Rajin Meneliti dan Publikasi, Mahasiswa UMM Ini Terbang ke Portugal

Pengalaman menarik dirasakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini datang dari Marco Trisna Omar Farrasy, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2023 asal Tulungagung, yang berhasil lolos program beasiswa Erasmus dan merasakan studi di University of Minho, Portugal. Capaian tersebut diraih setelah melalui proses panjang, perjuangan, dan penuh tantangan. Sejak awal masa perkuliahan, Marco telah menaruh minat besar pada aktivitas berskala internasional. Ia aktif mencari berbagai peluang untuk memperoleh pengalaman yang memiliki exposure global, mulai dari mengikuti konferensi internasional hingga terlibat dalam kegiatan organisasi akademik dengan relasi internasional. Baginya, interaksi lintas budaya menjadi bekal penting untuk membentuk karakter, wawasan, serta daya saing di tingkat global. Keinginan untuk menempuh studi di luar negeri tidak berhenti sebatas mimpi. Marco mempersiapkan diri secara serius dengan membangun portofolio akademik dan non-akademik. Ia melengkapi curriculum vitae (CV) dengan berbagai pengalaman, mulai dari kegiatan organisasi, praktikum, hingga keterlibatan dalam forum ilmiah internasional. Seluruh pengalaman tersebut dijadikan sebagai modal untuk menunjukkan kapasitas, kredibilitas, serta komitmennya dalam dunia akademik. Proses pendaftaran program Erasmus yang dijalani Marco cukup kompleks. Selain memenuhi persyaratan dari UMM, ia juga harus mengikuti prosedur dari pihak universitas mitra. Tahapan yang dilalui meliputi pengajuan dokumen secara daring, seleksi wawancara, penyusunan learning agreement bersama program studi, hingga pembuatan motivation letter. Menurut Marco, motivation letter menjadi salah satu aspek paling krusial dalam proses seleksi. Ia menyusunnya dengan pendekatan naratif dan emosional, mengangkat latar belakangnya sebagai mahasiswa dari kota kecil di Jawa Timur. “Saya ingin menunjukkan bahwa meskipun berasal dari daerah kecil, saya punya semangat besar untuk berkembang dan memberi dampak,” tuturnya. Selain menyusun dokumen, Marco juga menerapkan strategi dengan mengenali karakter kampus tujuan. Ia mempelajari profil University of Minho, komunitas riset, serta kesesuaiannya dengan minat dan pengalamannya yang juga ia tuangkan dalam motivation letter. Ia juga menambahkan ketertarikannya pada komunitas penelitian di kampus tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk memilih Minho sebagai destinasi studi. Selama menempuh pendidikan di Portugal, Marco mengambil sejumlah mata kuliah yang relevan dengan bidang Public Relations, seperti media literacy, marketing, dan specialized practice in public relations. Sistem pembelajaran yang diterapkan relatif serupa dengan UMM, yakni mengombinasikan teori dan praktik berbasis studi kasus. Menurut Marco perbedaannya terletak pada sistem evaluasi yang hanya diujikan pada Ujian Akhir Semester tanpa adanya Ujian Tengah Semester. Dalam proses adaptasi, Marco menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya adalah kendala bahasa. Perkuliahan di Program Studi Komunikasi sebagian besar menggunakan bahasa Portugis. Meski demikian, ia bersyukur bahwa dosen pengajarnya sangat terbuka untuk dirinya dan selalu memberi kesempatan untuk diskusi lebih lanjut. Marco juga menambahkan bahwa keberadaan komunitas Erasmus Volunteer disana sangat membantunya dalam memahami materi perkuliahan. Sebagai mahasiswa yang aktif dan produktif, Marco telah mengikuti berbagai konferensi internasional. Ia kerap mempresentasikan hasil penelitiannya dalam forum diskusi akademik lintas kampus. Pengalaman tersebut tidak hanya memperluas jejaring, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, analitis, dan komunikasi ilmiah. Tak hanya itu, prestasi lain yang tak kalah membanggakan adalah keberhasilannya dalam menembus publikasi internasional melalui Springer Book Chapter. Sebuah bab buku yang diterbitkan oleh penerbit internasional terkemuka. Melalui penelitian bibliometrik dan bibliografi analisis berbasis data Scopus, Marco memetakan tren penelitian sebelumnya untuk membantu para peneliti menemukan referensi yang relevan. Karyanya menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penguatan budaya riset di kalangan mahasiswa. Bagi Marco, kesempatan belajar di luar negeri merupakan batu loncatan penting dalam membangun masa depan akademik dan profesional. Ia berharap pengalaman ini dapat membuka peluang karier sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani mencoba hal baru. “Saya ingin pengalaman ini menjadi stepping stone yang kuat untuk masa depan, sekaligus memotivasi teman-teman agar tidak takut mencari peluang internasional,” ujarnya. Menutup kisahnya, Marco berpesan kepada mahasiswa dan anak muda agar tidak minder dengan keterbatasan yang dimiliki. Ia mengajak generasi muda untuk mengenali potensi diri, memaksimalkan kemampuan, serta selalu menjadi versi terbaik dengan tidak membandingkan diri dengan orang lain. (rik/wil) Penulis: Roudhotul Mufarikha | Editor: Hassanalwildan Ahmad Zain
Aris, Alumnus UMM Di Balik Sistem Pengujian Bermotor Indonesia

Keselamatan kendaraan bukan sekadar urusan teknologi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab besar terhadap nyawa manusia. Di balik sistem pengujian kendaraan bermotor berstandar internasional yang kini dimiliki Indonesia, ada peran penting alumni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang ikut memastikan setiap kendaraan layak melaju di jalan raya. Wahana Aris Munandar namanya, lulusan Teknik Mesin UMM tahun 2016 yang kini dipercaya sebagai Kepala Laboratorium Passive Safety BPLJSKB Kementerian Perhubungan. Aris, sapaannya, menjelaskan bahwa BPLJSKB merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Lembaga ini memiliki mandat strategis dalam pengujian tipe kendaraan bermotor di Indonesia. Pada 2025, BPLJSKB resmi mengoperasikan fasilitas Proving Ground berstandar internasional. Fasilitas ini menjadi tonggak peningkatan sistem pengujian kendaraan nasional. Salah satu fasilitas kuncinya adalah Laboratorium Passive Safety. Laboratorium ini berfokus pada pengujian keselamatan kendaraan. Pengujian meliputi kursi, sabuk pengaman, hingga uji tabrak mobil. Laboratorium Passive Safety menjadi satu-satunya di Indonesia yang mampu melakukan uji tabrak kendaraan secara komprehensif. “Peran utama laboratorium ini adalah memastikan kendaraan yang digunakan di Indonesia, baik produksi dalam negeri maupun impor, benar-benar memenuhi standar keselamatan yang tinggi,” ujar Aris. Kepercayaan memimpin laboratorium tersebut tidak lepas dari latar belakang akademiknya di Teknik Mesin UMM. Selama kuliah, Aris ditempa dengan mata kuliah dasar seperti mekanika kekuatan material, struktur, dan material teknik yang membentuk pola pikir analitis. Kompetensi tersebut kini menjadi fondasi penting dalam menganalisis hasil pengujian serta menentukan metode uji yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain akademik, pengalaman praktikum desain dan pemodelan tiga dimensi juga memberikan kontribusi nyata. Kemampuan membaca dan mengevaluasi desain kendaraan sebelum pengujian menjadi bagian penting dalam proses kerja di laboratorium. Di sisi lain, keterlibatannya dalam Unit Kegiatan Mahasiswa, seperti International Language Forum (ILF) dan Forum Diskusi Ilmiah (FDI) UMM, memperkuat keterampilan komunikasi dan penulisan laporan teknis yang kini sangat dibutuhkan dalam kerja sama internasional. “UMM tidak hanya mengajarkan ilmu teknik, tetapi juga membiasakan kami berpikir sistematis, berani berdiskusi, dan mampu menyampaikan gagasan secara profesional,” terang Aris. Aris menilai nilai-nilai khas UMM, khususnya integrasi keilmuan dengan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, turut membentuk etos kerja yang jujur, bertanggung jawab, dan mandiri, serta menjadi kompas moral dalam kariernya sebagai ASN. Prinsip bekerja dengan sungguh-sungguh tanpa harus diawasi menjadi bekal penting saat ia memasuki dunia kerja yang sarat regulasi dan hierarki. Pengalaman lintas sektor, dari industri manufaktur hingga pemerintahan, semakin menguatkan pandangannya bahwa lulusan teknik UMM memiliki ruang karier yang luas. Menurutnya, kementerian dan lembaga negara membutuhkan insan teknik yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter. “UMM membentuk kami untuk siap bekerja dan terus belajar di mana saja, sehingga bekal yang saya peroleh sejak kuliah membuat saya mampu memanfaatkan berbagai kesempatan pengembangan sumber daya manusia di pemerintahan. Mulai dari pelatihan hingga beasiswa double degree di UGM dan University of Leeds,” pungkasnya. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa Universitas Muhammadiyah Malang terus melahirkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap berkontribusi di berbagai sektor strategis, baik nasional maupun global. (ali/wil) Penulis: Alban Hogantara | Editor: Hassanalwildan Ahmad Zain