Dukung Kepatuhan Pajak, UMM-DJP Jatim Sosialisasi Aktivasi Coretax

Agroredaksi.com-Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Praktik Aktivasi Akun Coretax pada Rabu (17/12/2025). Kegiatan ini menjadi langkah awal UMM dalam mendukung implementasi sistem administrasi perpajakan digital terintegrasi sekaligus menegaskan komitmen kampus dalam mendorong kepatuhan pajak di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan itu dibuka oleh Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa Coretax merupakan sistem administrasi perpajakan yang relatif baru dan dirancang untuk mengintegrasikan seluruh proses bisnis perpajakan ke dalam satu platform digital. “Coretax adalah sistem layanan administrasi perpajakan modern yang mengintegrasikan seluruh proses bisnis perpajakan dalam satu platform digital. Sistem ini mulai berlaku secara bertahap sejak 1 Januari 2025,” jelasnya. Dr. Juanda menegaskan bahwa pajak merupakan kewajiban yang tidak dapat dihindari, baik bagi wajib pajak badan maupun pribadi. Oleh karena itu, setiap pemilik NPWP diwajibkan melakukan aktivasi akun Coretax paling lambat 31 Desember 2025. Ia mengingatkan bahwa keterlambatan aktivasi akan berdampak pada proses pelaporan pajak. “Jika aktivasi tidak dilakukan, maka akan menyulitkan dalam pengisian SPT, baik SPT Tahunan maupun SPT Masa. UMM akan mendampingi civitas akademika dalam proses pengisian SPT yang difasilitasi pada pertengahan hingga akhir Maret, mengingat batas akhir pelaporan wajib pajak pribadi pada 31 Maret 2026,” ujarnya. Sebagai bagian dari komitmen institusional, UMM mengajak seluruh civitas akademika untuk segera melakukan aktivasi akun Coretax. “Kami berharap sosialisasi ini menjadi momentum yang baik agar UMM sebagai perguruan tinggi swasta dapat proaktif dan patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakan,” tegasnya. Apresiasi terhadap langkah UMM disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Timur III, Untung Supardi. Ia menyebut UMM sebagai perguruan tinggi pertama di Jawa Timur yang melaksanakan sosialisasi dan praktik aktivasi akun Coretax. “Kami mengapresiasi UMM sebagai kampus pertama di Jawa Timur yang menggelar kegiatan ini. Jika masih terdapat hal-hal yang perlu pendalaman, akan dilanjutkan pada kegiatan puncak tanggal 18 Desember melalui simulasi dan arahan pelaporan SPT,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa ke depan akan dibangun komitmen bersama terkait pelaporan SPT melalui Coretax, yang juga akan disampaikan kepada pimpinan sebagai praktik baik yang dapat dilakukan secara berkelanjutan. Dalam sesi berikutnya, Tim Penyuluh Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur III menyampaikan materi terkait langkah-langkah aktivasi akun Coretax sebagai upaya menunjang keberhasilan pelaporan SPT Tahunan tahun 2026. Coretax dijelaskan sebagai sistem administrasi perpajakan baru yang terintegrasi dan dirancang untuk memudahkan wajib pajak dalam mengakses seluruh layanan perpajakan dalam satu Portal Wajib Pajak. “Coretax merupakan sistem administrasi layanan perpajakan yang modern dan terintegrasi, sehingga seluruh proses bisnis perpajakan dapat diakses melalui satu platform digital,” ujar salah satu penyuluh DJP. Ia menegaskan bahwa aktivasi akun menjadi tahap awal yang wajib dilakukan oleh setiap pemilik NPWP agar dapat menjalankan kewajiban perpajakan secara optimal. Dalam pemaparannya, tim penyuluh menjelaskan bahwa aktivasi akun Coretax memerlukan data yang tervalidasi, seperti alamat email aktif, nomor telepon seluler untuk verifikasi OTP, serta kesesuaian NIK dan Kartu Keluarga dengan data Dukcapil. “Tanpa aktivasi akun Coretax, wajib pajak akan mengalami kesulitan dalam pelaporan SPT Tahunan maupun SPT Masa. Oleh karena itu, kami mengimbau agar aktivasi segera dilakukan sebelum batas waktu yang ditetapkan,” tegasnya. Melalui kegiatan ini, UMM menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya taat regulasi, tetapi juga aktif mendukung transformasi digital administrasi perpajakan nasional.(Sfl/hms/)

Portal Berita Rintisan Karya Mahasiswa UMM Raih Apresiasi di Tribun Jatim dan Jawa Pos

MALANGRAYA.CO – Empat portal berita digital karya mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dapatkan penilaian dari praktisi media profesional. Media rintisan yang diujikan adalah soravista.id, zheltymedia.id, clickbites.id, dan natera.id, sebagai luaran praktikum Creative Journalism Production. Uji publik dan kunjungan media dilakukan di kantor Tribun Jatim dan Jawa Pos, Surabaya, pada Kamis (18/12/2025). Para mahasiswa mempresentasikan konsep dan tata kelola portal mereka di hadapan Pemimpin Redaksi Tribun Jatim, Tri Mulyono, dan pengembang konten kreatif Adrianus Ardi. Terkait hal ini Tri Mulyono menyambut baik pendekatan pembelajaran yang tak hanya melatih kemampuan jurnalistik, tetapi juga kepemimpinan media. “Ini langkah bagus karena mahasiswa tidak hanya belajar menulis berita, tetapi juga memahami peran sebagai publisher,” katanya. Ia sempat memberikan catatan penting mengenai kualitas jurnalistik, terutama soal pemenuhan sumber informasi. “Pembeda utama karya jurnalistik dengan konten kreatif terletak pada kelengkapan informasi yang bersumber dari narasumber tepercaya,” tegasnya.

Warga Terdampak Bencana di Agam Banyak Menderita Penyakit Kulit

metrotvnews.com – Malang: Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerjunkan tim medis lintas daerah dengan membuka posko layanan kesehatan gratis di kawasan Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, untuk melayani warga terdampak bencana. Dalam misi kemanusiaan ini, UMM mengirimkan satu dokter umum dan satu perawat dari Rumah Sakit UMM, serta tiga dokter muda dari Fakultas Kedokteran UMM. Dokter umum RS UMM, dr Ilham Setya Wicaksono, mengungkapkan keluhan kesehatan yang paling banyak dialami warga adalah penyakit kulit, khususnya gatal-gatal. “Akses air bersih masih sangat terbatas, sehingga banyak warga mengalami gangguan kesehatan, khususnya penyakit kulit,” jelas Ilham, Jumat, 19 Desember 2025. Selain layanan pengobatan umum, posko kesehatan UMM juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pengecekan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Edukasi kesehatan turut diberikan kepada masyarakat, terutama terkait pencegahan penyakit dan penanganan awal agar warga lebih waspada terhadap kondisi kesehatannya. Ilham menambahkan, mayoritas pasien yang datang merupakan warga yang terdampak langsung bencana banjir. Ia juga menyoroti kondisi infrastruktur menuju lokasi yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir bandang. “Harapan kami, kehidupan masyarakat bisa kembali pulih dan kolaborasi semua pihak dapat mempercepat pemulihan pascabencana. Kami memang hadir sementara, tetapi semoga bisa membantu warga menjaga kesehatan mereka,” ujar Ilham. Sementara itu, bidan setempat, Afrida Arianti, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim medis dari UMM. Menurutnya, layanan kesehatan gratis tersebut sangat membantu warga yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan di tengah situasi pasca-bencana. “Kami sangat berterima kasih karena kehadiran tim UMM membuat warga tidak perlu jauh-jauh mencari layanan kesehatan, terutama di situasi yang masih sulit seperti sekarang,” tutur Afrida. Posko kesehatan ini mulai beroperasi sejak 16 hingga 25 Desember 2025. Kehadiran tim medis UMM diharapkan dapat menjawab keterbatasan akses layanan kesehatan di tengah kondisi pasca-bencana yang belum sepenuhnya pulih. 

Tim Psikososial UMM Dampingi Warga Terdampak Banjir Langkat

pwmu.co – Selain bantuan logistik dan layanan kesehatan, Muhammadiyah Jawa Timur juga memberikan pendampingan psikososial bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Rabu (18/12/2025). Pendampingan ini dilakukan oleh tim psikososial dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam aksi kemanusiaan Posko Muhammadiyah Langkat bersama MDMC dan Lazismu Jatim. Layanan psikososial diberikan untuk membantu warga, terutama anak-anak dan kelompok rentan, dalam menghadapi dampak psikologis akibat bencana. Trauma kehilangan rumah, lingkungan tempat tinggal, serta rasa aman menjadi perhatian utama tim pendamping. Para relawan melakukan berbagai pendekatan, mulai dari aktivitas bermain, konseling ringan, hingga penguatan mental bagi warga yang masih mengungsi di kawasan perbukitan perkebunan kelapa sawit. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari aksi kemanusiaan Muhammadiyah, karena pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga kondisi psikis masyarakat. Kehadiran tim psikososial UMM memberikan ruang aman bagi warga untuk mengekspresikan perasaan mereka pascabencana. Melalui pendekatan yang hangat dan komunikatif, relawan berupaya menumbuhkan kembali rasa tenang, optimisme, serta semangat bangkit di tengah kondisi yang masih terbatas. Pendampingan ini juga menjadi sarana edukasi bagi warga tentang pentingnya menjaga kesehatan mental setelah mengalami bencana. Dengan dukungan psikososial yang tepat, diharapkan warga dapat lebih siap menghadapi proses pemulihan dan kembali menjalani aktivitas secara perlahan. Muhammadiyah Jawa Timur menyatakan akan terus melakukan pendampingan berkelanjutan di lokasi terdampak banjir hingga kondisi warga benar-benar pulih.

Humas UMM Istiqomah Borong Penghargaan di Anugerah Diktisaintek

Indonesiandaily.com – Tim Humas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) istiqomah dari tahun ke tahun selalu borong penghargaan di Anugerah Diktisaintek. Yakni ajang penghargaan yang dislenggarkan oleh Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan teknologi (Kemdiktisaintek) 2025. Kepala Humas UMM Maharina Novia Zahro M Ikom menguraikan, bahwa timnya sukses membawa pulang dua penghargaan di Anugerah Diktisaintek 2025. Acara yang diadakan Kemdiktisaintek RI, (19/12/2025). “Humas UMM berhasil meraih silver medal kategori pengelolaan laman dan bronze medal untuk pengelolaan media sosial,” ungkap Maharina. Menurutnya, ini menjadi bukti konsistensi performa humas UMM. Utamanya dalam menyebarkan informasi di bidang pendidikan tinggi, termasuk program Kampus Berdampak. “Setiap tahun kami berhasil meraih penghargaan Anugerah Diktisaintek ini. Bahkan kali ini mempertahankan dua raihan penghargaan sekaligus,” katanya. Kepala Humas ini menilai bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan dari pemerintah atas kinerja Humas UMM. Terutama dalam menyuarakan berbagai program universitas yang sejalan dengan kebijakan Kemdiktisaintek. Keberhasilan ini juga tak lepas dari strategi publikasi yang dilakukan secara terukur dan sesuai dengan kebutuhan publik. “Kami berusaha membuat konten yang bisa diterima masyarakat luas,” ucap Maharina. Ia kemudian menyontohkan, misalnya konten yang relevan dengan tren generasi muda, seperti Gen Z, melalui platform seperti Instagram dan TikTok. Selain itu, Humas UMM juga rutin merilis berita bernuansa ilmiah dan berdampak yang tetap menarik. Tim Humas UMM, lanjutnya, juga aktif mempromosikan program-program berdampak. Salah satu yang unik dari UMM adalah kehadiran Direktorat Saintek UMM yang menjadi wadah inovasi dan penelitian yang sudah dihilirasi. Berbagai inovasi dan kontribusi pengabdian dilahirkan, tidak hanya di Jawa tapi juga di berbagai wilayah lainnya. Terbaru, melalui program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M), UMM berupaya mengatasi stunting dan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Timur. “Jadi Direktorat Saintek ini menjadi katalisator dan mempercepat UMM untuk terus berdampak bagi masyarakat,” ujarnya. Tim Humas UMM berkolaborasi dengan pihak-pihak lain untuk menebar kebermanfaatn. Ini menjadi salah satu program yang senantisa disebarluskan melalui beragam media,. “Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas. Menyebarkan informasi baik dan membangun negeri agar semakin berdampak untuk negri,” pungkasnya

Diuji Praktisi Media, 4 Portal Berita Karya Mahasiswa Ikom UMM Dinilai Layak Industri

KETIK, BATU – Empat portal berita karya mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapat apresiasi dari praktisi media profesional. Website tersebut merupakan luaran praktikum Creative Journalism Production yang dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Komunikasi UMM. Keempat portal yang dipresentasikan yakni soravista.id (kelompok Sahwahita), zheltymedia.id (Sraddhasatya), clickbites.id (Prabharasa), dan natera.id (Narativa Force). Kelayakan serta kualitas karya mahasiswa tersebut diuji melalui kunjungan media ke kantor Tribun Jatim dan Jawa Pos di Surabaya, Kamis, 18 Desember 2025. Dalam agenda tersebut, mahasiswa memaparkan konsep dan pengelolaan portal berita di hadapan Pemimpin Redaksi Tribun Jatim, Tri Mulyono, bersama pengembang konten kreatif dan digital, Adrianus Ardi, yang memberikan penilaian. Tri Mulyono menyambut positif pendekatan pembelajaran yang tidak hanya menyiapkan mahasiswa sebagai jurnalis, tetapi juga sebagai pengelola media. “Ini langkah bagus karena mahasiswa tidak hanya belajar menulis berita, tetapi juga memahami peran sebagai publisher,” ujarnya. Ia mengapresiasi karya mahasiswa sekaligus memberikan sejumlah catatan, terutama terkait kekuatan sumber informasi. “Pembeda utama karya jurnalistik dengan konten kreatif terletak pada kelengkapan informasi yang bersumber dari narasumber tepercaya,” tegasnya. Tri Mulyono juga mendorong mahasiswa lebih berani menulis dengan mengedepankan kutipan yang akurat serta aktif membangun jejaring melalui liputan langsung. Baca Juga: UMM Sapu Dua Penghargaan PKM 2025, Bukti Pembinaan Riset Berjalan Sistematis “Jurnalis memiliki keistimewaan karena bisa bertemu dengan siapa pun,” tambahnya. Sementara itu, Adrianus Ardi menyoroti pentingnya pemahaman terhadap ideologi dan karakter platform media. Ia menekankan bahwa media daring harus ramah dibaca baik melalui desktop maupun perangkat seluler. “Format penulisan perlu disesuaikan. Untuk versi mobile sebaiknya tidak terlalu panjang dan diperkaya unsur visual,” sarannya. Diskusi berlangsung interaktif seiring antusiasme mahasiswa mempresentasikan karya sekaligus menyerap masukan dari praktisi. Salah satu mahasiswa, Rika, menyampaikan keinginannya untuk terus mengembangkan portal yang telah dibuat meski praktikum berakhir. Ia meminta saran agar media daring dapat bertahan. Menanggapi hal itu, Tri Mulyono menekankan pentingnya segmentasi audiens. “Semakin spesifik segmennya, justru semakin kuat. Tidak perlu terlalu mengejar page view, yang terpenting memiliki pembaca yang loyal,” jelasnya seraya mencontohkan media dengan fokus isu tertentu yang mampu bertahan. Kunjungan ke Jawa Pos diisi dengan diskusi dan observasi ruang redaksi di Graha Pena Surabaya bersama Wakil Pemimpin Redaksi, Firzan Syahroni. Ia menjelaskan perbedaan karakter kerja media cetak dan media daring, terutama dalam hal verifikasi. Media cetak dinilai memiliki waktu lebih longgar untuk proses pengecekan sehingga kepercayaan publik relatif lebih terjaga. “Di tengah banjir informasi online, publik justru akan kembali menyandarkan kepercayaannya pada media cetak,” ungkapnya. Ia pun optimistis media cetak masih akan tetap eksis. Kegiatan media visit ini diikuti 30 mahasiswa dan didampingi dosen pengampu serta Kepala Laboratorium Ilmu Komunikasi UMM, Widya Yutanti. “Banyak masukan positif dari kunjungan ini. Semoga dapat memperkaya pengalaman dan pengetahuan mahasiswa jurnalistik,” harapnya. Ia menilai bekal praktikum membuat lulusan Ilmu Komunikasi lebih siap terjun ke dunia media massa maupun media sosial. Pengajar mata kuliah praktikum, Nasrullah, menambahkan bahwa mahasiswa dilatih memproduksi berita secara cepat tanpa mengabaikan akurasi, selaras dengan ritme kerja media daring.

Tim Medis UMM Buka Posko Kesehatan di Maninjau untuk Korban Banjir

AGAM, JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka posko kesehatan di kawasan Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, untuk melayani warga terdampak banjir. Posko tersebut beroperasi sejak 16 hingga 25 Desember 2025 dan melayani puluhan pasien setiap harinya. Kegiatan kemanusiaan ini melibatkan satu dokter umum dan satu perawat dari Rumah Sakit UMM, serta tiga dokter muda dari Fakultas Kedokteran UMM. Program ini didukung pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebagai bagian dari peran perguruan tinggi dalam penanganan pascabencana. Dokter umum RS UMM, dr. Ilham Setya Wicaksono, mengatakan keluhan kesehatan yang paling banyak dialami warga adalah penyakit kulit, terutama gatal-gatal. Kondisi tersebut dipicu oleh keterbatasan akses air bersih dan penggunaan air yang tercemar pascabanjir. “Air bersih masih sulit didapatkan, sehingga banyak warga mengalami gangguan kesehatan, khususnya penyakit kulit,” ujarnya, Kamis (19/12/2025). Selain pengobatan umum, posko kesehatan UMM juga menyediakan layanan pemeriksaan gratis, seperti cek tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Tim medis turut memberikan edukasi kesehatan agar warga lebih waspada terhadap kondisi kesehatannya di tengah situasi darurat. dr. Ilham menuturkan, sebagian besar pasien merupakan warga yang terdampak langsung bencana banjir. Ia juga menggambarkan kondisi wilayah yang masih memprihatinkan, dengan banyaknya kerusakan jalan, jembatan, rumah, dan lahan pertanian akibat material batu dan kayu yang terbawa arus banjir. “Perjalanannya tidak mudah, tapi ini bagian dari tugas kemanusiaan. Harapan kami, masyarakat bisa segera pulih dan kesehatan mereka tetap terjaga,” katanya. Sementara itu, bidan setempat, Afrida Arianti, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim medis UMM. Menurutnya, layanan kesehatan gratis tersebut sangat membantu warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan akibat dampak banjir. “Kehadiran tim UMM sangat membantu. Warga tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan di kondisi yang masih sulit seperti sekarang,” ujarnya.

Tingkatkan Kesiapan Studi Lanjut Siswa, Mahasiswa PAI UMM Gelar Pelatihan di SMA Muhammadiyah 3 Batu

pwmu.co – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan pelatihan sebagai bagian dari penugasan mata kuliah Desain Pelatihan pada Selasa (16/12/2025). Kegiatan tersebut mengusung tema “Optimalisasi Kesiapan dan Motivasi Siswa Menuju Pendidikan Tinggi yang Berkualitas di SMA Muhammadiyah 3 Batu”. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dan motivasi siswa dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, siswa dibekali berbagai materi penting yang berkaitan dengan persiapan studi lanjut. Materi pelatihan meliputi Pentingnya Pendidikan Tinggi dan Perencanaan Karier yang disampaikan oleh Najmus Sakip, Mengenali Minat dan Bakat untuk Pemilihan Jurusan oleh Visca Arinda Putri, Motivasi dan Kesiapan Mental Menghadapi Perguruan Tinggi oleh Burhan Galib Imtinan, Manajemen Waktu dan Strategi Belajar Efektif oleh Aulia Asmallayali, serta Proses Pendaftaran dan Seleksi Perguruan Tinggi yang juga disampaikan oleh Visca Arinda Putri. Selain penyampaian materi, siswa juga mendapat kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan alumni SMA Muhammadiyah 3 Batu yang telah berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kepala SMA Muhammadiyah 3 Batu, Aris Sahruli, S.Pd., menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memiliki peran penting bagi siswa. “Pelatihan ini sangat penting bagi siswa karena akan membantu mereka meningkatkan kesiapan dan motivasi dalam melanjutkan pendidikan tinggi,” ujarnya. Kegiatan pelatihan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi, tanya jawab, serta berbagi pengalaman terkait cita-cita dan rencana studi ke depan. Para siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak melakukan refleksi diri, menyusun rencana pendidikan, serta memahami langkah-langkah strategis dalam meraih perguruan tinggi yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Para pemateri menyampaikan materi dengan metode yang interaktif dan komunikatif sehingga suasana pelatihan terasa menarik dan mudah dipahami. Pendekatan tersebut membantu siswa lebih terbuka dalam mengungkapkan kendala, keraguan, maupun harapan mereka terkait pendidikan tinggi. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan mental dan motivasi siswa. Di akhir kegiatan, mahasiswa Pendidikan Agama Islam UMM berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi siswa SMA Muhammadiyah 3 Batu. Diharapkan para siswa mampu mempersiapkan diri secara matang, memiliki kepercayaan diri yang kuat, serta termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi sebagai bekal membangun masa depan yang lebih baik. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan sekolah. (*)

UMM Kaji Peran Trans Jatim Gerakkan Ekonomi dan Wisata Malang Raya

Kehadiran Bus Trans Jatim di wilayah Malang Raya menjadi angin segar bagi penataan transportasi publik sekaligus penguatan sektor ekonomi kreatif. Untuk membedah potensi tersebut, Tribun Network menggelar talk show bertajuk “Tribun Talks: Trans Jatim untuk Dongkrak Ekonomi dan Wisata Malang Raya” yang melibatkan Universitas Muhammadiyah Malang, Pemerintah Kota serta Pemerintah Wilayah Jawa Timur. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 17 Desember lalu bertempat di Rayz Hotel UMM. Acara tersebut mempertemukan regulator, akademisi, hingga paguyuban sopir angkot untuk bersama-sama merumuskan masa depan konektivitas wilayah yang dikenal dengan sebutan Malang Senyawa. Sejak diresmikan, animo masyarakat terhadap Trans Jatim tergolong sangat tinggi dengan rata-rata 4.000 penumpang per hari di wilayah Malang. Data mencatat komposisi penumpang terdiri dari mahasiswa dan pelajar yang dikenakan tarif sebesar Rp2.500. Serta penumpang umum yang dikenakan sebesar Rp5.000. Tingginya keterisian ini membuktikan bahwa transportasi publik yang aman, nyaman, dan berkeselamatan sangat dirindukan oleh warga Malang Raya yang selama berpuluh tahun menghadapi tantangan kemacetan. Asisten Khusus Rektor Bidang Kerja sama dan Pengembangan SDM UMM, Dr. Ratih Juliati, M.Si., mengatakan bahwa Trans Jatim adalah tulang punggung aksesibilitas pariwisata berkelanjutan sesuai Teori Konektivitas. Menurutnya, kesuksesan destinasi wisata sangat bergantung pada integrasi transportasi yang melintasi pusat pendidikan dan area publik. “Aksesibilitas ini merupakan pancingan untuk menggairahkan kembali wilayah Malang Raya, di mana Trans Jatim menciptakan nilai pelayanan publik yang luar biasa dan bermanfaat bagi mahasiswa serta pendatang,” tutur Ratih. Optimalisasi aksesibilitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi mobilitas, tetapi juga mampu menjadi katalisator utama bagi pertumbuhan UMKM di sekitar shelter. Hal ini dikarenakan setiap titik pemberhentian bus memiliki potensi besar untuk menjadi pusat keramaian baru yang menghidupkan sektor perdagangan kecil. “Efek domino ini terlihat dari munculnya pusat ekonomi baru di setiap titik pemberhentian bus, sehingga ekonomi masyarakat bawah ikut bergerak seiring dengan lancarnya arus transportasi publik,” ungkap Ratih. Lebih jauh, Ratih menekankan bahwa keberhasilan inovasi transportasi ini harus menjadi momentum kolektif bagi seluruh elemen masyarakat. Sehingga menciptakan budaya baru dalam bermobilitas yang lebih modern. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci agar layanan ini tetap relevan dan berkelanjutan. “Trans Jatim bukan sekadar bus yang melintas, melainkan simbol sinergi Malang Senyawa yang menyatukan konektivitas, kenyamanan, dan keberlanjutan ekonomi dari hulu hingga ke hilir,” pungkasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Drs. R. Widjaja Saleh Putra, menjelaskan bahwa kehadiran Trans Jatim bukan untuk mematikan transportasi lokal, melainkan sebagai mesin transformasi bagi angkutan kota. Melalui integrasi ini, angkot kini diposisikan sebagai feeder atau pengumpan yang menyambungkan penumpang dari pemukiman ke shelter utama. “Angkutan kota yang sebelumnya kurang optimal kini kembali berfungsi secara maksimal. Melalui kehadiran Trans Jatim, angkutan tersebut ditata ulang menjadi angkutan feeder yang secara nyata, menghidupkan kembali pendapatan para pengemudinya,” ujar Widjaja. Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Hendry Suseno, SP., MM., melihat adanya kebangkitan ekonomi di sekitar titik-titik pemberhentian bus. Ia mencatat sembilan jalur angkutan di Batu yang sebelumnya mati suri kini mulai menggeliat kembali. Wisatawan kini memiliki opsi mobilitas yang lebih efisien menuju Alun-Alun Batu maupun destinasi wisata Kota Batu tanpa harus terjebak kemacetan kendaraan pribadi.(*ali/faq) Penulis: Alban Hogantara | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Krisis Air Bersih Pasca Banjir Maninjau Picu Penyakit Kulit, Tim Medis UMM Terjun ke Lokasi

Malang (beritajatim.com) – Penanganan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) tidak berhenti saat air surut. Masalah kesehatan kini menjadi sorotan utama, terutama terkait krisis air bersih yang memicu berbagai penyakit. Merespons kondisi darurat ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengirimkan tim medis langsung ke kawasan Maninjau, Kabupaten Agam. Selama sepuluh hari penuh, mulai tanggal 16 hingga 25 Desember, tim medis UMM membuka posko kesehatan untuk memberikan layanan medis gratis. Langkah UMM diambil guna memastikan puluhan warga terdampak yang datang setiap harinya mendapatkan penanganan medis yang layak. Dalam misi kemanusiaan yang menempuh jarak jauh dari Malang ke Maninjau ini, UMM menerjunkan tim lengkap yang terdiri dari satu dokter umum dan satu perawat dari Rumah Sakit (RS) UMM, serta diperkuat oleh tiga dokter muda dari Fakultas Kedokteran UMM. Gerakan ini tidak berjalan sendiri, melainkan mendapat dukungan pendanaan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Hal ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam penanganan krisis pascabencana di Indonesia. Dokter umum RS UMM, dr. Ilham Setya Wicaksono, yang bertugas di lokasi mengungkapkan fakta memprihatinkan di lapangan. Menurutnya, mayoritas pasien yang mendatangi posko mengeluhkan penyakit kulit, khususnya gatal-gatal. “Akses air bersih masih sangat terbatas, sehingga banyak warga mengalami gangguan kesehatan, khususnya penyakit kulit,” jelas dr. Ilham pada beritajatim.com, Jumat (19/12/2025). Ia menambahkan bahwa kondisi ini dipicu oleh penggunaan air yang keruh untuk kebutuhan sehari-hari karena infrastruktur air bersih yang belum pulih sepenuhnya pascabanjir. Meskipun berada di lokasi bencana, standar pelayanan yang diberikan tetap maksimal. Tim medis UMM membawa stok obat-obatan yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan warga. Tidak hanya pengobatan kuratif, posko ini juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan, meliputi pengecekan tekanan darah (tensi), tes gula darah, pemeriksaan asam urat, dan pengecekan kolesterol. Selain tindakan medis, tim juga memberikan edukasi kesehatan mengenai penanganan awal penyakit. Hal ini bertujuan agar masyarakat memiliki kewaspadaan lebih tinggi terhadap kondisi kesehatan mereka di tengah lingkungan yang belum kondusif. Perjalanan tim medis menuju lokasi posko bukanlah hal yang mudah. dr. Ilham menceritakan kondisi infrastruktur yang rusak parah akibat terjangan banjir. Akses jalan, jembatan, rumah warga, hingga area persawahan mengalami kerusakan signifikan. Material sisa banjir seperti batu besar dan kayu gelondongan masih mendominasi area sekitar, menyulitkan mobilitas. Kendati demikian, dr. Ilham menegaskan bahwa tantangan medan tersebut tidak menyurutkan semangat tim demi tujuan kemanusiaan. “Harapan kami, kehidupan masyarakat bisa kembali pulih dan kolaborasi semua pihak dapat mempercepat pemulihan pascabencana. Kami memang hadir sementara, tetapi semoga bisa membantu warga menjaga kesehatan mereka,” ujarnya penuh harap. Kehadiran tim medis UMM disambut hangat oleh tenaga kesehatan dan warga setempat. Bidan setempat, Afrida Arianti, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas inisiatif UMM menjemput bola memberikan layanan kesehatan. Layanan ini dinilai krusial mengingat akses warga terhadap fasilitas kesehatan reguler masih terhambat akibat dampak bencana “Kami sangat berterima kasih karena kehadiran tim UMM membuat warga tidak perlu jauh-jauh mencari layanan kesehatan, terutama di situasi yang masih sulit seperti sekarang,” tutur Afrida. (dan/ian)