February 25, 2026, oleh Humas Universitas

Inovasi mahasiswa UMM diganjar penghargaan internasional (Foto: Istimewa)

Malang (beritajatim.com) – Inovasi kesehatan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses mencuri perhatian. Tim ini meraih Silver Medal kategori Health dalam ajang 2nd International Student Competition (ISC) 2026 yang digelar di Universiti Putra Malaysia (UPM), Kuala Lumpur, pada 14 – 15 Februari 2026.

Tim yang dipimpin oleh Vera Miftakul Rahma Kamal dari Program Studi Kedokteran ini mengusung inovasi bernama NEOSENTIA. Proyek ini merupakan sistem deteksi risiko maternal real-time yang mengintegrasikan teknologi AI Guardian Driven System.

Menurut Rahma, NEOSENTIA dirancang sebagai asisten pintar bagi ibu hamil yang terhubung langsung dengan tenaga medis. Sistem ini bekerja secara non-invasif dengan menggabungkan data dari perangkat wearable, laporan gejala mandiri, serta rekam medis elektronik.

“Aplikasi ini mampu melakukan analisis risiko secara berkelanjutan. Melalui sistem ini, potensi komplikasi kehamilan dapat terdeteksi lebih dini sehingga intervensi medis bisa dilakukan tepat waktu,” ujar Rahma pada beritajatim.com, Selasa (24/2/2026).

Salah satu keunggulan NEOSENTIA adalah fitur multibahasa yang memungkinkan aksesibilitas lebih luas bagi pengguna dari berbagai latar belakang. Selain itu, platform berbasis website ini memudahkan dokter atau bidan untuk memantau kondisi pasien secara real-time.

Keberhasilan tim UMM tidak lepas dari kolaborasi lintas disiplin ilmu. Di bawah bimbingan dr. Desy Andari, M.Biomed., tim ini terdiri dari mahasiswa dengan keahlian yang saling melengkapi Vera Miftakul Rahma Kamal (Kedokteran), Wildan Hidayatullah (Farmasi), Hawa Restu Dwinanta (Pendidikan Bahasa Inggris), dan Khoirul Umar (Ilmu Komunikasi).

Sinergi ini membuat inovasi NEOSENTIA tidak hanya kuat secara medis dan farmakologis, tetapi juga matang dari sisi komunikasi publik serta kemudahan bahasa bagi pengguna internasional.

Kompetisi ISC 2026 yang diselenggarakan oleh Centre for Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM) UPM ini diikuti oleh 100 tim finalis dari delapan negara. Selain Indonesia, negara-negara seperti Malaysia, Kazakhstan, Nigeria, Suriah, Brunei Darussalam, Somalia, dan Thailand turut bersaing ketat.

“Kompetisi ini sangat selektif, mulai dari seleksi abstrak, pengiriman full paper, hingga presentasi final di depan dewan juri internasional,” tambah Rahma.

Dosen pembimbing, dr. Desy Andari, M.Biomed., memberikan apresiasi tinggi atas capaian anak didiknya. Ia menilai prestasi ini merupakan cerminan ekosistem akademik UMM yang mendukung riset aplikatif dan berdampak.

“Kami berharap NEOSENTIA tidak berhenti di panggung kompetisi, tapi terus dikembangkan menuju tahap implementasi nyata di layanan kesehatan serta dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional,” kata dr. Desy menutup. (dan/but)