Rektor UMM Jadikan Kurban Tonggak Gerakan Kesejahteraan Ekonomi, Lebih dari Sekadar Ibadah

GRESIK | JATIMSATUNEWS.COM – Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., memperhatikan tantangan pemulihan ekonomi dan kesenjangan sosial yang masih membayangi masyarakat saat ini di tengah momen memperingati Idul Adha 1447 Hijriah. Situasi ini membuat Iduladha 2026, menurut Rektor Nazaruddin, harus dimaknai lebih dari sekadar ritual penyembelihan hewan tahunan. Momentum ini merupakan panggilan fundamental untuk meneguhkan tauhid sekaligus membangun kepedulian sosial yang nyata guna menggerakkan kesejahteraan ekonomi umat secara komprehensif. Penegasan nilai esensial tersebut menjadi sorotan utama yang digaungkan oleh Rektor Nazar, merujuk pada keteladanan abadi dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Menurutnya, keteladanan abadi yang diwariskan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail lahir dari totalitas pengabdian dan pengorbanan kepada Sang Pencipta. Syukur dan ketakwaan, hanya bisa diwujudkan secara utuh melalui integrasi antara kesalehan spiritual dan pengorbanan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. “Oleh sebab itu, Idul Adha harus membentuk pribadi yang rela memberi, bukan hanya pandai memiliki; rela berbagi, bukan hanya sibuk menumpuk,” ungkap Nazar dalam rilis UMM Kamis (28/5). Lebih jauh, ia membedah nilai kurban melalui kacamata Tauhid Rahmatiyah, sebuah perspektif di mana pengesaan Allah tidak boleh berhenti di atas sajadah atau mimbar masjid semata, melainkan harus menjelma menjadi energi sosial. Ia menjelaskan, tauhid yang sejati harus memantulkan sifat kasih sayang Allah, sehingga mampu melahirkan kesejahteraan, menumbuhkan ekonomi peradaban, dan menebar kedamaian. “Bahwa ukuran keberhasilan tauhid bukan hanya seberapa tepat rumusan akidah seseorang, tetapi apakah tauhid itu melahirkan rahmat sosial. Apakah manusia hidup lebih sejahtera,” imbuhnya. Penguatan etika sosial ini secara praktis tercermin dari bagaimana daging kurban dikelola dan didistribusikan. Jika dikelola secara profesional dan amanah, syariat kurban akan menjadi sarana pemerataan manfaat yang efektif sekaligus memberdayakan para peternak lokal. Ia juga mengingatkan agar panitia proaktif memastikan distribusi menjangkau dua golongan. Yakni, mereka yang meminta maupun mereka yang kesulitan ekonomi namun menjaga kehormatannya dengan tidak meminta-minta. “Dengan semangat ini, kurban menjadi pelajaran bahwa setiap nikmat harus dikelola dengan benar dan dibagikan dengan adil,” sambungnya. Semangat kerelaan berkorban dan berbagi ini tidak boleh meredup seiring berlalunya bulan Zulhijah. Ibadah kurban sejatinya adalah titik fondasi yang mendidik umat Islam untuk membiasakan kejujuran, kepedulian tanpa pamrih, penguatan ekonomi halal, dan pelayanan terhadap kaum duafa secara berkelanjutan. Adapun pesan dan gagasan penggerak kesejahteraan tersebut disampaikan Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., ketika menjadi Khatib dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 H di halaman Masjid Akbar Moed’har Arifin, Sedayu, Gresik, pada Rabu, 27 Mei 2026. Editor: YAN

Takut Kolesterol dan Asam Urat, Begini Cara Sehat Olah Daging Kurban

Malang (beritajatim.com) – Pakar Teknologi Pangan sekaligus Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ayu Diawi Ismayawati, S.TP., M.Sc., Ph.D., memberikan cara sehat untuk mengolah daging kurban. Menurutnya, sumber masalah kesehatan bukanlah pada daging kurban. Ancaman penyakit justru bermula dari kebiasaan keliru masyarakat dalam mengolah, mengatur porsi makan, hingga tata cara penyimpanan daging. Ayu menjelaskan, daging sapi maupun kambing pada dasarnya mengandung protein hewani, lemak, serta purin yang bermanfaat bagi tubuh apabila dikonsumsi dalam porsi wajar. Ayu menjelaskan, persoalan kesehatan baru akan muncul ketika konsumsi dilakukan secara berlebihan. Risiko ini kian melonjak apabila hidangan kurban didominasi oleh olahan jeroan bersantan kental, yang berpotensi besar memicu peningkatan Low-Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat, serta memicu nyeri persendian akibat penumpukan kristal asam urat. “Daging kurban sebenarnya tidak perlu ditakuti, tetapi harus diolah dan dikonsumsi dengan bijak. Yang sering jadi masalah itu bukan dagingnya, melainkan pola konsumsi masyarakat yang berlebihan dan cara memasaknya yang terlalu banyak lemak,” terang Ayu dalam keterangannya kepada Humas UMM pada Kamis (28/5/2026). Lebih lanjut, ia menekankan bahwa bagian yang paling wajib dibatasi konsumsinya adalah organ dalam atau jeroan. Hati, paru, limpa, usus, hingga otak memiliki kandungan purin yang jauh melebihi bagian daging murni, sehingga sangat rawan bagi penderita asam urat. Guna menekan tingginya risiko tersebut, Ayu menyarankan masyarakat untuk menerapkan teknik trimming, yakni membuang lapisan lemak putih pada daging segar sebelum proses memasak dimulai. Metode perebusan awal juga sangat direkomendasikan. Kuah dari rebusan pertama sebaiknya langsung dibuang agar kadar purin menurun secara signifikan. Langkah ini menjadikan olahan masakan, seperti sup bening, sebagai opsi yang jauh lebih aman bagi sistem pencernaan. “Kalau membuat gulai atau tongseng, santannya jangan terlalu pekat. Lemak yang mengambang di permukaan juga bisa diambil dengan sendok atau menggunakan es batu setelah masakan agak dingin,” papar Ayu. Ia juga menambahkan bahwa teknik tumis air bisa menjadi alternatif yang lebih sehat dibandingkan menumis menggunakan banyak minyak goreng. Selain proses memasak, pakar pangan ini menyoroti kesalahan fatal yang sering terjadi di tingkat rumah tangga terkait manajemen penyimpanan. Banyak masyarakat yang mencairkan daging beku, memotong sebagian untuk dimasak, lalu mengembalikan sisanya ke dalam mesin pendingin. Menurut Ayu, daging segar seharusnya langsung dipotong dan dibagi ke dalam kantong kecil sesuai takaran sekali masak sebelum dimasukkan ke dalam freezer bersuhu minus 18 derajat Celsius. Proses pencairannya pun membutuhkan perhatian khusus. Daging beku harus diletakkan di bagian chiller kulkas agar mencair perlahan, bukan dibiarkan terbuka pada suhu ruang. “Siklus pencairan dan pembekuan ulang sangat tidak disarankan karena mempercepat penurunan mutu dan meningkatkan risiko pertumbuhan mikroba. Setiap kemasan sebaiknya diberi label tanggal penyimpanan agar kualitasnya lebih mudah dipantau,” tegasnya mengingatkan. Sebagai langkah pencegahan sekaligus menjaga gizi, orang dewasa dengan kondisi kesehatan normal dianjurkan untuk membatasi konsumsi daging matang maksimal pada kisaran 50 hingga 100 gram per hari. Keseimbangan metabolisme tubuh juga wajib dipertahankan dengan mendampingi sajian daging bersama sayuran tinggi serat, buah-buahan segar, serta asupan air putih. “Serat dan cairan berfungsi penting untuk menahan laju penyerapan lemak jenuh di dalam saluran cerna. Prinsip amannya adalah makan secukupnya, pilih daging tanpa lemak, batasi jeroan, kurangi santan dan minyak berlebih, simpan daging dengan benar, serta imbangi dengan sayur, buah, dan air putih yang cukup,” pungkas Ayu.(dan/kun)

Semarak PKG PAUD Lowokwaru Hadirkan Seminar Smart Parenting di Era Digital

  MALANG KOTA, RADAR MALANG – PKG PAUD Kecamatan Lowokwaru sukses menyelenggarakan kegiatan Semarak PKG PAUD Lowokwaru di Aula GKB 4 lantai 9 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis lalu (21/5). Mengangkat tema “Smart Parenting di Era Digital: Kolaborasi Guru dan Orang Tua untuk Masa Depan Anak”, kegiatan ini diselenggarakan berkat kerja sama dengan HDFC Fakultas Psikologi UMM. Acara diikuti 240 peserta, yang terdiri dari guru PAUD dan orang tua siswa dari berbagai lembaga PAUD se-Kecamatan Lowokwaru. Seminar berlangsung meriah dan penuh antusias peserta. Hal ini karena kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber kompeten dalam bidang pendidikan dan parenting. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, yakni Kepala Bidang Pembinaan Tenaga Kependidikan Ganis Indajani SE MH dan Kasi PTK Wiwik Indarti SM. Juga,  Sekretaris Kecamatan Lowokwaru Muhammad Baihaqi SE, Dekan Fakultas Psikologi UMM Dr Rr. Siti Suminarti Fasikhah MSi, dan Pengawas TK Sriah SPd MPd. Serta tak ketinggalan, jajaran pengurus PKG PAUD Lowokwaru, dan seluruh peserta seminar. BERI APRESIASI: Ketua PKG PAUD Kecamatan Lowokwaru Rahayu Asyhari SPd MPd memberikan penghargaan kepada pemateri dan peserta.   Ketua PKG PAUD Kecamatan Lowokwaru, Rahayu Asyhari SPd MPd dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dia menyampaikan juga tentang pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi anak di era digital. “Kegiatan ini merupakan upaya bersama dalam memperkuat kolaborasi guru dan orang tua agar mampu mendampingi anak secara bijak di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat. Kami berharap peserta mendapatkan wawasan dan strategi positif dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan bijak menggunakan teknologi,” ujarnya.  

Dominasi Muhammadiyah, 10 kampus swasta terbaik di Indonesia 2026 versi Webometrics

sukabumiheadline.com – Semua kampus di Indonesia tengah membuka penerimaan mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2026/2027. Pendaftaran tersebut umumnya akan selesai pada Agustus atau September awal. Masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tentunya menjadi harapan besarnya banyak pelajar. Namun, menimba ilmu di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) pun tidak salah dan bisa jadi pertimbangan. Banyak deretan PTS berkualitas. Webometrics merilis deretan Perguruan Tinggi Swasta Terbaik per Januari 2026. Sejumlah kampus memiliki peringkatnya tersendiri. Penilaian diberikan berdasarkan sejumlah poin dalam pengukuran pemeringkatan tersebut, yakni visibilitas global, keunggulan penelitian, keterbukaan, hingga kinerja akademik.

Akar Sosial Radikalisme Diungkap dalam Disertasi Ini

Tagar.co – Akar sosial radikalisme agama bahan disertasi Arief Hidayatullah. Dia menjalani Ujian Promosi Doktor Sosiologi di Aula GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (28/5/2026). Arief Hidayatullah mempresentasikan disertasi berjudul Ekspresi Keagamaan Radikal Jamaah Anshorud Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharus Syariah (JAS) di Kota Bima. Promovendus asal Bima itu menyoroti bagaimana kelompok JAD dan JAS membentuk pola pemahaman diri, interaksi sosial, tindakan sosial, hingga penggunaan simbol keagamaan secara radikal di Kota Bima. Kajian tersebut tidak hanya memandang radikalisme sebagai persoalan keamanan, tapi juga fenomena sosial-keagamaan dan berakar pada dinamika lokal. Sebagai putra Bima, Arief mengaku penelitian tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap stigma yang selama ini melekat pada daerah kelahirannya. Menurutnya, Bima kerap dikaitkan dengan aktivitas terorisme atas nama agama sehingga memunculkan pertanyaan mengenai akar berkembangnya radikalisme di wilayah tersebut. Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Mbojo Bima itu menjelaskan, radikalisme di Bima merupakan bagian dari jaringan nasional yang berkembang sejak dekade 1990-an. Baca Juga:  Menghidupkan Kembali Budaya Bertanya di Kelas Ia menyebut sejumlah kelompok seperti Jamaah Islamiyah (JI), Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), JAS hingga JAD yang terafiliasi ISIS pernah memiliki keterhubungan dengan wilayah tersebut. “Radikalisme di Bima tidak berdiri sendiri, tetapi terkait dengan perkembangan jaringan ekstremisme lintas wilayah,” ungkapnya dalam sidang promosi doktor. Hapus Stigma  Dalam disertasinya, Arief mengulas keterhubungan jaringan JAD Bima dengan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso di Poso. Relasi itu, menurut dia, dibangun melalui ikatan keluarga, mobilitas sosial, hingga jejaring pernikahan antardaerah. Untuk mengkaji fenomena tersebut, promovendus UMM itu menggunakan Teori Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead. Teori tersebut menitikberatkan pada konsep mind, self, dan society dalam membentuk identitas serta perilaku sosial individu maupun kelompok. “Ada perbedaan karakter antara JAD dan JAS. JAD  memiliki pola kesadaran yang lebih kaku dan tertutup dengan struktur interaksi sentralistik. Sebaliknya, JAS cenderung lebih fleksibel, partisipatif, dan terbuka dalam penggunaan simbol keagamaan, “kata alumni Ilmu Komunikasu UMM tersebut. Hasil kajian soal radikalisme itu diharapkan mampu  memberikan kontribusi penting dalam pengembangan ilmu sosial. Khususnya terkait pemahaman radikalisme agama dari perspektif interaksi sosial dan simbolik. Penelitian itu sekaligus menjadi pengingat bahwa memahami radikalisme harus dilakukan secara kontekstual dan ilmiah agar tidak berhenti pada stigma semata.

Tips Cerdas Nikmati Daging Kurban Tanpa Takut Asam Urat dan Kolesterol Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Tips Cerdas Nikmati Daging Kurban Tanpa Takut Asam Urat dan Kolesterol

Bisnis.com, MALANG — Untuk menghindari asam urat dan kolesterol saat menikmati daging kurban, kuncinya menikmati daging tersebut dengan porsi yang wajar dan mengolahnya dengan benar. Dosen Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Ayu Diawi Ismayawati menegaskan sumber penyakit sejatinya bukan berasal dari daging kurban, melainkan kebiasaan keliru masyarakat dalam mengolah, memporsikan, dan menyimpannya. daging sapi maupun kambing sejatinya mengandung protein hewani, lemak, dan purin yang bermanfaat bagi tubuh jika porsinya wajar. Masalah baru timbul saat konsumsi dilakukan secara berlebihan, apalagi jika hidangan didominasi oleh jeroan bersantan kental, yang mampu memicu lonjakan Low-Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dan nyeri persendian akibat kristal asam urat. Baca Juga Ahli Gizi Paparkan Cara Bikin Daging Kurban Tidak Alot, Ini Detailnya “Daging kurban sebenarnya tidak perlu ditakuti, tetapi harus diolah dan dikonsumsi dengan bijak. Yang sering jadi masalah itu bukan dagingnya, melainkan pola konsumsi masyarakat yang berlebihan dan cara memasaknya yang terlalu banyak lemak. Bagian yang paling perlu dibatasi adalah jeroan seperti hati, paru, limpa, usus, hingga otak karena kandungan purinnya jauh lebih tinggi,” katanya dikutip Kamis (28/5/2026). Guna menekan tingginya risiko kesehatan, masyarakat disarankan menerapkan teknik trimming atau membuang lemak putih pada daging segar sebelum dimasak.  Pakar teknologi pangan ini juga merekomendasikan metode perebusan awal, di mana kuah rebusan pertama sebaiknya dibuang agar kadar purin menurun secara signifikan, menjadikan opsi masakan seperti sup bening jauh lebih aman untuk lambung. Baca Juga Menilik Kadar Kolesterol dalam Daging Sapi dan Kambing, Mana yang Lebih Tinggi? “Kalau membuat gulai atau tongseng, santannya jangan terlalu pekat. Lemak yang mengambang di permukaan juga bisa diambil dengan sendok atau menggunakan es batu setelah masakan agak dingin. Teknik tumis air juga bisa jadi alternatif sehat dibandingkan menumis dengan banyak minyak,” lanjut Ayu. Terkait manajemen penyimpanan, kesalahan fatal yang sering terjadi di tingkat rumah tangga adalah mencairkan daging beku, memotong sebagian, lalu mengembalikannya ke mesin pendingin.  Daging seharusnya langsung dibagi dalam kantong-kantong kecil untuk takaran sekali masak sebelum masuk ke freezer bersuhu minus 18 derajat Celsius. Proses pencairannya pun harus diletakkan di chiller, bukan dibiarkan mencair pada suhu ruang. Baca Juga Cara Simpan Daging Kurban di Kulkas, Awet hingga Beberapa Bulan “Siklus pencairan dan pembekuan ulang sangat tidak disarankan karena mempercepat penurunan mutu dan meningkatkan risiko pertumbuhan mikroba. Setiap kemasan sebaiknya diberi label tanggal penyimpanan agar kualitasnya lebih mudah dipantau,” tegasnya. Sebagai pesan penutup sekaligus langkah pencegahan gizi, orang dewasa sehat dianjurkan cukup membatasi konsumsi daging matang di kisaran 50 hingga 100 gram per hari.  Keseimbangan metabolisme wajib dijaga melalui pendampingan porsi sayuran tinggi serat, buah-buahan segar, serta asupan air putih untuk menahan laju penyerapan lemak jenuh di saluran cerna. “Prinsip amannya adalah makan secukupnya, pilih daging tanpa lemak, batasi jeroan, kurangi santan dan minyak berlebih, simpan daging dengan benar, serta imbangi dengan sayur, buah, dan air putih yang cukup,” ucapnya.

Konsisten Tinggalkan Plastik, UMM Malang Bagikan Daging Kurban Menggunakan Besek

TIMES INDONESIA – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara konsisten selama enam tahun telah meninggalkan penggunaan plastik atau kresek sekali pakai saat membagikan daging kurban. Fenomena ini disebut sebagai kurban go green UMM, dengan memanfaatkan kemasan tradisional berupa besek bambu yang dialasi daun segar dan diikat dengan tali serabut kelapa sebagai wadah utama. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kesadaran akan bayang-bayang menumpuknya sampah plastik ketika perayaan Idul Adha Ketua Panitia Kurban 1447 H UMM, Dr. Yasin Kusumo Pringgodigdo, S.Pd.I., M.H.I., menyampaikan bahwa esensi kurban bukan hanya sebagai bentuk ibadah kepada Allah, tetapi juga bentuk kepedulian manusia terhadap lingkungan sekitarnya. Mengurai Ekspresi Radikalisme Agama di Bima “Tahun ini kami kembali menerapkan konsep go green, spirit kurban bukan hanya sebagai ibadah, tetapi juga menjaga peradaban dan kelestarian lingkungan,” ujarnya. Ia pun menegaskan bahwa pihaknya dipastikan tidak menggunakan kantong sekali pakai yang berbahaya bagi lingkungan maupun kesehatan. Pada tahun ini, UMM menyembelih 20 ekor sapi dan sejumlah kambing, serta mendistribusikan hingga 2500 paket daging kurban yang disebar ke ranah internal kampus, warga sekitar, Lapas Perempuan dan Laki-laki Malang. Selain itu, UMM juga menyebar 6 ekor sapi ke Sumbawa. Yasin menambahkan bahwa kesuksesan pendistribusian daging kurban menggunakan besek ramah lingkungan ini adalah hasil kolaboratif dosen, karyawan, panitia inti, anggota tim teknis, relawan mahasiswa, hingga Juru Sembelih Halal (Juleha). Pengemasan daging kurban pun melalui pengawasan ketat supaya tetap higienis, natural, dan sejalan dengan misi pelestarian lingkungan kampus. “Wadahnya menggunakan besek, alasnya pakai daun, dan talinya pakai tali serabut,” tambahnya. Melalui kegiatan ramah lingkungan ini, UMM membuktikan bahwa ibadah sebagai ritual keagamaan dapat berjalan harmonis dan beriringan dengan tanggung jawab ekologis terhadap kelestarian lingkungan. Diharapkan inovasi positif ini bisa menjadi motivasi bagi institusi lainnya untuk mulai meninggalkan penggunaan plastik sekali pakai dan mulai berganti pada wadah ramah lingkungan supaya alam tetap bersih, sehat, dan lestari. “Semoga kurban go green ini bisa menjadi motivasi bagi institusi lainnya supaya mulai meninggalkan penggunaan plastik sekali pakai,” pungkasnya.

Kurban Berwawasan Lingkungan di UMM: Mesin Modern, Kemasan Bambu dan Tali Serabut

MALANG POST– Mesin pemotong daging adalah alat yang menggunakan prinsip mekanika dan kinematika untuk merajang, mengiris atau menggiling daging secara presisi. Dalam lingkup karya ilmiah atau rekayasa Teknik Mesin UMM sendiri, perancangan alat ini berfokus pada optimasi sistem transmisi dan pemilihan material food grade demi kemudahan dalam proses pekerjaan. Prinsip tersebut coba dimanfaatkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Namun, inovasi kampus putih itu tidak berhenti di situ. Hampir enam tahun ini, UMM juga konsisten menerapkan konsep go green dalam perayaan Iduladha, salah satunya dengan meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai. Pada tahun ini, UMM mendistribusikan lebih dari 2.500 paket daging kurban menggunakan kemasan tradisional berupa besek bambu yang dialasi daun segar dan diikat dengan tali serabut kelapa. Ketua Panitia Kurban idul Adha 1447 H UMM, Dr. Yasin Kusumo Pringgodigdo, S.Pd.I., M.H.I., Kamis (28/5/2026) menjelaskan bahwa panitia memastikan tidak ada penggunaan kantong kresek hitam yang berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan. Ia menegaskan bahwa esensi berkurban bukan semata-mata untuk meraih derajat takwa di hadapan Tuhan, melainkan juga wujud nyata kepedulian manusia dalam menjaga kelestarian alam dan peradaban. “Alhamdulillah, kita senantiasa mengusung go green. Jadi, spirit kurban bukan hanya untuk meraih takwa, tapi juga menjaga peradaban dan kelestarian lingkungan,” urainya. Penyelenggaraan kurban tahun ini juga mencatatkan peningkatan jumlah hewan dari 18 ekor pada tahun sebelumnya menjadi 20 ekor sapi, beserta sejumlah kambing yang disiapkan tanpa caca Distribusi daging mencakup ranah internal kampus, warga sekitar, Lapas Perempuan dan Laki-laki Malang, hingga penyebaran ke Sumbawa dalam bentuk 6 ekor sapi hidup. Untuk memastikan pembagian yang adil dan merata, Yasin memaparkan bahwa manajemen penyembelihan dilakukan secara presisi dengan menghitung persentase karkas dan daging murni dari total bobot sapi, bukan sekadar menebak ukuran. Panduan & Petunjuk Perjalanan “Kami memilih sapi sesuai dengan bobotnya. Misalnya, jika kebutuhan distribusi internal sebanyak 200 atau 150 paket, kami ambil sapi yang berbobot 500 kilogram. Jadi, kami menyembelih sapi berdasarkan timbangan, bukan sekadar estimasi atau asumsi,” imbuhnya. Paket yang dibagikan memiliki takaran bervariasi, mulai dari 0,75 kilogram hingga 1 kilogram daging murni yang ditambahkan dengan tulang dan jeroan. Kesuksesan distribusi ribuan paket daging dalam besek ramah lingkungan ini merupakan hasil sinergi dari pendanaan sukarela dosen dan karyawan, yang dieksekusi oleh 27 panitia inti, 70 anggota tim teknis, relawan mahasiswa, serta 12 Juru Sembelih Halal (Juleha). Yasin merinci bahwa seluruh proses pengemasan dikawal ketat agar tetap higienis, natural, dan sejalan dengan misi pelestarian lingkungan kampus. “Pakai besek, dialasi daun, kemudian talinya pakai tali serabut,” tambahnya. Momentum Iduladha di Universitas Muhammadiyah Malang tahun ini memberikan pesan moral yang sangat kuat bagi masyarakat luas. Melalui kurban go green, UMM membuktikan bahwa ibadah ritual keagamaan dapat berjalan harmonis dengan tanggung jawab sosial dan ekologis. Harapannya, inovasi Mesin pemotong daging ini kan akan mempercepat pengerjaan di lapangan dan penggunaan besek bambu ini dapat menginspirasi instansi maupun masyarakat umum untuk mulai meninggalkan plastik sekali pakai, sehingga keberkahan kurban turut dirasakan oleh alam semesta melalui lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)

Usia Murid Baru SD Boleh di Bawah 7 Tahun, Pakar Usul Kelas 1 Transisi

Metrotvnews-Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperbolehkan siswa baru jenjang sekolah dasar berusia di bawah 7 tahun dengan catatan sudah memiliki kesiapan menerima pembelajaran. Menanggapi hal tersebut, Pakar pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Arina Restian, mendorong adanya desain mendesain Kelas 1 Transisi. Jika jumlah siswa di bawah 7 tahun lebih banyak, ia menilai manajemen sekolah tidak bisa lagi sekadar menerima siswa baru lalu berjalan seperti biasa. Menurutnya, kelas 1 transisi tersebut didesain dengan tata ruang bersudut bermain. Dalam prosesnya, kelas 1 transisi melaksanakan standardisasi asesmen awal saat masa orientasi hanya untuk memetakan kebutuhan individual anak. Kelas 1 transisi juga menjembatani komunikasi intensif antara pendidik dan orang tua terkait batasan ekspektasi akademik. “Di tiga bulan pertama, durasi belajar wajib dipangkas menjadi 20-30 menit yang diselingi istirahat, agar anak tidak kaget dengan rutinitas baru,” ujar Arina, mengutip laman resmi UMM, Kamis, 28 Mei 2026. Guru butuh adaptasi Arina menegaskan bahwa pembekalan ilmu pedagogi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bagi guru kelas satu SD kini menjadi agenda mendesak bagi Kemendikdasmen. Selama ini, kurikulum pendidikan guru dinilai lebih banyak mempersiapkan tenaga pendidik untuk rentang usia 7 hingga 12 tahun. Jika dipaksakan tanpa adaptasi, menurutnya, pendidik akan gagap saat menghadapi tantrum dan sulit mengelola regulasi emosi anak. Tanpa upgrade skill melalui pelatihan khusus, guru berpotensi memaksakan standar anak usia tujuh tahun kepada murid berusia di bawahnya. “Akibatnya sangat fatal, anak bisa stres, mogok sekolah, dan guru rentan salah melabeli mereka sebagai siswa lambat belajar padahal itu fase normal di usianya,” tegas Arina. Tips pengajaran Ilustrasi Pexels Arina juga membagikan tips bagi para guru SD kelas 1 untuk mengajar murid di bawah usia 7 tahun. Menurutnya, periode minggu-minggu awal sangat penting agar siswa tidak tertekan. Ia menerangkan, rentang fokus anak usia 5,5 tahun maksimal hanya 15 menit, pendekatan pengajaran di kelas harus berpegang teguh pada prinsip ‘Singkat, Bergerak, dan Bermain’. Guru bisa menerapkan siklus 15-5-15, yaitu 15 menit kegiatan inti, 5 menit bergerak atau bernyanyi, lalu 15 menit kegiatan lagi. “Hindari pemberian lembar kerja di awal, beri mereka pilihan-pilihan kecil untuk mengurangi rasa dikontrol, dan rayakan sekecil apa pun keberaniannya agar sekolah terasa seperti perpanjangan PAUD,” ucapnya.

Berbekal Mental Juara, 14 Atlet Tapak Suci Kampus Putih Panen Medali di Kejuaraan Nasional

Semangat sportivitas dan kompetisi yang kian ketat di kalangan mahasiswa tidak menyurutkan langkah kontingen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk terus mencetak prestasi. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menggelar pesta medali dan memborong gelar juara di ajang bergengsi tingkat nasional, The 1st Muhammadiyah Games 2026. Berlangsung pada 14-17 Mei 2026 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci UMM tampil mendominasi dengan mengamankan total delapan medali dari berbagai kelas cabang olahraga pencak silat. Raihan gemilang tersebut didapatkan setelah Kampus Putih memberangkatkan 14 atlet terbaiknya untuk berlaga di kategori individu, beregu, hingga seni tunggal dan ganda. Ketua UKM Tapak Suci UMM, Rio Esa Prayoga, menjelaskan bahwa timnya berhasil meraup satu medali emas pada kategori Tanding Bebas Beregu, dua perak, dan lima perunggu dari berbagai kelas. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas perjuangan seluruh anggota tim. Mengingat ini adalah kompetisi perdana Muhammadiyah tingkat nasional, kami bertekad memberikan yang terbaik dan hampir seluruh atlet yang berangkat sukses membawa pulang medali,” ujar mahasiswa program studi Manajemen tersebut. Keberhasilan memborong medali ini tentu bukan tanpa halangan, mengingat persiapan yang dilakukan sangat intensif dan menuntut kekuatan fisik maupun mental. Rio memaparkan bahwa demi membentuk skuad yang solid, timnya bahkan memanggil kembali para atlet senior yang sebelumnya sudah vakum karena tengah fokus menyusun skripsi. “Kami menjalani program latihan khusus dari kepala pelatih sebanyak dua kali sehari selama sepekan penuh. Tantangan terberatnya adalah melawan ego dan rasa lelah, namun sorakan dukungan dari teman-teman saat bertanding mampu mengubah rasa pesimis menjadi mental juara layaknya sebuah keluarga,” tegasnya. Lebih lanjut, mulusnya langkah Tapak Suci UMM dalam menaklukkan arena pertandingan juga tidak lepas dari intervensi fasilitas kampus yang sangat memadai. Ia menegaskan bahwa pihak universitas menopang penuh mulai dari penyediaan sarana latihan, pendanaan keberangkatan, hingga pendampingan moral secara langsung di lokasi pertandingan oleh pihak kemahasiswaan. “Dukungan luar biasa dari kampus ini membuat kami tidak ingin cepat merasa puas. Ke depan, kami membidik target yang lebih tinggi di kancah kompetisi bergengsi tingkat internasional seperti ASEAN University Games (AUG) hingga SEA Games,” ungkapnya. Menanggapi raihan membanggakan ini, Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., IPM., ASEAN Eng., memberikan apresiasi tinggi sekaligus pesan bermakna bagi seluruh mahasiswa agar tidak ragu keluar dari zona nyaman. Ia meyakini bahwa fasilitas sebaik apa pun tidak akan berdampak maksimal jika mahasiswa tidak memiliki tekad untuk menaklukkan keraguan dari dalam dirinya sendiri. “Kami di Biro Kemahasiswaan akan terus memfasilitasi dan mengawal potensi mahasiswa hingga mencapai puncak prestasi. Keberanian terbesar sejatinya adalah kemampuan mengalahkan rasa malas diri sendiri. Apabila musuh internal tersebut berhasil ditaklukkan, maka segala tantangan kompetisi insyaallah dapat dilewati dengan hasil gemilang seperti yang ditorehkan oleh Tapak Suci UMM,” pungkasnya.(ali/faq)   Penulis: Alban Hogantara | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman