Polresta Malang Kota dan UMM Ajak Siswa SMPN 3 Lawan Bullying dan Narkoba

Malang – Polresta Malang Kota bersama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan sosialisasi bagi siswa di SMP Negeri 3 Kota Malang pada Selasa 25 November 2025. Kegiatan ini bertujuan memberi pemahaman tentang bentuk-bentuk perundungan dan bahaya penyalahgunaan narkoba. Dalam sesi edukasi, petugas menjelaskan jenis bullying seperti kekerasan fisik, verbal, sosial, dan cyber. Mereka juga menjelaskan dampak negatif dari bullying dan narkoba, termasuk gangguan mental. Peserta diajak berdiskusi dan diberi ruang untuk bertanya agar mereka benar-benar paham. Pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini. Kepala sekolah menyatakan sosialisasi membantu siswa menyadari risiko dan memberi keberanian untuk melaporkan jika mereka atau teman mereka menghadapi perundungan atau tawaran narkoba. Seorang siswi mengungkapkan bahwa acara itu membuka mata banyak siswa. Ia berkata bahwa sekarang mereka tahu cara menghadapi bullying dan narkoba. Dengan kegiatan ini, Polresta Malang Kota dan UMM berharap bisa menurunkan angka perundungan dan penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa SMP.

Kolaborasi UMM dan UiTM Malaysia, Apresiasi Budaya Tradisional Jawa ke Ranah Global

MALANG POSCO MEDIA, MALANG- Puluhan mahasiswa Malaysia dan Indonesia berkolaborasi dalam agenda internasional “Multimedia Cultural Chronicles: Unveiling the Joy of Javanese Traditional Games Collaboration Program”. Mereka adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Kegiatan yang berlangsung satu minggu sejak 23 November 2025 lalu ini menjadi salah satu program kolabori antar kedua universitas. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si. menyampaikan, kehadiran mahasiswa UiTM menjadi momentum penguatan kerja sama kedua institusi. “UMM sangat senang dan bangga menerima mahasiswa dari luar negeri. Saya berharap adik-adik memperkuat kolaborasi dan komunikasi karena itu adalah social capital,” ujarnya. Kegiatan tersebut menghadirkan mahasiswa internasional dari UiTM untuk mempelajari dan mendokumentasikan permainan tradisional Jawa sebagai bagian dari proyek pembuatan coffee table book. Ini juga bagian dari pertukaran mahasiswa yang tidak hanya berfokus pada pengembangan wawasan budaya, tetapi juga penguatan jejaring internasional mahasiswa. Selama program, peserta akan melakukan pengamatan langsung, wawancara, hingga proses kreatif untuk menghasilkan coffee table book yang menampilkan kekayaan permainan tradisional Indonesia kepada audiens global. Fauzik menekankan pentingnya menjaga perilaku, norma, serta mengembangkan kompetensi selama mengikuti program tersebut. Apalagi kegiatan ini akan berlangsung di beberapa lokasi di Malang dan Batu. Mulai dari Museum Panji, Desa Wisata Ngawonggo, dan Taman Dolan. “Para peserta diajak melihat dan merasakan pengalaman bermain permainan tradisional di masing-masing lokasi. Kemudian menyusun video yang terkait bagaimana memainkannya dan bisa disebarluaskan,” terangnya. Salah satu mahasiswa Malaysia Tengku Syamimi Afiqah, mengungkapkan bahwa program itu memberikan pengalaman akademik dan budaya yang berharga. Menurutnya, lingkungan di UMM sangat ramah dan menginspirasi. “Kolaborasi ini memungkinkan kami untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang budaya Indonesia, terutama permainan tradisional yang didokumentasikan,” katanya. Output utama kegiatan ini berupa coffee table book yang menampilkan berbagai permainan tradisional Indonesia. Selain itu juga video-video yang menjelaskan bagaimana permainan tradisional Indonesia itu dimainkan. Adapun kegiatan kolaboratif ini menjadi langkah konkret UMM dalam memperkuat jejaring internasional sekaligus mempromosikan budaya lokal ke tingkat global melalui pendekatan multimedia. (imm/udi)