Rayz UMM Hotel Malang Gelar Kartini Bloom, Wadah Potensi Kartini Masa Kini

MALANG, SJP — Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Rayz UMM Hotel Malang kembali menghadirkan pengalaman istimewa melalui gelaran bertajuk Kartini Bloom pada Sabtu, (18/4/2026). Bertempat di amfiteater luar ruangan (outdoor) yang menjadi salah satu daya tarik utama hotel, acara ini berlangsung meriah dan dipadati oleh tamu serta pengunjung dari berbagai kalangan. Mengusung konsep mekarnya potensi generasi muda, Kartini Bloom menjadi wujud komitmen Rayz UMM Hotel Malang dalam menghadirkan tidak hanya pengalaman menginap, tetapi juga ruang inspiratif bagi masyarakat. Beragam penampilan dari talenta anak-anak, mulai dari menyanyi, tarian tradisional, tari modern (modern dance), hingga pertunjukan bakat lainnya, sukses menciptakan suasana hangat, penuh semangat, dan menghibur. Salah satu sorotan (highlight) acara adalah lomba peragaan busana (fashion show) anak yang menampilkan pesona kebaya dalam berbagai interpretasi, mulai dari sentuhan tradisional hingga modern. Para peserta tampil percaya diri, merepresentasikan sosok Kartini masa kini yang kreatif, berani, dan penuh potensi. Tidak hanya menghadirkan hiburan, pengalaman tamu juga semakin lengkap dengan sajian spesial dari tim Food & Beverage Rayz UMM Hotel Malang. Beragam pilihan hidangan disuguhkan untuk menemani momen kebersamaan, sekaligus memperkuat posisi (positioning) hotel sebagai destinasi yang mengedepankan kualitas layanan dan pengalaman menyeluruh. Kesuksesan acara ini juga tidak lepas dari kolaborasi bersama Key Entertainment yang mampu menghadirkan konsep acara yang segar, interaktif, dan penuh energi, sehingga berhasil menarik antusiasme tinggi dari para pengunjung. Gustam Duga Praseta, Marketing Communication Manager Rayz UMM Hotel Malang, menyampaikan, Kartini Bloom bukan sekadar perayaan, tetapi juga bentuk nyata dukungan kami terhadap tumbuh kembang generasi muda. “Kami ingin menghadirkan ruang di mana anak-anak dapat mengekspresikan diri, membangun kepercayaan diri, dan menjadi Kartini-Kartini masa kini yang siap bersinar,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, Rayz UMM Hotel Malang semakin menegaskan posisinya sebagai hotel yang tidak hanya menawarkan kenyamanan akomodasi, tetapi juga aktif menghadirkan program-program kreatif, inspiratif, dan bernilai bagi masyarakat. Ke depan, Rayz UMM Hotel Malang akan terus menghadirkan berbagai acara menarik yang mampu menciptakan pengalaman berkesan bagi setiap tamu. Nice People, Nice Place, Rayz the Moments Hote bintang 4 di Malang ini memiliki 152 kamar dan 5 vila dengan kolam renang pribadi. Berkonsep city resort, Rayz UMM Hotel memiliki fasilitas lengkap seperti ballroom, ruang pertemuan (meeting room), restoran, pusat kebugaran (fitness center), sky lounge, dan kolam renang. Hotel milik Universitas Muhammadiyah Malang ini memiliki ciri khas dominasi warna hitam dan emas dengan lima tipe kamar, yaitu deluxe, super deluxe, executive, family, dan suite. Vila yang berada satu lokasi dengan hotel memiliki dua tipe, yaitu Vila Eureka atau Credo dengan 2 kamar dan Vila Ambasador dengan 3 kamar. (***)
Mahasiswi UMM lulus tanpa skripsi, Kiprah Riri Mengabdi untuk Masyarakat

pwmu.co – Prestasi membanggakan datang dari mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang. Nisrina Nabila Nasywa, mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2022, berhasil meraih kelulusan tanpa skripsi melalui jalur ekuivalensi berkat inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.Mahasiswi asal Makassar yang akrab disapa Riri ini menciptakan inovasi beras artifisial berbahan ekstrak daun bayam merah yang terbukti mampu membantu menekan angka stunting. Inovasi tersebut menjadi bagian dari kiprahnya dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Riri menginisiasi program bertajuk Stunting Free Zone with Gen Z yang berfokus pada pengentasan stunting di Kelurahan Tlogomas. Bersama timnya, ia mengembangkan produk pangan kaya zat besi dari bahan alami untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat. “Alhamdulillah, program kami tidak hanya sebatas riset di atas kertas, tapi membawa dampak yang sangat nyata. Dalam waktu empat bulan penerapan saja, angka stunting di wilayah tersebut berhasil menurun secara signifikan, dari yang awalnya 12 persen menjadi 6 persen,” ungkapnya. Tak berhenti di situ, Riri kembali menorehkan prestasi melalui program PKM berikutnya bertajuk Elder-Greens, Partisipasi Gen Z dalam Degradasi Stres Lansia dengan Pendekatan Hydroponic Serenity. Program ini berhasil menembus tingkat nasional dan berlanjut pada kerja sama dengan Pemerintah Kota Batu. “Melalui keberhasilan dan keberlanjutan proyek Elder-Greens inilah, saya akhirnya mendapatkan ekuivalensi untuk lulus tanpa harus menulis skripsi. Rasanya sangat bangga bisa berkontribusi membantu menurunkan tingkat stres para lansia melalui kegiatan hidroponik,” tambahnya. Selain berprestasi di bidang akademik, Riri juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan pengembangan diri di kampus. Ia terlibat dalam Humas sebagai reporter, aktif di BEM Fakultas, serta di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). “Sejak semester dua, aku sudah bergabung di Humas sebagai Reporter. Aku juga aktif di BEMFA juga IMM. Selain itu aku juga pernah meraih Juara 1 dalam ajang National University Debating Championship (NUDC) 2023,” ujarnya. Kepedulian sosialya juga terlihat dari keterlibatannya sebagai relawan pendidikan. Ia mengajar anak-anak dari kelompok marginal, seperti anak pemulung dan kaum duafa, melalui program Sekolah Relawan dengan metode pembelajaran interaktif seperti mendongeng. Pengalaman profesional pun tak luput ia jalani melalui program magang di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jakarta pada 2025. Selama empat bulan, ia terlibat dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). “Walaupun 4 bulan tapi aku merasa banyak pengalaman yang berkesan. Di sini aku berkesempatan untuk memberi pelatihan kepada karyawan BUMN dengan psikotes training yang aku berikan,” ceritanya. Bagi Riri, seluruh pengalaman selama masa kuliah menjadi bekal penting untuk terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat. Ia pun membagikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lainnya. “Kalau ada kesempatan, langsung dijalankan saja asalkan konsisten dan percaya diri. Jangan ragu-ragu, kalau ada lomba atau kegiatan yang bisa menambah pengalaman ikutin aja, karena dari situ kita akan menemukan peluang,” tutupnya. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria
Riri Wisudawan Berprestasi UMM, Intip Kiprahnya di Kampus Hingga Berdampak untuk Masyarakat

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Prestasi membanggakan diraih Nisrina Nabila Nasywa atau yang akrab disapa Riri, seorang mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2022. Prestasi yang dicapai Riri adalah menghasilkan inovasi beras artifisial berbahan ekstrak daun bayam merah yang berhasil menjadi tiket emas untuk lulus sarjana tanpa harus menyusun skripsi. Selain lulus melalui jalur ekuivalensi, inovasi yang ia buat terbukti nyata mampu menekan angka stunting di masyarakat. Capaian gemilang mahasiswi asal Makassar ini berawal dari keaktifannya dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Riri menginisiasi proyek bertajuk Stunting Free Zone with Gen Z yang berfokus pada pengentasan stunting di Kelurahan Tlogomas. Bersama timnya, ia menciptakan inovasi pangan berupa beras yang diperkaya dengan ekstrak bayam merah serta berbagai bahan alami kaya zat besi. “Alhamdulillah, program kami tidak hanya sebatas riset di atas kertas, tapi membawa dampak yang sangat nyata. Dalam waktu empat bulan penerapan saja, angka stunting di wilayah tersebut berhasil menurun secara signifikan, dari yang awalnya 12 persen menjadi 6 persen,” bebernya. Seakan tak pernah puas berkarya, ia kembali menorehkan prestasi di ajang PKM pada tahun berikutnya. Kali ini, ia menggagas proyek bertajuk Elder-Greens, Partisipasi Gen Z dalam Degradasi Stres Lansia dengan Pendekatan Hydroponic Serenity. Luar biasanya, program ini sukses menembus tingkat nasional dan berujung pada kerja sama resmi dengan Pemerintah Kota Batu untuk diimplementasikan di lingkungan pondok lansia hingga hari ini. “Melalui keberhasilan dan keberlanjutan proyek Elder-Greens inilah, saya akhirnya mendapatkan ekuivalensi untuk lulus tanpa harus menulis skripsi. Rasanya sangat bangga bisa berkontribusi membantu menurunkan tingkat stres para lansia melalui kegiatan hidroponik,” ungkapnya. Di balik kesuksesan riset dan pengabdiannya, Riri mengaku selalu berusaha menyeimbangkan kehidupan akademis dengan berbagai kegiatan organisasi dan pengembangan diri di kampus. “Sejak semester dua, aku sudah bergabung di Humas sebagai Reporter. Aku juga aktif di BEMFA juga IMM. Selain itu aku juga pernah meraih Juara 1 dalam ajang National University Debating Championship (NUDC) 2023,” tuturnya. Kepedulian sosial Riri juga tersalurkan melalui perannya sebagai relawan pendidikan. Ia rutin mengajar anak-anak dari kelompok marjinal, seperti anak pemulung dan kaum duafa, melalui program Sekolah Relawan. Agar materi lebih mudah dicerna, ia kerap menggunakan metode pembelajaran yang interaktif, salah satunya melalui teknik mendongeng. Selain jago di lingkungan kampus dan sosial, Riri juga membekali diri dengan pengalaman profesional lewat program magang di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jakarta pada tahun 2025. Selama empat bulan, ia terlibat aktif dalam bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) perusahaan. “Walaupun 4 bulan tapi aku merasa banyak pengalaman yang berkesan. Di sini aku berkesempatan untuk memberi pelatihan kepada karyawan BUMN dengan psikotes training yang aku berikan,” jelasnya. Bagi Riri, seluruh pengalaman yang ia kumpulkan selama masa kuliah menjadi bekal krusial untuk terus berkembang dan menebar manfaat bagi masyarakat luas. Ia pun membagikan pesan inspiratif bagi rekan-rekan mahasiswa agar lebih berani mengeksplorasi potensi diri. “Kalau ada kesempatan, langsung dijalankan saja asalkan konsisten dan percaya diri. Jangan ragu-ragu, kalau ada lomba atau kegiatan yang bisa menambah pengalaman ikutin aja, karena dari situ kita akan menemukan peluang,” tegasnya. ***
Biaya Politik Mahal dan Budaya ABS, Jadi Biang Kerok Korupsi di Daerah

Guru Besar Ilmu Politik FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Asep Nurjaman, mengungkapkan ada tiga faktor utama penyebab korupsi di daerah, yakni faktor sistemik, personal, dan kontrol sosial. Saat menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk, yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Rabu (22/4/2026), Prof. Asep menjelaskan, faktor sistemik dipicu oleh sistem yang justru “mendukung” terjadinya korupsi. “Biaya politik yang sangat mahal, maraknya kasus suap, lemahnya pengawasan di tingkat DPRD, hingga birokrasi yang buruk menjadi celah lebar terjadinya penyimpangan,” urainya. Sementara itu, dari faktor personal, korupsi dipicu oleh sifat serakah, gaya hidup mewah, hingga rendahnya integritas individu. Tak jarang, tekanan birokrasi untuk “mengembalikan modal” politik yang besar membuat pejabat mengambil jalan pintas. “Ada juga faktor kontrol sosial yang lemah. Budaya ‘sungkan’ untuk menegur atasan, sikap ABS dari bawahan, hingga sikap apatis masyarakat memperparah keadaan. Bahkan, intervensi terhadap kritik di media sosial membuat sistem korupsi semakin menggurita,” tambah Prof. Asep. Efek Jera yang Tak Kunjung Datang Senada dengan hal tersebut, Koordinator Dosen Pendidikan Anti Korupsi Universitas Widya Gama (UWG) Malang, Zulkarnain, menilai pola pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini masih salah sasaran. Menurutnya, penegakan hukum selama ini hanya menyentuh sisi simptomatik atau gejala, bukan kausanya (akar masalah). “Dalam kajian kriminologi, seberat apa pun hukuman tidak akan memberikan efek jera yang signifikan jika yang diobati hanya gejalanya saja. Ibarat menangani banjir, kita sibuk membangun gorong-gorong tapi membiarkan hutan dibabat dan sampah dibuang sembarangan,” tegas Zulkarnain. Ia juga menyoroti adanya tebang pilih dalam penegakan hukum. Ironisnya, kejahatan justru kerap terjadi atau bahkan dikendalikan dari balik jeruji besi. Zulkarnain memaparkan bahwa kepala daerah memiliki kewenangan luas (discretion) yang berpotensi disalahgunakan untuk memonopoli jabatan. Strategi ini digunakan untuk menempatkan orang-orang kepercayaan di posisi strategis agar sejalan dengan kepentingan tertentu, termasuk praktik korupsi.
UMM Raih Penghargaan Bergengsi, Bukti Keberhasilan sebagai Pelopor Edu-Sociopreneurship Hingga Kampus Mandiri

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih penghargaan bergengsi pada Selasa (21/4) di Ballroom Grand City, Surabaya. Penghargaan yang diraih UMM berasal dari Berita Jatim untuk Kategori Sektor Pendidikan dengan sub-kategori Pelopor Edu-Sociopreneurship dan Ekosistem Kampus Mandiri. Torehan ini menjadi bukti kemampuan UMM dalam memadukan inovasi pendidikan, kemandirian finansial, dan pengabdian masyarakat yang berbuah manis. Pengakuan dari media tersebut kemudian ditanggapi Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, M.P., IPU., yang menilainya selaras dengan UMM Values yang diusung Kampus Putih. “Pada dasarnya, keberadaan UMM harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Kami merancang program Tri Dharma Perguruan Tinggi yang pendekatannya adalah memanfaatkan inovasi yang kita hasilkan untuk kebermanfaatan umat,” ucap Indah pada rilis UMM, Rabu (22/4). Predikat Ekosistem Kampus Mandiri yang diraih UMM menurutnya bukanlah isapan jempol belaka. Justru, terdapat bukti nyata dari kemandirian energi yang telah diterapkan. Indah pun memaparkan bahwa UMM telah memfungsikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan panel surya. Inovasi ini terbukti mampu menyuplai 40 hingga 50 persen kebutuhan listrik kampus di malam hari, termasuk penerangan jalan. Selain energi, UMM juga membangun kemandirian logistik. Kampus ini juga mengelola lahan pertanian sendiri untuk menyuplai kebutuhan pangan sehat seperti sayur dan telur langsung ke Rumah Sakit UMM. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS), kemandirian finansial UMM juga ditopang oleh deretan unit bisnis komersial berskala besar. Saat ini, UMM mengelola tiga hotel beserta restoran, SPBU, bengkel yang rutin menjadi tempat magang siswa SMK, hingga Taman Rekreasi Sengkaling. UMM juga mengelola Rumah Sakit Kelas B yang melayani pasien umum maupun BPJS tanpa diskriminasi pelayanan. “Keuntungan dari unit-unit usaha ini mensupport operasional UMM. Sekaligus, unit produksi ini menjadi tempat magang anak-anak, sehingga bisnis dapat menopang kampus secara mandiri,” ungkapnya. Menurut Indah, penghargaan ini adalah apresiasi yang wajar mengingat rekam jejak UMM yang masif dalam memberdayakan masyarakat, sejalan dengan semboyan Dari UMM untuk Bangsa. “Kami bahkan memiliki program yang mendukung pemerintah untuk mengatasi stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT. UMM tidak ragu mengeluarkan uang miliaran rupiah untuk membantu ke sana,” tegas Prof. Indah untuk menegaskan kiprah sosiopreneur UMM di tingkat nasional. ***
Well-being Based Learning Perkuat Pembelajaran Inklusif dan Kesejahteraan Mahasiswa

timesindonesia, MALANG – Sri Wahyuni, mahasiswa Program Doktor Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang, menghasilkan disertasi tentang pengembangan model pembelajaran Well-being Based Learning (WBBL) untuk perguruan tinggi inklusi. Penelitian yang dilaksanakan pada pembelajaran mata kuliah Ortopedagogi di Program Studi Pendidikan Khusus Universitas Lancang Kuning ini menunjukkan bahwa model yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar sekaligus mendukung kesejahteraan mahasiswa penyandang disabilitas. Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa pendidikan tinggi inklusif tidak cukup hanya membuka akses bagi mahasiswa disabilitas, tetapi juga harus mampu menciptakan pengalaman belajar yang mendukung kesejahteraan mereka secara utuh. Dalam praktiknya, mahasiswa disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari keterbatasan media pembelajaran, aksesibilitas, hingga dukungan akademik dan sosial. Kondisi tersebut dapat menurunkan motivasi, keterlibatan, dan kenyamanan mereka selama proses perkuliahan. Disertasi ini menegaskan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi inklusi perlu bergerak dari sekadar ramah akses menuju benar-benar memperhatikan kesejahteraan fisik, emosional, dan sosial mahasiswa. Judul disertasi Sri Wahyuni adalah “Pengembangan Model Pembelajaran Well-being Based Learning (WBBL) dalam meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa di Perguruan Tinggi Inklusi.” Fokus utamanya ialah merancang model pembelajaran yang dapat digunakan pada mata kuliah Ortopedagogi untuk mahasiswa Pendidikan Khusus, dengan menempatkan well-being sebagai dasar pengalaman belajar. Produk yang dihasilkan tidak hanya berupa model, tetapi juga buku model, panduan mengajar bagi dosen, dan modul pembelajaran bagi mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan, menguji validitas, menguji praktikalitas, dan menguji efektivitas model WBBL. Untuk mencapai tujuan tersebut, Sri Wahyuni menggunakan pendekatan research and development dengan model ADDIE, yakni analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Responden analisis kebutuhan terdiri atas 24 mahasiswa dan 2 dosen pengampu mata kuliah Ortopedagogi. Validasi model dilakukan oleh 5 ahli, sedangkan uji coba terbatas melibatkan 3 mahasiswa dan uji lapangan melibatkan 24 mahasiswa. Efektivitas model dianalisis menggunakan paired sample t-test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model WBBL yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan akademik dan implementatif. Hasil validasi memperlihatkan skor rata-rata 0,80–0,85, yang termasuk dalam kategori valid. Uji praktikalitas juga menunjukkan hasil positif, dengan skor rata-rata 81,77%–88,47%, sehingga model dinilai praktis digunakan oleh dosen maupun mahasiswa. Temuan ini memperlihatkan bahwa WBBL tidak hanya dapat dipahami secara konseptual, tetapi juga realistis untuk diterapkan dalam pembelajaran. Temuan yang paling menonjol tampak pada hasil uji efektivitas. Nilai rata-rata pretest mahasiswa sebesar 50,63 meningkat menjadi 84,58 pada posttest, dengan hasil uji t berpasangan t(23) = -16,824; Sig. = 0,000. Ini berarti terdapat peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah penerapan model WBBL. Selain meningkatkan pemahaman materi, model ini juga mendorong keterlibatan aktif mahasiswa melalui diskusi, kerja kelompok, presentasi, dan refleksi pembelajaran. Dengan demikian, kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi desain pembelajaran inklusif dengan dimensi kesejahteraan mahasiswa sebagai inti proses belajar, bukan sekadar unsur pendamping. Secara ilmiah, disertasi ini memperkaya pengembangan model pembelajaran di perguruan tinggi inklusi dengan menempatkan well-being sebagai fondasi pedagogis. Secara praktis, hasil penelitian ini memberi rujukan bagi dosen, program studi, dan perguruan tinggi untuk merancang pembelajaran yang lebih manusiawi, adaptif, dan memberdayakan mahasiswa disabilitas. WBBL juga berpotensi mendukung penguatan kompetensi abad ke-21, seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan tidak berhenti sebagai karya disertasi, tetapi dapat diimplementasikan lebih luas pada mata kuliah lain dan menjadi rujukan pengembangan kebijakan pembelajaran inklusif di perguruan tinggi. Dengan hadirnya model WBBL, pendidikan tinggi inklusi diharapkan semakin mampu menghadirkan proses belajar yang bukan hanya efektif secara akademik, tetapi juga menyejahterakan mahasiswa sebagai manusia seutuhnya. — Sumber: TIMES INDONESIA
Fisioterapi UMM Hadirkan Sport Physio, Layanan Sigap Cedera Olahraga

Di balik sorak-sorai penonton dan gemilang prestasi para atlet, ada ancaman tak kasat mata yang selalu mengintai di lapangan: cedera olahraga. Dalam hitungan detik, karier seorang atlet bisa berubah drastis tanpa penanganan tepat. Di sinilah kehadiran tim fisioterapi menjadi sangat krusial sebagai pahlawan pertolongan pertama di arena. Menjawab urgensi tersebut, Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan Sport Physio sebagai garda terdepan penanganan cedera. Berada di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Fisioterapi (HIMATERA), Sport Physio UMM telah bertransformasi menjadi laboratorium terapan yang efektif. Peran mereka di lapangan bukan sekadar pelengkap, melainkan penentu keselamatan atlet. Saat tensi pertandingan memuncak, tim ini dituntut memiliki ketajaman mata untuk mendeteksi gestur tubuh atlet yang mulai kelelahan atau mengalami trauma fisik ringan. Mereka adalah orang pertama yang berlari ke tengah lapangan saat seorang pemain terjatuh, membawa tanggung jawab besar untuk memutuskan apakah sang atlet layak melanjutkan perjuangan atau harus segera dievakuasi demi mencegah kerusakan permanen. Eksistensi Sport Physio UMM di berbagai ajang olahraga baik internal kampus maupun turnamen eksternal menunjukkan kematangan peran mereka. Fokus utama komunitas ini meliputi penguatan keilmuan, aspek kemanusiaan, dan kegawatdaruratan. Mereka bertugas melakukan pendampingan intensif, memastikan kesiapan fisik atlet melalui teknik stretching dan taping sebelum bertanding, serta memberikan intervensi cepat saat insiden terjadi. Ketua Komunitas, Muhamad Abdilah Ibdaul Hakiki, menekankan bahwa di balik aksi sigap di lapangan, terdapat persiapan yang sangat rigidd. “Kami melakukan pembekalan materi dasar sport physiotherapy secara rutin sebelum terjun ke lapangan. Kesiapan alat medis, seperti perbaikan tandu hingga stok coolant spray dan perban, dipastikan dalam kondisi prima. Namun yang terpenting adalah kesiapan mental; kami melatih tim agar tetap tenang dan tidak panik di bawah tekanan atmosfer pertandingan yang provokatif,” ujarnya pada 22 April lalu. Pembina Sport Physio UMM, Arys Hasta Baruna, S.Ft., M.Kes., mengapresiasi komunitas ini sebagai wadah pembelajaran aplikatif. Pengalaman ini vital untuk membangun clinical reasoning atau nalar klinis mahasiswa sebelum memasuki dunia profesi. Mahasiswa belajar mengelola coping stress saat harus mengambil keputusan medis di depan ribuan penonton. Ke depan, diharapkan Sport Physio UMM terus melebarkan sayapnya sebagai rujukan utama layanan fisioterapi lapangan di Jawa Timur. Semoga komunitas ini tidak hanya mencetak tenaga medis yang ahli secara teknis, tetapi juga memiliki empati tinggi dalam melindungi impian para atlet. Dengan sinergi antara teori akademik dan praktik profesional, Sport Physio UMM diharapkan menjadi pilar utama dalam menciptakan ekosistem olahraga yang lebih aman dan berprestasi di Indonesia.(*faq) Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman
Dari Penjual Hasil Bumi Hingga Menjadi Sekda, Kisah Inspiratif Akhmad Sugiharto Warnai Wisuda ke-121 UMM

Kesuksesan tidak pernah diraih dalam semalam. Prinsip inilah yang dibuktikan oleh Akhmad Sugiharto, S.T., M.T., Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Demak, saat membagikan kisah perjalanan hidupnya di hadapan ribuan lulusan pada pergelaran Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (23/4). Berawal dari anak rantau dengan keterbatasan ekonomi yang bahkan sempat berjualan hasil bumi, Akhmad kini sukses memegang jabatan birokrasi strategis berkat ketangguhan mental yang ia tempa di Kampus Putih. Masuk ke Fakultas Teknik Sipil UMM pada tahun 1991, Akhmad merantau ke Malang dengan bekal pas-pasan. Menyadari bangku kuliah bukan sekadar tempat mengejar transkrip nilai, ia aktif berorganisasi dan sengaja memilih tempat kos yang memungkinkannya membaur dengan warga lokal. Ujian sesungguhnya datang pasca-kelulusan pada 1997. Penolakan lamaran kerja yang datang berkali-kali sempat memaksanya memutar otak dengan berjualan hasil bumi. Namun, berkat etos kerja keras warisan keluarga, ketaatan, serta doa orang tua, ia berhasil lolos seleksi CPNS pada tahun 1998 dari titik nol. Titik balik karier puncaknya terjadi pada tahun 2010. Mengawinkan keilmuan Teknik Sipil dari UMM dan kemampuan kolaborasi tim, ia mencetuskan inovasi pembangunan jalan beton (rigid pavement) di Demak. Inovasi yang terbukti jauh lebih awet dari aspal konvensional ini akhirnya sukses direplikasi oleh berbagai daerah di Jawa Tengah. “Pendidikan sejati di UMM adalah tentang belajar cara beradaptasi, bertahan di tengah kondisi yang sulit, serta membangun mentalitas pantang menyerah. Lulusan UMM harus memiliki ketahanan mental yang tangguh saat menghadapi realitas di lapangan. Jangan lupa untuk terus berinovasi, menjaga integritas, dan ingatlah bahwa kesuksesan sejati diukur dari seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada orang lain, bukan semata-mata dari tingginya jabatan,” tegasnya. Lahirnya alumni berdaya juang tinggi seperti Akhmad selaras dengan sistem pendidikan UMM yang terus bertransformasi. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. Thohir Luth, M.A., menyoroti program Center of Excellence (CoE) UMM sebagai ekosistem penting yang mendidik mahasiswa menghadapi dunia nyata. “Kehadiran program CoE ini menjadi bukti nyata bahwa UMM telah melaju dan terus berkembang secara pesat. Inovasi ini tidak hanya bertujuan membekali mahasiswa untuk memenangkan ketatnya persaingan di tingkat global, tetapi juga wujud nyata kontribusi Muhammadiyah dalam menghadirkan kebaikan bagi umat, bangsa, dan negara saat mereka terjun ditengah masyarakat,”ungkapnya. Senada dengan hal tersebut, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan komitmen universitas untuk mencetak generasi Thrivers, sosok yang tidak sekadar mampu bertahan di bawah tekanan, tetapi berkembang menjadi pribadi utuh dan cerdas secara emosional. Rektor menuntut lulusan UMM untuk memiliki jiwa juang kompetitif dan bertransformasi menjadi new collar workers yang lincah dan melek teknologi. “Pegang teguh semboyan student today, leaders tomorrow. Jangan hanya mengandalkan kecerdasan di atas kertas. Jadilah pembelajar tangguh yang siap menciptakan lapangan kerja produktif. Anggaplah UMM sebagai ibu kandung kedua kalian, jaga terus ikatan batin ini. Dengan bekal ketahanan mental, kemampuan kolaboratif, dan landasan takwa kepada Allah SWT, melangkahlah dengan penuh percaya diri menyongsong masa depan,” pesannya.(*faq) Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman
UMM Diganjar Penghargaan Beritajatim Award Sebagai Pelopor Edu Sociopreneurship

Malang (beritajatim.com) – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20, Beritajatim.com memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak, salah satunya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kampus Putih ini meraih penghargaan sebagai pelopor edu-sociopreneurship dan ekosistem kampus mandiri untuk sektor pendidikan dan olahraga. Penghargaan ini menjadi bentuk komitmen Beritajatim.com dalam mengangkat sosok hingga institusi yang telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Para penerima dinilai mampu menghadirkan dampak positif, inovasi, serta inspirasi yang bermanfaat luas di berbagai sektor. Dalam Beritajatim Award 2026, terdapat sejumlah kategori penghargaan yang diberikan, mulai dari sektor pendidikan dan olahraga, pengelolaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan, hingga penguat demokrasi. Setiap kategori merepresentasikan peran strategis para penerima dalam mendorong kemajuan di bidangnya masing-masing. “Kita punya UMM value yang di mana itu bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Program kita pendekatannya dengan inovasi yang kita hasilkan untuk kebermanfaatan masyarakat,” kata Indah usai menerima penghargaan pada Rabu (22/4/2026). Indah menuturkan, UMM memiliki sarana dan prasarana yang mendukung kemandirian bagi kalangan sivitas akademika. Mereka memiliki kemandirian energi mikrohidro dan panel surya, di mana 50 persen kebutuhan listrik UMM sudah disuplai oleh mikrohidro, sedangkan lampu jalan memakai panel surya. “Kita juga punya kemampuan membiayai diri sendiri atau mempunyai kegiatan yang mampu dilakukan secara mandiri. Kita juga punya program internal yang dilakukan untuk mendukung kegiatan di dalam kampus. Ini yang membuat UMM mandiri, baik dalam menghasilkan produk inovasi yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Indah. Terkait penghargaan dari Beritajatim.com, mereka menganggap raihan ini karena mampu memaksimalkan potensi yang ada. Sebab, selama ini mereka memanfaatkan hasil karya mahasiswa dan dosen untuk tidak hanya menghidupi UMM, tetapi juga menghidupi lingkungan sekitar, termasuk masyarakat di Indonesia. “Makanya tagline UMM itu dari Muhammadiyah untuk bangsa, dari UMM untuk Indonesia. Contohnya, kita punya program yang mendukung pemerintah seperti penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT. UMM tidak ragu-ragu mengeluarkan dana miliaran untuk membantu penurunan kemiskinan ekstrem dan stunting di NTT,” kata Indah. Melalui ajang ini, Beritajatim.com berharap dapat terus menjadi wadah inspirasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara media, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan. (luc/kun)
Raih Penghargaan Bergengsi, UMM Buktikan Keberhasilan Edu-Sociopreneurship dan Kampus Mandiri

pwmu.co – Universitas Muhammadiyah Malang kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan bergengsi dari Berita Jatim untuk Kategori Sektor Pendidikan. Kampus yang dikenal sebagai Kampus Putih ini dinobatkan sebagai pelopor Edu-Sociopreneurship dan Ekosistem Kampus Mandiri.Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang berlangsung di Grand City Surabaya, Selasa (21/4/2026). Menanggapi raihan tersebut, Indah Prihartini menegaskan bahwa penghargaan ini selaras dengan nilai dasar yang diusung kampus, yakni UMM Values. “Pada dasarnya, keberadaan UMM harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Kami merancang program Tri Dharma Perguruan Tinggi yang pendekatannya adalah memanfaatkan inovasi yang kita hasilkan untuk kebermanfaatan umat,” ujarnya . Predikat Ekosistem Kampus Mandiri yang diraih UMM bukan sekadar simbol. Kampus ini telah membangun kemandirian energi melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan panel surya. Indah menjelaskan bahwa inovasi tersebut mampu menyuplai sekitar 40–50 persen kebutuhan listrik kampus pada malam hari, termasuk untuk penerangan jalan. Selain energi, UMM juga mengembangkan kemandirian logistik. Kampus ini mengelola lahan pertanian sendiri untuk memenuhi kebutuhan pangan sehat, seperti sayur dan telur, yang disuplai langsung ke Rumah Sakit UMM. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS), UMM juga berhasil membangun kemandirian finansial melalui berbagai unit usaha. Kampus ini mengelola hotel, restoran, SPBU, bengkel yang menjadi tempat magang siswa SMK, hingga Taman Rekreasi Sengkaling. UMM juga memiliki Rumah Sakit Kelas B yang melayani pasien umum maupun BPJS tanpa diskriminasi. “Keuntungan dari unit-unit usaha ini mensupport operasional UMM. Sekaligus, unit produksi ini menjadi tempat magang anak-anak, sehingga bisnis dapat menopang kampus secara mandiri,” jelasnya. Menurut Indah, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kiprah UMM dalam pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan semangat Dari UMM untuk Bangsa. “Kami bahkan memiliki program yang men-support pemerintah untuk mengatasi stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT. UMM tidak ragu mengeluarkan uang miliaran rupiah untuk membantu ke sana,” tutup Prof. Indah menegaskan kiprah sosiopreneur UMM di tingkat nasional. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria