Praktikum Jurnalistik Komunikasi UMM, Jadi Motor Penggerak Kampus Berdampak

MALANG, Suara Muhammadiyah – Perguruan tinggi tidak cukup hanya dikenal masyarakat, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata melalui karya-karya yang lahir dari proses pembelajaran. Semangat itulah yang diwujudkan mahasiswa Praktikum Jurnalistik 3 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui pameran produk dan launching media praktikum yang dirangkaikan dengan talk show bertajuk “Transformasi Media & Jurnalisme: Dari Media Konvensional ke Media Modern” di Malang Creative Center (MCC), Jumat (26/6). Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa praktikum mahasiswa bukan sekadar memenuhi tuntutan akademik, melainkan menghasilkan luaran yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui empat media digital yang diluncurkan, mahasiswa menghadirkan ruang informasi yang mengangkat berbagai persoalan aktual mulai dari lingkungan, kesehatan, gaya hidup, hingga kuliner. Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., menegaskan bahwa seluruh proses pembelajaran di UMM diarahkan pada penerapan Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini sejalan dengan semangat Kampus Berdampak yang didorong Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktissintek), yakni memastikan setiap mata kuliah menghasilkan luaran yang memiliki manfaat nyata. “Praktikum beserta hasilnya berupa pameran ini merupakan implementasi _Outcome-Based Education_ (OBE). Pendidikan tidak lagi hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi memastikan mahasiswa memiliki keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang siap diterapkan di dunia profesional,” ujar guru besar Ilmu Pendidikan Matematika itu. Menurutnya, karya mahasiswa yang dipublikasikan kepada masyarakat merupakan salah satu indikator bahwa proses belajar telah menghasilkan dampak. Kampus tidak lagi menjadi “menara gading” yang hanya berkutat pada pengembangan ilmu, tetapi hadir memberikan solusi melalui inovasi dan karya mahasiswa. Pameran tersebut merupakan luaran wajib dari mata kuliah Optimalisasi Digital Media. Selama satu semester, mahasiswa dibekali berbagai kompetensi digital, mulai dari pengukuran popularitas konten, Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), Key Performance Indicator (KPI), algoritma media digital, hingga strategi desain optimasi media jurnalistik digital. Kompetensi tersebut kemudian diterapkan secara langsung melalui pembangunan media digital yang siap dipublikasikan kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar membuat berita, tetapi juga memahami bagaimana sebuah media mampu menjangkau audiens dan memberikan pengaruh positif. Empat media praktikum yang diluncurkan meliputi Natera, Soravista, Zhelty, dan ClickBites. Setelah prosesi launching, masing-masing pimpinan redaksi memaparkan latar belakang lahirnya media sekaligus strategi pengembangan yang disesuaikan dengan isu yang diangkat. Natera hadir sebagai media yang berfokus pada isu-isu lingkungan dan keberlanjutan. Soravista mengangkat kebutuhan mahasiswa akan ruang untuk beristirahat dari aktivitas digital melalui konten yang mendorong gaya hidup lebih seimbang. Sementara itu, Zhelty berupaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat di tengah maraknya fenomena fear of missing out (FOMO) terhadap berbagai informasi medis. Adapun ClickBites mengusung tema kuliner dengan sasaran utama Generasi Z yang memiliki minat tinggi terhadap tren makanan dan pengalaman kuliner. Ketua Pelaksana kegiatan, Difi Arya, mengatakan bahwa media hasil praktikum diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya jurnalistik yang informatif, kreatif, sekaligus berdampak bagi masyarakat. “Karena buat apa mata kuliah jika tidak ada dampaknya? Pameran ini menjadi salah satu ikhtiar agar kampus semakin dikenal masyarakat, tetapi yang lebih penting adalah karya mahasiswa mampu memberikan manfaat bagi publik,” ujarnya. Selain pameran dan talk show, acara semakin semarak dengan penampilan tari dari siswa SMP PGRI 43 Malang serta pemberian penghargaan kepada para pimpinan redaksi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka membangun media praktikum. Melalui kegiatan ini, UMM menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik mampu melahirkan inovasi yang tidak berhenti di ruang kelas. Praktikum menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori dengan pengalaman nyata, menghasilkan karya yang dapat diakses masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai institusi yang memberi solusi dan manfaat. Inilah esensi kampus berdampak. Yakni pembelajaran yang menghasilkan karya, karya yang menjawab kebutuhan masyarakat, dan lulusan yang siap berkontribusi di dunia profesional maupun kehidupan sosial.

Kolaborasi UMM-Jepang Perluas Kesempatan Magang dan Karier Internasional Mahasiswa

pwmu.co – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperluas peluang karier internasional bagi mahasiswa melalui penguatan jejaring dengan berbagai perguruan tinggi dan industri di Jepang. Upaya tersebut diwujudkan melalui lawatan strategis ke Shimonoseki City University, Miyazaki University, serta perusahaan kehutanan Nosuta Kabushi pada 17-23 Juni lalu.Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menjelaskan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan kerja sama akademik, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi dan berkarier di tingkat global. Salah satu hasil konkret dari kerja sama dengan Shimonoseki City University adalah tersedianya kuota bagi mahasiswa UMM untuk melanjutkan studi magister melalui program beasiswa. Sebanyak 12 mahasiswa telah dipersiapkan untuk mengikuti program tersebut. “Kita sudah ada slot dua belas mahasiswa yang dipersiapkan, nanti lulus mereka akan kuliah S2 di Shimonoseki di bawah beasiswa mereka,” ujar Salis. Selain kesempatan studi lanjut, kolaborasi kedua institusi juga akan diperluas melalui pengembangan riset bersama dan sektor bisnis komersial. Pada September mendatang, delegasi dari Shimonoseki City University dijadwalkan berkunjung ke UMM guna menjajaki kerja sama lebih lanjut di bidang penelitian, pengembangan kopi, hingga peluang usaha di Jepang. Untuk mendukung kesiapan mahasiswa, UMM bersama mitranya juga telah menghadirkan Japan Corner. Fasilitas tersebut menyediakan pembelajaran bahasa Jepang dengan pengajar penutur asli guna mempersiapkan mahasiswa yang akan melanjutkan studi maupun bekerja di Jepang. “Nanti belajar bahasa Jepangnya di situ, tapi Japan Corner juga membuka untuk mahasiswa yang lain yang mau belajar Jepang boleh datang ke situ,” jelasnya. Penguatan Riset Sementara itu, kerja sama dengan Miyazaki University diarahkan pada penguatan riset dan program pertukaran mahasiswa. Kedekatan hubungan kedua institusi semakin erat karena sejumlah dosen UMM merupakan alumni dari universitas tersebut. Di sisi lain, kemitraan dengan perusahaan kehutanan Jepang, Nosuta Kabushi, diproyeksikan mampu memperluas peluang magang dan kerja internasional bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan, khususnya bidang kehutanan. Kerja sama tersebut akan diwujudkan melalui pembangunan Forestry Japan Training Center di kawasan Pujon Hill. Menurut Salis, pihak industri Jepang akan berkontribusi dalam penyediaan kurikulum, perlengkapan, hingga tenaga ahli untuk mendukung pusat pelatihan tersebut. “Mereka akan invest tenaga, kurikulum, perlengkapan untuk Forestry Japan Training Center di Pujon Hill, sehingga membuka peluang dari teman-teman kehutanan untuk berkarir internasional,” terangnya. Melalui berbagai kolaborasi strategis tersebut, UMM berharap dapat mencetak lulusan yang memiliki kompetensi global sekaligus memperluas akses mahasiswa terhadap studi lanjut, magang, dan karier di kancah internasional. (*) *) Penulis : Hassan Al Wildan Editor : Amanat Solikah

Dosen Psikologi UMM, Kupas Tuntas Persoalan Quarter Life Crisis bagi Anak Muda

Tekanan sosial untuk mapan secara finansial, memiliki pekerjaan tetap, hingga tuntutan menikah di usia 25 tahun kerap memicu Quarter Life Crisis (QLC) pada generasi muda. Standar kesuksesan semu yang diamplifikasi oleh media sosial ini nyatanya menjadi beban tak kasatmata yang merusak mental. Menjawab keresahan tersebut, dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Irine Putri Shaliha, M.Sc., membongkar ilusi waktu yang kerap menyesatkan dan memberikan panduan konkret untuk menjaga kesehatan mental anak muda. Irine menjelaskan, QLC sangat berbeda dengan stres biasa. Jika stres umumnya dipicu oleh beban tugas atau konflik sesaat, QLC merupakan krisis identitas mendalam yang menyangkut arah hidup, karier, hingga ketakutan ekstrem akan masa depan. Di era modern, tantangan anak muda jauh lebih kompleks. Pilihan hidup yang kian beragam, persaingan kerja yang makin ketat, serta masifnya penggunaan media sosial memicu kecenderungan generasi muda untuk terus membandingkan pencapaian pribadinya dengan kehidupan orang lain yang tampak sempurna. “Setiap individu memiliki garis waktu kehidupannya masing-masing. Oleh karena itu, kita perlu sesekali beristirahat dari media sosial agar tidak terjebak dalam ilusi yang membuat kita merasa tertinggal dari orang lain,” tegasnya 26 Juni lalu pada Humas UMM. Menurut ahli psikologi ini, patokan usia ideal untuk meraih kemapanan atau menikah murni merupakan konstruksi sosial lingkungan. Desakan berupa pertanyaan-pertanyaan sensitif seputar pencapaian di usia tertentu sangat berisiko. Alih-alih menjadi motivasi, tekanan tersebut rentan memicu kecemasan berlebih, penurunan harga diri, sikap terlalu mengkritik diri sendiri (self-criticism), yang pada akhirnya bermuara pada depresi. Ia menyarankan anak muda lebih fokus membangun kesiapan mental secara bertahap. Sebab, kesuksesan sejati dalam psikologi tidak selalu diukur dari kemewahan materi, melainkan dari kesejahteraan fisik, ketenangan mental, dan kualitas relasi. “Tidak ada batasan usia yang baku dalam hal kemapanan maupun pernikahan. Kesiapan psikologis seseorang jauh lebih esensial dan penting dibandingkan sekadar mengikuti aturan atau tuntutan sosial semata,” urainya. Irine menyarankan langkah taktis dalam menghadapi QLC, yakni menghindari pengambilan keputusan penting saat emosi sedang negatif atau intens. Ia mengajak generasi muda untuk lebih berwelas asih pada diri sendiri, menerima segala ketidaksempurnaan, dan tetap berani melangkah. Baginya, kegagalan di usia muda bukanlah akhir dari segalanya, melainkan fase pembelajaran krusial yang membentuk kematangan berpikir secara utuh. “Usia dua puluhan adalah masa untuk eksplorasi dan belajar. Di mana, melakukan kesalahan atau gagal itu sangat wajar. Karena kadang kala, kegagalan itulah yang justru akan membawa kita menuju kesuksesan yang sebenarnya,” paparnya. Sebagai pesan penutup, krisis seperempat abad ini sejatinya adalah fase transisi alami yang tidak perlu ditakuti, melainkan dihadapi dengan kesadaran penuh. Anak muda dihimbau untuk berhenti menggunakan stopwatch orang lain untuk mengukur lari mereka sendiri. Fokuslah pada pengembangan kapasitas diri, batasi konsumsi informasi yang memicu rasa rendah diri, dan jadikan usia dua puluhan sebagai ruang aman untuk terus berproses menjadi versi terbaik dari diri sendiri.(ali/faq)   Penulis: Alban Hogantara | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Berrventure Dorong Wisata Edukatif dan Pererat Kebersamaan Keluarga di Kota Batu

MALANGVOICE – Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas rekreasi yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan nilai edukatif, Lumbung Stroberi bersama Kelompok Praktikum Eleanor mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan Berrventure, program wisata edukatif yang memadukan pembelajaran, kreativitas, dan kebersamaan keluarga. Kegiatan ini akan berlangsung pada 27–28 Juni 2026 di Lumbung Stroberi, Bumiaji, Kota Batu sebagai alternatif wisata berbasis pengalaman yang mengajak peserta terlibat langsung dalam berbagai aktivitas interaktif di alam terbuka. Melalui konsep tersebut, peserta tidak hanya menikmati suasana camping yang nyaman, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang dikemas secara menyenangkan dan aplikatif. Berbagai kegiatan telah disiapkan dalam rangkaian Berrventure, mulai dari petik stroberi langsung di kebun, mengikuti BerryLab sebagai sarana eksplorasi dan eksperimen olahan stroberi, hingga sesi menghias dessert yang dirancang untuk mendorong kreativitas peserta. Tak hanya itu, acara juga akan menghadirkan bazar produk lokal dan pentas seni sebagai ruang interaksi sekaligus bentuk apresiasi terhadap kreativitas masyarakat. Panitia bagian Humas Berrventure menjelaskan bahwa program ini diselenggarakan sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat akan kegiatan yang dapat mempererat hubungan keluarga sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan. «“Berrventure kami rancang sebagai ruang bagi keluarga untuk menciptakan momen kebersamaan yang bermakna. Melalui berbagai aktivitas yang melibatkan interaksi langsung dengan alam dan produk lokal, peserta tidak hanya berwisata tetapi juga memperoleh pengalaman baru yang edukatif,” ujarnya.» Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, Kota Batu dinilai memiliki potensi besar dalam mengembangkan konsep wisata berbasis pengalaman. Seiring perubahan tren, masyarakat kini semakin mencari aktivitas yang melibatkan partisipasi aktif dan memberikan nilai tambah selama berwisata. Hadirnya Berrventure menjadi salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui perpaduan unsur rekreasi, edukasi, dan kreativitas dalam satu rangkaian kegiatan. Ke depan, program ini tidak hanya dirancang sebagai kegiatan insidental, tetapi juga diarahkan menjadi paket wisata berkelanjutan yang dapat dinikmati oleh keluarga, pelajar, komunitas, hingga generasi muda. Melalui kolaborasi antara dunia akademik dan industri wisata, Berrventure diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata edukasi di Kota Batu sekaligus mendukung pengembangan potensi lokal berbasis pertanian dan ekonomi kreatif. Program ini juga diharapkan menjadi contoh inovasi wisata yang tidak hanya memberikan pengalaman berkesan bagi pengunjung, tetapi turut menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan sektor pariwisata daerah.(der)

Potret Nyata Toleransi UMM Lewat Kiprah Pemimpin Mahasiswa Buddhis Indonesia

Adalah Chandra Aditya Nugraha, alumnus Program Studi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2016, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (PP HIKMAHBUDHI) periode 2025–2028. Capaian ini menegaskan bahwa kampus berlatar belakang Islam mampu mencetak pemimpin nasional yang berdaya saing tinggi tanpa memandang latar belakang agama dan keyakinan. Chandra sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pencapaian puncaknya saat ini merupakan buah dari proses panjang yang ia rintis sejak pertama kali bergabung dengan HIKMAHBUDHI dan Asosiasi Kesejahteraan Sosial Jawa Timur pada tahun 2015. “Organisasi itu prosesnya panjang. Saya memulai dari anggota, kemudian menjadi pengurus cabang, hingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua Cabang. Setelah lulus dari UMM pada tahun 2020, saya mengabdikan diri sebagai pengurus pusat di Jakarta sambil melanjutkan studi,” ungkapnya 26 Juni pada Humas UMM. Dalam perjalanannya menuju kursi kepemimpinan tertinggi pada pencalonan tahun 2024 lalu, ia dihadapkan pada dinamika yang menguji kedewasaan kepemimpinannya, terutama dalam mengelola konflik internal agar tidak memecah belah anggota. “Saat proses pemilihan, itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Dari situ saya belajar memanajemen konflik agar organisasi tetap solid,” jelasnya. Sebagai mahasiswa non-Muslim yang menempuh pendidikan di institusi Islam, ia menilai Kampus Putih UMM telah memberikannya ruang belajar nyata tentang esensi kebhinekaan yang memberikan hak setara bagi seluruh sivitas akademika. “Saya bangga dengan UMM. Kampus ini menerapkan nilai keberagaman secara nyata. UMM tidak mengharuskan mahasiswanya beragama Islam atau berasal dari Muhammadiyah. Semua orang bisa belajar dan berkembang bersama,” tuturnya. Bagi Chandra, UMM adalah miniatur Indonesia yang sukses mengimplementasikan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Di kampus ini, mahasiswa dari berbagai daerah, etnis, dan keyakinan dapat berbaur dan mendapatkan fasilitas serta hak pendidikan yang sama. Kebebasan dan toleransi inilah yang turut mendewasakan perspektif kepemimpinannya untuk berkiprah di tingkat nasional. Terkait tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, Chandra menyadari bahwa rasa khawatir dan overthinking mengenai masa depan adalah fase wajar, namun ia mendorong mahasiswa untuk berani mengambil risiko demi memperjuangkan tujuan hidup. “Hidup yang tidak pernah dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan. Jadi jangan takut tentang besok akan menjadi apa. Fokuslah pada apa yang teman-teman minati dan cintai hari ini. Dari situlah jalan akan terbuka,” tegasnya. Kisah perjalanan Chandra menjadi bukti konkret bahwa lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi toleransi, dipadukan dengan keberanian untuk terus berproses, mampu mencetak pemimpin yang tangguh. Nilai-nilai inklusivitas yang dibawa dari Kampus Putih diharapkan tidak hanya memajukan organisasinya, tetapi juga menjadi pesan kuat bagi mahasiswa lain untuk tidak takut bermimpi besar, terus berkarya, dan berani mengambil langkah nyata bagi masa depan bangsa.(rik/faq)   Penulis: Roudhotul Mufarikha | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Amerta Puspa Nusantara: Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar PGSD FPSH UMM yang Buka Peluang Kolaborasi Nasional

Malang, JurnalPost.com – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Pendidikan, Sains, dan Humaniora (FPSH), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Laboratorium KeSD-an menggelar pagelaran drama “Amerta Puspa Nusantara” di Aula GKB III Lantai 6 UMM. Kegiatan ini merupakan luaran Mata Kuliah Bahasa Indonesia Sekolah Dasar yang dirancang melalui pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berkomunikasi, kolaborasi, serta apresiasi budaya mahasiswa sebagai calon guru sekolah dasar. Pagelaran diselenggarakan dalam dua sesi, dengan sesi pertama menampilkan empat drama bertema pelestarian budaya Nusantara yang diadaptasi dari cerita rakyat dan legenda Indonesia. Melalui pementasan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengembangkan keterampilan seni pertunjukan, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai budaya, karakter, dan kearifan lokal sebagai bagian dari pembelajaran yang kontekstual di sekolah dasar. Dalam sambutannya, Wakil Dekan II Fakultas Pendidikan, Sains, dan Humaniora UMM menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen fakultas dalam menghadirkan pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman nyata mahasiswa. “Fakultas Pendidikan, Sains, dan Humaniora terus mendorong lahirnya pembelajaran yang tidak hanya menekankan penguasaan akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi mahasiswa. Pagelaran drama ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran mampu menghasilkan karya yang bernilai edukatif sekaligus relevan dengan kebutuhan calon guru sekolah dasar. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkembang dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai perguruan tinggi maupun mitra eksternal.” Sebagai bentuk apresiasi terhadap proses dan hasil pembelajaran, Laboratorium KeSD-an memberikan penghargaan kepada individu dan kelompok terbaik melalui Awarding Session berdasarkan aspek akting, kreativitas, penghayatan karakter, serta kualitas produksi pertunjukan. Menariknya, pagelaran ini juga dihadiri mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang melakukan observasi sekaligus seleksi calon aktor untuk kebutuhan proyek Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2026. Kehadiran mereka membuka peluang kolaborasi antarmahasiswa lintas perguruan tinggi dalam pengembangan karya seni dan inovasi digital. Salah seorang mahasiswa UM menyampaikan bahwa mahasiswa PGSD UMM memiliki kemampuan akting dan kerja tim yang baik sehingga berpotensi dilibatkan dalam proyek yang sedang dipersiapkan untuk LIDM 2026. Sementara itu, Kepala Laboratorium KeSD-an PGSD FPSH UMM, Ima Wahyu Putri Utami, M.Pd., dalam laporannya menjelaskan bahwa Amerta Puspa Nusantara merupakan implementasi pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik melalui pengalaman belajar autentik. “Sebagai luaran Mata Kuliah Bahasa Indonesia Sekolah Dasar, pagelaran ini dirancang agar mahasiswa mengalami secara langsung proses kreatif mulai dari analisis cerita, penyusunan naskah, latihan, produksi, hingga pementasan. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya mengembangkan keterampilan berbahasa dan seni pertunjukan, tetapi juga kompetensi pedagogis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan kepemimpinan yang menjadi bekal penting sebagai calon guru sekolah dasar.” Melalui Amerta Puspa Nusantara, Laboratorium KeSD-an PGSD FPSH UMM terus memperkuat implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengintegrasikan bahasa, seni, budaya, dan pedagogi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya mahasiswa, tetapi juga memperluas jejaring kolaborasi lintas perguruan tinggi serta memperkuat komitmen PGSD UMM dalam menghasilkan calon guru sekolah dasar yang kreatif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.

UMM Perluas Akses Pendidikan melalui Puluhan Skema Beasiswa Berkelanjutan

pwmu.co – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui beragam program beasiswa yang dirancang untuk menjangkau lebih banyak calon mahasiswa, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.Upaya UMM dalam menyediakan akses pendidikan yang inklusif mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kampus yang dikenal sebagai Kampus Putih ini menerima penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan jumlah alokasi beasiswa penuh dan potongan biaya pendidikan terbanyak di Jawa Timur. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur dalam agenda yang berlangsung di Gedung Grahadi, Surabaya, pada Jumat (19/6). Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMM, Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc., IPM., menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari banyaknya skema bantuan pendidikan yang dikembangkan kampus. Menurutnya, UMM saat ini mengelola sekitar 15 hingga 20 program beasiswa yang berasal dari berbagai sumber pendanaan. “UMM memiliki banyak skema beasiswa, baik yang berasal dari pemerintah maupun yang dikembangkan secara mandiri oleh universitas. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan kami memperoleh apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” ujarnya. Ia menambahkan, sumber pendanaan beasiswa tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga melalui kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta dukungan internal universitas. Diversifikasi sumber pendanaan tersebut dilakukan agar program bantuan pendidikan dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Komitmen Peningkatan SDM Berbagai skema beasiswa yang tersedia di UMM mencakup beasiswa prestasi akademik dan nonakademik, beasiswa  Pendidikan Ulama Tarjih (PUT), hingga beasiswa bagi putra-putri alumni. Keberagaman program tersebut diharapkan mampu memberikan kesempatan yang lebih luas kepada calon mahasiswa untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala faktor ekonomi. Tatag menegaskan bahwa program beasiswa akan terus dipertahankan dan dikembangkan pada masa mendatang. Menurutnya, komitmen tersebut sejalan dengan semangat Muhammadiyah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. “Program beasiswa ini akan terus berlanjut. Sebagai bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah, UMM memiliki tanggung jawab untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, jumlah maupun cakupan beasiswa akan terus kami tingkatkan,” katanya. Melalui berbagai program tersebut, UMM berharap dapat melahirkan generasi unggul yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di masa depan. (*) *) Penulis : Hassan Al Wildan Editor : Amanat Solikah

Karuna Natyakala, Wujud Kreativitas Mahasiswa PGSD FPSH UMM dalam Menciptakan Tari Anak

Malang, JurnalPost.com – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Pendidikan, Sains, dan Humaniora (FPSH), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Laboratorium Ke-SD-an menyelenggarakan Pagelaran Penciptaan Tari Anak “Karuna Natyakala” di Aula GKB III Lantai 6 UMM. Kegiatan ini merupakan luaran Mata Kuliah Advance Material Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) yang dirancang sebagai implementasi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) untuk mengembangkan kreativitas, kompetensi pedagogis, dan keterampilan kolaboratif mahasiswa sebagai calon guru sekolah dasar. Jasa Backlink Dalam pagelaran tersebut, mahasiswa PGSD angkatan 2024 menampilkan berbagai karya tari anak yang mengangkat tema-tema kontekstual, seperti profesi, permainan tradisional, lingkungan, keberagaman budaya Nusantara, hingga fenomena alam. Setiap karya dikembangkan melalui perpaduan gerak, musik, kostum, dan properti yang tidak hanya menampilkan nilai artistik, tetapi juga dirancang sebagai media pembelajaran yang edukatif, kreatif, dan inklusif bagi peserta didik sekolah dasar. Ketua Program Studi PGSD FPSH UMM, Dr. Beti Istanti Suwandayani, M.Pd., menjelaskan bahwa pagelaran ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran yang memberikan pengalaman autentik kepada mahasiswa dalam mengintegrasikan teori dengan praktik pembelajaran. Sumber Daya Pendidikan “Pembelajaran di PGSD tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa mengimplementasikan pengetahuan dalam praktik. Melalui Karuna Natyakala, mahasiswa belajar mengintegrasikan kreativitas, nilai budaya, dan strategi pembelajaran ke dalam pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PGSD UMM dalam menghasilkan calon guru yang inovatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21,” ujarnya. Selain menjadi ajang unjuk karya, pagelaran ini juga melatih kemampuan mahasiswa dalam berkolaborasi, berkomunikasi, berpikir kreatif, dan mengelola pertunjukan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya yang dihasilkan, Laboratorium Ke-SD-an memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik berdasarkan aspek kreativitas, inovasi, penyajian, dan nilai edukatif. Asia Tenggara & Kepulauan Pasifik Kepala Laboratorium Ke-SD-an PGSD FPSH UMM, Ima Wahyu Putri Utami, M.Pd., menyampaikan bahwa laboratorium berperan sebagai ruang belajar yang memungkinkan mahasiswa menerapkan berbagai konsep pembelajaran melalui pengalaman nyata. “Karuna Natyakala menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus kompetensi pedagogis melalui pembelajaran berbasis proyek. Mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya tari anak, tetapi juga belajar merancang pembelajaran seni yang kreatif, inklusif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal ketika mereka menjalankan profesinya sebagai guru.” Melalui Karuna Natyakala, Laboratorium Ke-SD-an PGSD FPSH UMM terus memperkuat implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengintegrasikan seni, budaya, dan pedagogi. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen PGSD UMM dalam menghasilkan calon guru sekolah dasar yang kreatif, reflektif, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif serta relevan dengan kebutuhan pendidikan dasar.

Lawatan Strategis ke Jepang, UMM Buka Peluang Karir Internasional

JEPANG, RADAR MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mengukuhkan posisi tawarnya di kancah global. Pada 17-23 Juni lalu, Kampus Putih melangsungkan lawatan strategis ke Jepang, tepatnya ke Shimonoseki City University, Miyazaki University, serta salah satu mitra industri kehutanan Nosuta Kabushi. Kunjungan ini difokuskan pada realisasi kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa, riset tingkat lanjut, hingga ekspansi bisnis institusi. Kehadiran delegasi UMM di Shimonoseki City University merupakan undangan kehormatan dalam rangka perayaan ulang tahun ke-70 kampus tersebut. Kunjungan ini sekaligus mematangkan kerja sama resmi yang telah dirintis sejak sepuluh tahun lalu. Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. menjelaskan bahwa kemitraan ini membuahkan hasil nyata bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), berupa program transfer kredit dan beasiswa pendidikan. “Kita sudah ada slot dua belas mahasiswa yang dipersiapkan, nanti lulus mereka akan kuliah S2 di Shimonoseki di bawah beasiswa mereka,” ungkapnya. Selain mengirimkan delegasi, UMM juga akan menerima kunjungan balasan dari pihak Shimonoseki pada bulan September mendatang untuk pengembangan riset dan bisnis. Salis sapaan akrabnya menuturkan bahwa kolaborasi ini turut merambah pada pengembangan sektor bisnis komersial seperti perikanan salmon, serta komoditas stroberi dan kopi. SINERGI: Kunjungan UMM ke Jepang difokuskan pada realisasi kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa, riset tingkat lanjut, hingga ekspansi bisnis institusi. “Nanti September empat orang mahasiswa bersama dua orang profesor, serta ada lima belasan orang yang ke mari akan kerja sama dengan kita untuk pengembangan riset, kajian, dan juga peluang usaha kopi di Jepang,” tambahnya. Sebagai fasilitas penunjang, UMM dan Shimonoseki telah mendirikan Japan Corner yang dilengkapi dengan pengajar penutur asli (native speaker) dari Jepang guna membekali kemampuan bahasa mahasiswa. Ia memaparkan bahwa fasilitas tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa yang akan berangkat studi ke Jepang, meski tidak menutup kesempatan bagi mahasiswa lain secara umum. “Nanti belajar bahasa Jepangnya di situ, tapi Japan Corner juga membuka untuk mahasiswa yang lain yang mau belajar Jepang boleh datang ke situ,” jelasnya. Sementara itu, kunjungan ke Miyazaki University berfokus pada perluasan jangkauan institusi. Mengingat empat dosen UMM merupakan alumni dari kampus tersebut, penjajakan skema riset bersama dan pertukaran pelajar menjadi lebih terarah. Dalam rangkaian lawatan yang sama, UMM turut memperkuat hubungan dengan mitra industri kehutanan Jepang, Nosuta Kabushi. Kemitraan yang telah meluluskan program magang batch pertama ini akan diakselerasi dengan pembangunan Forestry Japan Training Center di kawasan Pujon Hill. Pria itu menerangkan bahwa pihak industri Jepang bersedia berinvestasi dalam penyediaan sarana, kurikulum, hingga tenaga ahli untuk mempersiapkan kuota magang yang lebih masif. “Mereka akan invest tenaga, kurikulum, perlengkapan untuk Forestry Japan Training Center di Pujon Hill, sehingga membuka peluang dari teman-teman kehutanan untuk berkarir internasional,” terangnya. Langkah UMM di negeri sakura ini sepenuhnya sejalan dengan visi internationalisasi. Ke depan, rangkaian kolaborasi strategis dengan Jepang diharapkan mampu meroketkan kualitas riset universitas agar lebih mutakhir, sekaligus mencetak lulusan dengan daya saing tinggi. Tidak hanya sekadar transfer ilmu, jejaring internasional ini diproyeksikan mampu memberikan keuntungan ganda bagi institusi, salah satunya berupa kesempatan kerja eksklusif bagi alumni. (*)

Coretan Iseng yang Berujung Ancaman Tiga Tahun Penjara

MALANG POST – Fasilitas publik yang dibangun dengan uang rakyat kembali menjadi korban syahwat tangan-tangan jahil. Kali ini sasarannya adalah Anjungan Air Minum gratis milik Perumda Tugu Tirta yang berlokasi di kawasan estetik Jalan Basuki Rahmat (Kayutangan Heritage), Kota Malang. Fasilitas yang sejatinya disediakan untuk memanjakan warga dan wisatawan itu mendadak kotor, penuh coretan cat semprot yang merusak pemandangan. Aksi vandalisme ini resmi dilaporkan oleh manajemen Perumda Tugu Tirta ke Polresta Malang Kota pada Minggu (21/6/2026) lalu. Tidak sekadar melapor, pihak BUMD tersebut juga menyodorkan barang bukti kuat berupa dokumentasi foto lokasi serta rekaman kamera pengawas (CCTV). Referensi Geografis Sengkarut penyakit sosial perkotaan ini dikupas tuntas dalam program talk show Idjen Talk yang disiarkan langsung oleh Radio City Guide 911 FM pada Jumat (26/6/2026) hari ini. Otoritas penegak hukum dan pakar sosial membedah motif di balik aksi pengrusakan tersebut. KBO Reskrim Polresta Malang Kota, Ipda Galih Muhammad Hamdan, menegaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat membentuk tim khusus untuk memburu pelaku. Rekaman CCTV di area Kayutangan kini sedang diteliti secara mendalam dengan meminta bantuan ahli digital dari Polda Jawa Timur. “Dari rekaman CCTV, terlihat jelas ada dua orang terduga pelaku yang melakukan aksi vandalisme tersebut. Berdasarkan gerak-gerik dan ciri fisiknya, keduanya dipastikan berjenis kelamin laki-laki. Kami sedang mengunci identitas mereka,” ujar Ipda Galih. Sepanjang tahun 2026 ini, Polresta Malang Kota mencatat baru menerima dua laporan resmi terkait vandalisme. Kasus pertama menyasar gerbong kereta api, dan kasus kedua merusak anjungan air minum ini. Padahal, di sudut-sudut kota, pemandangan rolling door toko yang penuh coretan pilox adalah hal biasa, namun sayangnya mayoritas pemilik toko enggan melapor ke polisi. Kejahatan & Keadilan Catatan Kriminal 2025: Dari Siswa Hingga Pekerja Swasta Ipda Galih mengingatkan, polisi tidak main-main dengan urusan estetika kota. Pada tahun 2025 lalu, korps baju cokelat ini sukses meringkus tiga pelaku vandalisme yang kerap beroperasi di jalur protokol Jalan Letjen Sutoyo dan Jalan Sunandar Priyo Sudarmo. Latar belakang para pelaku ternyata sangat kontras. “Satu orang berstatus siswa, satu mahasiswa, dan satu lagi pekerja swasta. Mereka sengaja memilih lokasi yang tinggi aktivitas masyarakat agar coretan mereka dibaca banyak orang. Motifnya sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang tidak mereka sukai,” urai Galih.