Persaudaraan antara Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan adalah teladan besar bagi kita semua. Keduanya sama-sama memberikan ijazah kepada umat, dan ijazah itu seperti yang disampaikan pada salam penutup kita—‘Nasrum minallah wa fathun qarib’,” tutupnya penuh harap. (*)

Ketua DPD RI Dorong Anak Muda Tak Ragu Terjun ke Politik

JATIMTIMES – Di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin melontarkan ajakan yang  maknanya menggetarkan: “Ayo, anak-anak muda jangan ragu masuk politik. Justru makin banyak yang terjun, makin baik bagi negeri.” Nada suaranya tenang tapi tegas. Ia berdiri di depan para  mahasiswa UMM, diapit para senator dari berbagai provinsi, membawa semangat kolaborasi dan gagasan baru yang ia sebut green democracy, demokrasi yang berpihak pada pertumbuhan, lingkungan, dan generasi muda. “Negara sebesar Indonesia ini tidak bisa dibangun dengan pola one man show. Harus kolaboratif, harus kontributif,” ujarnya dalam sambutannya di Pembukaan Tanwir Ke-33 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang, yang juga dihadiri civitas akademika UMM dan para tokoh daerah, Rabu (29/10/2025). Bagi Sultan, demokrasi bukan sekadar sistem politik, melainkan ruang hidup bersama yang harus tumbuh seimbang antara ekonomi dan ekologi. “Green itu identik dengan tumbuh, segar, berkesinambungan. Maka demokrasi hijau berarti demokrasi yang tidak hanya memikirkan kekuasaan atau ekonomi, tapi juga menjaga lingkungan dan masa depan,” ucapnya. Gagasan “green democracy” itu, katanya, kini telah menjadi konsep yang ia bukukan dan dorong menjadi arah baru bagi parlemen Indonesia, menuju green parliament dan green diplomacy. Ide itu bukan sekadar wacana akademik, melainkan komitmen agar kebijakan negara berpihak pada keberlanjutan. Namun di tengah idealisme itu, Sultan juga menyoroti sisi gelap demokrasi Indonesia: biaya politik yang terlampau mahal. “Untuk jadi anggota DPR, DPD, apalagi kepala daerah, biayanya luar biasa mahal. Ini tidak adil bagi anak-anak muda yang punya idealisme tapi tidak punya modal besar,” tegasnya. Ia menilai, sistem demokrasi pasca-reformasi perlu ditinjau ulang agar lebih efisien dan inklusif bagi generasi baru. Maka dari itu, Sultan menegaskan, sudah waktunya anak muda tidak hanya menjadi penonton atau “generasi penerus”, tetapi penentu arah bangsa. “Jangan mau cuma dibilang generasi penerus. Kita ini penentu arah bangsa,” katanya, disambut tepuk tangan mahasiswa. Ia mencontohkan banyak pemimpin muda yang kini sudah mengambil peran nyata di tingkat nasional, seperti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. “Kepemimpinan muda itu bukan hal baru. Sejak zaman Rasulullah, energi kepemimpinan muda sudah terbukti paling kuat,” ujarnya. Dalam momen itu, Sultan juga menyinggung bonus demografi Indonesia yang harus dikelola dengan serius. “Jumlah kita besar, tapi harus seimbang dengan kualitas. Kalau tidak, justru bisa jadi beban negara,” ucapnya. Sambil tersenyum, ia menutup orasinya dengan filosofi yang khas: menanam pohon sebagai simbol harapan. “Kalaupun hari ini kiamat, dan di tanganmu ada pohon, tanamlah. Menanam pohon itu menanam harapan, keseimbangan, sesuatu yang akan kita tuai nanti,” ujarnya, mengutip hadis yang selama ini ia pegang teguh dalam hidup dan kepemimpinannya. Sebelum meninggalkan lokasi untuk melanjutkan agenda ke Yogyakarta, Sultan berjanji akan membuka ruang kolaborasi lebih luas bagi IMM dan mahasiswa Indonesia. “Kalau nanti pengurus baru IMM terbentuk, saya undang ke Jakarta. Kita buat sesuatu yang besar untuk Indonesia,” katanya menutup pidato.

Soal Kendaraan Mogok Usai Isi Pertalite, Bahlil: Masih dalam Proses Investigasi

Malangpariwara.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tengah melakukan investigasi serius terkait laporan kendaraan mogok setelah pengisian BBM jenis Pertalite di sejumlah wilayah Jawa Timur. Hal itu disampaikan Bahlil usai menghadiri Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Saat perjalanan menuju bandara, pria kelahiran 7 Agustus 1976 itu juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Asrikaton, Pakis, Malang. Bahlil mengatakan, pihaknya telah menugasi Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, dan Lemigas untuk menerima laporan langsung di lapangan. “Sekarang tim saya masih berada di daerah sini, nanti setelah ini saya akan rapat dengan mereka di airport,” jelasnya. Ditegaskannya, pemerintah akan memberikan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran oleh Pertamina. Namun, hasil pemeriksaan masih menunggu laporan resmi dari tim Lemigas. “Tetapi semuanya ini masih dalam proses, kita harus cek kebenarannya tentang kualitas daripada minyak. Kita tunggu hasil daripada apa yang dilakukan oleh Lemigas,” ujarnya. Menteri ESDM itu menargetkan hasil investigasi awal dapat diketahui dalam waktu satu hingga dua hari. “Paling lama saya butuh waktu 1-2 hari, besok saya akan rapat langsung memimpin di Jakarta,” ungkapnya. Tim khusus telah dibentuk untuk menelusuri dugaan masalah Pertalite tersebut. Tim terdiri dari Direktorat Jenderal Migas, Lemigas, BPH Migas, dan Pertamina Patra Niaga selaku pihak penyalur BBM. “Kita belum bisa mengandai-andai, kita lihat apa yang akan ditemukan oleh tim. Saya belum bisa menyimpulkan tentang kebenarannya, apa benar atau tidak benar, kita tunggu kajian daripada tim,” jawabnya menanggapi dugaan adanya sabotase. Jika nantinya terbukti ada kesalahan distribusi atau pelanggaran, Bahlil memastikan pemerintah akan menjatuhkan sanksi tegas. “Kalau benar itu terbukti, akan diberikan saksi tegas. Tapi kan kita tidak bisa menduga-duga karena belum semuanya kelihatan,” tutupnya.(Djoko W)

Pakar Halal UMM ; Sertifikasi Halal Bukan Sekadar Legalitas, Tapi Soal Niat dan Kejujuran

Infokotabatu.com Kota Batu ;  Pakar sekaligus Asesor Halal dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), *Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.PKa*, menegaskan bahwa esensi dari sertifikasi halal melampaui sekadar pemenuhan aspek legal dan syariat. Menurutnya, mutu tertinggi produk halal justru terletak pada aspek intrinsik yang tidak terlihat, yaitu niat dan kejujuran dari produsen. Penegasan ini disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam acara “Sosialisasi dan Akselerasi Sertifikasi Halal untuk Hotel dan Rumah Makan” yang digelar oleh MUI Kota Batu, Rabu (29/10/2025). “Bicara mutu halal, ada aspek yang tidak bisa dilihat oleh auditor, yaitu niat dan kejujuran. Itu Allah yang menyaksikan,” ujar Prof. Elfi di hadapan para pelaku usaha perhotelan dan kuliner. “Jadi kalau kita memproduksi sesuatu, masak sambil berdoa. Niatkan karena Allah.” Ia menjelaskan, produk halal tidak hanya harus terbebas dari bahan haram, tetapi juga harus thayyib atau baik. Konsep kebaikan ini, menurutnya, mencakup gizi holistik, di mana proses pengolahan yang diiringi dengan niat baik akan menghasilkan produk yang membawa keberkahan dan bahkan menjadi healing food (makanan penyembuh). *Menjawab Keraguan dan Tantangan Global* Prof. Elfi juga menjawab keraguan yang sering muncul di kalangan pengusaha mengenai urgensi sertifikasi halal. Ia menanggapi pertanyaan klasik, “Ngapain urus sertifikat halal, kok tidak sertifikat haram saja?” “Di Indonesia sudah ada undang-undang sejak tahun 90-an yang mewajibkan produsen mencantumkan label jika menggunakan babi. Tapi kira-kira dipatuhi tidak? Hanya kurang dari satu persen. Karena itulah masyarakat muslim galau,” jelasnya. Menurutnya, sertifikasi halal hadir sebagai solusi untuk memberikan ketenangan jiwa bagi konsumen. Kepercayaan ini bahkan meluas ke konsumen non-muslim yang menganggap label halal sebagai jaminan mutu, kebersihan, dan kualitas tertinggi. Di sisi lain, Prof. Elfi mengingatkan tentang tantangan persaingan global yang semakin ketat. Ia mengungkapkan bahwa belasan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dari luar negeri, seperti Thailand, Jerman, hingga Prancis, telah mendaftar dan lolos akreditasi untuk beroperasi di Indonesia. “Apakah kita mau dibanjiri produk impor mereka? Jangan sampai kita dijajah oleh produk impor. Maka, kita harus berjuang membumikan produk halal dalam negeri,” tegasnya. Untuk itu, ia mendorong para pelaku usaha untuk memaksimalkan penggunaan bahan baku lokal, sesuai dengan anjuran Rasulullah untuk memanfaatkan sumber daya terdekat. Langkah ini dinilai tidak hanya lebih efisien secara biaya, tetapi juga dapat memperkuat kemandirian pangan nasional. *Inovasi dan Keunikan Produk* Sebagai praktisi yang produk olahan mawarnya pernah meraih penghargaan halal dunia di Malaysia, Prof. Elfi mengajak para pengusaha untuk menciptakan keunikan dan nilai tambah pada produk mereka. “Jangan sama dengan yang lain (ojo podo nek kancane). Ciptakan branding yang unik,” katanya. Ia memberi contoh, kekayaan alam Kota Batu seperti bunga mawar bisa diolah menjadi antioksidan untuk campuran kopi dan susu. Sementara itu, bubuk bayam merah dapat digunakan sebagai suplemen zat besi, dan kulit buah naga sebagai pewarna alami pengganti karmin yang diimpor. “Indonesia adalah negara nomor dua terkaya di daratan dan nomor satu di lautan. Kekayaan alam ini harus kita manfaatkan untuk menciptakan produk unggulan daerah,” pungkasnya.

Buka Tanwir IMM di Malang, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Ungkap Misi Kedaulatan Negara di Balik Rencana BBM Etanol

Malang, Tugumalang.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Bahlil Lahadalia mengungkao misi kedaulatan negara di balik rencana pencampuran BBM etanol yang kini tengah hangat menjadi perbincangan masyarakat. Hal itu terungkap saat Bahlil membuka Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Tanwir itu juga mengambil tema yang relevan yakni “Energi Kolektif untuk Negeri”. Bahlil menjelaskan bahwa arah kebijakan energi nasional kini difokuskan pada dua hal utama, yaitu kemandirian energi nasional dan transisi energi berkelanjutan. Ia menegaskan Indonesia tidak boleh terus bergantung pada impor bahan bakar, karena hal itu dapat melemahkan kedaulatan ekonomi bangsa. Ia menegaskan pemerintah tidak sedang berbicara soal bensin oplosan, melainkan pengembangan kandungan etanol sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan yang berbasis pada sumber daya kekayaan alam Indonesia sendiri. “Saya tegaskan, kita tidak bicara soal oplos bensin. Yang sedang kami kembangkan adalah etanol—energi bersih yang bisa dibuat dari jagung dan singkong. Ini bukan akal-akalan, tapi langkah nyata agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor,” tegasnya. Bahlil menjelaskan etanol merupakan bentuk bahan bakar bioenergi yang mampu menggantikan sebagian kebutuhan bensin, sekaligus mengurangi emisi karbon. Ia mencontohkan negara seperti Brazil dan India yang telah sukses mengembangkan industri etanol, sehingga dapat menekan biaya impor bahan bakar dan meningkatkan nilai ekonomi pertanian. Ia mengatakan kalau serius mengembangkan etanol, petani akan diuntungkan, lapangan kerja bertambah, dan devisa negara bisa diselamatkan. Maka Indonesia akan punya potensi itu, tinggal kemauan dan keberanian untuk mengeksekusinya. Lebih lanjut, ia menegaskan Indonesia memiliki bahan baku melimpah untuk memproduksi etanol, terutama dari hasil pertanian. Karena itu, ia mendorong agar riset dan inovasi di perguruan tinggi terus dikembangkan guna memperkuat ketahanan energi nasional. “Saya ingin mahasiswa, termasuk kader IMM, ikut terlibat dalam pengembangan energi alternatif ini. Jangan biarkan potensi negeri ini diambil alih pihak luar karena kita ragu untuk mulai,” tambahnya.

Khofifah di Tanwir IMM: Kolaborasi untuk Negeri

Forum Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 29 Oktober 2025, menjadi ruang strategis bagi pertemuan gagasan antara tokoh nasional dan kader muda Muhammadiyah. Dalam forum tersebut, semangat kolaborasi dan sinergi lintas generasi menjadi titik tekan utama dalam membangun arah baru perjuangan kebangsaan. Turut hadir Gubernur Jawa Timur, Dr. Hj. Khofifah Indar Parawansa, yang menyampaikan pesan kuat tentang arti sinergi dan persaudaraan sebagai fondasi utama kemajuan bangsa. Ia memuji inisiatif IMM yang mampu menghidupkan semangat kolaboratif dan menyiapkan generasi muda dengan orientasi kepemimpinan yang visioner. Ia mengajak seluruh kader IMM untuk terus berinovasi dan berpartisipasi aktif dalam agenda kebangsaan yang inklusif. Menurutnya, IMM tidak boleh terjebak dalam aktivitas seremonial semata. Tanwir harus dijadikan momentum memperkuat kesadaran kolektif dan tanggung jawab sosial kader muda terhadap nasib bangsa. Ia menilai, generasi muda Muhammadiyah memiliki energi moral dan intelektual yang besar untuk mendorong kemajuan Indonesia. “Tanwir IMM ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi ide luar biasa yang menghadirkan semangat menyiapkan masa depan bangsa dengan kolaborasi. IMM harus menjadi pelopor dalam membangun energi kolektif untuk negeri,” ujar Khofifah. Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu menegaskan bahwa generasi muda harus meneladani semangat para pendiri bangsa yang menjadikan kolaborasi sebagai napas perjuangan. Ia menyebut, IMM memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan sinergi di antara berbagai elemen masyarakat, baik di ranah sosial, politik, maupun pendidikan. “Persaudaraan antara Muhammadiyah dan NU luar biasa. Bagaiaman hubungan antara KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan, keduanya sama-sama mewariskan nilai-nilai kebersamaan dan perjuangan untuk umat. Kita harus menjaga warisan itu sebagai pijakan dalam membangun negeri. Bangunlah negeri ini dengan seluruh energi yang kalian miliki. Kolaborasi antar-ormas, antar-generasi, dan antar-daerah adalah kekuatan terbesar Indonesia,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Agung Danarto, M.Ag, dalam sambutannya menekankan pentingnya komitmen ideologis terhadap Pancasila dan NKRI sebagai fondasi perjuangan kader Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa Tanwir IMM harus menjadi wadah penguatan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang seimbang, agar mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga matang secara moral. Ia mengatakan bahwa pengetahuan harus ditempatkan sebagai sarana pengabdian, bukan semata alat pencapaian pribadi. “Sejak Muktamar 2015, Muhammadiyah telah meneguhkan komitmennya bahwa negara Pancasila adalah Darul Ahdi wa Syahadah — negara hasil kesepakatan yang harus dijaga dan tempat pembuktian amal nyata. Langkah progresif IMM yang membuka ruang dialog dengan menghadirkan berbagai tokoh nasional lintas latar belakang ini mencerminkan kedewasaan intelektual dan komitmen IMM untuk terus memperluas cakrawala berpikir dalam membangun narasi kebangsaan yang konstruktif,” ujarnya. Dengan demikian, sebagai Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Tanwir IMM di kampus yang dikenal dengan semboyan “Kampus Putih” itu. Ia menilai forum ini bukan sekadar pertemuan organisasi, melainkan ruang strategis untuk mengonsolidasikan gagasan besar tentang masa depan Indonesia. Dengan semangat ‘Energi Kolektif untuk Negeri’, Tanwir XXXIII IMM di UMM menegaskan bahwa kolaborasi, persaudaraan, dan kesadaran ideologis merupakan kunci utama membangun bangsa. Forum ini menjadi bukti bahwa semangat mahasiswa Muhammadiyah tetap relevan dan dibutuhkan dalam perjalanan panjang Indonesia menuju keadilan dan kemakmuran. (vin/wil)

Soroti Peran Bank dalam Dana Hijau, Mahasiswa UMM Menang Kompetisi Riset Nasional

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencetak prestasi melalui sivitas akademiknya. Tim mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis berhasil meraih juara nasional pada ajang LPS Research 2025 Promising Papers yang digelar awal Oktober 2025. Kompetisi ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, menjadi ajang adu ide dan riset kreatif anak muda di tingkat nasional. Ketua tim, Rafi Putra Zulkarnain, menjelaskan karya mereka mengangkat tema Environmental Social Governance (ESG). “Tema ini masih jarang dikaji secara mendalam oleh mahasiswa, terutama bagaimana peran bank dalam mengimplementasikan dana hijau atau ESG. Kami meneliti pengaruh ESG terhadap profitabilitas, efisiensi, dan daya saing bank,” ujar Rafi. Rafi dibantu anggota tim, Erin Herawati dan Septi Kurniawati, dalam menyusun karya ilmiah yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberi kontribusi pemikiran praktis bagi industri keuangan. Proses riset mereka memanfaatkan referensi dari mata kuliah seperti Penilaian Kinerja Lembaga Keuangan, Perencanaan Strategis Industri Keuangan, Studi Kelayakan Pembiayaan, dan Ekonomi Makro Mikro. “Alhamdulillah, segala puji syukur kami panjatkan kepada Allah. Terima kasih juga kami sampaikan kepada para dosen dan mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan UMM atas dukungan dan bimbingannya. Prestasi ini memotivasi kami untuk terus berinovasi dan semoga juga menginspirasi mahasiswa lain untuk berprestasi,” jelas Rafi. (Wildan/AS)

Tokoh Nasional Bertemu di Tanwir 33 IMM: Bahas Masa Depan Demokrasi Hijau hingga Energi Kolektif

  MALANG (Lentera) – Sejumlah tokoh nasional menghadiri Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Mengangkat tema “Membangun Energi Kolektif untuk Negeri”, forum ini menjadi ruang pertemuan gagasan tentang masa depan demokrasi hijau, kemandirian bangsa, serta peran generasi muda dalam pembangunan nasional. “Tema Tanwir kali ini, ‘Energi Kolektif untuk Negeri’, adalah ajakan yang sangat kuat. Bahwa kekuatan umat, kekuatan ilmu, dan kekuatan iman harus menyatu menjadi energi besar bagi kemajuan bangsa,” ujar Ketua DPD RI Sultan B Najamudin. Dalam pidatornya, Sultan menjelaskan, Green Democracy adalah cara baru memahami demokrasi, bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi perjalanan moral untuk menyeimbangkan kekuasaan dan keberlanjutan. Ia menyebut konsep ini memiliki dua jiwa, yakni keseimbangan dan harapan. Ia mengingatkan, ketika politik kehilangan nilai, yang lahir adalah kerakusan. Begitu pula ketika pembangunan kehilangan keseimbangan, hasilnya bukan kemajuan, melainkan kerusakan. Karena itu, ia menegaskan, kekuasaan harus digunakan untuk menjaga kehidupan, bukan menguasainya. “Berkuasa bukan berarti menguasai, tapi menjaga. Menjaga agar kekuasaan tetap berpihak pada rakyat, dan pembangunan berpihak pada kehidupan,” tegas Sultan. Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agung Danarto, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran kader Muhammadiyah dalam mewujudkan cita-cita Negara Pancasila. Ia berharap seluruh kader IMM dapat menjadi pelaku nyata dalam memperjuangkan masyarakat adil dan makmur yang diridai Allah SWT. “Kader-kader Muhammadiyah harus ikut langsung, membuktikan, memperjuangkan agar negara pancasila betul-betul terwujud dan diterapkan,” ujar Agung. Ditambahkannya, komitmen itu menjadi dorongan bagi seluruh kader Muhammadiyah untuk terjun langsung ke berbagai lapisan masyarakat, membawa nilai-nilai Islam yang berkemajuan. Dalam kesempatan yang sama, hadir pula Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia yang menyoroti pentingnya kemandirian bangsa di tengah tantangan global. Ia menegaskan, kemandirian hanya dapat dicapai melalui peran generasi muda yang berdaya saing dan memiliki semangat kolektif membangun negeri. Bahlil menilai, IMM memiliki peran strategis dalam mencetak kader pemimpin masa depan yang tak hanya kritis secara intelektual, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan energi dunia yang terus berubah. “Jangan hanya berhenti pada wacana, tapi harus turun tangan mengeksekusi gagasan. Negara ini butuh anak muda yang punya visi dan keberanian mengambil keputusan,” katanya. Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UMM sebagai tuan rumah Tanwir IMM. Ia menilai forum ini sebagai wadah penting bagi mahasiswa untuk mengonsolidasikan gagasan besar mengenai arah masa depan bangsa. “Tanwir IMM bukan sekadar forum seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan peran mahasiswa sebagai penggerak perubahan. Kami di UMM berkomitmen mendukung lahirnya generasi muda yang berani, cerdas, dan siap memimpin masa depan Indonesia,” ujarnya. Sebagai informasi, dalam pembukaan Tanwir XXXIII IMM ini, juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy. Serta beberapa anggota DPD RI, yakni Bustami Zainudin dari DPD Lampung, kemudian DPD Yogyakarta Ahmad Syauqie Soeratno, DPD Maluku Utara Hasby Yusuf, DPD Bangka Belitung Zuhri Muhammad Syazali, DPD Jawa Timur Ahmad Nawardi, DPD Papua Carol Simon Petrus Suebu, dan DPD Papua Pegunungan Sopater Sam. Reporter: Santi Wahyu/Editor:Widyawati