Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Dorong Peran Serta Perguruan Tinggi Dalam Perkuat Program SMK Go Global

JAWA TIMUR, CAKRAWALA.CO– Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Abdul Haris mengapresiasi inisiatif Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam penyelenggaraan pusat pelatihan dan pendidikan untuk persiapan kerja ke luar negeri. “Banyak sekali praktek-praktek baik yang sudah dilakukan di UMM ini, terutama dalam memberdayakan lulusan-lulusan SMK dan perguruan tinggi untuk dapat bersaing di pasar global,” ujar Deputi Haris di UMM, Malang, Jawa Timur, Sabtu (15/11/2025). Hadir dalam Kegiatan ini Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Fauzan, Wakil Rektor IV UMM Salis Yuniardi, Dekan Vokasi UMM, serta Guru Besar Bidang Psikologi Industri dan Organisasi UMM. Wakil Menteri Diktisaintek, Fauzan mengatakan program Career Boost untuk meningkatkan kompetensi dan peluang global ini telah dimulai sejak Tahun 2019. ” Program Career Boost ini telah dimulai sejak tahun 2019,” ujar Fauzan. Peserta pelatihan tenaga kerja luar negeri UMM yang telah diberangkatkan ke Jepang sebanyak 519 orang. Sementara, peserta yang siap diberangkat ada sebanyak 261 orang dan peserta yang masih dalam tahap pelatihan online sebesar 279 orang. ” Program yang ditawarkan oleh UMM ini berupa pelatihan kembali bagi para siswa lulusan SMK sederajat dan perguruan tinggi. Peserta yang dapat diterima dalam program ini dimungkinkan hingga usia 28 tahun,” tandasnya. Ada 15 skema pekerjaan yang ditawarkan oleh program pelatihan pekerja luar negeri UMM ini. Beberapa di antaranya yaitu teknik konstruksi, hospitality, pemrosesan makanan, caregiver, dan perawat. Skema penempatan tenaga kerja yang dilakukan oleh UMM terbagi dalam beberapa tahap. Peserta akan mendapatkan pelatihan secara online, dan selanjutnya dilakukan pelatihan berbasis asrama di gedung yang disediakan oleh Fakultas Vokasi UMM. Terdapat dua sertifikat yang dibekali pada peserta pelatihan, yaitu sertifikat Bahasa Jepang dan Sertifikat Ketrampilan sesuai kebutuhan pasar kerja di Jepang. ” Saat ini, pusat pelatihan kerja luar negeri UMM berfokus pada penempatan kerja ke Jepang. Dengan kerja sama dengan Brexa Academy, UMM telah memperluas lokasi penempatan pada seluruh prefektur di Jepang. Ke depannya, UMM berencana akan memperluas jangkauan pada sekitar 38 negara penempatan. Hal ini tentunya dapat didukung dengan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” terangnya. Deputi Haris menambahkan pemerintah berencana memulai pelaksanaan SMK Go Global pada akhir 2025 dan akan memperluas target penerima manfaatnya sebanyak 500.000 orang pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. ” Penyelenggaraan program pelatihan tenaga kerja luar negeri UMM akan disinergikan dengan program SMK Go Global yang diinisiasi oleh Kemenko Pemberdayaan Masyarakat,” pungkas Haris. ( Sts )
220 Siswa di Kabupaten Malang Hidupkan Lagi Permainan Tradisional
220 Siswa di Kabupaten Malang Hidupkan Lagi Permainan Tradisional220 Siswa di Kabupaten Malang Hidupkan Lagi Permainan Tradisional RADAR MALANG – Permainan tradisional sudah jarang dimainkan. Kini anak-anak lebih tertarik bermain menggunakan perangkat elektronik. Untuk menjaga eksistensi permainan tradisional, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah XI Jawa Timur Kementerian Kebudayaan menggelar lomba permainan tradisional di dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kemarin (16/11). Permainan yang dilombakan meliputi bakiak dan eggrang. Pesertanya 220 pelajar putra maupun putri dari SD se-Kabupaten Malang. ”Namun untuk sekolahnya yang jaraknya dekat dengan UMM. Radius sekolahnya 10-20 kilometer,” ujar Staf BPK wilayah XI Jawa Timur Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Firdaus Ardyansyah. Menurut Firdaus, sesi lomba permainan tradisional termasuk dalam rangkaian kegiatan Wilwatikta Acarita tahun kedua. Sesi lomba itu bertujuan untuk mengenalkan permainan tradisional yang sekarang sudah jarang dimainkan anak-anak. ”Ini kami lombakan juga dengan mempertimbangkan kecepatan, kekompakan, dan regunya,” jelas dia. Selain lomba, dia melanjutkan, ada rangkaian kegiatan lain yang digelar. Seperti seminar nasional, pameran yang diikuti 20 stan se-Jawa Timur, hingga panggung kebudayaan. Seluruh kegiatan sudah berlangsung di Malang pada 13-16 November 2025. Pihaknya berharap kegiatan yang diadakan bisa membangun kekompakan para pelajar. Sementara itu, salah seorang guru, Anang Agung Wibisono mengungkapkan, lomba permainan tradisional cukup positif. Sebab permainan tradisional mulai terlupakan. ”Kami membawa 10 pelajar. Yang ikut lomba eggrang ada 4 pelajar, sementara 6 pelajar lainnya ikut lomba bakiak,” terang lelaki yang merupakan guru olahraga di SD Negeri Kalisongo 1 itu. Meski sempat nervous, siswanya berhasil meraih juara 3 untuk eggrang dan juara 1 untuk bakiak. Anang menambahkan, di luar kegiatan pihak sekolah juga rutin mengenalkan permainan tradisional, seperti bentengan, kasti, dan gobak sodor. (mel/dan)
Wilwatikta Acarita 2025 Malang Gaet Anak Muda Cinta Budaya Nusantara

DETIK JATIM – Panggung Kebudayaan Wilwatikta Acarita Tahun 2025 digelar Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Gelaran ini sebagai langkah menjaga ketahanan budaya bangsa. Kepala BPK Wilayah XI Endah Budi Heryani mengatakan, menjaga ketahanan budaya merupakan kewajiban seluruh masyarakat, termasuk generasi muda. Wilwatikta Acarita digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Malang dan Universitas Brawijaya, dihelat mulai 15 November sampai dengan 16 November 2025 dikemas memadukan seni budaya dan hiburan modern. Panggung kebudayaan ini tidak hanya sekedar menjadi sebuah gerakan untuk merayakan seni dan tradisi semata. Akan tetapi, akan menjadi momentum penting untuk menyalakan kembali api semangat peradaban besar yang pernah menyinari nusantara yaitu Majapahit. Harapannya, kegiatan ini dapat menarik simpati kalangan anak muda, untuk turut peduli dengan kekayaan budaya bangsa. “Ini adalah kegiatan Wilwatikta Acarita yang artinya bercerita tentang Majapahit. Jadi memang kegiatan ini dikemas semenarik mungkin karena memang sasarannya adalah anak-anak muda,” ujar Endah Budi Heryani kepada wartawan, Minggu (16/11/2025). “Sehingga kita kaitkan dengan berbagai macam seniman-seniman yang disukai oleh anak-anak muda,” sambungnya. Pada pelaksanaan Wilwatikta Acarita, BPK wilayah XI juga menyelenggarakan perlombaan cerita Raden Panji yang diikuti sekitar 10 grup kesenian. Berdasarkan keterangan dari laman Museum Nasional Indonesia cerita panji berkembang pada sekitar abad ke-12 dan tidak hanya dikenal di wilayah tanah air, tetapi berkembang di beberapa negara di kawasan Asia Tenggara. Selain cerita panji, pada acara itu juga dibacakan Negarakertagama karya Empu Prapanca. Melalui penyelenggaraan Wilwatikta Acarita pihaknya juga berupaya membentuk pemahaman generasi muda. Terkait pentingnya memiliki pemahaman tentang kebudayaan Nusantara sehingga mampu membantu upaya pelestarian, di tengah derasnya pengaruh budaya luar. Endah tak mempermasalahkan apabila anak muda menggemari budaya dari luar, asalkan mereka tetap menomorsatukan pengetahuan tentang budaya yang dimiliki oleh Indonesia. “Jangan sampai anak muda lebih fokus ke budaya luar terus dan kearifan lokalnya tidak memiliki. Kami juga berupaya membangun budaya literasi,” ucapnya. Sementara itu, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib menyatakan dukungannya terhadap kegiatan Wilwatikta Acarita ini, karena menyuguhkan kebudayaan dari masa lampau yang dimiliki oleh Indonesia. Bahkan, Wabup Lathifah menyebut kegiatan ini sukses menarik animo dari para anak-anak muda. “Kita tidak boleh meninggalkan akar kehidupan budaya yang kita miliki,” tegasnya. Kabupaten Malang memang memiliki hubungan yang sangat erat dengan kebesaran Majapahit, dengan banyak situs bersejarah dan peninggalan yang menjadi saksi hidup peradaban.
UMM Raih CRM Award berkat Kembangkan Cabang, Ranting, dan Masjid Muhammadiyah

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak pernah berhenti memberikan manfaat dan pengabdian bagi masyarakat. Termasuk pada warga Muhammadiyah baik di level cabang, ranting, bahkan masjid. Bahkan berkat hal ini pula, UMM baru saja meraih penghargaan CRM Award dari Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 16 November ini. Penghargaan ini bukan tanpa alasan. Selama ini, Kampus Putih memang seringkali bekerjasama dengan cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah untuk melangsungkan kegiatan pengabdian, pengajian, hingga pengembangan masyarakat. Tidak hanya di Malang, tapi juga di berbagai kota dan daerah lain di dalam maupun luar jawa. “UMM adalah amal usaha Muhammadiyah, jadi tidak heran jika kami terus mendorong cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah untuk terus berkembang. Tidak hanya pada aspek keagamaan saja, tapi juga dalam aspek sosial dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malaik, M.Si. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bahan bakar untuk terus menebar manfaat dan kebaikan. Termasuk untuk mendorong pengebangan cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah. Dalam prosesnya, banyak dosen dan sivitas akademika UMM yang menjadi penggerak di berbagai cabang dan ranting. Mereka juga seringkali menajdi narasumber dalam acara-acara yang diadakan, imam dan khotib di masjid Muhammadiyah, dan lain sebagainya. Kerjasama untuk menyelengagrakan bazaar, festival, zakat, infak, kurban, dan lainnya juga selalu diupayakan dalam meningkatkan kualitas cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah. Adapun LPCR PM PP Muhammadiyah memang senantiasa berusaha memberdayakan dan membina struktur di tingkat akar rumput, yaitu cabang dan ranting. Tugas ini mencakup menghidupkan kepengurusan yang mati, dan melakukan pendataan cabang dan ranting. Selain itu juga memetakan kondisi serta masalahnya, meningkatkan kapasitas organisasi, dan melakukan pembinaan masjid. (*/wil)
Setyaning Rahayu, Mahasiswi Magister Hukum Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang Raih Penghargaan Internasional di Malaysia dan Singapura

KETIK, JOMBANG – Setyaning Rahayu, mahasiswi Magister Hukum Direktorat Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang sekaligus anggota tim Kantor Hukum Wis & Partners Jombang mengharumkan nama Indonesia di ajang International Youth Innovation Summit (IYIS) #16 Chapter Malaysia–Singapore. Dalam kegiatan yang berlangsung pada 11–14 November 2025 itu, Setyaning meraih dua gelar sekaligus yakni Juara 2 Project Innovation dan Juara 2 Video Project Innovation. Prestasi itu dia raih setelah berhasil mempresentasikan gagasan inovasi yang dinilai relevan, solutif, dan berkelanjutan. Selama berada di Malaysia dan Singapura, Setyaning mengikuti rangkaian kegiatan internasional yang padat dan berbobot, antara lain: International SDGs Presentation, yaitu forum presentasi dan diskusi mengenai isu global dan solusi inovatif berbasis SDGs. University Visit & Orientation ke beberapa kampus di Malaysia dan Singapura untuk berdiskusi tentang inovasi, digital leadership, dan pengembangan riset. Forum Panel Discussion bersama mahasiswa internasional yang membahas peran pemuda dalam inovasi hukum, sosial, dan teknologi. Di hari terakhir digelar Awarding Day untuk penganugerahan bagi delegasi dengan performa terbaik. Setyaning menyebut kegiatan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga membuka wawasan global, memperluas jejaring, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan di forum internasional. Dalam ajang ini, terdapat 40 delegasi perwakilan dari Indonesia yang lolos seleksi nasional dan mewakili berbagai kampus serta lembaga. Setyaning terpilih setelah mengikuti proses seleksi ketat dari Global Youthpreneur Nusantara, lembaga penyelenggara IYIS. Seleksi meliputi: Administrasi dan kelayakan akademik Esai dan gagasan inovasi Penilaian motivasi serta komitmen pengembangan diri Dari ratusan pendaftar, hanya sebagian kecil yang diterima sebagai delegasi resmi. Program ini diselenggarakan oleh Global Youthpreneur Nusantara, bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia serta beberapa universitas di Malaysia dan Singapura. Program ini bertujuan mendorong pemuda ASEAN untuk berinovasi dalam bidang digital, sosial, dan kepemimpinan. Setyaning mengaku penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi di bidang hukum, khususnya terkait isu-isu regulasi digital, perlindungan data, dan penguatan literasi hukum untuk masyarakat. “Pengalaman ini sangat membuka wawasan saya sebagai mahasiswa hukum dan praktisi di kantor hukum. Saya belajar bagaimana inovasi bisa diterapkan dalam dunia hukum dan kebijakan publik,” ujarnya. Tindak Lanjut dan Rencana Kolaborasi Setyaning juga membawa manfaat bagi Kantor Hukum Wis & Partners Jombang tempat ia berkiprah saat ini. Ke depan, beberapa tindak lanjut yang dia rencanakan antara lain: Pengembangan program edukasi hukum berbasis digital yang terinspirasi dari proyek inovasi yang dipresentasikan di IYIS. Menjalin kerja sama internasional dengan beberapa kampus dan komunitas pemuda yang ditemui selama program. Membentuk ruang diskusi dan inovasi di lingkungan kantor hukum agar pengacara muda bisa ikut terlibat dalam pengembangan teknologi dan regulasi terkini. “Harapannya, pengalaman ini dapat saya bawa pulang untuk memperkuat lembaga hukum tempat saya bekerja dan menghadirkan inovasi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)
Perkuat Program SMK Go Global, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Dorong Peran Serta Perguruan Tinggi

MEDIA INDONESIA – DEPUTI Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Abdul Haris mengapresiasi inisiatif Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam penyelenggaraan pusat pelatihan dan pendidikan untuk persiapan kerja ke luar negeri. “Banyak sekali praktek-praktek baik yang sudah dilakukan di UMM ini, terutama dalam memberdayakan lulusan-lulusan SMK dan perguruan tinggi untuk dapat bersaing di pasar global,” ujar Deputi Haris di UMM, Malang, Jawa Timur, Sabtu (15/11/2025) melalui keterangan yang diterima hari ini. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Fauzan, Wakil Rektor IV UMM Salis Yuniardi, Dekan Vokasi UMM, serta Guru Besar Bidang Psikologi Industri dan Organisasi UMM. Wakil Menteri Diktisaintek, Fauzan mengutarakan program Career Boost untuk meningkatkan kompetensi dan peluang global ini telah dimulai sejak Tahun 2019. Peserta pelatihan tenaga kerja luar negeri UMM yang telah diberangkatkan ke Jepang sebanyak 519 orang. Sementara, peserta yang siap diberangkat ada sebanyak 261 orang dan peserta yang masih dalam tahap pelatihan online sebesar 279 orang. Program yang ditawarkan oleh UMM ini berupa pelatihan kembali bagi para siswa lulusan SMK sederajat dan perguruan tinggi. Peserta yang dapat diterima dalam program ini dimungkinkan hingga usia 28 tahun. Ada 15 skema pekerjaan yang ditawarkan oleh program pelatihan pekerja luar negeri UMM ini. Beberapa di antaranya yaitu teknik konstruksi, hospitality, pemrosesan makanan, caregiver, dan perawat. Skema penempatan tenaga kerja yang dilakukan oleh UMM terbagi dalam beberapa tahap. Peserta akan mendapatkan pelatihan secara online, dan selanjutnya dilakukan pelatihan berbasis asrama di gedung yang disediakan oleh Fakultas Vokasi UMM. Terdapat dua sertifikat yang dibekali pada peserta pelatihan, yaitu sertifikat Bahasa Jepang dan Sertifikat Ketrampilan sesuai kebutuhan pasar kerja di Jepang. Saat ini, pusat pelatihan kerja luar negeri UMM berfokus pada penempatan kerja ke Jepang. Dengan kerja sama dengan Brexa Academy, UMM telah memperluas lokasi penempatan pada seluruh prefektur di Jepang. Ke depannya, UMM berencana akan memperluas jangkauan pada sekitar 38 negara penempatan. Hal ini tentunya dapat didukung dengan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. “Pemerintah berencana memulai pelaksanaan SMK Go Global pada akhir 2025 dan akan memperluas target penerima manfaatnya sebanyak 500.000 orang pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Praktik baik dalam penyelenggaraan program pelatihan tenaga kerja luar negeri UMM akan disinergikan dengan program SMK Go Global yang diinisiasi oleh Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, “pungkas Haris. (H-2)
Etanol Bahan Bakar Dari Tebu, Akademisi UMM: Octane 100+ Cocok Untuk Mesin Modern

MALANG POST – Di tengah gencarnya transisi energi menuju zero carbon emission, bahan bakar alternatif mulai ramai diperbincangkan. Salah satunya adalah etanol (C2H5OH), senyawa kimia yang kini digadang-gadang mampu menjadi pengganti bensin di masa depan. Menariknya, belakangan ini banyak pro kontra yang lahir dari masyarakat mengenai penggunaan campuran etanol. Terkait hal ini, Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ir. Iis Siti Aisyah, S.T., M.T., Ph.D, turut memberikan pandangannya terkait penggunaan etanol dalam bahan bakar kendaraan di Indonesia. Iis, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa etanol merupakan bentuk biofuel yang menjanjikan karena memiliki sifat pembakaran yang lebih bersih dibandingkan bensin murni. Secara teoritis, emisi karbonnya bisa ditekan secara signifikan jika digunakan dalam proporsi yang tepat. “Etanol itu energi alternatif yang dikembangkan berbasis bio, yaitu tanaman yang diproses. Etanol bagus untuk meningkatkan angka oktan. Jika digunakan dalam jangka pendek, akan baik.” “Namun jika digunakan dalam jangka panjang, etanol dapat merusak komponen combustion chamber seperti karet, serta menimbulkan korosi pada logam yang tidak tahan air, dan hal-hal lainnya,” katanya. Di balik keunggulannya, etanol juga menyimpan sejumlah tantangan teknis dan ekonomis. Secara ilmiah, etanol memiliki densitas energi lebih rendah (26.8 MJ/kg) dibanding bensin (46 MJ/kg). Sehingga, menambahkan etanol ke Pertalite akan menurunkan nilai energi per liter campuran dibandingkan Pertalite murni. Adapun kelebihan penggunaan etanol adalah sebagai sumber energi terbaharukan, tingkat komersialisasi yang tinggi, serta kemampuannya diproduksi secara massal dari tanaman tebu yang telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Meski begitu, etanol memiliki octane number tinggi (100+) dibanding Pertalite (92), membuatnya lebih tahan terhadap knocking dan cocok untuk mesin modern berkompresi tinggi. Namun, campuran etanol dan Pertalite tidak disarankan bagi mesin lama dengan karburator karena memerlukan penyetelan ulang dan berisiko menyebabkan overheating dalam jangka panjang. Tantangan lain muncul dari sifat etanol yang higroskopis, yaitu mudah menyerap air. Proses pemurnian agar etanol benar-benar bebas air memerlukan teknologi mahal, yang berdampak pada harga jualnya. Harga etanol tipe anhidrat saat ini memang masih sedikit di atas Pertalite atau Pertamax, sehingga perlu insentif agar tetap kompetitif. Dari sisi mesin, etanol sebenarnya tidak menimbulkan kerusakan serius. Pada mesin modern yang telah dilengkapi Electronic Control Unit (ECU), sistem dapat menyesuaikan pembakaran secara otomatis. Untuk mesin lawas, pengguna perlu memperhatikan potensi overheat. “Meskipun ada kekhawatiran tersebut, berdasarkan penelitian, campuran hingga 10% etanol tidak terlalu mempengaruhi mesin lama meskipun memakai karburator. Modifikasi terhadap engine hanya diperlukan jika memakai 100 % etanol,” ungkapnya. Ke depan, Iis optimistis bahwa masa depan etanol di Indonesia cukup cerah. Sumber energi lain seperti biobutanol yang diproduksi dari tanaman belum se-masif industri etanol. “Harapan terhadap penggunaan etanol ke depan adalah kita bisa lebih mandiri secara energi, asalkan etanol yang digunakan berasal dari sumber-sumber yang ada di dalam negeri. Penggunaan bahan bakar yang sangat besar akan memerlukan pasokan etanol yang besar juga, sehingga industri di Indonesia yang selama ini memasok etanol untuk bidang lain (kesehatan) perlu memperbesar kapasitas produksinya,” tutupnya. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)
Perkuat Program SMK Go Global, KemPerkuat Program SMK Go Global, Kemenko PM Dorong Peran Perguruan Tinggi

Detik Jatim – Kota Malang – Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Abdul Haris mengapresiasi inisiatif Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam penyelenggaraan pusat pelatihan dan pendidikan untuk persiapan kerja ke luar negeri. “Banyak sekali praktik-praktik baik yang sudah dilakukan di UMM, terutama dalam memberdayakan lulusan-lulusan SMK dan perguruan tinggi untuk dapat bersaing di pasar global,” ujar Deputi Haris di UMM, Jawa Timur, Minggu (16/11/2025). Wakil Menteri Diktisaintek Fauzan menyampaikan program Career Boost untuk meningkatkan kompetensi dan peluang global ini telah dimulai sejak tahun 2019. Peserta pelatihan tenaga kerja luar negeri UMM yang telah diberangkatkan ke Jepang sebanyak 519 orang. Sementara, peserta yang siap diberangkatkan ada sebanyak 261 orang, dan peserta yang masih dalam tahap pelatihan online sebesar 279 orang. Program yang ditawarkan UMM berupa pelatihan kembali bagi para siswa lulusan SMK sederajat dan perguruan tinggi. Peserta yang dapat diterima dalam program ini dimungkinkan hingga usia 28 tahun. Ada 15 skema pekerjaan yang ditawarkan program pelatihan pekerja luar negeri UMM. Beberapa di antaranya yaitu teknik konstruksi, hospitality, pemrosesan makanan, caregiver, dan perawat. Skema penempatan tenaga kerja yang dilakukan UMM terbagi dalam beberapa tahap. Peserta akan mendapatkan pelatihan secara online, dan selanjutnya dilakukan pelatihan berbasis asrama di gedung yang disediakan Fakultas Vokasi UMM. Terdapat dua sertifikat yang dibekali pada peserta pelatihan, yaitu sertifikat Bahasa Jepang dan Sertifikat Keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja di Jepang. Saat ini, pusat pelatihan kerja luar negeri UMM berfokus pada penempatan kerja ke Jepang. Dengan kerja sama dengan Brexa Academy, UMM telah memperluas lokasi penempatan pada seluruh prefektur di Jepang. Ke depannya, UMM berencana akan memperluas jangkauan pada sekitar 38 negara penempatan. Hal ini tentunya dapat didukung dengan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Pemerintah berencana memulai pelaksanaan SMK Go Global pada akhir 2025, dan akan memperluas target penerima manfaatnya sebanyak 500.000 orang pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Praktik baik dalam penyelenggaraan program pelatihan tenaga kerja luar negeri UMM akan disinergikan dengan program SMK Go Global yang diinisiasi Kemenko Pemberdayaan Masyarakat,” pungkas Haris. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Fauzan, Wakil Rektor IV UMM Salis Yuniardi, Dekan Vokasi UMM, serta Guru Besar Bidang Psikologi Industri dan Organisasi UMM.