UMM Diakui DEN Sebagai Kampus Mandiri Energi

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN), Prof. Dr. Ir. Johni Jonatan Numberi, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki keunggulan tersendiri sebagai institusi pendidikan yang secara konkret telah merespons krisis energi global melalui praktik Energi Baru Terbarukan (EBT) sejak tahun 2007. Hal tersebut ditegaskan dalam Diskusi Publik bertajuk “Arah Kebijakan Energi Menuju Net Zero Emission Melalui Pembangkit Energi Baru Terbarukan” di Ruang Sidang Senat UMM, Kamis (25/6). “Di satu sisi, UMM sudah melakukan praktik-praktik energi baru terbarukan, yaitu dengan adanya PLTMH di kampus UMM maupun PLTS. Ini memberikan kontribusi nyata. Selain pembelajaran di ruang kelas yang sesuai dengan kurikulum, hal-hal yang berkaitan dengan praktik bidang energi baru terbarukan sudah benar-benar dilaksanakan sebagai laboratorium hidup,” tegasnya. Kunjungan DEN ke Kampus Putih ini didasari oleh urgensi ketahanan energi nasional di tengah berbagai tantangan nyata yang mendesak. Saat ini, Indonesia tengah menghadapi tantangan turunnya produksi minyak bumi yang diiringi oleh meningkatnya impor minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis gasoline. Tantangan pemenuhan energi primer ini diperberat dengan fakta bahwa tingkat pemanfaatan EBT secara nasional masih tergolong rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, Numberi sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pemerintah mematok sasaran capaian puncak emisi pada tahun 2035 dan terwujudnya dekarbonisasi untuk pencapaian Net Zero Emission (NZE) sebesar 129 juta ton CO2e pada tahun 2060. Demi mendukung kedaulatan serta swasembada energi, porsi bauran energi primer EBT ditargetkan melonjak signifikan hingga mencapai 70 persen sampai 72 persen pada tahun 2060 mendatang. Lebih jauh, kehadiran perguruan tinggi diharapkan mampu membantu penyelesaian persoalan elektrifikasi masyarakat melalui kegiatan tridarma. Seperti inovasi desalinasi air laut yang digagas oleh dosen dan mahasiswa UMM di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menyatakan kekaguman dan apresiasinya atas upaya pemanfaatan energi surya oleh sivitas akademika UMM untuk menghasilkan pasokan air bersih bagi masyarakat di daerah yang rasio elektrifikasinya masih tergolong rendah. “Tadi dari hasil presentasi, saya lihat beberapa kegiatan sudah dilakukan oleh teman-teman di UMM. Misalnya, desalinasi air laut menjadi air tawar (air bersih) di NTT dengan memanfaatkan energi surya/ matahari untuk pembangkitnya. Nah, ini adalah wujud pengabdian dan penelitian yang bagus, yang diterapkan langsung ke masyarakat,” ungkapnya. Sinergi dan kolaborasi strategis antara pemangku kebijakan pemerintah dan institusi pendidikan tinggi seperti UMM menjadi kunci utama dalam mengakselerasi transisi energi hijau di Indonesia. Melalui penerapan riset aplikatif dan program pengabdian yang menyentuh akar rumput di masyarakat, kemandirian energi nasional dan pencapaian target bebas emisi karbon bukan sekadar wacana di atas kertas. Tapi wujud nyata masa depan yang kini tengah dibangun bersama demi kesejahteraan generasi mendatang.
Lawatan Strategis ke Jepang, UMM Buka Peluang Karir Internasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mengukuhkan posisi tawarnya di kancah global. Pada 17-23 Juni lalu, Kampus Putih melangsungkan lawatan strategis ke Jepang, tepatnya ke Shimonoseki City University, Miyazaki University, serta salah satu mitra industri kehutanan Nosuta Kabushi. Kunjungan ini difokuskan pada realisasi kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa, riset tingkat lanjut, hingga ekspansi bisnis institusi. Kehadiran delegasi UMM di Shimonoseki City University merupakan undangan kehormatan dalam rangka perayaan ulang tahun ke-70 kampus tersebut. Kunjungan ini sekaligus mematangkan kerja sama resmi yang telah dirintis sejak sepuluh tahun lalu. Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. menjelaskan bahwa kemitraan ini membuahkan hasil nyata bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), berupa program transfer kredit dan beasiswa pendidikan. “Kita sudah ada slot dua belas mahasiswa yang dipersiapkan, nanti lulus mereka akan kuliah S2 di Shimonoseki di bawah beasiswa mereka,” ungkapnya. Selain mengirimkan delegasi, UMM juga akan menerima kunjungan balasan dari pihak Shimonoseki pada bulan September mendatang untuk pengembangan riset dan bisnis. Salis sapaan akrabnya menuturkan bahwa kolaborasi ini turut merambah pada pengembangan sektor bisnis komersial seperti perikanan salmon, serta komoditas stroberi dan kopi. “Nanti September empat orang mahasiswa bersama dua orang profesor, serta ada lima belasan orang yang ke mari akan kerja sama dengan kita untuk pengembangan riset, kajian, dan juga peluang usaha kopi di Jepang,” tambahnya. Sebagai fasilitas penunjang, UMM dan Shimonoseki telah mendirikan Japan Corner yang dilengkapi dengan pengajar penutur asli (native speaker) dari Jepang guna membekali kemampuan bahasa mahasiswa. Ia memaparkan bahwa fasilitas tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa yang akan berangkat studi ke Jepang, meski tidak menutup kesempatan bagi mahasiswa lain secara umum. “Nanti belajar bahasa Jepangnya di situ, tapi Japan Corner juga membuka untuk mahasiswa yang lain yang mau belajar Jepang boleh datang ke situ,” jelasnya. Sementara itu, kunjungan ke Miyazaki University berfokus pada perluasan jangkauan institusi. Mengingat empat dosen UMM merupakan alumni dari kampus tersebut, penjajakan skema riset bersama dan pertukaran pelajar menjadi lebih terarah. Dalam rangkaian lawatan yang sama, UMM turut memperkuat hubungan dengan mitra industri kehutanan Jepang, Nosuta Kabushi. Kemitraan yang telah meluluskan program magang batch pertama ini akan diakselerasi dengan pembangunan Forestry Japan Training Center di kawasan Pujon Hill. Pria itu menerangkan bahwa pihak industri Jepang bersedia berinvestasi dalam penyediaan sarana, kurikulum, hingga tenaga ahli untuk mempersiapkan kuota magang yang lebih masif. “Mereka akan invest tenaga, kurikulum, perlengkapan untuk Forestry Japan Training Center di Pujon Hill, sehingga membuka peluang dari teman-teman kehutanan untuk berkarir internasional,” terangnya. Langkah UMM di negeri sakura ini sepenuhnya sejalan dengan visi internationalisasi. Ke depan, rangkaian kolaborasi strategis dengan Jepang diharapkan mampu meroketkan kualitas riset universitas agar lebih mutakhir, sekaligus mencetak lulusan dengan daya saing tinggi. Tidak hanya sekadar transfer ilmu, jejaring internasional ini diproyeksikan mampu memberikan keuntungan ganda bagi institusi, salah satunya berupa kesempatan kerja eksklusif bagi alumni.(*faq) Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman
UMM Raih Penghargaan Pemprov Jatim sebagai PTS Pemberi Beasiswa Terbanyak

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan posisinya sebagai Kampus Berdampak yang peduli pada pendidikan inklusif. Hal ini dibuktikan melalui raihan apresiasi bergengsi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan alokasi beasiswa penuh dan potongan biaya pendidikan terbanyak. Penghargaan prestisius tersebut diserahkan secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur pada Jumat (19/6) di Gedung Grahadi, Surabaya, sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi Kampus Putih dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya. Penghargaan tingkat provinsi ini menjadi bukti nyata konsistensi UMM dalam menjawab tantangan kesenjangan kesempatan belajar yang kerap dialami masyarakat akibat keterbatasan ekonomi. Melalui puluhan skema beasiswa yang terus dikembangkan, UMM berupaya keras memastikan lebih banyak generasi muda potensial dari berbagai pelosok daerah tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi. Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) UMM, Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc., IPM., menuturkan bahwa sumber pendanaan beasiswa di kampus ini didesain sangat beragam, mencakup kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), hingga pendanaan mandiri dari universitas. “Kriteria pertama itu UMM memberikan banyak sekali skema beasiswa, baik yang berasal dari negara maupun dari UMM sendiri. Karena itu, kami diundang oleh Ibu Gubernur untuk mendapatkan apresiasi sebagai salah satu perguruan tinggi yang memberikan banyak beasiswa,” paparnya. Lebih lanjut, Tatag merinci secara spesifik bahwa saat ini UMM telah mengelola sekitar 15 hingga 20 skema bantuan pendidikan yang aktif berjalan. Tidak hanya bergantung pada mitra eksternal, UMM secara mandiri merumuskan sejumlah program beasiswa unggulan dari internal kampus. Beberapa di antaranya meliputi beasiswa prestasi akademik dan non-akademik, beasiswa Pendidikan Ulama Tarjih (PUT), hingga beasiswa khusus bagi putra-putri alumni. Pilihan skema yang bervariasi ini menegaskan prinsip keadilan sosial yang dianut UMM, di mana permasalahan finansial tidak boleh lagi menjadi penghalang bagi calon mahasiswa untuk meraih pendidikan yang berkualitas. “Program ini pasti akan terus berlanjut atau sustainable. Selain sebagai perguruan tinggi, UMM juga berada di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah yang memiliki komitmen kuat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, program beasiswa akan terus dilestarikan dan jumlahnya juga akan terus ditingkatkan ke depannya,” tegasnya. Kehadiran berbagai program beasiswa ini mempertegas identitas UMM yang tidak hanya hadir sebagai institusi akademik pencetak sarjana, melainkan juga sebagai motor penggerak perubahan sosial. Melalui pemerataan akses pendidikan ini, UMM menaruh harapan besar agar para penerima beasiswa kelak mampu bertransformasi menjadi pemimpin masa depan dan generasi unggul. Mereka diharapkan dapat kembali ke masyarakat untuk memberikan solusi nyata, berbakti pada nusa, serta membawa kemajuan yang signifikan bagi bangsa dan negara.(*vin/faq) Penulis: Vivin Dwi Oktavia | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman
Lonjakan Tegangan Usai Listrik Menyala Lebih Berbahaya, Pakar UMM Ingatkan Risiko Kerusakan Elektronik

Malangpariwara.com – Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan serius pada berbagai perangkat elektronik rumah tangga. Menariknya, risiko terbesar justru bukan terjadi saat listrik padam, melainkan ketika aliran listrik kembali menyala. Pakar Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Machmud Effendy, ST., M.Eng., IPM., Asean Eng.(Ist) Pakar Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Machmud Effendy, ST., M.Eng., IPM., Asean Eng., menjelaskan bahwa banyak masyarakat masih salah memahami penyebab utama kerusakan perangkat elektronik pasca pemadaman listrik. Menurutnya, saat pasokan listrik kembali dipulihkan, sering terjadi lonjakan tegangan sesaat atau power surge yang dapat melampaui tegangan normal 220 volt. Lonjakan inilah yang berpotensi merusak berbagai perangkat elektronik karena komponen di dalamnya dirancang untuk bekerja pada rentang tegangan tertentu. “Secara umum, yang lebih berpotensi merusak alat elektronik adalah saat listrik kembali menyala. Pada saat jaringan listrik dipulihkan, sering terjadi lonjakan tegangan sesaat yang dapat jauh melebihi tegangan normal 220 volt. Kondisi ini berisiko merusak televisi, komputer, charger, router Wi-Fi, mesin cuci, hingga AC,” ujar Machmud, Rabu (24/6). Ia menuturkan, dampak pemadaman mendadak tidak hanya mengancam perangkat elektronik rumah tangga, tetapi juga perangkat digital yang menyimpan data penting seperti komputer dan server. Saat listrik terputus ketika perangkat sedang melakukan proses penyimpanan data, risiko kehilangan data hingga kerusakan sistem menjadi sangat besar. “Pada perangkat yang sedang menulis data, dampaknya bisa sangat serius. Tidak hanya kehilangan data, tetapi file dapat menjadi rusak, sistem operasi gagal berjalan, hingga terjadi kerusakan fisik pada media penyimpanan seperti hard disk jika kejadian berlangsung berulang,” jelasnya. Machmud juga mengingatkan adanya risiko kerusakan pada perangkat pendingin seperti kulkas dan AC. Kompresor pada perangkat tersebut dapat mengalami tekanan kerja yang tinggi ketika listrik kembali menyala dalam kondisi yang belum stabil. Selain kerusakan yang langsung terlihat, terdapat pula ancaman latent damage atau kerusakan tersembunyi. Kerusakan jenis ini terjadi pada tingkat mikroskopis sehingga tidak langsung memengaruhi kinerja perangkat, tetapi mempercepat penurunan kualitas komponen dan memicu kerusakan di kemudian hari. “Banyak perangkat tampak normal setelah listrik kembali menyala. Namun, bisa saja komponen di dalamnya telah mengalami kerusakan mikroskopis yang baru menimbulkan masalah di kemudian hari. Karena itu, setiap gangguan listrik sebaiknya dianggap sebagai peristiwa yang serius,” paparnya. Untuk meminimalkan risiko tersebut, masyarakat diimbau segera mencabut steker perangkat elektronik sensitif saat terjadi pemadaman listrik. Setelah aliran listrik kembali normal, pengguna juga disarankan menunggu sekitar dua hingga lima menit sebelum menyalakan perangkat secara bertahap. Selain itu, penggunaan surge protector atau alat pelindung lonjakan tegangan dinilai menjadi investasi penting bagi rumah tangga modern. Perangkat ini mampu menyerap lonjakan listrik sehingga dapat melindungi peralatan elektronik, menjaga keamanan data digital, serta memperpanjang usia pakai perangkat. Dengan meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap perangkat elektronik dan digital, kesadaran akan bahaya lonjakan tegangan pasca pemadaman listrik menjadi hal yang perlu diperhatikan. Kerusakan yang ditimbulkan tidak selalu terlihat seketika, namun dapat menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar di masa mendatang.
Pakar UMM Ingatkan Risiko Pemadaman Listrik, Timbulkan Kerusakan Tersembunyi pada Perangkat Elektronik

Indonesiandaily.com – Pakar Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Machmud Effendy, ST., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa kerusakan paling fatal pada perangkat elektronik umumnya terjadi bukan saat listrik padam, melainkan ketika pasokan listrik kembali dinyalakan. Pemadaman listrik yang terjadi berulang tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut juga dapat memicu kerusakan serius pada berbagai perangkat elektronik rumah tangga, terutama saat aliran listrik kembali menyala. “Kondisi tersebut dipicu oleh lonjakan tegangan atau power surge yang muncul sesaat setelah aliran listrik kembali normal,” ungkap Prof Mahmud Effendy. Lonjakan Tegangan Jadi Penyebab Utama Kerusakan Machmud menuturkan, banyak masyarakat masih menganggap pemadaman listrik sebagai penyebab langsung rusaknya perangkat elektronik. Padahal, risiko terbesar justru muncul saat listrik kembali mengalir. Ketika jaringan listrik dipulihkan, tegangan dapat melonjak jauh di atas standar normal 220 volt. Lonjakan energi dalam waktu sangat singkat itu berpotensi merusak komponen elektronik yang dirancang bekerja pada rentang tegangan tertentu. “Secara umum, yang lebih berpotensi merusak alat elektronik adalah saat listrik kembali menyala. Pada saat jaringan listrik dipulihkan, sering terjadi lonjakan tegangan sesaat yang dapat jauh melebihi tegangan normal 220 volt,” ujarnya. Ia menyebut televisi, komputer, charger, router Wi-Fi, mesin cuci, hingga pendingin ruangan termasuk perangkat yang rentan mengalami kerusakan akibat lonjakan tegangan. Risiko Kehilangan Data dan Kerusakan Sistem Dampak pemadaman listrik tidak hanya dirasakan oleh perangkat elektronik rumah tangga. Perangkat digital seperti komputer dan server juga menghadapi risiko yang tidak kalah besar. Saat pemadaman terjadi ketika perangkat sedang memproses atau menyimpan data, berbagai masalah dapat muncul. Mulai dari hilangnya data, rusaknya file, hingga kegagalan sistem operasi saat proses booting. “Pada perangkat yang sedang menulis data, dampaknya bisa sangat serius. Tidak hanya kehilangan data, tetapi file dapat menjadi rusak, sistem operasi gagal berjalan, hingga terjadi kerusakan fisik pada media penyimpanan seperti hard disk jika kejadian berlangsung berulang,” jelasnya. Kerusakan Tersembunyi pada AC dan Kulkas Machmud juga mengingatkan adanya risiko latent damage atau kerusakan tersembunyi yang sering tidak disadari pengguna. Ancaman ini banyak terjadi pada perangkat yang menggunakan kompresor, seperti AC dan kulkas. Ketika listrik kembali menyala, perangkat dapat langsung bekerja dalam kondisi tekanan yang belum stabil. Akibatnya, terjadi penuaan mikroskopis pada komponen internal. Kerusakan tersebut sering kali tidak langsung terlihat dan baru muncul beberapa minggu setelah pemadaman terjadi. “Banyak perangkat tampak normal setelah listrik kembali menyala. Namun, bisa saja komponen di dalamnya telah mengalami kerusakan mikroskopis yang baru menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya. Langkah Aman Melindungi Perangkat Elektronik Karena itu, gangguan listrik sebaiknya tidak dianggap sebagai peristiwa sepele. Masyarakat perlu mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kerusakan perangkat elektronik. Saat terjadi pemadaman, pengguna disarankan segera mencabut steker perangkat elektronik yang sensitif terhadap perubahan tegangan. Setelah listrik kembali menyala, perangkat sebaiknya tidak langsung dioperasikan. Berikan jeda sekitar dua hingga lima menit sebelum menyalakannya secara bertahap. Selain itu, penggunaan surge protector berkualitas dinilai menjadi investasi penting bagi rumah tangga modern. Perangkat ini mampu menyerap lonjakan tegangan sehingga dapat melindungi aset digital sekaligus memperpanjang usia perangkat elektronik. Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko kerusakan akibat pemadaman listrik dapat diminimalkan dan keamanan perangkat elektronik tetap terjaga.
Kolaborasi UMM dan Martha Tilaar, Dorong Mahasiswa Jadi Inovator Dunia Kosmetik
Agroredaksi.com-Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalin kolaborasi strategis dengan Martha Tilaar Group guna mendorong mahasiswa menjadi inovator tangguh di industri kosmetik berbasis kearifan lokal. Komitmen ini diwujudkan melalui Kuliah Tamu Kewirausahaan bertajuk “Glow Economy: Beautypreneurs Take the Lead” di Aula GKB IV Lantai 9, Selasa (23/6). Kegiatan ini berlangsung antusias dan diikuti ratusan mahasiswa UMM yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan, seperti Fakultas Teknik (FT), Fakultas Psikologi (Fapsi), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Farmasi, hingga Fisioterapi. Sinergi ini dirancang secara khusus untuk menjawab tantangan industri kecantikan sekaligus merangsang generasi Z agar bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi pengusaha (beautypreneurs). Co-Founder Smith, Tri Putra Salim, membagikan pengalaman inspiratifnya saat merintis bisnis perawatan kulit organik asli Nusantara dari sebuah eksperimen di dapur kos-kosan. Ia menyadari banyak produk lokal masih bergantung pada bahan kimia, sehingga peluang untuk mengembangkan produk berbahan organik sangat terbuka lebar. Ia menekankan kepada para mahasiswa bahwa untuk membangun merek yang adaptif, pengusaha muda harus berani memperbaiki desain kemasan agar lebih eksklusif dan gencar memanfaatkan media sosial sebagai medium edukasi konsumen. “Jika kalian ingin membangun bisnis yang kuat, jangan hanya menjual barang yang sama dengan pesaing, karena kecepatan membaca tren dan keberanian untuk terus berinovasi adalah kunci agar produk lokal bisa mendunia,” tegasnya. Disisi lain, CEO Martha Tilaar Group, Dr. Kilala Tilaar, memaparkan bahwa industri kecantikan Tanah Air terbukti solid dan mampu bertahan di tengah berbagai krisis ekonomi. Ia menceritakan rekam jejak perusahaannya yang bermula dari salon kecil berukuran empat kali enam meter hingga sukses menjadi raksasa kosmetik nasional berkat kegesitan membaca tren pasar di era digital. Di hadapan ratusan mahasiswa tersebut, Kilala mengingatkan bahwa tantangan terberat industri lokal saat ini adalah tingginya ketergantungan impor bahan baku kosmetik yang mencapai 85 persen, padahal Indonesia sangat kaya akan bahan alam nusantara. “Bangsa kita mewariskan ribuan resep kecantikan tradisional dan keanekaragaman hayati yang kaya, sehingga jika potensi ini tidak segera kita olah menjadi inovasi, selamanya kita hanya akan menjadi sasaran pasar bagi negara lain,” urainya. Sementara itu, Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, ST., MT., menyampaikan bahwa Kampus Putih telah merancang ekosistem pembelajaran aplikatif untuk mencetak lulusan unggul yang siap terjun ke dunia wirausaha. Hal ini direalisasikan melalui program Center of Excellence (CoE) yang berfungsi menjembatani kesenjangan teori akademik dengan praktik riil di industri, sekaligus memberikan akses inkubasi bisnis yang relevan dengan berbagai disiplin ilmu. “Fasilitas Center of Excellence ini secara khusus kami hadirkan untuk mendekatkan mahasiswa dengan realitas industri, agar kalian memiliki kemampuan teknis dan praktis yang mumpuni untuk menjadi pengusaha sukses,” pungkas Subeki. Kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan praktisi industri ini membawa angin segar bagi masa depan ekonomi kreatif di Indonesia. Keterlibatan ratusan mahasiswa dari keilmuan teknik, sosial, hingga kesehatan diharapkan mampu melahirkan kolaborasi multidisiplin untuk memodernisasi warisan kecantikan lokal. Ke depannya, langkah strategis ini diproyeksikan tidak hanya menekan angka impor bahan baku, tetapi juga mencetak generasi tangkas yang mampu menciptakan lapangan kerja baru dan membawa merek kosmetik nasional bersaing secara global.
PGSD UMM Hadirkan Bocah Petualang di Kampus Putih, Ajak Ratusan Siswa Olah Sampah dan Lestarikan Permainan Tradisional

Agroredaksi.com-Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar program liburan edukatif bertajuk “Bocah Petualang di Kampus Putih”. Digelar dalam dua gelombang, yakni pada tanggal 23 dan 24 Juni 2026, kegiatan perdana ini membludak dan berhasil menarik antusiasme ratusan siswa tingkat TK dan SD dari berbagai wilayah di Malang Raya. Berbeda dengan program liburan pada umumnya, inisiatif ini mengajak peserta merasakan pengalaman belajar langsung di lingkungan perguruan tinggi. Rangkaian kegiatan dirancang secara komprehensif dan tidak membosankan dari pagi hingga siang hari. Setelah senam ceria, anak-anak mendapatkan sesi literasi seru dan edukasi pengolahan sampah untuk melatih kepedulian lingkungan. Selain itu, peserta juga diajak bermain permainan tradisional yang melatih kekompakan, menjelajah berbagai sudut menarik kampus, hingga menyelesaikan tantangan kreasi budaya secara berkelompok. Ketua Program Studi PGSD UMM sekaligus penanggung jawab acara, Dr. Beti Istanti Suwandayani, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini lahir dari komitmen prodi untuk menghadirkan ruang belajar yang sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. “Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak agar mengenal lingkungan kampus sejak dini melalui aktivitas eksploratif, edukatif, kreatif, dan menyenangkan,” ujarnya. Lebih lanjut, Beti memaparkan bahwa pendekatan experiential learning atau belajar melalui pengalaman langsung ini sangat sejalan dengan karakter pembelajaran di PGSD UMM. Antusiasme masyarakat terhadap metode ini juga terbukti sangat tinggi, menilik dari lonjakan peserta dalam waktu singkat. “Alhamdulillah, program Bocah Petualang di Kampus Putih mendapat sambutan baik dari masyarakat. Hanya dalam dua hari setelah pendaftaran dibuka, sudah ada seratus anak yang mendaftar,” ungkapnya. Respons positif turut datang dari para wali murid yang mendampingi. Indria, salah satu orang tua siswa, sangat mengapresiasi dan merasa terbantu karena program ini mampu menjadi alternatif kegiatan positif yang edukatif untuk mengisi waktu luang di masa libur sekolah. “Anak-anak sangat senang dan bahkan menantikan kegiatan seperti ini lagi. Kami berharap program berikutnya dapat dikembangkan dengan konsep yang lebih variatif sehingga pengalaman belajar anak semakin beragam,” jelas Indria. Antusiasme yang tinggi ini menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang liburan yang memiliki nilai edukasi yang kuat. Ke depannya, “Bocah Petualang di Kampus Putih” diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang membawa manfaat luas. Pada akhirnya, program ini menjadi jembatan strategis untuk menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak, mengasah kreativitas, serta membangun mimpi mereka agar kelak semangat menempuh pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
Listrik Sering Padam, Ini Mitigasi Aman Ala Pakar UMM
Agroredaksi.com-Pemadaman listrik yang terjadi secara berulang bukan hanya mengganggu aktivitas harian masyarakat, tetapi juga membawa ancaman fatal yang jarang disadari bagi perangkat elektronik rumah tangga. Pakar Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Machmud Effendy, ST., M.Eng., IPM., Asean Eng., menegaskan bahwa kerusakan perangkat elektronik yang paling parah justru terjadi bukan pada saat listrik padam, melainkan ketika aliran listrik kembali menyala akibat adanya lonjakan tegangan yang drastis (power surge). Machmud sapaan akrabnya menjelaskan bahwa selama ini masyarakat kerap keliru memahami akar penyebab rusaknya barang-barang elektronik mereka. Secara teknis, risiko tertinggi dan paling merusak justru muncul saat pasokan listrik pulih, di mana energi listrik masuk ke dalam komponen dalam jumlah sangat besar di waktu yang amat singkat, sehingga merusak komponen yang dirancang pada rentang tegangan tertentu. “Secara umum, yang lebih berpotensi merusak alat elektronik adalah saat listrik kembali menyala. Pada saat jaringan listrik dipulihkan, sering terjadi lonjakan tegangan sesaat yang dapat jauh melebihi tegangan normal 220 volt. Kondisi ini berisiko merusak televisi, komputer, charger, router Wi-Fi, mesin cuci, hingga AC,” tegasnya 24 Juni lalu pada Humas UMM. Selain kerusakan pada komponen keras elektronik rumah tangga, pemadaman mendadak turut berdampak sangat krusial pada perangkat digital seperti komputer dan server, yang dapat memicu hilangnya data secara masif hingga kegagalan sistem saat melakukan proses booting. “Pada perangkat yang sedang menulis data, dampaknya bisa sangat serius. Tidak hanya kehilangan data, tetapi file dapat menjadi rusak, sistem operasi gagal berjalan, hingga terjadi kerusakan fisik pada media penyimpanan seperti hard disk jika kejadian berlangsung berulang,” jelasnya. Ia juga menyoroti bahaya spesifik pada kompresor perangkat pendingin seperti AC dan kulkas, serta tingginya risiko latent damage atau kerusakan tersembunyi. Kondisi ini mempercepat penuaan mikroskopis komponen karena perangkat langsung dipaksa bekerja ekstra saat tekanan belum stabil, sehingga kegagalan fungsi sering kali baru muncul berminggu-minggu setelah pemadaman terjadi. “Banyak perangkat tampak normal setelah listrik kembali menyala. Namun, bisa saja komponen di dalamnya telah mengalami kerusakan mikroskopis yang baru menimbulkan masalah di kemudian hari. Karena itu, setiap gangguan listrik sebaiknya dianggap sebagai peristiwa yang serius,” paparnya. Kejadian mati listrik sebaiknya tidak lagi dianggap sebagai hal sepele yang berlalu begitu saja saat lampu kembali menyala. Sebagai langkah antisipasi yang bijak, masyarakat diimbau untuk segera mencabut steker perangkat elektronik sensitif ketika pemadaman terjadi. Biasakan memberi jeda dua hingga lima menit sebelum menyalakan alat-alat rumah tangga secara bertahap pasca listrik pulih. Selain itu, menginvestasikan dana pada perangkat surge protector berkualitas merupakan perlindungan dasar yang wajib dimiliki setiap rumah tangga guna menyerap lonjakan tegangan, menjaga keamanan aset digital, dan memastikan perangkat elektronik berumur panjang.
Dukung Net Zero Emission 2060, UMM Diakui DEN Sebagai Kampus Mandiri Energi

Agroredaksi.com-Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN), Prof. Dr. Ir. Johni Jonatan Numberi, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki keunggulan tersendiri sebagai institusi pendidikan yang secara konkret telah merespons krisis energi global melalui praktik Energi Baru Terbarukan (EBT) sejak tahun 2007. Hal tersebut ditegaskan dalam Diskusi Publik bertajuk “Arah Kebijakan Energi Menuju Net Zero Emission Melalui Pembangkit Energi Baru Terbarukan” di Ruang Sidang Senat UMM, Kamis (25/6). “Di satu sisi, UMM sudah melakukan praktik-praktik energi baru terbarukan, yaitu dengan adanya PLTMH di kampus UMM maupun PLTS. Ini memberikan kontribusi nyata. Selain pembelajaran di ruang kelas yang sesuai dengan kurikulum, hal-hal yang berkaitan dengan praktik bidang energi baru terbarukan sudah benar-benar dilaksanakan sebagai laboratorium hidup,” tegasnya. Kunjungan DEN ke Kampus Putih ini didasari oleh urgensi ketahanan energi nasional di tengah berbagai tantangan nyata yang mendesak. Saat ini, Indonesia tengah menghadapi tantangan turunnya produksi minyak bumi yang diiringi oleh meningkatnya impor minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis gasoline. Tantangan pemenuhan energi primer ini diperberat dengan fakta bahwa tingkat pemanfaatan EBT secara nasional masih tergolong rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, Numberi sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pemerintah mematok sasaran capaian puncak emisi pada tahun 2035 dan terwujudnya dekarbonisasi untuk pencapaian Net Zero Emission (NZE) sebesar 129 juta ton CO2e pada tahun 2060. Demi mendukung kedaulatan serta swasembada energi, porsi bauran energi primer EBT ditargetkan melonjak signifikan hingga mencapai 70 persen sampai 72 persen pada tahun 2060 mendatang. Lebih jauh, kehadiran perguruan tinggi diharapkan mampu membantu penyelesaian persoalan elektrifikasi masyarakat melalui kegiatan tridarma, seperti inovasi desalinasi air laut yang digagas oleh dosen dan mahasiswa UMM di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menyatakan kekaguman dan apresiasinya atas upaya pemanfaatan energi surya oleh sivitas akademika UMM untuk menghasilkan pasokan air bersih bagi masyarakat di daerah yang rasio elektrifikasinya masih tergolong rendah. “Tadi dari hasil presentasi, saya lihat beberapa kegiatan sudah dilakukan oleh teman-teman di UMM. Misalnya, desalinasi air laut menjadi air tawar (air bersih) di NTT dengan memanfaatkan energi surya/matahari untuk pembangkitnya. Nah, ini adalah wujud pengabdian dan penelitian yang bagus, yang diterapkan langsung ke masyarakat,” ungkapnya. Sinergi dan kolaborasi strategis antara pemangku kebijakan pemerintah dan institusi pendidikan tinggi seperti UMM menjadi kunci utama dalam mengakselerasi transisi energi hijau di Indonesia. Melalui penerapan riset aplikatif dan program pengabdian yang menyentuh akar rumput di masyarakat, kemandirian energi nasional dan pencapaian target bebas emisi karbon bukan sekadar wacana di atas kertas, melainkan wujud nyata masa depan yang kini tengah dibangun bersama demi kesejahteraan generasi mendatang.
UMM Diakui DEN Sebagai Kampus Mandiri Energi