Bukan Gorengan! Aksi Mahasiswa Asing UMM Bagikan Takjil Buah Bikin Warga Gresik Antusias

Mengusung konsep yang berbeda dari tradisi pada umumnya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkolaborasi dengan SMA Muhammadiyah 3 Gresik menggelar kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat pada 12 Maret lalu. Menariknya, takjil yang dibagikan bukanlah makanan ringan atau gorengan, melainkan paket buah-buahan segar. Kegiatan penuh kebersamaan ini dilangsungkan di kawasan Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Paket takjil sehat yang dibagikan kepada para pengguna jalan dan masyarakat sekitar ini terdiri dari berbagai macam buah bernutrisi tinggi, mulai dari jeruk, apel, anggur, hingga kurma yang memang dianjurkan untuk dikonsumsi saat membatalkan puasa. Kepala Humas UMM, Maharina Novia Zahro, M.Ikom., menjelaskan bahwa inisiatif unik ini merupakan wujud nyata ajakan kepada masyarakat luas untuk mulai menerapkan pola hidup sehat. Menurutnya, gaya hidup sehat bisa dimulai dari langkah kecil, yakni mengubah menu berbuka puasa. “Melalui pembagian takjil buah ini, kami ingin memberikan edukasi langsung kepada masyarakat bahwa membatalkan puasa tidak harus selalu dengan makanan yang tinggi gula atau gorengan. Berbuka dengan buah segar jauh lebih menyehatkan bagi pencernaan setelah seharian perut kosong,” ungkap Maharina. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi ini terasa sangat spesial karena menggandeng langsung SMAM 3 Gresik yang merupakan salah satu sekolah binaan unggulan dari UMM. Selain konsep takjil yang menyehatkan, suasana sore itu semakin semarak dengan kehadiran sejumlah mahasiswa asing UMM yang ikut terjun langsung ke jalan. Salah satunya adalah Ammiridinov Dilshodbek, mahasiswa asing asal Uzbekistan. Bagi Ammiridinov, momen berbagi takjil ini memberikan pengalaman kultural yang luar biasa. “Kegiatan ini sangat seru dan berkesan bagi saya pribadi. Turun langsung ke jalan, menyapa warga lokal, dan melihat senyuman mereka saat menerima takjil adalah pengalaman yang menghangatkan hati. Tradisi seperti ini menunjukkan betapa kuatnya rasa kebersamaan, toleransi, dan kepedulian masyarakat Indonesia di bulan suci Ramadan, sesuatu yang sangat berharga untuk saya pelajari,” tutur Amir sapaan akrabnya. Masyarakat pengguna jalan di sekitar Melirang menyambut antusias kegiatan ini. Ratusan paket takjil buah tersebut ludes dalam waktu singkat menjelang kumandang azan Magrib. Ke depannya, UMM dan sekolah-sekolah binaannya berharap dapat terus menghadirkan program pengabdian yang tidak sekadar bernilai amal, tetapi juga membawa dampak edukasi yang baik bagi masyarakat. (faq) Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman